Berita Terbaru Puisi Sukmawati: Resmi Masuk Ranah Hukum

JAKARTA – Puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul Ibu Indonesia sudah masuk ke ranah hukum.

Seorang pengacara bernama Denny Andrian Kusdayat menyambangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/4) siang, melaporkan Sukmawati Soekarnoputri dalam dugaan penistaan agama.

“Saya mewakili umat Islam melaporkan Sukmawati dan laporan saya telab diterima oleh kepolisian. Saya juga membawa sejumlah barang bukti, salah satunya berupa video yang sudah tersebar di media sosial,” ujar Denny saat ditemui awak media di Mapolda Metro Jaya, Selasa (3/4).

Dijelaskan Denny, apa yang dilakukan oleh Sukmawati adalah tindakan yang lebih parah, jika dibandingkan dengan tindakan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok beberapa waktu silam.

“Polisi harus segera memproses kasus ini, Sebelum akan ada massa lagi yang turun ke jalan, polisi harus serius menindak ini,” tutur Denny.

Sukmawati dilaporkan oleh Denny lantaran puisinya yang berjudul Ibu Indonesia di acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018.

Menurut Denny tidak seharusnya Sukmawati menuliskan hal tersebut. Apalagi Sukmawati Soekarnoputri adalah seorang muslim.

Laporan Denny bernomor LP/1782/IV/2018/PMJ/Dit. Reskrimum atas dugaan Penistaan Agama Islam sebagaimana diatur dalam Pasal 156 A KUHP dan atau Pasal 16 UU nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis.

“Ini jelas telah menghina dan melecehkan kami sebagai umat Islam. Saya minta agar polisi segera mengusut kasus ini,” ujarnya.

Sumber: jpnn.com

 

 




Ini Tanggapan MUI Pusat Soal Puisi Sukmawati

Foto: Edwin/Republika

JAKARTA — Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis menanggapi munculnya puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ yang ditulis Putri Proklamator Bung Karno, Sukmawati. Pasalnya, dalam puisi tersebut dinilai berbau Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA).

Dalam puisi tersebut, Sukmawati menyinggung bahwa ia tak mengerti tentang syariat Islam. Karena itu, menurut Kiai Cholil, seorang yang bangga dirinya tidak mengerti tentang syariat Islam adalah suatu kecelakaan.

“Tak mengerti syariat Islam bagi pemula itu keniscayan, tapi bangga dengan tak paham syariah bagi muslimah adalah ‘kecelakan’. Syariah itu sumber ajaran Islam yang wajib diketahui oleh pemeluknya. Syariah itu original dari Allah SWT,” ujar Kiai Cholil kepada Republika.co.id, Selasa (3/4).

Dalam pusinya, Sukmawati juga mengungkapkan bahwa sari konde ibu Indonesia sangatlah indah dan lebih cantik dari cadar. Padahal, menurut Kiai Cholil, cadar itu produk fikih dari ijtihad ulama yang meyakini sebagai syariah berdasarkan dalil Alqur’an Surat an-Nur ayat 31, khususnya menurut pendapat Ibnu Mas’ud.

“Walaupun ulama yang tak mewajibkan cadar, namun tak soal keindahan semata karena juga soal kepatuhan kepada Allah SWT,” ucapnya.

Tidak hanya soal cadar, Sukmawati dalam puisinya juga menyinggung soal azan. Kiai Cholil pun menjelaskan bahwa azan itu syi’ar Islam untuk memberitahu dan memangil untuk mendirikan shalat. “Azan bukan sekadar soal merdu suara muazinnya dikuping, tapi bagi muslim Azan itu menembus hati karena berisi keaguangan Allah, syahadat dan ajakan untuk meraih kebahagiaan,” kata Pengasuh Ponpes Cendikia Amanah Depok ini.

Kiai Cholil menambahkan, nusantara sangat kaya akan budaya dan nilai, sehingga menilai keindahan tidak boleh merendahkan yang lain. Menurut dia, tak elok jika seorang putri pendiri bangsa menyinggung yang lain untuk membangun kerukunan umat beragama.

“Cadar dan azan menyangkut keyakinan bukan soal keindahan, meskipun keduanya itu tak saling bertentangan. Tak layak membandingkan sesuatu yang memang tidak untuk dibandingkan apalagi wilayah subjektif individu dan pelantunnya. Mana kebinekaannya itu yang didengungkan,” ungkap Kiai asal Madura ini.

Puisi yang dibacakan Sukmawati sudah beredar viral di dunia maya. Puisi tersebut dibacakan di ajang Indonesia Fashion Week 2018, Jakata Convention Centre, Rabu (28/3). Hingga berita ini diturunkan, Republikabelum mendapatkan klarifikasi atau konfirmasi dari Sukmawati.

Berikut puisi yang dibacakan Sukmawati:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam

Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu

Gerai tekukan rambutnya suci

Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka

Menyatu dengan kodrat alam sekitar

Jari jemarinya berbau getah hutan

Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia

Saat penglihatanmu semakin asing

Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu

Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif

Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam

Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azan mu

Gemulai gerak tarinya adalah ibadah

Semurni irama puja kepada Illahi

Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun

Lelehan demi lelehan damar mengalun

Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia

Saat pandanganmu semakin pudar

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

sumber: republika.co.id




Dapat Missed Call dari Luar Negeri? Segera Lapor Polisi

JAKARTA – Kejahatan berkedok panggilan tak terjawab atau missed call dari nomor telepon luar negeri mulai menyerang Indonesia. Bahkan sejumlah warga Indonesia sudah ada yang menjadi korban.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, kejahatan itu bernama wangiri.

“Itu bahasa Jepang, tidak hanya di Indonesia (korbannya), dia (pelaku) menyasar secara acak,” kata Setyo di Mabes Polri, Senin (2/4).

Adapun modusnya dengan melakukan missed call ke nomor korban. Kalau korban menelepon balik ke nomor itu maka pulsanya akan disedot pelaku.

“Tujuannya nyedot pulsa. Nanti saya tanya teman-teman di Dit Siber. Kami mengimbau masyarakat yang pernah mendapat missed call itu supaya mereka lapor,” terang Setyo.

Dengan melapor ke petugas, nantinya akan dilakukan pelacakan dari mana pelaku bisa mendapatkan nomor telepon penduduk Indonesia.

Terlebih pelaku yang selalu menggunakan kode luar negeri. “Kan banyak tuh kode negaranya. Negaranya juga berbeda nomor, (berasal) negara Afrika,” tambah dia.

Dia juga memastikan, pelaku kejahatan ini kelas internasional karena korbannya antar negara.

“Kami harus kerjasama dengan Interpol. Kalau sekarang kami enggak punya data karena belum ada yang melapor nomornya berapa yang missed call dan yang merugikan,” tandas dia.

Sumber: jpnn.com




Sebut Cacing Mengandung Protein, Menkes Disorot DPR

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulaymenyesalkan pernyataan Menkes Nila Moeloek yang menyebut cacingmengandung protein.

Saleh juga prihatin atas kasus temuan sarden bercacing. Pasalnya, sebelumnya pernah terungkap kasus produk makanan impor yakni mi mengandung babi.

Karena itu, Saleh mempertanyakan bagaimana keseriusan pemerintah dalam mengawasi lalu lintas keluar masuknya produk-produk konsumtif ke Indonesia, terutama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kita semua tahu bahwa sebelum masuk, sudah ada proses pemeriksaan yang dilakukan. Lalu, mengapa masih ada produk seperti ini? Jumlahnya tidak tanggung-tangggung, ada 27 merek,” kata Saleh, Senin (2/4).

Dia menilai pernyataan Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyebut cacingmengandung unsur protein, sebagai penyederhanaan masalah. Mendengar cacing saja ada di dalam makanan, masyarakat sudah merasa mual.

Belum lagi ada persoalan kehalalan cacing tersebut. Jika cacingnya tidak halal, maka tentu ada persoalan tersendiri. Karena itu, masih perlu diperiksa lebih lanjut oleh Badan Jaminan Produk Halal (BPJH).

“Menkes mestinya mencari solusi agar ini tidak terjadi. Tidak berkelit dengan mengatakan ada protein. Faktanya, masyarakat resah,” jelasnya.

Saleh meminta pemerintah tidak menganggap remeh dalam menanggapi masalah ini. Tindakannya tidak boleh hanya sekadar menarik dari peredaran. Pihak yang sengaja mengedarkan produk ini harus diperiksa. Harus ditelusuri apa motif dan sasaran akhirnya.

“Kalau yang kami dengar, BPOM akan menarik produk. Lalu kalau sudah ditarik, apakah persoalan selesai? Ini perlu ditelusuri lebih lanjut,” ungkap politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Karena itu, Komisi IX DPR akan memanggil BPOM untuk menanyakan apa langkah yang akan mereka lakukan dan bagaimana agar tidak terulang kembali.

sumber: jpnn.com

 




Hari Ini 1,4 Juta Siswa SMK Ujian Nasional, tak Semua UNBK

JAKARTA – Sekitar 1,4 juta siswa SMK di 12 ribu lebih sekolah menjadi peserta ujian nasional (unas) yang dimulai hari ini (2/4), namun tidak semuanya UNBK.

Unas SMK yang berlangsung empat hari ke depan, diawali dengan mata pelajaran bahasa Indonesia. Kemudian disusul matematika, bahasa Inggris, dan teori kejuruan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, unas kali ini digelar dalam format komputer (ujian nasional berbasis komputer/UNBK) dan konvensional (ujian nasional berbasis kertas dan pensiun/UNKP).

Kemendikbud menyebutkan sebanyak 1.459.062 siswa SMK melaksanakan UNBK. Sisanya sebanyak 26.240 siswa SMK tetap menjalankan ujian menggunakan kertas.

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengatakan penyelenggaraan unas secara umum setiap tahunnya makin baik. ’’Dan sekarang harus diapresiasi,’’ katanya saat dihubungi Minggu (1/4). Diantara yang membuat Unifah mengapresiasi kegiatan unas adalah semakin banyak peserta UNBK.

Unifah menuturkan dalam penyelenggaraan UNBK sendiri setiap tahun selalu ada peningkatan. Selain dari jumlah siswa yang menggunakan komputer, juga layanan penunjang lain. Seperti akses internet, listrik, dan perangkat komputernya sendiri. Dia mengatakan akses komputer harus terus ditingkatkan. Bahkan Unifah mengatakan ke depan seluruh siswa mengerjakan unas dengan komputer.

Kemudian dia mengatakan dari sisi guru juga semakin siap dalam pelaksanaan UNBK. Sejauh ini dia mengatakan tidak ada keluhan yang muncul dari kalangan guru terkait penyelenggaraan unas, khususnya UNBK.

Bahkan guru-guru PGRI sudah membuat 10 ribu butir soal untuk dijadikan materi latihan para siswa. ’’Sebanyak 10 ribu butir soal itu wujudnya online. Bisa digunakan latihan sebelum UNBK,’’ katanya.

Menyosong hari pertama pelaksanaan UNBK hari ini, Unifah berharap siswa bisa tenang dalam mengerjakan ujian. Tidak perlu terpengaruh kabar-kabar adanya bocoran soal ujian. Dia meyakini selama proses belajar dilakukan dengan tuntas, siswa tidak akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan unas.

Apalagi nilai unas juga tidak dijadikan sebagai penentu kelulusan. Sehingga siswa tidak perlu tegang berlebihan menghadapi unas. Kepada seluruh guru juga diharapkan menjadi teladan kejujuran.

sumber: jpnn.com

 




Inhil Futsal Cup 2018, Satukan Tekad Kerahkan Semangat, Tingkatkan Silaturahmi ditanah Rantau

Yogyakarta, detikriau.org – Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta Komisariat Indragiri Hilir gelar turnamen Futsal Cup 2018. Kegiatan yang bertemakan Satukan Tekad Kerahkan Semangat, Tingkatkan Silaturahmi ditanah Rantau ini diikuti oleh 32 tim dari 26 organisasi se Indonesia termasuk organisasi mahasiswa Inhil asal Ponorogo.

“Terimakasih kepada Bupati Inhil, Kadispora Inhil, Anggota DPRD Riau Musyafak Asikin dan Alumni IPR-Y Kom Inhil Syahrudin Hamzah atas dukungan hingga suksesnya kegiatan ini,” Sampaikan Koordinator olahraga IPR-Y Kom Inhil, Panji dalam pidatonya di acara penutupan.

Panji menyampaikan bahwa turnamen Futsal 2018 yang dilaksanakan di Tifosi Futsal Yogyakarta ini telah berlangsung selama 2 hari yakni Sabtu (31/3) hingga minggu (1/4/2018).

Keluar sebagai juara 1 dalam kegiatan Inhil Futsal Cup 2018 ini, Sleman Fc, disusul juara 2 Kab siak, juara 3 Batam, dan juara harapan 1 baitul qur’an Fc./Am