Jakarta Post Hina Umat Islam pada Bulan Ramadhan

karikatur-jakarta-post-edisi-kamis-3-juli-2014-_140707150759-108JAKARTA — Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam (PKTTI) Universitas Indonesia (UI), Abdul Muta’ali menilai, Jakarta Post telah menghina umat Islam melalui sebuah karikatur yang tidak pantas diterbitkan. Menurut dia, koran berbahasa Inggris tersebut terpaksa melakukannya dengan tujuan tertentu.

Pasalnya, Jakarta Post selama ini, tidak berhasil menggoyahkan ideologi politik Islam di Pilpres 9 Juli besok. “Saya kira, umat Islam Indonesia sudah sangat cerdas. Kaum Muslim Indonesia sudah bisa memetakan media cetak dan elektronik mana yang konstruktif dan mana yang destruktif,” kata Muta’ali saat dihubungi Republika Online, Senin (7/7) malam WIB.

Dia menyoroti media yang sering lantang menyuarakan hak asasi manusia (HAM) dan mengkritisi konsep gender dalam Islam, ternyata justru mendestruktif nilai-nilai demokrasi. “Hal ini justru terbukti tanpa umat Islam harus tunjuk jari,” sentil Mutaali.

Menurut Mutaali, aksi provokatif Jakarta Post tidak dilakukan karena kecolongan. Dia menyatakan, publikasi karikatur itu tak akan dilakukan oleh media yang tidak ada jaringan maknanya.

Yang membuatnya kecewa, tindakan itu dilakukan pada saat umat Islam tengah menunaikan ibadah puasa. “Yang lebih miris, hal ini dilakukan pada bulan suci Ramadhan,” ungkap Mutaali.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Hj. Tutty Alawiyah menyatakan, umat Islam harus menelusuri siapa pembuat karikatur dan apa maksud di balik pesan yang berisi sangat menghina kaum Muslim tersebut.

“Umat Islam di manapun, di dunia ini pasti akan tersinggung apabila melihat karikatur yang berisi penghinaan sangat mendasar, dan merendahkan umat Islam.”

Karikatur koran Jakarta Post, edisi Kamis, 3 Juli lalu, menuai kecaman di dunia maya. Dalam edisi yang dimuat di halaman 7, memuat karikatur dengan gambar simbol Islam dalam ukuran yang cukup besar di rubrik Opini. Itu setelah karikatur tersebut menggambarkan bendera berlafaz ‘laa ilaha illallah‘ dengan logo tengkorak yang terpasang di bendera.

Tidak sekadar itu, lafaz tahlil tersebut dipadukan dengan bendera tengkorak khas bajak laut. Kemudian, tepat di tengah tengkorak, tertera tulisan ‘Allah, Rasul, Muhammad’.

Gambar tersebut memuat karikatur dalam beberapa adegan. Adegan pertama menampilkan lima orang dalam posisi berlutut dengan mata tertutup kain dalam posisi berlutut di tanah dan tangannya terikat di belakang dalam posisi ditodong senjata.

Di belakang ke lima orang itu berdiri seorang pria berjenggot serta bersorban sambil mengacungkan senjata laras panjang ke arah mereka, seolah-olah siap melakukan eksekusi.(republika)




Yusuf Mansur: Graha Tahfidz Indonesia di Gaza Dirudal Israel

graha-tahfidz-daarul-qur-an-indonesia-di-gaza-_140708211040-784JAKARTA — Serangan bertubi militer Zionis Israel ke Jalur Gaza kembali memakan korban. Kali ini fasilitas hasil sumbangan rakyat Indonesia berupa Graha Tahfidz Daarul Qur’an di Gaza turut menjadi sasaran.

Kabar ditembaknya Graha Tahfidz yang baru saja rampung pembangunannya tersebut disampaikan oleh Pimpinan PPPA Daarul Qur’an Ustaz Yusuf Mansur melalui akun twitternya @Yusuf_Mansur

“Yaa Allah… Graha Tahfidz Daarul Qur’an Gaza yang baruuuuuu aja diresmikan, bantuan muslim Indonesia, dirudal Israel,” paparnya, Selasa (8/7).

Graha Tahfidz Daarul Qur’an sendiri baru selesai dibangun pertengahan Juni kemarin setelah 10 bulan pengerjaan. Graha Tahfidz ini nantinya akan digunakan untuk anak-anak Gaza menghafal Alquran, menghafal hadis, mengkaji Alquran dan kisah-kisah nabi.

Graha Tahfidz Daqu Gaza berdiri di atas lahan seluas 260 meter persegi hasil sumbangan Muslimin Indonesia. Gedung tiga lantai ini memiliki pintu masuk dan ruangan terpisah antara kaum pria dan wanita.

Ruang utama di lantai untuk kelas menghafal Alquran yang terdiri dua ruangan terpisah bagi pria dan wanita dengan kapasitas lebih dari 140 anak usia lima hingga 20 tahun.

Hingga berita ini diturunkan, Koordinator Daarul Qur’an di Gaza, Abdillah Onim belum membalas pesan singkat yang dikirim ROL. Sehingga belum jelas kerusakan yang diderita akibat serangan Zionis Israel ke Jalur Gaza.(republika)




SBY Minta Capres dan Cawapres Hormati Hasil Pemungutan Suara

Presiden-SBY-PidatoJAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan pasangan calon presiden-calon wakil presiden dan tim sukses menghormati hasil pemungutan suara.

Demikian disampaikan Presiden SBY usai rapat konsultasi di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (7/7/2014).

“Dengan harapan pemungutan suara berlangsung secara baik dan kita cegah penyimpangan-penyimpangan yang tidak perlu,” kata SBY.

SBY mengharapkan penyimpangan tersebut tidak terjadi dalam pemilihan presiden 2014. Selain itu, SBY meminta jajaran Polri bersama TNI mengembang tugas dengan sebaik-baiknya profesional, netral dan adil.

“Cegah terjadinya kekerasan apapun dan kemudian bantu penyelenggara pemilu untuk memastikan pemilu ini berlangsung dengan baik, tertib dan bebas dari pelanggaran apapun dan tentunya terbebas dari kemungkinan dari benturan dan kekerasan fisik,” ujarnya.(tribunnews.com)




Jokowi Umroh, Fahri Sebut Pencitraan

indexJAKARTA – Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) memanfaatkan waktu luangnya dalam minggu tenang sebelum pemungutan suara pemilu presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 dengan berangkat Umroh ke tanah suci.

Nah, oleh juru debat pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Fahri Hamzah, keberangkatan Jokowi untuk menjalankan ibadah dinilai sebagai pencitraan.

“Saya berhak punya komen, pencitraan ini sudah melelahkan. Jangan diisi lagi pencitraan, tapi konsolidasi masing-masing agar tak merasa dicurangi,” kata Fahri di Gedung DPR Jakarta, Senin (7/7).

Politikus PKS itu juga menyebut pakaian Ihram yang dikenakan Jokowi saat ibadah umroh tidak sesuai syariat.

“Seperti lagi ramai, masa pakaian ihramnya sebelah kiri. Kalau ada polisi agama diseret itu. Kalau sudah niat, lalu pakaian ihram harus di kanan. Ini soal pencitraan harus dikurangi saat minggu tenang,” sindirnya.

Seperti diketahui, menyambut masa tenang kampanye Jokowi melakukan umroh. Dalam umroh ini, Jokowi juga mengikutsertakan beberapa media massa dari Indonesia.(okezone/jpnn)




Konser Dua Jari Pesta Makan di Bulan Puasa

2116914Jakarta – Media sosial, baik facebook maupun twitter, tiba-tiba ramai dengan beredarnya foto acara di dalam Gelora Bung Karno (GBK), yang menggambarkan beberapa pengunjung asyik makan dan minum.

Foto-foto ini beredar setelah Konser Dua Jari, yang mendukung Jokowi-JK, berlangsung pada Minggu (5/7/2014) kemarin. Konser itu menghadirkan banyak artis seperti Slank, dan pendukung kandidat nomor dua ini. Termasuk, hadir juga tokoh Islam Quraish Shihab.

Foto ini, oleh sejumlah pihak, dinilai aneh lantaran saat itu masih dalam suasana Ramadan atau puasa. Bahkan, beberapa akun di media sosial menyinggung para pendukung yang tidak berpuasa ini.

Menyikapi hal itu, salah satu tim sukses Jokowi-JK, Poempida Hidayatullah mengatakan, keabsahan foto itu belum bisa dibuktikan. Walau sudah melihat foto yang beredar ini, Poempida mengatakan tidak semua bisa dipertanggung jawabkan.

“Dan kalau dari medsos (media sosial) itu umumnya sulit untuk dapat dipertanggung jawabkan keasliannya,” kata Poempida kepada INILAHCOM, Minggu (6/7/2014).

Dari foto-foto yang beredar, terlihat beberapa peserta sedang asyik menghirup rokok. Diantaranya juga minum es teh. Ada juga, yang asyik membagikan nasi kotak, dan terlihat beberapa orang yang menggunakan baju Jokowi-JK, menyantap makanan itu.

“Bulan Ramadan memang diwajibkan bagi muslimin dan muslimah. Tapi kan di Jakarta ini tidak semua orang adalah muslimin dan muslimah. Bahkan, yang muslimah pun jika sedang datang bulan diharamkan berpuasa. Jadi, kalau dalam suatu acara, ada yang makan minum, bukan berarti tidak menghormati yang sedang berpuasa. Dan tidak dapat disimpulkan melalui foto-foto yang tidak bisa mewakili kejadian yang riil di acara tersebut,” jelas Jubir Jusuf Kalla ini.

“Inti dari acara GBK adalah acara kebersamaan dalam konteks kecintaan kepada Negeri ini untuk mendapatkan pemimpin yang baik,” lanjut politisi Partai Golkar ini.(dro/inilah.com)




Soal Tolak Koperasi, Jokowi Berkilah

imagesJakarta – Calon presiden Joko Widodo membantah telah mengatakan bahwa dirinya menolak koperasi. Hal itu diungkapkannya dalam debat calon presiden kelima.

Padahal sebelumnya, saat berkampanye di Indramayu pada 17 Juni lalu, seperti dituturkan Capres Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta nonaktif ini mengatakan tidak setuju dengan koperasi.

“Saya tidak pernah mengatakan seperti itu,” kilahnya di debat capres, Sabtu malam (4/7/2014).

Sebelumnya diberitakan, Direktur Utama Induk Koperasi Unit Desa (KUD) Sjukrianto menilai pernyataan Jokowi salah kaprah.

Sjukrianto menjelaskan bila kondisi saat ini koperasi beberapa di antaranya berjalan tidak baik, bukanlah karena koperasinya yang salah. Distribusi barang-barang subsidi, khususnya pupuk dan sarana pertanian, tidak lagi dikuasakan penuh kepada koperasi.

“Akibatnya adalah munculnya para tengkulak dengan modal-modal besar yang seenaknya memainkan ketersediaan pasokan pupuk dan sarana pertanian, sehingga menekan harga di tingkat petani”, tegasnya, Sabtu (21/6/2014).

Anggota KUD di seluruh Indonesia yang berjumlah 13,4 juta kepala keluarga, sebagian besar berprofesi sebagai petani dan nelayan, justru menggantungkan harapannya kepada koperasi.

“Kita dapat melihat bahwa tekanan neo-liberalisme terhadap sistem ekonomi nasional yang menguasakan pada mekanisme pasar dan pencabutan subsidi, seperti berlaku saat ini, tidaklah memberikan keberpihakan kepada Koperasi untuk berkembang”, lanjutnya.

Ia menegaskan koperasi masihlah dibutuhkan dan menjadi harapan bagi para petani dan nelayan, serta negara ini untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi, yang utamanya adalah kedaulatan pangan.

Dia mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencatatkan prestasinya untuk dapat berswasembada pangan, sehingga di tahun 1987/1988 mendapatkan penghargaan dari FAO.

“Perlu diingat bahwa negara dengan keberpihakannya pada masa itu, dan bersama KUD dapat membuat sejahtera para petani dan nelayan di desa-desa”, jelasnya.

Sementara itu, Herman Y.L. Wutun selaku Ketua Umum Induk KUD, mengutip pernyataan Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia, yang pernah menyatakan bahwa hanya dengan berkoperasilah maka Bangsa Indonesia dapat ditarik dari lumpur kemiskinan.

“Oleh karena itu, melalui pernyataan Jokowi tersebut dapatlah menunjukkan kualitasnya sebagai capres yang tidak memahami dan mengetahui peran sejatinya dari koperasi”, ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sangat jelas mengamanatkan perekonomian negara disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Pada ayat 4 pasal tersebut disebutkan juga bahwa perekonomian nasional diselenggarakan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan. Itulah sebabnya dikatakan bahwa koperasi adalah soko guru perekonomian Bangsa Indonesia.

“Koperasi adalah satu-satunya konsep pengembangan/pembangunan ekonomi masyarakat, yang secara ideologis sangat cocok dengan budaya dan karateristik bangsa Indonesia yaitu musyawarah dan gotong royong,” tandasnya. (inilah.com)