Mahfud MD: Rakyat Ditipu Opini dan Rekayasa Cyber

“Kita menang telak di Jawa Barat. Sumatra Utara dan Barat kita menang”

255168_laskar-hary-tanoesoedibjo-dukung-prabowo-hatta_663_382Jakarta – Ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD, mengatakan tim Jokowi-JK telah melakukan kecurangan. Deklarasi kemenangan yang mereka sampaikan, lanjut Mahfud, merupakan sebuah upaya mengecoh masyarakat.

“Rakyat ditipu oleh opini. Kami tidak melakukan itu. Kami menang telak di Jawa Barat. Sumatera Utara dan barat kami menang. Kami siap mengadu data C1 tiap TPS,” kata Mahfud di Jl. Kertanegara nomer 4, Jakarta, Rabu, 9 Juli 2014.

Mahfud menjelaskan Jokowi-JK mengumumkan kemenangan pada posisi suara masuk 73 persen. Sedangkan Prabowo-Hatta mengumumkan pada posisi 90 persen.

“Dari malam kami mendengar strategi licik mereka yang akan mengumumkan pada posisi selisih 5 persen. Kami merasa dicurangi. Bisa saja kami umumkan lebih awal saat suara 65 persen. Kami pasti menang,” katanya.

Selain itu mantan ketua MK ini mengatakan timnya menemukan seprti adanya upaya rekayasa cyber dalam penghitungan cepat ini.

“Kami menduga ada upaya untuk merekayasa hitung cepat ini,” tegasnya.

Sementara itu sekertaris tim pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon, mengatakan adanya upaya licik yang disampaikan oleh pihak Lawan terhadap Prabowo-Hatta. Upaya ini sudah diketahui langsung oleh tim.

“Saya baru telepon Gubernur Jawa Barat, kami menang 61 persen. Sumatera Utara, kami menang 62 persen. Sumatera Barat, kami unggul 79 persen. Pak De Karwo terakhir dihubungi, dia bilang Prabowo-Hatta menang di Jawa Timur 51 persen,” jelasnya.

Oleh karena itu tim Prabowo-Hatta meminta semua anggota tim koalisi melakukan pengetatan pengawalan suara mulai dari C1 ditiap TPS.

“Kami nanti akan buka semua di KPU. Kami menang dan akan diputuskan KPU tanggal 22 Juli,” kata dia.

 

©VIVA.co.id




Saling Klaim, Presiden SBY Minta Prabowo dan Jokowi Menahan Diri

sbyJAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghimbau kepada pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo untuk menahan diri. Kedua calon presiden itu saling klaim kemenangan versi quick count.

“Pasangan pak Prabowo dan Pak Hatta dengan tim, maupun pak Joko Widodo dan pak Jusuf Kalla bisa menahan diri untuk tidak memunculkan ketegangan yang berlebihan diantara kedua massa pendukung apalagi gerakan-gerakan di lapangan yang sangat rawan terhadap konflik horizontal,” kata SBY di Puri Cikeas, Rabu (9/7/2014).

SBY menilai selama ini dua kubu capres saling klaim berdasarkan hasil quick count dari lembaga survei yang berbeda. Untuk itu, SBY mengingatkan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan menyerukan kedua kubu untuk menunggu hasil hitung resmi dari KPU.

“Kalau itu yang dirujuk maka kedua-duanya menyatakan menang berdasarkan hasil pengitungan cepat, bukan berdasarkan hitung resmi KPU,” kata SBY.(kompas)




Prematur, Deklarasi Kemenangan Jokowi-JK

imagesJakarta –Deklarasi kemenangan pasangan Jokowi-JK dengan hanya berdasarkan hasil perhitungan cepat (quick count) Indicator 78 persen suara masuk, disayangkan pengamat politik Herdi Sahrasad. Herdi menilai deklarasi kemenangan itu terlalu awal dan riskan.

“Deklarasi pada saat suara masuk baru 78 persen, dengan hanya satu lembaga survei saya kira terlalu awal,” kata Herdi saat dihubungi Inilahcom. “Selain itu, deklarasi terlalu awal juga riskan disikapi secara salah oleh masyarakat akar rumput,”tambahnya.

Cara tersebut dianggap Herdi riskan karena bila terjadi pembalikan hasil hitung cepat karena masih adanya data yang belum masuk, di akar rumput bisa terjadi bentrokan.

Sementara itu Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Bara Hasibuan menganggap deklarasi kemenangan itu prematur alias terlalu awal. “Penghitungan cepat sendiri masih berlangsung. Itu terlalu awal. Prematur,” kata dia.(inilah.com)




Kubu Jokowi-JK Minta Publik tak Tergiring Survei

2118014Jakarta – Kubu Jokowi-Jusuf Kalla (JK) mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap penggiringan opini melalui publikasi lembaga survei. Sebab, pada pilpres kali ini, survei sering dijadikan alat pemenangan untuk membangun persepsi menang.

“Publik masih ingat bagaimana kredibilitas survei sering dipertanyakan karena mimimnya keahlian, pengalaman, dan tidak adanya tranparansi anggaran survei,” kata Juru Bicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2014).

Menurut dia, yang menjadi tolak ukur sebenarnya dari survei adalah gelora dukungan rakyat berhasil ditunjukkan secara spontan tanpa pengerahan ataupun pencitraan.

“Itulah survei sebenarnya. Survei yang hanya mengabdi pada pemodal, dan untuk pencitraan, hanya akan menggali kuburan kematian,” imbuhnya.

Untuk itu, Hasto meminta semua pihak menyuarakan hak konstitusional dengan sepenuh hati, tanpa intimidasi.

“Kita suarakan kedaulatan untuk memilih. Pertimbangan nurani jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti hasil polling rekaan,” tandasnya.(inilah.com)




Prabowo-Hatta: Kemenangan Ada di Pihak Kami

imagesJakarta – Tim pemenangan Prabowo-Hatta santai menanggapi deklarasi kemenangan kubu Jokowi-JK berdasarkan hitung cepat lembaga survei.

Mahfud MD selaku ketua tim pemenangan menjelaskan beberapa lembaga survei yang juga melakukan hitung cepat menunjukkan Prabowo-Hatta unggul dari Jokowi-JK (Puskaptis, LSN dan JSI. red)

Mahfud meminta pendukung Prabowo-Hatta untuk tenang dan tidak terprovokasi. “Kemenangan ada di pihak kami,” ujar Mahfud, Jakarta, Rabu (9/7/2014).

Sebagaimana diberitakan, kubu Jokowi-JK mendeklarasikan kemenangan karena berdasarkan hasil hitung cepat lembaga survei.

Kegembiraan kubu Jokowi-JK diluapkan di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu sore.

Hitung cepat yang dipakai adalah hitung cepat lembaga survei LSI, CSIS dan Kompas yang ditayangkan stasiun Metro TV. Ketika itu, data pemilih baru masuk sekitar 80 persen dengan kemenangan Jokowi-JK dengan sekitar 52 persen dan Prabowo sebesar 47 persen. (dro/inilah.com)




TPM: Indonesia Merdeka karena Islam, The Jakarta Post Jangan Lecehkan Lafadz Tauhid

0-0AHmadMichdanTPMJAKARTA – Selasa Sore (8/7) Ahmad Michdan dari Tim Pengacara Muslim (TPM) menggelar jumpa pers soal penistaan lafadz Tauhid Laa Ilaha Ilallah oleh harian The Jakarta Post.

Ahmad Michdan menyatakan bahwa tindakan surat kabar berbahasa Inggris The Jakarta Post menghina kalimat Laa Ilaha Ill Allah adalah tindakan yang melecehkan sejarah Indonesia.

“Asal mereka tahu kemerdekaan Indonesia disokong besar oleh perjuangan umat Islam,” ujarnya dalam konferensi pers Selasa sore tadi (8/7/2014) terkait karikatur pelecehan simbol Islam yang dimuat The Jakarta Post edisi Kamis 3 Juli lalu.

Selain menodai simbol Islam, Michdan memaparkan bahwa karikatur The Jakarta Post juga melukai sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Lafadz Laa Ilaha ill Allah yang menjadi ilham kemerdekaan malah dilecehkan dengan simbol penyamun,” ungkapnya kepada beberapa wartawan yang hadir dalam konferensi pers.

Atas pertimbangan inilah TPM akan menempuh jalur hukum agar kejadian ini tidak lagi terulang. Demi menghindari isu politik, TPM akan mengajukan tuntutan hukum setelah pilpres.

“Perkara pelecehan agama ini jauh lebih besar dari soal pilpres. Kami tidak ingin dua persoalan ini bercampur,” tegasnya.

TPM juga akan berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkompeten seperti MUI, ormas-ormas islam dan pakar media untuk membahas pelecehan ini secara lebih mendalam.

Wikipedia:The Jakarta Post Didirikan Atas Desakan Menteri Penerangan Ali Moertopo dan politikus Yusuf Wanandi

Dikutip dari wikipedia, The Jakarta Post adalah sebuah harian berbahasa Inggris di Indonesia. Harian ini dimiliki oleh PT Bina Media Tenggara yang berkantor pusat di Jakarta.

The Jakarta Post didirikan oleh gabungan antara empat media Indonesia atas desakan dari Menteri Penerangan Ali Moertopo dan politikus Yusuf Wanandi. Setelah pertama kali terbit tanggal 25 April 1983, The Jakarta Post selama beberapa tahun dapat bertahan hanya dengan beberapa iklan dan sirkulasinya makin meningkat.

Setelah pergantian kepala editor tahun 1991, harian ini mulai mengambil posisi pro-demokrasi. The Jakarta Post adalah salah satu harian Indonesia berbahasa Inggris yang selamat dari krisis keuangan Asia 1997 dan saat ini memiliki sirkulasi sebesar 40.000 eksemplar.

The Jakarta Post juga memiliki edisi Minggu (Sunday) dan Daring (Online), yang isinya tidak diterbitkan di edisi cetak harian. Sasaran pembaca harian ini adalah masyarakat asing dan masyarakat Indonesia yang berpendidikan, meskipun jumlah pembaca Indonesia dari kelas menengah juga terus meningkat. Dikenal sebagai tempat latihan para wartawan lokal dan internasional, The Jakarta Post telah memenangkan sejumlah penghargaan dan dijuluki sebagai “harian berbahasa Inggris paling terkemuka di Indonesia”.

Soal kartun yang dianggap menghina Islam, melalui situs thejakartapost.com pada hari Senin 7 Juli 2014 yang dirilis pukul 11:50 siang, pihak redaksi The Jakarta Post memuat tulisan yang berjudul “Apology” (permintaan maaf, red).

“Kami sungguh-sungguh meminta maaf dan menarik kembali kartun editorial yang dicetak pada halaman 7, edisi 3 Juli 2014 dari surat kabar The Jakarta Post.

Kartun tersebut berisi simbolisme agama yang mungkin telah menyinggung sebagian orang.

The Post menyesalkan adanya kesalahan dalam keputusan itu, yang sama sekali tidak dimaksudkan untuk memfitnah atau tidak menghormati agama apapun,” demikian tulis The Jakarta Post.
– See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/07/08/31477/tpm-indonesia-merdeka-karena-islam-the-jakarta-post-jangan-lecehkan-lafadz-tauhid/#sthash.QRlVzPE5.dpuf