Ma’ruf Amin Klaim Kerja Jokowi Dirasakan Masyarakat
Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengklaim program dan kerja yang telah dilaksanakan Jokowi selama pemerintah cukup dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta — Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengklaim program dan kerja yang telah dilaksanakan Jokowi selama pemerintah cukup dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Klaim tersebut dia dasarkan pada jumlah dukungan dan deklarasi masyarakat pendukung Jokowi.
“Banyaknya deklarasi itu menunjukkan bahwa Jokowi masih dipercaya masyarakat,” kata Ma’ruf dilansir CNN Indonesia yang dikutip dari Antara, Minggu (18/11).
Menurut cawapres pasangan Capres Jokowi, selama ini, pembangunan yang dilaksanakan Jokowi bersama Jusuf Kalla nyata dan jelas. Salah satu pembangunan yang nyata tersebut terlihat di bidang pendidikan, infrastruktur dan kesehatan.
Di bidang infrastruktur Ma’ruf mengatakan di era Jokowi pembangunan berlangsung cepat sehingga manfaatnya langsung bisa dirasakan manfaat. Sementara itu di sektor pendidikan dan kesehatan, kejelasan program terlihat dari pelaksanaan Program Indonesia Pintar dan Program Indonesia Sehat.
“Program itu terbukti menyejahterakan masyarakat,” katanya.
Ma’ruf mengatakan Jokowi tidak akan pernah berhenti untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Bila pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang, ia kembali terpilih, Jokowi dan Ma’ruf berjanji akan terus membangun dan menyejahterakan masyarakat Indonesia.
UMKM Dilepas Ke Asing, RR: Masak PDIP Cuma Bisa Miris?
detikriau.org – Ekonom senior, DR Rizal Ramli mengaku heran dengan sikap yang ditunjukkan PDI perjuangan dalam menanggapi paket kebijakan ekonomi ke-16 yang baru dikeluarkan pemerintah melalui Kemenko Perekonomian.
Sebab PDIP yang mengaku sebagai partai “wong cilik” hanya merasa miris saat 55 bidang usaha, termasuk UMKM, dilepas ke asing.
“Masak PDIP cuma bisa miris? Kan katanya partai wong cilik?” tutur Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu sesaat lalu, Senin (19/11) dilansir rmol.co.
Pernyataan RR, sapaan akrabnya, menyinggung sikap politisi PDIP Rokhmin Dahuri yang mengaku miris dengan kebijakan ekonomi pemerintah Jokowi tersebut.
Secara tegas, RR meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk membatalkan kebijakan ini. Sebab, tidak ada roh dari ajaran Trisakti Bung Karno dan Nawacita yang tercermin dari kebijakan tersebut.
“Kok tega-teganya ladang bisnis untuk rakyat, UMKM, mau diberikan 100 persen sama asing? Ini kampanye yang buruk sekali,” tegasnya.
Mantan Menko Kemaritiman itu menjelaskan bahwa pembukaan semua sektor untuk asing, termasuk sektor ekonomi rakyat dan UKM, bukan merupakan kebijakan yang membangun Indonesia.
“Tetap ini membangun ‘di Indonesia’,” sindir RR.
Sebelumnya, peluncuran paket Kebijakan Ekonomi jilid XVI dari pemerintah itu dikatakan dalam rangka mendorong investasi dan memperkuat perekonomian domestik.
Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bersama Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, serta Perwakilan OJK Nurhaida di Kantor Presiden, Jumat (16/11/2018) dilansir tirto.id
Terdapat tiga kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah. Pertama, memperluas fasilitas libur pajak (tax holiday) ke beberapa sektor usaha baru. Hal ini dilakukan untuk menggenjot investasi yang dapat memberikan efek ganda bagi perekonomian.
Ada sejumlah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang ditambah dalam tax holiday. Selain itu, pemerintah juga mendorong tiga sektor usaha yang akan difokuskan menerima manfaat tax holiday. Sektor tersebut di antaranya kelompok besi dan baja beserta turunannya, adalah petrokimia dan turunannya, serta sektor kimia dasar berserta turunannya.
Selanjutnya, kebijakan kedua adalah relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI). Kebijakan ini memungkinkan penanaman modal asing (PMA) yang sebelumnya harus bermitra dengan UKM atau koperasi, bisa berjalan tanpa kemitraan dan 100 persen PMA.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri, Kemenko Perekonomian, Bambang Adi Winarso menjelaskan relaksasi ini dilakukan lantaran pelaksanaan DNI sejak 2016 masih belum optimal.
“Walaupun ada kenaikan komitmen dari investasi, menurut kita setelah kita pelajari lebih dalam ini bisa dioptimalkan. Karena secara kuantitas ada 82 persen atau 83 dari bidang usaha yang memberikan lebih, di mana 51 bidang usaha tidak ada minat sama sekali,” ujarnya.
Terakhir, kebijakan ketiga adalah insentif untuk mendorong devisa hasil ekspor (DHE). Staf Ahli Kemenko Perekonomian Bidang Hubungan Ekonomi dan Politik, Elen Setiadi mengatakan insentif ini diberlakukan untuk membendung pelebaran defisit transaksi berjalan (CAD) Indonesia.
“Transaksi berjalan kita mengalami defisit, ini terjadi kalau DHE tidak semuanya masuk ke dalam negeri makanya kebijakan ini perlu diperkuat,” kata Elen.
Insentif itu akan diberikan kepada perusahaan eksportir di sektor Sumber Daya Alam yang memasukkan devisanya ke dalam sistem keuangan Indonesia (SKI).
“Mereka akan dapatkan insentif dalam bentuk pajak final untuk bunga depositonya yang tinggal di Indonesia dalam bentuk rupiah atau valas, diberikan PPH final atas bunga deposito yang lebih rendah,” kata dia.
Pasang Sendiri, Gaduh Sendiri, Lalu Tak Sudi Salahkan Diri
detikriau.org – Pemasangan poster Jokowi berbusana ala Raja Jawa sengaja dibuat gaduh, tapi kini sudah redam sendiri.
Bahkan, PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan sudah tidak tahu-menahu soal poster itu.
Belakangan terkuak pemasang poster itu adalah Kaukus Anak Muda Indonesia (KAMI), organisasi pendukung Jokowi dua periode.
Jurubicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Habiburokhman meminta PDIP minta maaf terkait pemasangan poster ‘Raja Jokowi’. Namun PDIP tidak akan memberikan pernyataan maaf.
“Ya mereka mau skor 0-3. Kan sekarang 3-0 dalam meminta maaf,” sindir Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, pagi ini (Minggu, 18/11).
Keengganan PDIP menyampaikan permintaan maaf dalam kasus poster Raja Jokowi dinilai sebagai upaya untuk menampilkan partai banteng itu sebagai pihak yang teraniaya.
Selain itu, DPD PDIP pun meminta pasukan ‘banteng’-nya untuk melakukan sweeping mencopot poster yang menampilkan wajah capres nomor urut 01 itu yang diduga mencapai ribuan di seluruh Jawa Tengah.
Putri Dan Cucunya Mengenakan Cadar, Foto Keluarga Wiranto Jadi Pembicaraan Warganet
Keluarga Wiranto di pemakaman Achmad Daniyal Alfatih/Net
detikriau.org – Foto keluarga Menko Polhukam Wiranto tengah jadi pembicaraan di kalangan warganet. Foto itu memperlihatkan keluarga Wiranto usai prosesi pemakaman cucunya, Achmad Daniyal Alfatih, di Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (16/11).
dilansir dari rmol.co, dalam foto itu, Wiranto dan istri, Rugaiya Usman Wiranto, duduk bersama anaknya, Lia Wiranto, dan cucu-cucu lain di samping gundukan tanah merah kuburan Achmad. Wiranto mengenakan baju koko berwarna putih dan peci hitam. Adapun istrinya mengenakan baju putih dipadu jilbab.
Putri Wiranto, Lia Wiranto, duduk di depan mengenakan cadar di samping suaminya, Abdi Setiawan, yang mengenakan surban putih. Dua anak Lia juga mengenakan cadar.
Tidak sedikit warganet yang kaget melihat foto keluarga ini. Misalnya, pemilik akun Facebook, Kastoto Suwardi, yang mengunggah beberapa foto saat prosesi pemakaman Achmad, termasuk foto keluarga Wiranto usai pemakaman.
“Innaa lillahi wa innaa ilaihi rajiun telah wafat cucu Pak Wiranto (anak dari Lia (bercadar) binti Wiranto). Btw, ada yang unik di keluarga beliau,” tulis Kastoto.
Sementara pemilik akun Twitter @ekakurnia82 selain menyatakan turut berduka citra atas musibah itu, juga menyinggung soal cadar yang dikenakan putri Wiranto dan dua cucunya.
“Yang teriak-teriak cadar disamakan dengan pelaku terorisme atau bagian dari kelompok Wahabi, mana suaranya? Keluarga Pak Wiranto, anak dan mantunya ada yang pakai gamis, celana cingkrang, berjidat hitam dan wanitanya bercadar. Semoga cucu Pak Wiranto menjadi sebab kedua orang tuanya dimasukkan ke dalam surga bersama kakek dan neneknya. Amin YRA. Masya Alloh, Tabarakallahu,” ujarnya.
kompas.com memberitakan, Achmad Daniyal Alfatih, meninggal dunia pada Kamis (15/11/2018) sekitar pukul 12.51 WIB. Cucu Wiranto tersebut meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan terpeleset di kolam. Daniyal masih berusia 1 tahun 4 bulan. Ayah almarhum Daniyal, Abdi Setiawan, mengatakan, Daniyal merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara. Daniyal meninggal karena terpeleset di kolam rumahnya. “Iya, meninggal terpeleset di kolam rumah,” kata Abdi di pemakaman Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (16/11/2018).
Abdi berusaha ikhlas melepas kepergian Daniyal untuk selamanya. Abdi mengatakan, ketika putranya tersebut meninggal, dirinya sedang di luar kota. “Saya kebetulan lagi di Kendari. Terus dapat kabar meninggalnya Daniyal saya langsung cari tiket. Pukul 21.00 saya sampai di rumah,” ungkap suami Amalia Sianti itu. Jenazah Daniyal diterbangkan dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Solo pukul 07.00 WIB. Almarhum dimakamkan di makam keluarga Delingan Jalan Raya Solo-Tawangmangu.
Inilah Penyebab Banyak Program Restorasi Gambut Gagal
Foto: net
Detikriau.org – Hingga saat ini banyak program restorasi gambut, baik oleh pemerintah maupun korporasi, cenderung gagal. Penyebabnya, karena program yang dilakukan hanya fokus pada pengembalian fungsi ekologi lahan gambut dan mengabaikan pemberdayaan masyarakat.
“Padahal dengan melibatkan masyarakat, akan diketahui kebutuhan masyarakat di wilayah restorasi gambut tersebut,” kata pengamat lingkungan hidup, Berry Nahdian Furqon, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 16/11).
Dalam konteks itulah, Berry memberi apresiasi kepada Program Kampung Gambut Berdikari yang merupakan program CSR Pertamina di Sungai Pakning Bengkalis, Riau. Program tersebut telah mengintegrasikan antara pemulihan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, program tersebut bisa menjadi contoh dan inspirasi pengembangan lebih jauh di tempat lain.
“Kalau praktiknya (Kampung Gambut Berdikari) memang bagus, ini bisa menginspirasi. Ada perbaikan lingkungan, kemudian masyarakat juga lebih berdaya, dan ekonominya lebih maju,” jelas Berry.
Kampung Gambut Berdikari memang sedang menjadi buah bibir. Program CSR Pertamina RU II Sungai Pakning tersebut dinilai banyak kalangan bisa menjadi percontohan. Terutama terkait pengelolaan lingkungan berkelanjutan pada lahan gambut yang rentan terbakar.
Program tersebut juga berhasil menerima berbagai penghargaan. Antara lain, Dharma Krida Baraya Adikarya Anugraha dalam gelaran 7th UNS Summit, Expo & Awards 2018. Selain itu, Kampung Gambut Berdikari juga memperoleh penghargaan dari Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) dan CSR Nusantara Award.
Dalam menjalankan program Kampung Gambut Berdikari, Pertamina memang melibatkan masyarakat. Mulai penambahan peralatan peralatan pemadaman, pembentukan Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Api (Forkompa), hingga pelatihan pemadaman. Selain itu, pemanfaatan lahan bekas terbakar melalui pertanian budidaya nanas dan diservikasi pengolahan produk nanas seperti keripik, dodol, manisan, dan selai.
Bahkan Pertamina juga membina sembilan Sekolah Dasar di Kecamatan Bukit Batu dengan menanamkan nilai-nilai Kampung Gambut Berdikari sejak usia dini.
Implementasinya, kesembilan SD tersebut memiliki kurikulum berbasis lingkungan yang mengangkat isu-isu pencegahan kebakaran lahan dan hutan serta pemanfaatan potensi wilayah gambut. Dan yang saat ini menjadi pusat perhatian, adalah pengembangan hutan gambut menjadi Arboretum Gambut pertama di Sumatera dan menjadikannya sebagai sarana eduwisata yang dikelola masyarakat.
Menurut Berry, dengan melibatkan masyarakat pada program restorasi, pemulihan, dan pelestarian lahan gambut seperti pada Kampung Gambut Berdikari, maka akan muncul kesadaran masyarakat.
“Dan dari sanalah, masyarakat akan turut serta dalam pelestarian dan pemeliharaan gambut, seiring dengan peningkatkan kesejahteraan mereka,” tukasnya. [rmol.co]
Jimat, Dukun dan Joki Warnai Seleksi CPNS 2018
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana saat meninjau tes CPNS di Kota Malang, Jumat (16/11/2018)(KOMPAS.com/ANDI HARTIK)
Detikriau.org – Para peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) menggunakan berbagai cara untuk lolos tes seleksi kompetensi dasar (SKD). Selain melakukan upaya kecurangan, sebagian peserta juga ada yang memakai jimat, bahkan dukun.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, peserta yang membawa jimat ditemui di seluruh lokasi tes. Bima menilai, masyarakat Indonesia masih percaya dengan kekuatan jimat.
” Jimat seluruh Indonesia ada. Orang Indonesia masih percaya jimat kok, mau di Jakarta mau di daerah, ada semua,” kata Bima, saat meninjau seleksi CPNS di Kota Malang, Jumat (16/11/2018).
Keberadaan jimat itu diketahui saat petugas menggeledah peserta seleksi CPNS sesaat sebelum memasuki ruang tes. Isi jimat itu bermacam-macam. Mulai dari jimat yang berisi bawang hingga jimat yang berisi jarum.
“Kita kan geledah, ketemu ada kantong isinya bawang, brambang (bawang merah). Dia mau masak apa. Ada yang isinya gunting, jarum, macem-macem. Itu di mana-mana ada. Banyak juga ternyata,” kata dia.
Bima mengatakan, peserta yang membawa jimat tetap bisa mengikuti tes seleksi. Namun, jimat yang dikenakan oleh peserta seleksi tersebut harus dilepas dan tidak boleh dibawa masuk ke ruang tes.
“Masih bisa ikut tes, tapi kan kita ambil jimatnya,” ungkap dia.
Selain jimat, ada juga peserta yang menggunakan jasa dukun. Hal itu dilakukan oleh peserta seleksi yang sudah mengetahui larangan membawa jimat.
“Karena mereka tahu tidak boleh bawa jimat, mereka bawa dukunnya sekalian. Jadi, di luar itu banyak dukun-dukun. Ada kayak-kayak gitu lah,” ujar dia.
Selain jimat dan dukun, ada pula peserta yang berusaha untuk melakukan kecurangan. Namun, Bima mengatakan, bahwa upaya kecurangan itu masih bisa dikendalikan.
“Kecurangan sih belum terjadi, tapi upaya untuk itu ada. Ada yang pake transmiter, kita periksa, ada beberapa yang ketahuan, kita enggak boleh, kita anulir tidak boleh ikut,” kata dia.
Tidak hanya itu, di berbagai daerah, petugas juga mendapati peserta seleksi yang memakai joki. Untuk jenis pelanggaran ini, Bima mengaku sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian.
“Ada yang pakai joki, ada. Jokinya profesional, KTP persis, muka persis. Tapi kan kita tahu, karena kita pakai digital, kita kan scan, loh kok lain orangnya.
Dia juga enggak tahu kalau kita juga canggih gitu kan,” kata dia.
Sementara itu, tes SKD selesai hari ini. Selanjutnya, peserta yang lolos akan menghadapi tes seleksi kompetensi bidang (SKB).