Apakah Indonesia akan Takut dengan Ancaman Trump?

“Jadi, AS bukan Trump, dan Trump bukan cerminan AS. Abaikan dan lawan saja Trump.”

“mayoritas pemilih AS tidak memilih Trump dalam pilpres 2016. Jumlah suara Trump kalah hampir 3 juta dari Clinton. Trump hanya mendapat suara 62,98 juta, sementara Clinton 65,85 juta,”

JAKARTA — Indonesia tidak perlu takut dengan ancaman Amerika Serikat (AS) yang akan mencabut bantuan luar negerinya, bagi negara yang mempersoalkan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Anggota Dewan Kehormatan (Wanhor) PAN, Dradjad Wibowo mengatakan Kamis ini waktu New York, Majelis Umum (MU) PBB akan mengadakan sidang khusus menyikapi perkembangan terakhir terkait Yerusalem. Rancangan resolusinya sama dengan draft yang dibuat Mesir dalam sidang Dewan Keamanan (DK) PBB.

“Di situ nama Amerika Serikat tidak disebut secara langsung. Namun semua negara tahu, rancangan resolusi tersebut menentang keputusan sepihak Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Sikap dunia internasional adalah urusan Yerusalem harus disepakati kedua negara, yaitu Israel dan Palestina,” kata Dradjad kepada Republika.co.id, Kamis (21/12).

AS sudah merasa terhina dengan sikap negara-negara anggota DK PBB, terutama para sekutu Baratnya, China dan Rusia. Mereka mendukung telak rancangan tersebut 14-1, meski kemudian diveto oleh AS. “Jelas AS-nya Trump terisolasi,” ungkap Dradjad.

Menjelang sidang MU PBB, Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley, mengancam akan mencatat nama negara yang mendukung rancangan resolusi tersebut. Presiden Trump bahkan menyebut, AS akan menghemat ratusan juta dolar bantuan luar negeri. Maksudnya, AS akan mencabut bantuan luar negeri kepada negara yang mempermalu AS di forum MU PBB.

Resolusi MU PBB tidak mempunyai kekuatan mengikat dan tidak diikuti oleh aksi tertentu, khususnya aksi militer. Ini berbeda dengan keputusan DK PBB.

Namun, jika rancangan tentang Yerusalem ini menjadi resolosi MU, itu menjadi satu keputusan yang super penting. Karena, dunia menegaskan betapa terisolasinya AS soal Yerusalem. AS bukan hanya terhina, tapi sudah dinobatkan sebagai “negara pariah” soal Yerusalem. “Belum pernah AS berada pada posisi sehina ini dalam diplomasi internasional,” kata Dradjad.

Karena itu, sangat penting bagi Indonesia teguh dan konsisten mendukung Palestina melalui dukungan terhadap resolusi tersebut. “Abaikan saja ancaman AS-nya Trump. ”

Apalagi, Indonesia dan negara-negara OKI tidak sedang menghina AS. Yang dilawan adalah AS-nya Trump. “Mengapa saya sebut demikian? Pertama, mayoritas pemilih AS tidak memilih Trump dalam pilpres 2016. Jumlah suara Trump kalah hampir 3 juta dari Clinton. Trump hanya mendapat suara 62,98 juta, sementara Clinton 65,85 juta,” kata Dradjad

Kedua, lanjutnya, setelah 1 tahun menjabat, rating persetujuan (approval rating) Trump hanya 35 persen. Belum pernah ada Presiden AS dengan rating di bawah 40 persen. Yang terendah sebelumnya adalah Ronald Reagan, 49 persen setelah setahun menjabat.  Presiden Nixon, Obama, Bill Clinton, dan Carter berada pada 55-60 persen. George W. Bush, John F Kennedy, George H.W. Bush dan Dwight Eisenhower bahkan pada posisi 86 persen, 77 persen , 71% dan 69 persen

“Jadi, AS bukan Trump, dan Trump bukan cerminan AS. Abaikan dan lawan saja Trump.”/*

sumber: republika




MUI Sesalkan Penolakan Terhadap Ustaz Abdul Somad

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat menyesalkan kejadian yang menimpa Ustaz Abdul Somad saat sedang menjalankan tugas dakwah di Bali.

Dia ditolak saat akan berdakwah di Pulau Dewata tersebut.

Semestinya hal itu tidak perlu terjadi jika kita mengedepankan semangat musyawarah, persaudaraan dan toleransi.

“Apapun alasannya tindakan sekelompok orang tersebut tidak dibenarkan karena melanggar hak asasi dan termasuk bentuk persekusi yang dilarang oleh undang-undang,” kata Waketum MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (9/12).

Di negara yang berdasarkan Pancasila setiap warga diberikan jaminan perlindungan hak asasi dalam melaksanakan kewajiban agamanya sepanjang tidak bertentangan dengan konstitusi dan peraturan perundang-undangan.

MUI khawatir hal tersebut menjadi preseden yang kurang baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena bisa menimbulkan kesalahpahaman dan dapat mengganggu harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia.

Untuk hal tersebut MUI mengimbau kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan setempat untuk segera mengumpulkan para pemuka agama melalui forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar bisa memberikan klarifikasi dan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak timbul kesalahpahaman di tengah-tengah masyarakat.

“MUI mengimbau kepada masyarakat luas utamanya umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang bernada SARA dan mengadu domba antarumat beragama,” ujarnya.

MUI mengajak kepada semua pemimpin umat beragama untuk bergandengan tangan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila agar Indonesia selamat dan ujian, cobaan dan berbagai macam perpecahan.

Sebelumnya diberitakan tokoh agama asal Pekanbaru itu sempat didemo dan ditolak kehadirannya di Bali oleh sekitar seratus orang dari Gerakan Nasionalis Patriot Indonesia, Perguruan Sandi Murti dan ormas Nahdlatul Ulama (NU) setempat.

Ustaz Somad ditolak berdakwah karena sebelumnya dianggap telah menyinggung agama lain. Dia juga diminta tidak menyebut-nyebut kata kafir dalam ceramahnya

Sumber: https://www.jpnn.com/news/mui-sesalkan-penolakan-terhadap-ustaz-abdul-somad?page=1




Ustaz Somad: Saya tidak Anti-NKRI

DENPASAR — Ustaz Abdul Somad pada akhirnya mengisi pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid An-Nur, Jalan Diponegoro Denpasar. Sebelumnya tokoh agama Islam asal Pekanbaru, Riau ini berhadapan dengan massa penolak yang menamakan diri Komponen Rakyat Bali (KRB).

Ustaz Somad dalam ceramahnya di Masjid An-Nur menegaskan, dirinya sama sekali tidak anti dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jika ada pihak yang menyebarkan isu tersebut dengan berpedoman pada potongan-potongan video pendek di media sosial, maka itu sama sekali tidak benar.

“Jika ada isu saya anti NKRI, ini pasti dibuat sama orang yang tidak punya paket data karena hanya menonton video pendek (jamaah tertawa). Tapi, kita tak boleh marah. Mudah-mudahan yang menyebar isu itu diberikan hidayah, rezeki banyak dan panjang. Islam ini adalah agama yang menjadi rahmat bagi sekalian alam. Ulama terdahulu membawa Islam ke negeri ini, sehingga Muslim bisa bertetangga dengan saudaranya yang beragama Hindu, Kristen, dan sebagainya,” kata Ustaz Somad di Masjid An-Nur Denpasar, Jumat (8/12) malam.

Ustaz Somad sama sekali tidak tersulut amarah dengan massa yang menolaknya sejak Jumat siang. KRB yang didominasi organisasi kemasyarakatan (ormas) Laskar Bali, Patriot Garuda Nusantara (PGN), Padepokan Sandi Murti, dan Banaspati itu bahkan berunjuk rasa di laman Hotel Aston Denpasar, tempat Ustaz Somad menginap. Mereka meneriaki umpatan dan ancaman supaya Ustaz Somad pergi dari Bali.

Tokoh agama dari Bumi Andalas ini mengajak seluruh masyarakat untuk tabayyun atau mencari tahu sebelum berpersepsi akan sesuatu. Ustaz Somad mengenang perjalanan hidupnya sekitar 1998 sebelum berangkat kuliah ke Mesir. “Waktu itu, 100 anak Indonesia yang mau kuliah ke Mesir harus lulus Pancasila dan ujian Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Saya menjadi satu dari 100 anak Indonesia yang lulus tes,” katanya.

Sepulang dari Mesir, Ustaz Somad mengikuti ujian menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi. Materi utama ujian salah satunya adalah tentang kecintaan terhadap NKRI. “Jadi, bukan cuma kemampuan bahasa Arab saja yang diuji. Harus cinta NKRI,” katanya.

Pria kelahiran 18 Mei 1977 ini bahkan rutin mengunjungi anak-anak Indonesia di pedalaman NKRI setiap Februari dan Agustus atau saat libur semester. Dari Kota Pekanbaru, Ustaz Somad menempuh perjalanan tujuh jam menggunakan sampan atau perahu kayu ke kampung-kampung terisolir. “Saya kibarkan bendera merah putih bersama anak-anak Indonesia di desa-desa tertinggal,” katanya.

Ceramah tokoh agama berusia 40 tahun itu pun ditutup dengan membaca Al-Fatihah bersama. Ustaz Somad dan seluruh Muslim Denpasar yang hadir di Masjid An-Nur mendoakan kerukunan umat beragama di Bali dan seluruh Indonesia tetap terpelihara. Mereka juga mendoakan pahlawan yang sudah  berjuang untuk negeri ini.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/12/08/p0nahp396-ustaz-somad-saya-tidak-antinkri

 

 




Ustaz Somad: Kita Semua Saudara Satu Negara

DENPASAR — Ustaz Abdul Somad akhirnya diizinkan melanjutkan safari dakwahnya di Masjid An-Nur, Jalan Diponegoro, Denpasar, Bali. Mediasi yang difasilitasi oleh kepolisian dengan massa penolak yang menamakan diri Komponen Rakyat Bali (KRB) berakhir damai.

Massa KRB terdiri dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Bali, seperti Laskar Bali dan Ganaspati. Ada juga perwakilan dari Perguruan Sandhi Murti yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Agung Ngurah Harta. Mereka sempat berunjuk rasa di laman Hotel Aston Denpasar, tempat Ustaz Somad menginap.

Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo mengatakan, penolakan atas Ustaz Somad semula berawal dari postingan di media sosial. Perkembangan dunia teknologi informasi, khususnya media sosial saat ini membuat perbedaan yang ada di Indonesia semakin runyam.

Hadi mengatakan, mediasi yang berlangsung antara keduanya akhirnya menemukan persamaan persepsi dan menghasilkan persetujuan. Polresta Bali akan mengamankan kedua belah pihak dan menjamin safari dakwah Ustaz Somad berjalan aman.

“Kita tak ingin adanya SARA di sini. Ini sudah ke arah SARA karena masalah agama. Jika sudah masalah agama, nantinya menjadi lebih besar lagi. Ini yang tidak kita inginkan. Safari dakwah Ustaz Somad tetap dilanjutkan,” kata Hadi di Hotel Aston Denpasar, Jumat (8/12) malam.

Hadi mengatakan, umat Hindu Bali selama ini berhubungan baik dengan pemeluk agama lain. Dia tak ingin ada kesan atau isu yang menyebar bahwa umat Hindu menolak Islam di Bali. “Pak Ustaz juga mengatakan pada kami bahwa perbedaan itu lebih indah,” kata Hadi.

Ustaz Somad pun langsung dikawal ke Masjid An-Nur oleh Kapolresta Denpasar. Sebelum meninggalkan Hotel Aston, Ustaz Somad menyampaikan pesan untuk semuanya. “Kita semua saudara senegeri, NKRI. Mungkin kamu bukan saudaraku seakidah, tapi sudah pasti saudaraku satu negara,” katanya.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/12/08/p0n7gl396-ustaz-somad-kita-semua-saudara-satu-negara




Ustaz Somad Sempat Ditolak Ormas di Bali

DENPASAR — Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Bali yang bergabung dan menamakan diri Komponen Rakyat Bali (KRB) menolak safari dakwah Ustaz Abdul Somad, Jumat (8/12). Puluhan orang anggota KRB berunjuk rasa di halaman Hotel Aston Denpasar, tempat Ustaz Somad menginap.

Ustaz Somad hari ini dijadwalkan mengisi pengajian di Masjid An-Nur di Jalan Diponegoro Denpasar pada pukul 20.00 WITA. Polisi kemudian melakukan mediasi antara pihak penolak dengan ustaz Somad.

Ustaz asal Pekanbaru, Riau itu diminta mengikrarkan janji dan sumpah setia di atas Alquran kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang akhirnya dipenuhi. Namun, KRB yang didominasi anggota Laskar Bali tetap bersikeras menghentikan rencana tersebut.

“Ustaz Somad tidak cinta NKRI. Kami Laskar Bali cinta NKRI. Usir Somad,” kata Sekretaris Jenderal Laskar Bali, I Ketut Ismaya, Jumat (8/12).

Penolakan terhadap ustaz Somad pada mulanya disuarakan di media sosial oleh Pinisepuh Perguruan Sandhi Murti, I Gusti Ngurah Agung Ngurah Harta dan salah satu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Bali, Arya Wedakarna. Ustaz Somad dinilai seorang yang mendukung tegaknya sistem khilafah di Indonesia.

Arya mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak tentang rencana kedatangan salah satu tokoh agama ke Bali. Arya mengatakan masyarakat Bali sama sekali tidak pernah menolak kegiatan agama apapun, termasuk dakwah di masjid-masjid.

“Perlu kami tegaskan bahwa Bali sebagai bagian dari NKRI tentu sangat terbuka dengan kegiatan keumatan dengan asas toleransi dua arah, nasionalisme, dan pluralisme. Namun, jangan lupa, prinsip di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung perlu mendapat perhatian semua pihak,” tulis Arya di laman Facebooknya.

Mediasi alot itu akhirnya berakhir dengan diizinkannya Ustaz Somad menyampaikan ceramah di Masjid An-Nur. Ustaz Somad dikawal langsung oleh Kapolres Kota Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo.

 

Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/12/08/p0n79i438-ustaz-somad-sempat-ditolak-ormas-di-bali

 

 




Subsidi Beras Dihilangkan, Mensos akan Ganti Salurkan Bansos

 

Foto: Antara/Asep Fathulrahman

JAKARTA — Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pada 2018 mendatang tidak ada subsidi untuk beras sejahtera (rastra). Nantinya, bantuan diberikan dalam bentuk utuh bantuan sosial (bansos) rastra dan bantuan pangan.

Khofifah membenarkan, tahun depan memang tidak ada subsidi rastra melainkan bansos. “Tetapi saya takut Anda (wartawan) salah tulis. Rastra itu tetap ada, tetapi bentuknya bantuan pangan dan bansos,” katanya saat ditemui awak media usai rapat koordinasi tingkat menteri(RTM) mengenai pelaksanaan Bantuan Pemerintah Nontunai (BPNT) dan Bansos Rastra Tahun 2018, di Jakarta, Jumat (8/12).

Mensos mengaku pemerintah mengambil kebijakan ini karena dari pantauannya di sebuah daerah Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu ternyata ada keluarga penerima manfaat (KPM) rastra tidak mengambil bantuan. Saat ditanya alasannya karena KPM ini tidak memiliki uang Rp 24 ribu untuk harga tebus rastranya. Sehingga dengan kebijakan ini, kata dia, diharapkan rakyat yang berhak atau KPM menerima bantuan ini secara utuh dan tidak ditarik harga tebus. “Jadi, masyarakat tidak boleh lagi ditarik harga tebus (rastra). Sudah tidak ada harga tebus karena jadi bansos,” ujarnya.

sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/12/08/p0ncs6382-subsidi-beras-dihilangkan-mensos-akan-ganti-salurkan-bansos