Salat Subuh Reuni 212 Mengular Sampai Depan Gedung BI

detikriau.org – Jamaah salat subuh Reuni Akbar Mujahid 212 yang digelar di pelataran Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (2/12) meluber.

dilaporkan Kantor Berita Politik RMOL, jamaah salat subuh mengular hingga di Jalan MH Thamrin. Tepatnya di depan Gedung Bank Indonesia.

Peserta reuni secara tertib dan aman menambah barisan atau shaf salat saat mereka datang.

Mereka membawa sajadah dari rumah, ada juga yang menggunakan koran dan kertas sebagai alas salat.

Pemimpin Pondok Pesantren Rafah, Bogor, Jawa Barat, KH Nasir Zein memimpin salat. Sementara pemanjatan doa dipimpin oleh Dewan Pembina Majelis Syuro DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Muchsin Alatas.

KH Nasir Zein. Nasir merupakan alumni Pondok Modern Gontor yang juga pernah belajar di Universitas Madinah.

Rangkaian Reuni Akbar Mujahid 212 ini bisa disaksikan secara live di portal MoeslimChoiceTV,  https://youtu.be/gbBRCa9zm_s




Ribuan Warga dari Berbagai Penjuru Tanah Air Berdatangan ke Jakarta Hadiri Reuni Akbar 212

Detikriau.org – Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru kota di Tanah Air terus berdatangan ke Ibukota untuk menghadiri reuni akbar mujahid 212 di kawasan Monumen Nasional, Minggu (2/12).

Dari Soloraya, warga berangkat ke Jakarta menggunakan 45 bus.

Warga berangkat dari beberapa lokasi di antaranya titik Masjid Baitul Amin Cemani, Masjid Baitussalam Tipes, Laweyan juga Masjid Agung Karanganyar.

Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Endro Sudarsono mengatakan hampir seribu elemen umat Islam dari Soloraya berangkat dengan menggunakan bus ke Jakarta.

“Kami dari LUIS berangkat satu bus dari Masjib Baitusaalam. Sedangkan total bus dari Solo Raya yang berangkat ke Jakarta ada sekitar 45 bus. Sebagian lagi, sudah berangkat kemarin dengan menggunakan kereta dan mobil pribadi,” jelas Endro, sseperti dilansir dari RMOL.co, Sabtu (1/12).

Tujuan dari Reuni Aksi 212 ini, ungkap Endro sebagai ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi nasional umat Islam untuk perlawanan terhadap penista agama dan pembelaan terhadap tauhid. Tidak ada kaitannya dengan kepentingan apapun termasuk kepentingan politik.

“Harapannya pemerintah harus mendengar dan menangkap aspirasi umat Islam terkait isu sensitif di masyarakat khususnya terkait SARA,” tegas Endro.

Di samping itu ratusan umat Islam Karanganyar yang tergabung dalam Aliansi Ummat Islam Karanganyar (AUIK) juga dipastikan hadir di Reuni 212. Rombongan berangkat dari halaman Masjid Agung Karanganyar dengan menggunakan sembilan bus. Rombongan sebelumnya berkumpul di Solo untuk selanjutnya menuju ke Jakarta bersama-sama.

Koordinator lapangan, Fadlun Ali berpesan kepada seluruh rombongan untuk tertib, Dalam satu komando. Peserta dilarang membawa senjata tajam dan diminta tidak terprovokasi.

“Semuanya jangan terprovokasi, tetap satu komando dan jangan membawa senjata tajam. Ingatlah untuk menjaga nama baik Karanganyar,” pesannya

Dari Pulau Sumatra, rmol.co juga mengabarkan sekitar seribu warga dari Lampung telah berangkat ke DKI Jakarta untuk menghadiri Reuni Akbar Mujahid 212

Namun, dalam perjalanannya banyak peserta yang terpaksa berdiri lantaran bus yang sebelumnya disewa tiba-tiba membatalkan keberangkatan.

“Karena kurangnya bus akibat pembatalan mendadak dari pihak bus,” kata Ustaz Luthfi dari Yayasan Dewan Dakwah yang ikut rombongan kepada Kantor Berita RMOLLampung., Sabtu (1/12).

Para peserta dari berbagai kabupaten, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia.

Salah seorang di antaranya Slamet Riyadi (76), terpaksa tidak berangkat menggunakan bus.

Sebagian peserta kemudian memutuskan naik kendaraan pribadi dan pesawat. Rombongan berangkat pukul 14.30 WIB.

“Saat ini, kami sudah berada di Dermaga Bakauheni,” ujar Ustad Luthfi pada pukul 19.00 WIB. Dia perkirakan tiba di Jakarta, tengah malam

Bakrun Satia Darma, seorang warga yang dihubungi RMOLSumsel warga Lahat menyampaikan yang pasti ikut dalam reuni mencapai 850-an orang. Seluruhnya datang secara bergelombang ke Jakarta.

“Ada yang menggunakan bus, mobil pribadi, dan ada pakai pesawat,” tulisnya melalui pesan singkat Whatsapp, Sabtu (1/12).

Menurut Bakrun, berangkat secara bergelombang dan terpisah untuk hindari kemungkinan ada razia di jalan.

Bakrun menegaskan, keikutsertaan warga Lahat pada reuni 212 ini murni ukhuwah, tak ada politisasi dan semua biaya pribadi.

Kawasan Monas Mulai Ramai

Sejak pukul 19.00 WIB, Sabtu (1/12), menjelang dimulainya acara Reuni 212 pada Minggu 2 Desember 2018 pukul 03.00 dini hari nanti, kawasan Monumen Nasional (Monas) mulai dipadati oleh peserta reuni.

Massa mulai memasuki kawasan Monas melalui pintu gerbang timur. Saat ini hanya satu pintu yang dibuka.

Teriakan takbir.. Allahuakbar saling sahut menyahut. Para pedagang di kawasan Monas mulai menyambut kedatangan peserta dengan cara menawarkan aneka barang daganganya. Mulai dari sajadah, kopiah hingga terlihat laris dibeli peserta.

Menurut rencana, acara Reuni 212 akan diawali shalat subuh berjamaah. Selanjutnya dilanjutkan dengan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sumber: rmol.co    Editor: faisal




Gempa 6,5 Magnitudo Guncang Maluku

Laporan: Amrul

Detikriau.org – Gempa terus guncang wilayah Indonesia bagian timur. Malam ini pukul 20:27:20, gempa berkekuatan 6,5 SR terjadi di Maluku.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berpusat 275 km Timur Laut Maluku Barat Daya atau pada titik koordinat 7.66 LS – 128.83 BT pada kedalaman 162 km.

“Gempa tidak berpotensi tsunami” rilis BMKG.




Aparat Adang Demo Aktivis Peringati Papua Merdeka

Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta — Puluhan personel kepolisian mengadang ratusan aktivis dari Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) di depan gerbang Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (1/12).

Para aktivis itu rencananya akan melakukan long march menuju Kedutaan Besar Belanda di kawasan Kuningan, Jakarta, untuk memperingati 57 Tahun deklarasi Kemerdekaan West Papua pada 1 Desember 1961.

Dari kedutaan Belanda massa melanjutkan aksinya ke kantor perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Tapi sampai sekarang massa aksi masih diadang puluhan Brimob (sebagian berpakaian preman) di pintu keluar LBH Jakarta,” kata juru bicara Juru Bicara FRI-West Papua, Surya Anta dilansir dari CNNIndonesia.com.

Surya berkata aparat berusaha melarang massa melanjutkan aksi. Namun, Surya menegaskan massa tetap pada rencana aksi semula.

Massa aksi akan memaksa untuk melakukan long march. Tuntutan yang diusung dalam aksi ini adalah kemerdekaan Papua dari Republik Indonesia.
Kepolisian di sejumlah daerah sebelumnya telah meningkatkan kewaspadaan mengantisipasi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember dan 10 Desember mendatang.

Di Mimika, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto di Timika pada Jumat (16/11), mengatakan peningkatan pengamanan untuk mencegah hal tak diinginkan saat milad OPM.

“Kita semua berharap tidak terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan bersama. Masyarakat tidak khawatir atau resah berlebihan,” kata AKBP Agung seperti dilansir dari Antara.




Warga Jakarta Polisikan Gerakan yang Mau Tindak Reuni 212

Kua Hukum warga DKI Firman laporkan GJI yang akan batalkan reuni 212. Foto: VIVA.co.id/Foe Peace Simbolon

detikriau.org – Seorang warga Jakarta, Fahmi Luthfi melaporkan Gerakan Jaga Indonesia yang mengaku akan menindak acara Reuni Akbar Mujahid 212, ke polisi. Laporan dibuat di Badan Reserse Kriminal Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat.Laporan bernomor LP/B/1566/XI/2018/BARESKRIM tanggal 30 November 2018.

Pelapor dalam laporan itu adalah Lutfhi. Sementara itu, terlapornya adalah Budi Djarot yang menyebut akan menindak acara 212. Kemudian, seorang wanita yang masih dalam penyelidikan.

dikabarkan VIVA, Wanita ini dilaporkan karena diduga menghina Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Kemudian, mereka juga melaporkan penyebar video dan berita online yang diduga bermuatan penistaan agama. Mereka melakukan semua itu dalam sebuah aksi di depan Balai Kota, Rabu, 28 November 2018.

“Kami laporkan Budi Djarot, lalu oknum anggota GJI yang menghina Gubernur Anies dengan menyebut ‘banci, bego lo Anies’. Mereka unras di kantor Gubernur DKI Jakarta di mana dia sebut acara 212 perpanjangan HTI,” ujar kuasa hukum pelapor, Pitra Romadoni Nasution, di Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat 30 November 2018.

Dia menambahkan, “Budi Djarot lewat ormasnya, lewat YouTube mengatakan akan cabut bendera berbentuk kalimat tauhid. Ini penistaan agama”.

Sementara itu, kuasa hukum Fahmi lainnya, Elida Neti menambahkan, dalam pelaporan itu mereka melampirkan beberapa barang bukti, yaitu sebuah video, flashdisk, juga print out berita online kejadian saat demo itu.

Ia mendesak polisi cepat menindaklanjuti laporan ini. Dia mau polisi cepat seperti menanggapi pelaporan terhadap dugaan penghinaan kepada Presiden Joko Widodo yang dilakukan Habib Bahar bin Smith. “Pak Habib Bahar hina Pak Jokowi banci dipolisikan. Kami juga mau dia (GJI) diproses,” ujarrnya.

Dalam laporan itu, terlapor diduga melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik, penyebaran berita bohong atau hoax. Pasal yang diancam dikenakan adalah Pasal 27 Ayat (3) jo Pasal 28 Ayat 2 Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP jo Pasal 156 a KUHP, Pasal 14, dan 15 KUHP.




Gempa Sumatra. Setelah Nias dengan 5,9 SR, Muko-Muko Juga Diguncang dengan Kekuatan 5,1 SR

Laporan: Amrul

Bengkulu, detikriau.org – Dua kali gempa dengan magnitudo besar dari 5,0 semalam (jumat 30/11) guncang Pulau Sumatra. Pukul 03:21:42 Wib, gempa terjadi di Nias Provinsi Sumatra Utara dengan 5,9 SR,

Kemudian pada pukul 21:49:31 Wib gempa getarkan Provinsi Bengkulu.

Keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya, gempa di Provinsi Bengkul berpusat di 83 km Barat Daya Muko-Muko atau pada titik koordinat 3.12 LS – 100.85 BT berada pada kedalaman 83 km.

“gempa berkekuatan 5,1 SR ini tidak berpotensi tsunami,” rilis BMKG