Sri Mulyani vs Zulkifli soal Utang, Ekonom: Perlu Dialog Terbuka
Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Ketua MPR Zulkifli Hasan terlibat debat soal utang. Zulkifli sempat menyebut pengelolaan utang pemerintah tak wajar karena menyicil utang sekitar Rp 400 triliun.
Pernyataan itu disampaikan Zulkifli saat pada sidang tahunan MPR RI, Kamis (16/8/2018). Sri Mulyani merespons pernyataan Zulkifli lewat akun Facebooknya. Selain menyajikan data-data update seputar pengelolaan utang, Sri Mulyani juga menyebut pernyataan Zulkifli politis dan menyesatkan.
Zulkifli Hasan balik membalas Sri Mulyani. Dia menyatakan penjelasan Sri Mulyani justru yang menyesatkan.
Tak mau kalah Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu juga menunjukkan data-data pengelolaan utang. Untuk yang terakhir ini, Sri Mulyani menolak menanggapi. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu lebih memilih diam.
Merespons situasi ini, Ekonom INDEF (Institute for Development of Economics & Finance) Bhima Yudhistira Adhinegara menyarankan untuk mencegah polemik soal utang sebaiknya harus dilakukan dialog terbuka antara Sri Mulyani dan Zulkifli Hasan.
“Harus ada dialog terbuka terkait data dan kondisi utang terkini, kemudian dari dialog itu dirumuskan solusi pengendalian risiko utang,” kata Bhima saat dihubungi detikFinance, Sabtu (25/8/2018).
Menurut Bhima Kementerian Keuangan sebaiknya menerima kritikan tanpa emosional selama kritik berdasarkan data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Sementara itu, dari sisi Ketua MPR kritik ahrus disertai solusi konstruktif untuk menghindari jebakan utang.
“Saya kira bisa ada sintesa atau titik temu karena masalah utang merupakan isu publik yang harus dijelaskan dengan detail. Tidak bisa sekedar balas membalas lewat statemen di media massa. Dua orang ini harus duduk bersama mencari solusinya,” jelas dia.
Menurut Bhima jika isu utang ini dibiarkan malah akan menjadi bola liar, bukan saja untuk kepentingan politik tapi juga akan membingungkan publik.
“Sekarang kan masyarakat kan mulai bertanya data yang mana yang sebenarnya valid lalu kondisi utang Negara itu aman atau tidak,” ujarnya./*
Jakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasanmengritik pengelolaan utang pemerintah. Zulkifli memiliki perhitungan jika beban utang RI Rp 634 triliun dan setara dengan 5,71 kali lipat anggaran kesehatan atau 10,56 kali lipat anggaran dana desa.
Jakarta – Pekan ini diwarnai oleh sahut-sahutan antara ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati soal pengelolaan utang negara.
Jakarta — Idrus Marham akhirnya resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK menaikan status Idrus menjadi tersangka setelah tiga kali menjalani pemeriksaan sebagai saksi Wakil Ketua Komisi VII DPR yang juga kader Golkar Eny Maulani Saragih dalam kasus suap PLTU Riau-1. Akibat kasus ini, Idrus pun pada Jumat pagi sudah menyatakan mengundurkan diri sebagai Menteri Sosial yang baru dijabatnya selama 7 bulan.
JAKARTA — Putri almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid mengatakan, seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU) tentu punya hak untuk berpolitik, termasuk seorang Rais Aam. Namun, jika terjun ke politik maka harus mundur dari jabatannya di struktur NU.