Demo Honorer K2, Tiap Daerah Kirim 10 Orang Siap Mati
JAKARTA – Puluhan ribu honorer K2 dipastikan akan melakukan jihad akbar pada 10-12 Februari mendatang. Disebut jihad, menurut Ketua Tim Investigasi Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Riyanto Agung Subekti, lantaran di setiap kabupaten/kota telah menyiapkan 10 orang yang siap mati dan berada di garda terdepan.
“Sudah pasti aparat pasti akan melakukan berbagai upaya untuk membuat kami mundur. Kami pastikan tidak akan mundur sebelum ada kebijakan yang berpihak kepada honorer K2. Itu sebabnya ada pasukan berani mati yang siap ditembak atau diinjak-injak aparat kepolisian,” beber Itong, panggilan akrabnya, kepada JPNN, Sabtu (6/2).
Dia menambahkan, FHK2I akan meminta doa restu serta dukungan kepada beberapa lembaga, antara lain Menteri Agama, PP Muhammadiyah, PB NU, MUI, Wali Gereja Indonesia, dan PHDI.
“Restu dan dukungan kami butuhkan dari ulama dan wali gereja karena kawan-kawan seluruh Indonesia sudah menyatakan siap mati dalam jihad akbar,” tuturnya.
Menurut Itong, harapan seluruh honorer K2 hanya satu, Presiden Jokowi bisa memberikan diskresi, mengangkat 440 ribu honorer K2 menjadi CPNS. Pasalnya, para honorer ini nasibnya selalu dipermainkan MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi. (JPNN)
Penyakit Dede “Manusia Akar” Tetap Jadi Misteri
BANDUNG – Penyakit yang diderita Dede Koswara masih menjadi misteri. Hingga Dede meninggal, penyebab penyakit yang dideritanya tak kunjung terungkap.
Sekujur tubuhnya ditumbuhi kutil. Bahkan kutil di kaki dan tangannya tumbuh jauh lebih banyak. Bentuknya pun menyerupai akar sehingga ia dijuluki ‘manusia akar’.
Sejak Dede dan penyakitnya terungkap ke media massa pada 2007, teka-teki apa penyakitnya terus bergulir. Tapi pelan-pelan akhirnya diketahui Dede diserang sebuah virus yaitu human papilloma virus (HPV) yang mengakibatkan ia mengalami penurunan imunitas.
Setelah melakukan serangkaian operasi pengangkatan kutil sejak 2008 hingga 2015, kutil di tubuh Dede selalu kembali tumbuh. Tidak ada pencegahan efektif yang dilakukan. Yang ada hanya operasi pemotongan kutil setelah kutil itu tumbuh lagi hingga ukuran besar.
“Kami sampai saat ini belum mengetahui bagaimana menghentikan pertumbuhan kutilnya. Meski sudah dibersihkan (melalui operasi), ternyata masih tetap tumbuh,” kata Dr. Rudi Wisaksana, Sp.PD-KPTI dari tim infeksi khusus Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), di RSHS, Kota Bandung, Sabtu (30/1/2016).
Setelah operasi terakhir pada akhir 2015, bagian tempat tumbuhnya kutil di tubuh Dede sempat ditutup kain. Hasilnya, kutil tetap tumbuh seperti sebelumnya. Tapi ada perbedaan karena kutil yang tumbuh menjadi lebih lembek.
Tim dokter RSHS pun masih belum bisa memastikan apakah kutil itu jadi lebih lembek karena dibalut kain atau bukan. “Hal itu yang masih kami pelajari,” ungkapnya.
Rudi mengatakan HPV sebenarnya bukan virus ganas. Tapi yang terjadi pada Dede justru berbeda. “Kalau ke yang lain mungkin hanya jadi kutil biasa, tapi kenapa ke Dede sedemikian hebat (pertumbuhan kutilnya), mungkin ada sesuatu,” jelasnya.
Sementara setelah Dede meninggal, tim dokter RSHS akan tetap melanjutkan penelitian agar bisa diketahu penyebab tumbuhnya kutil di tubuh Dede yang begitu besar. “Penelitian tetap berlanjut tapi dikerjakan bersama dengan Fakultas Kedokteran Unpad,” tuturnya.
Selain tumbuhnya kutil, penyebab penurunan imunitas Dede juga masih menjadi misteri. Sebab Dede mudah terkena penyakit hingga akhirnya membuatnya mengalami kegagalan multi organ yang meliputi jantung, hati, hingga ginjal.
Presiden Brasil, Dilma Rousseff, telah menyeru kepada para pemimpin negara Amerika Latin untuk bersatu dalam memerangi virus Zika.
JAKARTA, detikriau.org — Virus Zika dipastikan telah ditemukan di Indonesia pada 2015. Penyebaran virus itu melalui nyamuk Aedes aegypti dan gejalanya mirip demam berdarah, yang membuat keberadaannya tidak dikenali secara spesifik. Virus itu bisa meluas, terutama di daerah-daerah endemis demam berdarah.
Lembaga Biologi Molekuler Eijkman pertama kali menemukan ada virus Zika di Indonesia. ”Awalnya ada wabah dengue (demam berdarah) di Jambi pada Desember 2014-April 2015. Kami diminta memeriksa 103 sampel darah pasien yang diduga kena dengue itu,” kata Deputi Direktur Eijkman Herawati Sudoyo di Jakarta, Jumat (29/1).
”Ada satu sampel yang setelah diteliti tak ada indikasi dengue. Setelah dikaji lebih jauh, ditemukan virus Zika dalam sampel pasien itu,” ujarnya.
Peneliti Emerging Virus Research Unit Lembaga Eijkman, Frilasita Yudhaputri, mengatakan, berdasarkan riwayat perjalanan pasien, ia tak pernah ke luar negeri atau daerah lain. Jadi, disimpulkan, virus Zika telah berkembang di Jambi, tetapi tak terdeteksi karena penderita dianggap kena dengue.
”Begitu ada temuan, kami melaporkannya ke Kementerian Kesehatan melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada September 2015. Kami juga publikasikan temuan itu di jurnal internasional,” ucapnya.
Penemuan virus Zika di Jambi itu ibarat fenomena puncak gunung es karena kemungkinan menyebar luas, tetapi warga yang terinfeksi dianggap kena demam berdarah dengue (DBD). Menurut Herawati, gejala penyakit akibat virus Zika ialah panas, sakit persendian, sedikit ruam-ruam, dan radang di selaput mata. ”Penyakit ini langsung hilang, tak perlu diobati,” katanya.
Herawati mengungkapkan, ada temuan di Brasil tentang kaitan serangan Zika dengan kelainan janin. Ibu hamil yang terinfeksi virus Zika cenderung melahirkan bayi yang mengalami mikrosefalus, kelainan otak dengan ukuran kepala lebih kecil daripada ukuran rata-rata.
Strain virus
Frilasita Yudhaputri mengatakan, virus Zika yang dapat diisolasi dari pasien lelaki berusia 27 tahun di Jambi punya strain sama dengan yang ditemukan di negara lain di Asia, seperti Thailand. Virus Zika di Brasil yang diduga memicu kelainan perkembangan janin memiliki strain berbeda dengan di Asia.
Namun, menurut Herawati, karakteristik virus ialah cepat bermutasi. Karena itu, kemungkinan terburuk dampak virus Zika pada kelainan janin di Indonesia perlu diantisipasi. Ia menyarankan, ada survei dan pemeriksaan lebih intensif agar keberadaan virus terdeteksi daerah penyebarannya.
Untuk mengatasinya, menurut Herawati, jalan terbaik ialah memutus siklus vektornya, yakni nyamuk Aedes aegypti yang juga menyebarkan DBD. Masalahnya, DBD pun belum teratasi.
Secara terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Oscar Primadi, kemarin, meminta masyarakat agar tak panik terhadap merebaknya virus Zika di luar negeri. Sebab, penularan penyakit Zika amat mirip dengan DBD yang biasa dihadapi Indonesia tiap tahun. ”Kuncinya sama dengan DBD, yakni pemberantasan sarang nyamuk,” ucapnya.
Di sisi lain, kepastian informasi virus Zika terkait microcephaly atau kepala mengecil pada bayi baru lahir masih diteliti. Kemenkes menunggu laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Mewakili Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes M Subuh, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Wiendra Waworuntu menyatakan, warga diimbau agar mewaspadai penyebaran jentik nyamuk Aedes aegypti dan memberantas sarang nyamuk. Itu bisa mencegah penularan DBD dan virus Zika. Warga juga diminta tak bepergian ke negara-negara yang terkena wabah virus Zika.
Cara membedakan virus Zika dari dengue adalah uji laboratorium. Di Indonesia, dua lembaga memiliki laboratorium untuk mengujinya, yakni Lembaga Eijkman serta Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes, karena dilengkapi laboratorium dengan level keamanan biologi 3+.
Kepala Sub-Direktorat Surveilans dan Respons Kejadian Luar Biasa Kemenkes Ratna Budi Hapsari dalam siaran pers, menyatakan, dengan pemantauan sejak lama, amat jarang kasus infeksi virus Zika di Indonesia. ”Tak pernah sampai ada KLB dan kebanyakan tak sampai dirawat di rumah sakit,” ujarnya.
Persiapan Olimpiade
Komite Olimpiade Internasional (IOC) akan mengeluarkan pedoman pencegahan penyakit akibat virus Zika bagi atlet yang akan tampil pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, pada 5-21 Agustus. Presiden IOC Thomas Bach, Kamis (28/1), mengatakan, IOC bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia, pemerintah, dan Komite Olimpiade Brasil.
”Kami berupaya memastikan keamanan dan keselamatan atlet ataupun penonton dari ancaman virus Zika selama penyelenggaraan Olimpiade,” kata Bach.
Mewabahnya virus Zika jadi pekerjaan rumah serius yang harus diselesaikan Brasil yang baru pertama kali menjadi tuan rumah Olimpiade. Pada pekan olahraga antarnegara sedunia ini, diperkirakan hadir sekitar 10.000 atlet. Meski suhu udara cenderung sejuk saat Olimpiade yang bisa mengurangi nyamuk, antisipasi disiapkan.
Pertemuan membahas hal itu digelar IOC dan Komite Olimpiade Brasil di kantor pusat IOC di Lausanne, Swiss, 1-2 Februari nanti. Tempat pertandingan dan wisma atlet akan diinspeksi.
Sejumlah negara mengeluarkan peringatan kepada para atletnya. Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko mengungkapkan, atlet rentan terkena virus Zika karena latihan berat mengurangi daya tahan tubuh mereka. ”Kami akan berupaya keras melindungi kesehatan atlet,” ujarnya.
Di Australia, para atlet diingatkan agar melindungi diri dengan mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk selama di Brasil. Mereka juga diminta tidak membuka jendela dan lebih disarankan menyalakan penyejuk udara.
Juru bicara Asosiasi Olimpiade Inggris menyatakan, tim medis mereka bekerja sama dengan spesialis di London School of Tropical Medicine, untuk memastikan anggota tim diberi informasi terbaru tentang obat dan strategi pencegahan.
Pihak WHO mengatakan, virus itu menyebar cepat dan bisa menginfeksi sampai 4 juta orang di Benua Amerika. Untuk itu, negara-negara tropis Asia Tenggara pun bersiap menghadapi virus Zika. Malaysia mengingatkan, wabah itu bisa menyebar cepat.
Di Thailand dilaporkan ada satu kasus Zika tahun ini, kemungkinan penyebaran Zika rendah. Itu karena akses lebih baik pada layanan kesehatan dan Thailand berurusan dengan daerah lebih kecil.
”Thailand adalah negara ukuran sedang dengan sistem kesehatan masyarakat yang baik dan fasilitas medis mudah diakses,” kata Amnuay Gajeena, Direktur Jenderal Pengawasan Penyakit kepada Reuters.
Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, negara itu mendeteksi kasus pertama Zika pada 2012 dan mencatat lima kasus setahun. Kriengsal Limkittikul, Asisten Guru Besar Kedokteran Tropis Universitas Mahidol, Bangkok, mengatakan tak cukup informasi tentang Zika, tetapi hanya soal waktu sebelum lebih banyak kasus dilaporkan di Thailand. (AIK/JOG/REUTERS/AFP/OTW/DI)
Menkumham Aktifkan SK Kepengurusan Golkar Munas Riau Selama 6 Bulan
JAKARTA – Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly resmi mengaktifkan kembali SK Kepengurusan Partai Golkar Munas Riau untuk enam bulan ke depan agar partai Golkar dapat melaksanakan Musyawarah Nasional dengan segera dan menyelesaikan konflik internal mereka.
“Berdasarkan penelitian Kemenkumham atas SK kepengurusan Munas Ancol yang sudah dicabut, maka Menkumham memandang perlu untuk memberikan SK kepengurusan Golkar Munas Riau untuk enam bulan ke depan,” kata Yasonna di Kemenkumham, Jakarta, Kamis (28/1/2016).
Menkumham mengesahkan kembali surat keputusan Menkumham no M.HH-21.AH.11.01 tahun 2012 tanggal 4 September 2012 tentang pengesahan perubahan susunan komposisi dan personalia dewan pimpinan pusat Partai Golkar masa bakti 2009-2015.
Kepengurusan yang sudah disahkan oleh Kemenkumham mempunyai kewenangan untuk membentuk panitia Munas atau Munaslub sesuai AD/ART partai Golkar yang demokratis, rekonsiliatif dan berkeadilan.
Yasonna juga menjelaskan hal tersebut perlu dilakukan oleh pemerintah sesuai dengan undang-undang Administrasi Pemerintahan No 30 Tahun 2014 yang menyatakan pemerintah wajib menegakkan asas kepastian hukum dan kepentingan umum.
“Ini ada di undang-undang Administrasi Pemerintahan dimana pemerintah wajib memberikan kepastian hukum,” katanya. / tribunnews
Tips Mendikbud Melawan Janji Manis Kaum Radikal
JAKARTA – Mendikbud Anies Baswedan meminta agar masyarakat bersikap kritis dalam menyikapi radikalisme saat ini. Menurutnya, masyarakat tidak perlu over reaktif melainkan harus proposional. Salah satunya dengan berpikir kritis.
“Kritis dan analitis itu benteng terbaik hadapi ide yang tidak masuk akal. Ada yang tawarkan usaha modal Rp 10 juta dalam tiga bulan jadi Rp 40 juta, enak sekali. Tapi itu tidak masuk akal. Kalau kritis pasti ide itu bisa dimentahkan,” ujar Anies, Sabtu (23/1).
Menurutnya, sikap kritis harus mulai dibangkitkan dari lingkungan sekolah. Guru juga harus menanamkan itu pada para siswanya. Ia mengatakan, dalam kurikulum pelajaran di sekolah para siswa juga harus belajar kritis.
“Orang tua juga harus mengajarkan anaknya untuk kritis. Sehingga anaknya bisa berinteraksi dengan benar,” tegas Anies.
Anies memastikan, ide-ide radikalisme akan sulit masuk dan memengaruhi masyarakat yang kritis. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya pada tulisan maupun pesan yang disebarkan melalui SMS maupun media sosial.
“Jangan baru dapat broadcast langsung percaya, kemudian disebarkan. Harus kritis melihat semua informasi,” tandasnya. (jpnn)
Heboh! Jajanan Anak Berwadah Mirip Kondom Beredar di Sekolah Dasar
Jakarta – Yayasan Kita dan Buah Hati mendapat laporan dari Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bekasi terkait adanya jajanan anak yang dikemas dengan wadah mirip kondom. Jajanan itu ditemukan di tukang jajanan anak-anak di SD di Bekasi.
Jajanan tersebut dikemas dalam kotak kardus dan terdapat tulisan “Kotak Kado” dan bergambar aneka kartun, ada Frozen, Angry Birds, dan tokoh BoBoiBoy. Saat dibuka, kardus tersebut berisi susu cair yang dikemas dalam plastik dan satu wadah mirip kondom. Cara mengkonsumsinya adalah dengan memasukan susu cair dan air ke dalam wadah mirip kondom lalu diikat. Susu dikocok dan diminum seperti minum es mambo.
“Kami terkejut begitu mendapatkan informasi ini dari wakil ketua P2TP2A Kota Bekasi. Kami sadar ada bahaya besar yang sedang mengancam anak-anak kita lewat mainan ini,” kata Pendiri Yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risman kepada detikcom, Jumat (22/1/2016).
Elly mengatakan dari pengalamannya bertemu dengan banyak orangtua dan anak-anak, diketahui orangtua sekarang ini jarang mempunyai kesempatan berdialog dengan anak karena kesibukan. Mereka seringkali lebih banyak menanyakan bagaimana pelajaran dan PR di sekolah, jarang bertanya hal lain seperti topik obrolan apa yang sedang hangat dengan teman sebaya, juga tentang jajanan di sekolah. Elly khawatir, jajanan ini akan berdampak buruk bagi anak.
“Bayangkan, di sisi lain ada sejumlah pebisnis, yang kemungkinan merupakan pecandu pornografi, memikirkan dan melakukan berbagai cara bagaimana menyasar anak-anak agar mereka mendapatkan keuntungan dan kepuasan bagi dirinya sendiri,” katanya.
Menurut Elly kalau jajanan ini beredar di sekolah-sekolah SD di yang ada di kota Bekasi, kemungkinan besar ada di kota lainnya. Dia berharap orang tua dan guru bisa lebih waspada dengan adanya temuan ini.
“Target yang paling empuk adalah anak-anak TK dan SD yang masih lugu dan tidak punya bekal sama sekali dari ortunya tentang jajanan, apalagi jajanan yang mengandung narkoba dan pornografi,” ucapnya.
Elly mengatakan kabar jajanan anak yang menggunakan kemasan mirip kondom ini sudah ditanggapi oleh BPOM. Elly berharap masalah ini bisa segera diselesaikan.
“Kami yakin akan panjang sekali jalan untuk menemukan siapa yang mengedarkannya dan bagaimana tindakan selanjutnya untuk mencegah hal ini terjadi lagi,” ujarnya.
“Mari mengambil hikmah dari kasus ini, agar kita sebagai orang tua lebih peka dan sadar bahwa anak kita adalah sasaran tembak dari berbagai panah beracun yang menghancurkan kehidupannya,” tambahnya.
Jajanan mirip kondom ini juga heboh di media sosial. Banyak para pengguna media sosial memposting “Kotak Kado” ini dan menyampaikan kerisauannya. detiknews