Golkar siap tidak dalam pemerintahan

imagesJakarta  – Politisi senior Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, Partai Golkar harus siap seandainya tidak berada dalam pemerintahan, karena partai Golkar saat ini sejalan dengan cita-cita reformasi.

“Golkar harus siap kalau seandainya tidak berada dalam pemerintahan karena Golkar yang sekarang ini Golkar yang era reformasi, yang demokratis, betul-betul menganut prinsip-prinsip perjuangan rakyat, mandiri, dan sejalan dengan cita-cita reformasi,” kata Akbar Tandjung di Jakarta, Selasa.

Pernyataan Akbar Tandjung itu dilontarkan saat dimintai tanggapannya atas keputusan capres Prabowo Subianto menarik diri dari proses Pilpres. Menurut Akbar Golkar sejalan dengan keputusan itu.

Menurut Akbar, Golkar juga telah mengirimkan surat kepada pengurus Golkar Tingkat I dan II atas pernyataan Prabowo itu, dan meminta seluruh kader di tingkatan itu mempersiapkan diri untuk mengikuti perkembangan ke depan dan menunggu petunjuk-petunjuk berikutnya dari DPP Golkar.

Atas dasar itu pula lantas Akbar menyebut Golkar harus siap berada di luar pemerintahan.

“Kita kan sebetulnya bukan pemerintahan yang paling utama. Dalam membangun sistem politik, di dalamnya ada berbagai aturan-aturan untuk memperkuat sisi demokrasi itu betul-betul berjalan, antara lain pemilu yang adil, jujur, bersih, tidak terjadi suatu praktik kecurangan, dan itulah yang mesti kita bangun,” ujar Akbar.

Akbar menegaskan pihaknya bersama-sama koalisi merah putih memutuskan tidak melanjutkan proses pilpres karena melihat banyak hal-hal laporan yang tidak diakomodasi KPU, sebagaimana telah diadukan dan direkomendasikan oleh Bawaslu.

Saat ditanya soal upaya Golkar memperkuat oposisi di parlemen nantinya, Akbar menyebut koalisi permanen yang telah terbentuk akan terus membangun soliditas.

Dia mengatakan partai dalam koalisi permanen juga harus mampu menjalankan fungsinya antara lain mengontrol setiap kebijakan yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan.

Pada hari ini Prabowo Subianto menyatakan dirinya bersama Hatta Rajasa menarik diri dari proses Pilpres 2014, karena pertimbangan ditemukannya tindak pidana kecurangan pemilu yang melibatkan penyelenggara dan pihak asing dengan tujuan tertentu.

“Kami sebagai pengemban mandat suara rakyat, akan menggunakan hak konstitusional kami, yaitu menolak pelaksanaan Pilpres 2014 yang cacat hukum dan menarik diri dari proses yang sedang berlangsung,” kata Prabowo dalam konferensi persnya di Rumah Polonia, Selasa siang.

Prabowo menegaskan dirinya dan Hatta Rajasa tidak bersedia mengorbankan mandat yang telah diberikan oleh rakyat, lantas dipermainkan dan diselewengkan.

“Kami siap menang dan siap kalah, dengan cara yang demokratis dan terhormat. Untuk itu kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memilih kami, untuk tetap tenang,” kata Prabowo.

Namun pernyataan Prabowo yang tertulis di sebuah kertas dan dibacakannya sendiri itu, hanya ditandatangani oleh Prabowo sendiri, tanpa ditandatangani oleh Hatta Rajasa.

Kalangan wartawan menerima informasi bahwa Hatta menggelar konferensi pers terpisah di DPP PAN, Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa petang. Namun ketika tiba di DPP PAN terdapat pengumuman bahwa acara konferensi pers di tunda hingga pemberitahuan selanjutnya.(*)

http://beta.antaranews.com/berita/445294/golkar-siap-tidak-dalam-pemerintahan




Saksi Prabowo-Hatta Walkout, Rekapitulasi Nasional Jalan Terus

rekapitulasi-suara-_140722143102-780JAKARTA– Meski saksi dan tim pasangan capres nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mundur dan meninggalkan ruang rapat pleno, proses rekapitulasi tingkat nasional pilpres 2014 tetap dilanjutkan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) melanjutkan pembahasan Provinsi ke-31, yakni Provinsi Jawa timur.

“Sayang sekali tim pasangan nomor satu meninggalkan ruangan sidang, padahal sudah mengikuti dari awal rekapitulasi. Tapi proses rekapitulasi kami lanjutkan, untuk provinsi selanjutnya Jawa Timur,” ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik selaku pimpinan sidang, Selasa (22/7).

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa melalui surat resmi mengintruksikan saksi dan tim pemenangannya menarik diri dari rapat pleno rekapitulasi nasional yang tengah berlangsung di lantai dua kantor KPU, Jakarta. Surat resmi yang ditandatangani Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa tersebut diserahkan langsung kepada Ketua KPU Husni Kamil Manik sesaat setelah hasil rekapitulasi Provinsi DKI Jakarta diketok palu.

“Kami sebagai saksi membacakan sikap resmi yang ditandatangani oleh capres. Mohon ketua KPU, ketua Bawalsu, pemantau pemilu, dan ketua DKPP, dan saksi calon nomor urut 2 mencermati,” kata saksi Prabowo-Hatta, rambe Kamaruzzaman.

Mereka diperintahkan Prabowo-Hatta menarik diri dari tahapan pilpres yang tengah berlangsung. Dan mundur dari semua tahapan pelaksanaan pilpres 2014. KPU telah menuntaskan hasil penghitungan suara dari 30 provinsi.

Hasil perolehan suara sementara, Jokowi-JK unggul dengan 53.442.693 suara. Sementara pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan 48.385.110 suara. KPU menjadwalkan akan menetapkan ahsil pilpres 2014 hari ini.(republika)

 




Pengamanan Gedung KPU Setara Istana Negara

pengamanan-gedung-kpu-setara-istana-negara-YxcJAKARTA – Tingkat pengamanan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada penetapan hasil pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) 22 Juli besok disetarkan dengan istana negara.

Kendati begitu,  Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan situasi  keamanan  di Jakarta, menjelang  22 Juli besok, masih terkendali.

“Potensi rusuh skala besar tidak ada. Tapi kami bersama polisi selalu waspada dan tak sedikitpun melonggarkan kewaspadaan,” tutur Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal TNI Budiman saat berbuka puasa bersama dengan kalangan akademisi, industri pertahanan, dan media massa di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Senin (21/7).

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman menegaskan keamanan di Jakarta dan daerah masih terkendali dan kondusif menjelang pengumuman akhir Pilpres 20014.

Kendati demikian, kata dia, TNI bersama kepolisian akan terus bersiaga. Menurut dia, sekecil apapun potensi gangguan keamanan tidak luput dari perhatian TNI.

Dia menjelaskan, beberapa tempat yang sekarang ini menjadi prioritas pengamanan TNI, di antaranya objek strategis nasional seperti gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu, termasuk sentra-sentra perekonomian.

Bahkan,  kata dia, kedudukan pengamanan KPU dan Bawaslu disetarakan dengan pengamanan istana kepresidenan.

KSAD menegaskan, setiap gangguan yang bisa mengancam keamanan nasional akan diberi tindakan tegas, seperti yang telah perintahkan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko.

Sementara  gangguan keamanan di daerah, kata KSAD, relatif kecil dan bisa dikendalikan. TNI telah menempatkan intelijen dan satuan-satuan di daerah yang terus memantau pergerakan potensi gangguan.

“Secara spisifik yang berpoetensi gangguan (keamanan) itu karena fanatisme kelompok-kelompok pendukung capres-cawapres yang begitu tinggi. Ada kekuatan militansi yang begitu tinggi sehingga kita perlu mewaspadai,” tutur Budiman.

TNI AD telah melakukan pemetaan sehingga apapun ancaman itu bisa segera ditindak agar tidak berkembang luas.(*)

http://pemilu.sindonews.com/read/885174/113/pengamanan-gedung-kpu-setara-istana-negara




Inilah Hasil Sementara Perolehan Suara Nasional

Hampir di setiap provinsi ditemukan ada suara tidak sah

261389_rekapitulasi-suara-pilpres-tingkat-nasional-di-kpu-_663_382Jakarta – Komisi Pemilihan Umum menggelar rapat pleno rekapitulasi suara Pemilu Presiden tingkat nasional, Minggu 20 Juli 2014. Tak semua provinsi mulus dalam hal rekapitulasi, karena hampir di setiap provinsi ada suara tidak sah.

Sejak KPU menggelar rapat mulai pukul 10.30 WIB, tercatat baru sembilan provinsi yang telah usai dilakukan penghitungan. Kesembilan provinsi itu antara lain Kalimantan Barat, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Jambi, dan Bangka Belitung.

Sementara itu, rekapitulasi untuk Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini masih belum disahkan karena rapat masih diskors hingga pukul 20.00 WIB. Berikut hasil rekapitulasi penghitungan suara sementara di 8 provinsi.

Kalimantan Barat
1.032.354 suara (Prabowo)
1.573.046 suara (Jokowi unggul)

Aceh
1.089.290 suara (Prabowo unggul)
913.309 suara (Jokowi)

Nusa Tenggara Barat
1.844.178 suara (Prabowo unggul)
701.238 suara (Jokowi)

Sumatera Selatan
2.132.163 suara (Prabowo unggul)
2.027.049 suara (Jokowi)

Kalimantan Selatan
941.809 suara (Prabowo unggul)
939.748 suara (Jokowi)

Kepulauan Riau
332.908 suara (Prabowo)
491.819 suara (Jokowi unggul)

Jambi
871.316 suara (Prabowo)
897.787 suara (Jokowi unggul)

Bangka Belitung
200.706 suara (Prabowo)
412.359 suara (Jokowi unggul)

Daerah Istimewa Yogyakarta (belum disahkan)
977.342  suara (Prabowo)
1.234.249 suara (Jokowi unggul)

http://politik.news.viva.co.id/news/read/523204-ini-rekapitulasi-suara-pilpres-sementara-di-tingkat-nasional




TNI kerahkan pasukan khusus amankan gedung KPU

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

JAKARTA (detikriau.org) – Panglima TNI Jenderal Moeldoko akan mengerahkan pasukannya untuk mengawal dan mengamankan proses rekapitulasi suara Pemilu Presiden 22 Juli mendatang di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta.

“Saya selaku Panglima TNI memposisikan Gedung KPU saat ini sebagai center of gravity. Sebagai objek strategis nasional dalam konteks pemilu,” kata Moeldoko di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat 18 Juli 2014, seperti dikutip dari vivanews.

Menurut dia, KPU sebagai lembaga negara yang menentukan siapa presiden Indonesia lima tahun ke depan perlu mendapatkan pengamanan ekstra dari pasukan TNI. Dia akan memastikan anggota, dokumen dan Gedung KPU benar-benar aman dan terlindungi.

Upaya tersebut digambarkan melalui latihan gabungan simulasi pengamanan di Gedung KPU yang dilakukan pasukan khusus TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.

Sementara itu, Panglima Divisi I Kostrad, Mayor Jenderal TNI Fransens G Siahaan, yang menjadi komandan latihan mengatakan, simulasi ini melibatkan 64 personel pasukan khusus dari tiga matra, yakni Kopassus dan Kostrad dari TNI AD, Paskhas dari TNI AU dan Marinir dari TNI AL.
“Dalam latihan ini menurunkan 12 helikopter dari berbagai jenis. TNI AD mengerahkan 3 Helli jenis Bell 412 ditambah 4 Buah MI 17. TNI AU menurunkan 3 Unit Helli Super Puma Nas 332. Sedangkan Angkatan Udara menurunkan 3 Helli Bel 412,” ujar Fransens.

Sementara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) juga akan memberikan pengamanan berlapis di Gedung KPU, pada 22 Juli 2014. Kapolri Jenderal Sutarman sendiri telah menyebut Jakarta menjadi titik krusial dalam pengamanan karena menjadi pusat tempat penghitungan.

Sutarman mengatakan, akan melakukan pengamanan maksimal dan berlapis. ”Mulai dari ring satu di dalam gedung, ring dua, tiga hingga empat,” kata dia, Jumat (18/7/2014), tulis ROL.

Pengamanan dilakukan agar jalannya penghitungan tertib, aman dan lancar serta tidak ada intimidasi dari pihak manapun. Sutarman sendiri mengajak segala pihak untuk ikut mengawasi KPU agar suara yang dalam penghitungan murni suara rakyat.

Di masyarakat beredar broadcast (bc) akan adanya kerusuhan jelang dan pasca pengumuman rekapitulasi suara Pilpres 2014. Kerusuhan dipicu oleh ketidakpuasan massa pendukung salah satu Capres atas keputusan KPU. Dalam bc itu disebut kerusuhan ini akan berlangsung massif di Boyolali, Klaten, Solo, Jakarta, Aceh, Maluku, Bali dan Papua. (*)

– See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/07/19/tni-kerahkan-pasukan-khusus-amankan-gedung-kpu.html#sthash.JIZtyCFI.dpuf

 




Ust Farid Okbah: Apakah Quraish Shihab tidak percaya pada Rasulullah SAW?

farid-okbahJAKARTA– “Siapa yg menafsirkan Qur’an, dengan pendapatnya saja meskipun benar, dia bersalah. Apalagi menafsirkan dengan hawa nafsu. Itu sesuatu kekeliruan yang fatal yang dilakukan oleh seorang Prof. Dr. Quraish Shihab,” ujar Ketua Yayasan Pesantren Tinggi Al-Islam, Ustadz Farid Ahmad Okbah.

Pernyataan itu disampaikan beliau menanggapi komentar Prof. DR. Quraish Shihab dalam tayangan “Tafsir Al-Misbah” edisi 12 Juli 2014 yang disiarkan di Metro TV.

Lebih lanjut, pengisi Kajian Aqidah di Radio Dakta Bekasi ini meminta agar Prof. DR. Quraish Shihab meminta maaf kepada umat Islam dan segera menarik pernyataan itu.

“Saya minta dia untuk minta maaf kepada umat Islam, dan kemudian menarik pernyataan itu,” tegas Ustadz Farid kepada Kiblat.net melalui sambungan telepon pada Selasa, (15/07).

Beliau menerangkan ada beberapa dalil yang mementahkan komentar Prof. DR. Quraish Shihab yang meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW tak dijamin masuk surga.

Pertama, ayat pertama dalam Surat Al-Kautsar,
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.”

“Itu sudah ditafsirkan berdasarkan riwayat Imam Bukhari dan Muslim, bahwa Al-Kautsar merupakan telaga yg dijanjikan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Bahkan, dari Imam Bukhari dari riwayat Anas bin Malik, Rasullullah SAW ketika dimi’rajkan ke Sidratul Muntaha itu ditunjukkan Al Kautsar itu. Rasullulah telah melihat itu Al Kautsar,” tambah Ustadz Farid.

Bahkan menurut Imam Bukhari-Muslim, Rasullullah SAW dimasukkan ke dalam surga, saat itu oleh Allah SWT ditunjukkan bagaimana bentuknya surga. Rasul SAW telah ditunjukkan surga, sementara beliau masih hidup.

Apalagi ketika nanti beliau sudah meninggal. Ini merupakan jaminan dari Allah SWT. “Inna a’thaina kal kautsar” itu dipastikan jaminan dari Allah kepada Rasullullah, bahwa beliau akan diberikan Al Kautsar.

Apa itu Al Kautsar? Ia adalah sungai di surga, kata Rasullullah. Al-Kautsar memiliki cangkir-cangkir yang jumlahnya sebanyak bintang-bintang langit.

“Dan itu adalah bentuk kepastian bahwa Rasullullah SAW memberitahukan kepada kita bahwa dirinya akan berada di surga. Apakah Prof. Quraish Shihab tidak percaya dengan Rasullullah?” Tanya ulama kelahiran Bangil, Jawa Timur ini.

Ustadz Farid juga menjelaskan bahwa ungkapan yang dibawakan Quraish Shihab dalam hadist bahwa tidak ada seorang pun masuk surga kecuali dengan rahmat Allah, justru surga dijaminkan oleh Allah WT kepada Rasullullah karena rahmatNya, dan seluruh makhluk ini hidup karena rahmatNya.

“Makanya, kata Rasullullah SAW, Allah menciptakan seratus rahmat kemudian 99 rahmat Allah siapkan di surga, satu rahmat diturunkan ke dunia ini. Cuma satu rahmat ini Allah SWT turunkan untuk seluruh makhluknya, 99 rahmat telah Allah siapkan di surga,” tambahnya.

Diutusnya Rasullullah SAW kepada kita, juga merupakan rahmat buat kita. Rasullullah SAW dimasukkan surga juga merupakan rahmat Allah. Tidak ada sesuatu yang terjadi di alam dunia dan alam akhirat kecuali karena Rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala.

Yang kedua, Rasullullah SAW telah menjamin 10 orang masuk surga dari kalangan para sahabat, sebagaimana menurut riwayat Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa’i dan Ahmad, Rasullullah SAW mengatakan Abu Bakar fil jannah, Abu Bakar di surga. Umar fil jannah, Umar di surga. Wa Ali fil jannah, Ali di surga. Wa Ustman fil jannah, Ustman di surga. Kemudian beliau mengatakan wa Thalhah fil jannah, Thalhah di surga. Wa Zubair fil jannah, Zubair di surga. Abdurrahman bin Auf fil jannah, Abdurrahman bin Auf di surga. Saad bin Abi Waqqas fil jannah, Saad bin Abi Waqas di surga. Said bin Zaid fil jannah, Said bin Zaid di surga. Abu Ubaidah bin Jarrah fil jannah, Abu Ubaidah bin Jarrah di surga. Sepuluh sahabat itu dijamin oleh Rasullullah masuk surga.

“Bagaimana Rasullullah SAW akan menjamin surga kalau beliau tidak dijamin oleh Allah subhanahu wata’ala? Makanya, Rasullullah SAW menyampaikan surga dibuka pertama kali untuk Rasullullah, tidak untuk yang lain. Itu jaminan dari Allah dan itu pernyataan Rasullullah sebagai satu kepastian,” jelas pakar bidang syiah ini.

Beliau juga menjabarkan mengapa kita sebagai muslim diwajibkan untuk mengikrarkan syahadatain tiap shalat. Di situ ada lafadz, ‘wa asyhaduanna muhammadar Rasullullah”.

Dalam kandungan syahadatain ada konsekuensi bahwa kita meyakini tiga hal. Bahwa apa yang diajarkan oleh Rasullullah, semua kebenaran. Dan apa yang diperintahkan Rasullullah, wajib kita terima sebagai suatu kebenaran. Dan apa yang dilarang oleh Rasullullah SAW kita tinggalkan sebagai larangan dan itu sebagai kebenaran. Maka dari itu, semua yang diucapkan dan dilakukan oleh Rasullullah SAW adalah kebenaran.(*)

– See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/07/17/ust-farid-okbah-apakah-quraish-shihab-tidak-percaya-pada-rasulullah-saw.html#sthash.PsAMq8LX.dpuf