Gempa Lagi, Kali Ini di Kota Manado. Berkekuatan 5,6 Magnitudo

Manado, detikriau.org – Gempa kembali mengguncang wilayah Indonesia. Kali ini di kota Manado Provinsi Sulawesi Utara, sabtu (13/10)

Menurut keterangan BMKG dari laman resminya, aktivitas seismik itu terjadi pada pukul 11:34:16 Wib dengan pusat gempa berada pada 38 km Tenggara Bitung dengan titik koordinat pada 1,36 Lintang Utara (LU) dan 125,46 Bujur Timur pada kedalaman 97 km berkekuatan 5,6 Magnitudo.

“Tidak berpotensi tsunami” rilis BMKG.

Dilansir dari bbc.com pusat perbelanjaan di Kota Manado, pengunjung berhamburan keluar. Olga Pangkey, saat berada di Multimart, Manado, menceritakan karyawan hingga pengunjung berhamburan keluar.

“Semua lari keluar. Namun untungnya masih teratur. Jadi tak ada korban. Tapi di parkiran, semua kendaraan langsung ke luar ke jalan hingga menyebabkan kemacetan,” kata Olga kepada Eva Aruperes yang melaporkan untuk BBC Indonesia.

Ada pun Muhamad Abbas, seorang warga Kota Manado, saat terjadi guncangan langsung lari ke luar rumah bersama anaknya.

“Saya langsung lari keluar. Soalnya masih trauma dengan berita-berita gempa di Palu. Apalagi keluarga saya banyak di Palu sana,” kata Abbas. Namun, lanjut dia, setelah gempa berhenti, dia bersama anaknya langsung kembali ke dalam rumah.

Dan memang, tak sampai 5 menit setelah gempa, dan tak ada tanda-tanda guncangan lagi, masyarakat di Sulawesi Utara mulai beraktivitas lagi.

Di Kabupaten Minahasa, guncangan terasa kuat, kata Eva Aruperes yang sedang berada di rumah saudaranya, di sana.

“Terjadi kepanikan, karena rumah berguncang-guncang. Tapi rumah tempat saya tinggal untungnya rumah kayu, jadi walaupun panik, agak tenang juga,” katanya pula.

Di Minahasa Selatan, sebagian warga bahkan tak merasakan adanya guncangan. Marma Lintjewas, mengaku tidak tahu kalau terjadi gempa.”O, ada gempa? Soalnya getarannya tidak terasa,” katanya.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Manado Irwan Slamet, hingga pukul 13.10 Wita (12;10 WIB), hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

“Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dengan kedalaman menengah akibat aktivitas zona subduksi lempeng Sangihe Timur menunjam ke arah Tenggara lempeng Laut Maluku,” kata Kepala Stasiun Geofisika Manado Irwan Slamet.

“Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kota Manado, Bitung, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya,” katanya.

Ini merupakan gempa terbaru sesudah gempa yang disusul tsunami yang menghantam Sulawesi Tengah, khususnya Palu dan Donggala, dua pekan lalu (28/9), yang menewaskan lebih dari 2.000 orang.

Sebelumnya, pada Kamis (11/10) juga terjadi gempa di Situbondo dan Sumenep yang menewaskan tiga orang./mul




Bencana Banjir Bandang di Mandailing Natal, 13 Orang Meninggal dan 10 Hilang

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo. (Foto: ANTARA/Fahkri Hermansyah)

Sumut, detikriau.org – Bencana banjir bandang akibat hujan deras yang melanda wilayah di Mandailing Natal, Sumatera Utara Jumat (12/10) menyebabkan 13 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang.

Dilansir dari kumparan.com Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, berdasarkan informasi dari BPBD Sumut banjir bandang disertai longsor itu menerjang 9 kecamatan, yaitu Kecamatan Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan dan Batang Natal.

“Data sementara tercatat 13 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang di Mandailing Natal,” kata Sutopo dalam keterangannya, Sabtu (13/10).

Dari 13 korban jiwa itu, 11 orang adalah murid madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal. Mereka diduga meninggal dunia karena tertimpa bangunan yang hancur diterjang banjir bandang pada Jumat (12/10) sore saat jam pelajaran sedang berlangsung.

Banjir Bandang di Mandailing Natal. (Foto: kumparan/ Dok. Istimewa)

“Kejadian berlangsung mendadak. Sungai Aek Saladi tiba-tiba mengalir dengan debit besar dan membawa lumpur dan meluap sehingga menerjang madrasah. Jumlah korban hilang masih dapat berubah karena belum dapat dipastikan. Korban tertimbun lumpur dan material tembok yang roboh,” ungkap Sutopo.

Menurutnya, jumlah korban hilang masih dapat berubah karena belum dapat dipastikan. Korban tertimbun lumpur dan material tembok yang roboh,” tambahnya.

Kemudian, pada Sabtu (13/10) pagi, ditemukan lagi 2 korban meninggal dunia lagi akibat kendaraan masuk sungai dan hanyut. Korban meninggal adalah satu orang anggota polisi dan satu orang pegawai PT. Bank Sumut.

Dampak lainnya dari musibah banjir bandang juga sebabkan17 unit rumah roboh, 5 unit rumah hanyut, ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian 1-2 meter di Kecamatan Natal dan Muara Batang Gadis, serta 8 titik longsor berada di Kecamatan Batang Natal.

‘Hingga saat ini, evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan”

Sutopo menyatakan, salah satu hambatan evakuasi karena kondisi medan yang berat karena desa-desa terdampak berada di pegunungan, pinggir hutan dan akses sulit dijangkau karena rusak.

“Bupati telah menetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor di Kab. Mandailing Natal Sumatera Utara selama 7 hari (12-18 Oktober 2018). Kebutuhan mendesak adalah bahan makanan pokok dan alat berat,” pungkasnya.

 

Editor: Am

 

 

 

 

 

 




Mendikbud Ingatkan Sekolah Tak Lagi Rekrut Guru Honorer

Mendikbud Muhadjir Effendy. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)

Jakarta — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengingatkan para kepala sekolah negeri untuk tidak lagi merekrut guru honorer. Perekrutan guru honorer menurutnya melanggar peraturan pemerintah.

“Larangan sekolah merekrut guru honorer telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 48/2005 Jo PP No 43/2007,” kata Muhadjir di Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (12/10), di depan ratusan kepala sekolah dan guru se-Kabupaten Sumbawa Barat.

Dilansir dari Antara melalui CNN Indonesia, Muhadjir mengatakan salah satu permasalahan yang sedang diselesaikan Kemendikbud adalah persoalan guru honorer di sekolah negeri yang diangkat hanya dengan surat keputusan kepala sekolah.

Jumlah guru honorer di sekolah negeri yang harus diselesaikan sebanyak 736.000 dari 2.021.000 orang.

Pemerintah, kata Muhadjir, sudah mengangkat para guru honorer menjadi pegawai negeri sipil pada 2007.

Kebijakan tersebut diikuti dengan larangan mengangkat guru honorer, namun faktanya masih ada yang merekrut dengan alasan kekurangan guru.

“Memang ada sekolah yang merekrut karena banyak guru yang pensiun dan ada kebijakan moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil,” ujarnya.

Pada 2018, kata Muhadjir, pemerintah akan merekrut sebanyak 112.000 guru pegawai negeri sipil. Para guru honorer bisa mengikuti tes, namun usia maksimal 35 tahun. Kebijakan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap nasib guru honorer yang sudah lama mengabdi.

Ia mengatakan untuk guru honorer yang usianya di atas 35 tahun akan dijadikan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun tetap harus mengikuti tes sesuai Undang-Undang Aparatur Sipil Negara.

Pemerintah saat ini sedang menggodok kebijakan perekrutan tenaga ASN berstatus PPPK dan diharapkan segera disahkan setelah proses seleksi calon pegawai negeri sipil selesai dilaksanakan.

“Gaji guru PPPK juga dari APBN sama dengan guru PNS. Bedanya tidak dapat pensiun saja. Tapi pintar-pintar menabung saja untuk biaya hidup saat pensiun,” ucap Muhadjir.




Mau Masuk Sulteng, Delapan Relawan Tiongkok Bawa Surat Palsu

Sutopo Purwo Nugroho/Net

Detikriau.org — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemukan delapan relawan asal Tiongkak masuk ke Palu, Sulawesi Tenggara.

Pencegahan itu lantaran BNPB mencurigai surat undangan dari Bupati Sigi untuk ikut membantu proses penanggulangan bencana sebagai relawan adalah palsu.

BNPB juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Bupati Sigi untuk mengkonfirmasi undangan bagi para relawan Tiongkok tersebut. Namun diketahui undangan tersebut tidak benar.

“Sudah kita lihat suratnya, kondisinya kita khawatir, masih diragukan asli atau tidak. Nah, kita sinyalir suratnya palsu,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (11/10).

Sutopo menjelaskan delapan relawan tersebut masuk ke Indonesia melalui Bandara Sultan Hasanuddin pada 7 Oktober 2018.

Petugas BNPB Makassar sudah memperingatkan delapan orang tersebut untuk tidak masuk ke Palu. Meski telah diperingatkan, tiga orang tetap menuju Palu melalui jalur darat.

Sebelum delapan relawan asal Negeri Tirai Bambu, BNPB juga menolak kedatangan 14 relawan asing masuk ke Palu. Para relawan tersebut yakni delapan orang berasal dari Meksiko, lima orang dari Nepal, dan seorang dari Australia.

Sutopo menjelaskan pihaknya bukan menolak adanay warga asing di Sulteng, tapi bagi relawan asing yang ingin membantu harus memiliki perizinan dan membawa bantuan yang dibutuhkan pemerintah Indonesia. Bahkan ada saja relawan yang ingin masuk ke Palu dengan menggunakan visa turis.

“Ya, kita terima kasih atas keinginan membantu masyarakat di Sulteng yang terkena bencana, tapi dalam bantuan tadi selalu ada aturan mainnya. Bukan hanya di Indonesia, di negara-negara lain juga diberlakukan seperti itu. Untuk NGO asing diminta untuk berkordinasi dengan PMI dan afiliasi NGO nasional. Mereka bisa masuk setelah diizinkan dan melakukan kordinasi tersebut,” ujar Sutopo.

sumber: RMOL




Profesor IPB Digugat Rp 510 Miliar, 58 Ribu Orang ‘Pasang Badan’

Bambang Hero Saharjo (Foto: dok. KLHK)

Bogor – Pembakar hutan di Riau, PT JJP, menggugat guru besar IPB Prof Dr Bambang Hero Saharjo sebesar Rp 510 miliar. Bambang merupakan ahli yang memberatkan PT JJP di persidangan. Ribuan orang pun ‘pasang badan’ membela Bambang.

Gerakan ‘Selamatkan Prof Bambang Hero Saharjo’ bergulir di jagat maya lewat change.org. Hingga Kamis (11/10/2018) pukul 12.00 WIB, dukungan di situs itu sudah mencapai 58.893 penanda tangan.

“Mari bangkitkan negeri ini dengan membela orang-orang baik untuk menjaga negeri ini tetap baik,” kata seorang pemberi petisi, Lukmanul Hakim.

Salah seorang yang mengisi petisi itu, Dea Harefa, menyatakan tidak bisa membantu secara langsung, tapi setidaknya berusaha mendukung.

“Semangat Hero Indonesia,” kata Dea.

Selain itu, pengisi petisi lainnya bernama Andi Setiawan mengaku cinta lingkungan hidup dan merasa muak terhadap mereka selalu menggunakan kekuasaan dan kekayaannya untuk menindas orang-orang yang lemah. Ada pula pengisi petisi lain, Yoga Kintana, yang menanyakan suara masyarakat yang terkena asap kebakaran lahan dalam kasus ini.

“Terus semangat menegakkan kebenaran berdasarkan disiplin ilmunya Prof. Semoga Allah tunjukkan yg benar adalah benar dan yg salah adalah salah,” ujar pengisi petisi lainnya, Sugiarti Destriyanti.

Sebagaimana diketahui, PT JJP mengajukan gugatan atas Bambang. Profesor ITB itu merupakan saksi ahli di berbagai kasus kebakaran hutan dan lahan.

“Menyatakan surat keterangan ahli kebakaran hutan dan lahan Prof Dr Ir Bambang Hero Saharjo M Agr, tertanggal 18 Desember 2013 yang diterbitkan menggunakan logo IPB adalah cacat hukum, tidak memiliki pembuktian, dan batal demi hukum,” ujar PT JJP.

PT JJP menggugat balik Bambang untuk membayar kerugian Rp 510 miliar. Yaitu Rp 10 miliar untuk pengurusan permasalahan lingkungan hidup dan Rp 500 miliar kerugian immateril.

“Menyatakan putusan perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu, meskipun diadakan upaya hukum banding, kasasi atau perlawanan (uitoerbaar bij voorraad). Menghukum Tergugat membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 10 juta setiap hari atas kelalaian TERGUGAT melaksanakan seluruh isi putusan pengadilan,” tuntut PT JJP.

Sumber: detikcom




Hari Ini Situbondo diguncang Gempa. 295 Sesar Aktif Terindentifikasi di Indonesia

Ilustrasi. (Foto: AFP PHOTO / ADEK BERRY)

Jakarta — Belum genap satu bulan kejadian Gempa Palu, Donggala sekitarnya. Kali ini gempa bumi menghampiri Situbondo, Jawa Timur.

Gempa bumi Situbondo yang berkekuatan 6,0 SR telah menimbulkan getaran hingga Bali. Kepala Bidang Informasi dini gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan bahwa wilayah indonesia memang aktif dan kompleks dalam hal gempa.

Dari data sumber gempa berdasarkan lempeng saja ada 6 zona sedaksi atau guncangan lempeng dari Sabang hingga Merauke.

“Itu masih dirinci lagi menjadi segmen-segmen megathrust yang jumlahnya ada 16. Untuk sesar aktif berdasarkan revisi peta gempa itu sudah terindentifikasi 295 sesar aktif di Indonesia,” kata Daryono.

Dia mengungkap bahwa sebenarnya masih ada banyak lagi sumber gempa yang belum terdentifikasi degan baik. Namun, dia tidak menyebut jumlahnya. Identifikasi dan penelitian sumber gempa akan bertambah dengan adanya event gempa yang tidak diduga seperti yang terjadi tadi malam.

“Sumber gempa yang terindentifikasi ada 295 tapi masih ada sumber-sumber yang belum terindentifkasi dan jumlahnya cukup banyak. Sementara terindikasi masih ada sesar-sesar yang belum terpetakan. Artinya, jumlahnya juga cukup banyak. Dengan adanya gempa yang tadi pagi itu maka itu akan menambah data baru terkait sesar aktifnya,” terang dia.

Lokasi-lokasi wilayah gempa di Indonesia seperti diketahui membentang luas di Indonesia. Tak hanya di darat, sesar aktif juga telah dipetakan di seluruh samudera yang termasuk wilayah Indonesia.

Meski demikian, ilmu pengetahuan hingga saat ini belum mampu memprediksi gempa baik di darat maupun laut. BMKG hanya bisa memprediksi potensi tsunami berdasarkan lokasi episenter dan kekuatan gempa.

Berita ini sudah terbit dilaman CNN Indonesia dengan judul “BMKG: Ada 295 Sesar Aktif di Indonesia”, https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20181011123810-199-337616/bmkg-ada-295-sesar-aktif-di-indonesia