Daftar 181 Penumpang Pesawat Lion Air yang Jatuh di Tanjung Karawang
Illustrasi Pesawat Lion Air. (Foto: Instagram/@riel_neyva787)
Jakarta — Pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi. Pesawat dengan nomor penerbangan JT 610 itu mengangkut 181 penumpang, terdiri dari 124 laki-laki, 54 perempuan, satu anak-anak dan 2 bayi.
Basarnas sudah menemukan puing-puing pesawat yang jatuh di laut dengan kedalaman 30 -35 meter. Saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub terus berkoordinasi dengan Basarnas, Lion Air selaku operator dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Perum LPPNPI untuk melakukan kegiatan pencarian dan penyelamatan terhadap pesawat.
Berikut daftar 181 penumpang tersebut dilansir dari kumparan.com:
Dua Orang Pembakar Bendera HTI di Garut Jadi Tersangka
Ribuan warga berunjuk rasa memprotes pembakaran bendera berkalimat Tauhid di depan gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta — Kepolisian Daerah Jawa Barat(Polda Jabar) menetapkan dua orang yang diduga membakar bendera diduga simbol organisasi kemasyarakatan (ormas) terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai tersangka.
Dua orang tersebut berinisial M dan F. Keduanya dijerat dengan Pasal 174 KUHP terkait perbuatan yang menimbulkan kegaduhan.
“Iya sudah jadi tersangka,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar Komisaris Besar Umar Surya Fana saat dikonfirmasi, Senin (29/10).
Dia menerangkan penetapan M dan F sebagai tersangka diambil setelah polisi melakukan pemeriksaan saksi dan alat bukti. Langkah itu, lanjutnya, juga diambil setelah penyidik memeriksa pria berinisial US, pembawa bendera diduga simbol HTI yang telah ditetapkan sebagai tersangka lebih dulu.
Dengan penetapan dua tersangka baru ini, Umar menambahkan, polisi telah menetapkan tiga sebagai tersangka terkait kasus pembakaran bendera diduga simbol HTI di apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang digelar di Limbangan, Garut, Jawa Barat pada Senin (22/10) silam.
“Tiga orang tersangka, satu orang yang membawa bendera, dua orang yang membakar bendera,” kata Umar.
Insiden pembakaran bendera diduga simbol HTI terjadi di apel HSN di Limbangan pada Senin (22/10). Dalam acara tersebut, panitia melarang peserta untuk membawa atribut apapun, kecuali bendera Indonesia.
Saat acara berlangsung, tiba-tiba muncul seorang laki-laki berinsial US mengeluarkan bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid. Panitia segera menarik keluar laki-laki tersebut dan bendera yang dibawa segera dibakar karena dianggap sebagai bendera milik HTI.
Diguyur Rp4,9 Triliun, BPJS Kesehatan Habiskan dalam Dua Hari
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan pihaknya telah mempergunakan seluruh dana kucuran Kementerian Keuangan senilai Rp4,9 triliun untuk menutupi defisit. (Adhi Wicaksono).
Jakarta — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengatakan telah mempergunakan seluruh dana kucuran Kementerian Keuangan senilai Rp4,9 triliun untuk menutupi defisit. Bahkan, bantuan dari Kemenkeu ini sudah habis dua hari setelah uang cair.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan dana tersebut cair pada 24 September 2018 lalu. Namun, uang itu sudah digunakan seluruhnya dua hari kemudian, yakni pada 26 September 2018.
Ia mengatakan pengurangan defisit dalam waktu cepat itu sudah sesuai dengan keputusan yang berlaku. Terlebih, seluruh kucuran uang pemerintah itu digunakan untuk membayar klaim fasilitas kesehatan yang gagal bayar.
“Saat ini sedang kami proses beberapa tagihan-tagihan baru,” ujar Fahmi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (29/10).
Menurutnya, sebagian besar bantuan pemerintah dialirkan ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dengan nilai Rp1,03 triliun, atau 21,02 persen. Dua wilayah lain dengan jumlah perbaikan defisit paling besar adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan nilai masing-masing Rp968,5 miliar dan Rp656,57 triliun.
Setelah mencairkan bantuan pemerintah, BPKP direncanakan akan memeriksa kembali kondisi terkini mengenai arus kas Dana Jaminan Sosial Kesehatan (DJSK). Hasil pemeriksaan BPKP itu akan menjadi dasar Kemenkeu untuk menyelesaikan defisit BPJS Kesehatan sepanjang tahun ini.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan bank dan lembaga keuangan untuk memberi pembiayaan kepada fasilitas kesehatan, atau biasa disebut supply chain financing. Tujuannya, agar penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan bisa dipercepat melalui pengambilalihan bukti pembayaran (invoice) sebelum jatuh temponya tiba.
“Ini sudah ada 13 perbankan dan dua multifinance yang sudah bekerja sama dengan kami,” papar dia.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengonfirmasi bahwa uang tersebut sudah cair berdasarkan kajian BPKP, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Setelah itu, ia bilang Menteri Keuangan Sri Mulyani indrawati sudah meminta BPKP untuk melakukan lagi kinerja arus kas BPJS Kesehatan dan prognosanya hingga akhir tahun dan tahun depan. Permintaan ini secara informal sudah disampaikan Sri Mulyani pekan lalu.
“BPKP bisa lakukan hasil review selambatnya tanggal 5 November 2018,” papar dia.
Pencairan anggaran sebesar Rp4,9 triliun untuk membantu BPJS Kesehatan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 113 Tahun 2018. Anggaran tersebut merupakan bagian dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) yang masuk dalam pos belanja lain-lain dengan pagu mencapai Rp67,2 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.
Lokasi Jatuh Lion Air JT-610 Perairan 35 Meter di Karawang
Lokasi jatuhnya Lion Air JT-610 di Tanjung Karawang. (ANTARA FOTO/HO-Pertamina)
Jakarta — Kepala Basarnas M Syaugi mengatakan bahwa Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di Tanjung Karawang pada kedalaman 30-35 meter dari permukaan laut. Tim Basarnas masih melakukan pencarian terhadap badan pesawat dan korban di sekitar lokasi.
“Kedalaman laut 30 hingga 35 meter, sekarang tim masih menyelam untuk menemukan pesawat dan korban,” kata Syaugi saat konferensi pers di Kantor Basarnas, Senin (29/10).
Menurut Syaugi, berdasarkan informasi yang didapatkan dari air traffic controller (ATC) tepatnya pukul 06.50 WIB, pihaknya menerima informasi bahwa pesawat type B737-Max itu hilang kontak.
“Jadi jam 06.55 pagi hilang kontak. Setelah kita terima info itu, kita cross check ke ATC dan Lion Air betul pesawat itu betul terbang dan lost contact,” tegas Syaugi.
Adapun lokasi hilangnya kontak pesawat berada di 25 mile dari Tanjung Priok atau 11 mile dari Tanjung Kerawang. Pihaknya mendapatkan informasi jika pesawat saat kehilangan kontak berada di ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut.
Setelah mendapatkan informasi itu, pihaknya langsung meluncurkan armada untuk menemukan titik pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E. Samapai di lokasi titik yang ditemukan radar pihaknya menemukan temuan lokasi pesawat jatuh.
“Begitu sampai di lokasi ada puing-puing pesawat, ada pelampung, handphone, dan ada beberapa potongan (badan),” kata Syaugi.
Basarnas mengerahkan beberapa helikopter untuk mencari korban jiwa di kedalaman laut 30-35 meter tersebut. Tim penyelam kemudian dikerahkan untuk menyelamatkan penumpang dan kru sebanyak 189 jiwa.
10 Pegawai BPK Jadi Korban Pesawat Lion Air JT-610 Jatuh
Ilustrasi Lion Air. (REUTERS/Darren Whiteside).
Jakarta — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membenarkan 10 orang pegawainya masuk dalam daftar manifes Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang.
Sekretariat Jenderal BPK Bahtiar Arif mengungkapkan pesawat dengan rute Jakarta-Pangkalpinang tersebut membawa 10 orang pegawai, yakni Harwinoko, Martua Sahata, Dicky Jatnika, Achmad Sobih Inajatullah, Imam Riyanto, Yunita Sapitri, Yoga Perdana, Resky Amalia, Yulia Amalia dan Zuiva Silviyanti.
“Sehubungan dengan berita tentang jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, sesuai dengan informasi yang kami peroleh, 10 pegawai BPK terjadwal menggunakan pesawat tersebut (pesawat Lion Air JT-610) rute Jakarta-Pangkalpinang,” terang Bahtiar, Senin (29/10).
BPK, lanjut dia, masih terus memantau perkembangan lebih lanjut terkait musibah pesawat jatuh itu, terutama yang terkait pegawai BPK yang menjadi penumpang.
“Kami ikut berduka cita atas kejadian ini,” jelasnya.
Sebelumnya, 20 pegawai Kementerian Keuangan juga terkonfirmasi menjadi penumpang pesawat Lion Air JT-610.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nurfransa Wira Sakti merinci para pegawai tersebut berasal dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
“Dari data sementara yang kami kumpulkan, ada 20 orang yang terdiri dari tiga pegawai KPKNL DJKN, lima pegawai KPPN Kanwil DJPB, dan 12 pegawai KPP DJP di Bangka dan Belitung,” imbuhnya.
Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat DJP Kemenkeu Ani Natalia ikut mengonfirmasi 12 pegawai otoritas pajak yang tercatat menjadi penumpang pesawat itu. 12 pegawai itu merupakan pegawai dari KPP di Bangka Belitung.
Sore Ini Gempa Berkekuatan 5.2 Magnitudo Guncang SULUT
Ilustrasi gempa. Foto: internet
SULUT, detikriau.org – Gempa bumi kembali guncang Provinsi Sulawesi Utara.
Menurut data yang dirilis BMKG melalui laman resminya, gempa yang terjadi pada jam 15:09:59 Wib ini berkekuatan 5.2 Magnitudo di kedalaman 10 km pada lokasi 4.00 LU – 126.60 BT.
Pusat gempa berada pada 13 km Barat Daya Kep Talaud – SULUT
“gempa tidak berpotensi tsunami.” Rilis BMKG./ Ari Permana