Wakil Ketua MPR Resmi Dilaporkan ke Polisi soal Soeharto Guru Korupsi

Ahmad Basarah resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri. Photo :
VIVA/Anwar Sadat

detikriau.org – Wakil Sekretaris Jenderal atau Wasekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ahmad Basarah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri atas pernyataannya yang menyebut Presiden Soeharto sebagai guru korupsi Indonesia. Pelaporan ini dibuat oleh Anhar dari Forum Advokat Penegak Keadilan dan Soehartonesia.

“Kita melaporkan Ahmad Basarah atas ucapan Beliau yang menyatakan bahwa Soeharto sebagai guru korupsi. oleh karena itu kami merasa betul-betul sangat terpukul, sangat merasa dirugikan mengingat Soeharto bagi kami adalah tokoh bangsa, guru bangsa, dan bapak pembangunan,” kata Anhar di Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat Senin malam dilansir melalui viva.co.id

Anhar mengatakan sangat tidak pantas seorang wakil rakyat melontarkan pernyataan tersebut sebab Soeharto tak pernah diputus bersalah oleh pengadilan.

“Tidak ada satu putusan pengadilan menyatakan pak Harto terbukti bersalah. Jadi dia harus pahami itu sebagai wakil rakyat enggak perlu dia berucap itu,” ujarnya.

Anhar melaporkan Basarah yang merupakan Wakil Ketua MPR itu dengan UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP, UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP. Pasal 156 KUHP terkait kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia. Laporan tersebut diterima oleh Bareskrim Mabes Polri dengan nomor laporan LP/B/1571/XIl/2018/BARESKRIM tanggal 3 Desember 2018.




Tidak Ada Tweet Dubes Saudi Sebut Organisasi Sesat

detikriau.org – Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mendesak Pemerintah RI mengusir Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi. Said Aqil menyebut Osama telah menebar fitnah karena menyebut GP Ansor sebagai organisasi sesat. 

“Osama telah dengan sengaja menyebarkan fitnah dengan menuduh bahwa aksi pembakaran bendera dilakukan oleh organisasi yang dimaksud dengan mengatakan jamaah al munharifah (organisasi yang sesat atau menyimpang),” kata Said Aqil dilansir dari kantor berita politik rmol

Said Aqil mengklaim fitnah disebar melalui twitter milik Osama. Secara khusus, Said Aqil menggelar jumpa pers merespons tweet itu bersama Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Timur, Senin (3/12).

“‘Massa yang berjumlah lebih dari satu juta berkumpul demi menyatakan persatuan umat Islam merupakan reaksi keras terhadap dibakarnya bendera tauhid oleh seorang dari pihak organisasi sesat menyimpang kurang-lebih sebulan yang lalu,’ ini ucapan dia,” kata Aqil membacakan tweet tersebut.

“‘Jadi kemarin itu Reuni 212 itu yang jumlahnya banyak itu karena menyikapi pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh oknum dari organisasi sesat. Dengan dihadiri oleh capres no 02 Prabowo Subianto, wakil ketua parlemen Fadli Zon, dan lain-lain bapak-bapak wakil Indonesia,'” sambungnya masih membacakan tweet yang disebutnya dicuitkan Osama.

Redaksi membuka twitter @Os_alshuibi milik Osama. Dari pengecekan pukul 20.45, Osama memang sempat berkicau soal Reuni Akbar 212. Kicauan diunggah kemarin, Minggu (2/12), namun dia sama sekali tidak menyinggung soal organisasi sesat.

Perbedaan tweet Osama yang dibacakan Said Aqil nampak pada foto di atas. Yang kanan adalah tweet yang diklaim Said Aqil, sementara yang kiri screenshoot redaksi dari Twitter Osama. Terjemahan tweet lengkap Osama tersebut kira-kira;

“Aksi jutaan umat Islam demi menjaga keamanan negeri. Turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, calon presiden Prabowo Subianto, dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Menyarankan turis Saudi untuk menjauh dari tempat aksi yang terletak di sekitar Monas untuk menghindari kemacetan.




GP Ansor Disebut Organisasi Sesat, PBNU Desak Pemerintah Pulangkan Dubes Saudi

Osamah Muhammad al Suaibi/Net

detikriau.org – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melayangkan protes keras kepada Dutabesar Arab Saudi untuk Indonesia, Osamah Muhammad al Suaibi. 

dikabarkan kantor berita politik rmol, Protes dilayangkan lantaran akun Twitter pribadi Osamah menyebut Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) sebagai organisasi yang sesat dan menyimpang.

Dalam kicauannya, Osamah menyinggung aksi umat Islam yang digelar sebagai reaksi atas pembakaran bendera tauhid oleh sekelompok organisasi yang sesat dan menyimpang.

“Dalam pandangan kami, Osamah telah melakukan pelanggaran keras diplomatik, yakni mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannnya. Hal ini jelas mengganggu hubungan diplomatik RI dan Saudi Arabia. Atas dasar ini kami sampaikan protes keras,” tegas PBNU dalam siaran pers yang ditandatangani Ketua Umum PBNU Saiq Aqil Siroj, Senin (3/12).

Menurut Said, Osamah telah dengan sengaja menyebarkan fitnah dengan menuduh bahwa aksi pembakaran dilakukan oleh organisasi sesat. Hal itu sama saja menuduh GP Ansor sebagai organisasi sesat.

“Yang dimaksud (Osamah) dengan mengatakan jamaah almunharifah (organisasi sesat atau mennyimpang),” tegasnya.

“Padahal terkait hal ini, GP Ansor sudah memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan pembakaran dan tindakan tersebut keluar dari SOP GP Ansor. Bahkan kami keluarga besar NU menyesalkan kejadian itu,” sambung Said.

Atas alasan itu, PBNU meminta pemerintah untuk menyampaikan nota protes kepada Pemerintah Saudi. Sehingga Raja Salman bin Abdulaziz memulangkan Osamah sebagai bagian dari sanksi.

“Sanksi atas tindakannya yang gegabah dan mencampuri urusan politik negara Indonesia,” pungkasnya




Ma’ruf Amin Gagal Dongkrak Elektabilitas Jokowi Di Mata Umat

Calon presiden Jokowi dan calon wakil presiden Ma’ruf Amin/Net

Detikriau.org – Kehadiran Ketua Umum (nonaktif) Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin dinilai gagal mendongkrak elektabilitas calon presiden petahana Joko Widodo di kalangan umat Islam.

Ini terbukti dengan jumlah peserta Reuni Akbar Mujahid 212  di Monumen Nasional, Minggu (2/12) yang membludak.

dilansir dari rmol.co, Analis Politik Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai bahwa umat Islam yang tergabung dalam alumni 212 masih menilai Jokowi tidak berpihak pada umat. Mereka masih menganggap pemerintah melakukan kriminalisasi terhadap ulama.

Dengan kata lain, kata Pangi, alumni 212 mengesampingkan kehadiran Ma’ruf Amin sebagai cawapres pendamping Jokowi.

“Orang itu melihat capres, kalau cawapres kan ‘ban serep’. Nggak ngaruh banget. Siapa presidennya. Jadi bisa saja KH Ma’ruf sebagai cawapres nggak punya efek dongkrak elektabilitas Jokowi,” tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (3/12).

Pangi juga menilai bahwa selama ini, Ma’ruf gagak mengonsolidasikan umat Islam. Terbukti, umat masih solid di barisan pendukung Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

“Karena sikapnya (Prabowo) terhadap umat dianggap berpihak dan empati pada umat semakin lama semakin membesar. Gerakan ini (Reuni Akbar Mujahid 212) semakin menggembosi elektabilitas Jokowi,” pungkasnya.




Tolak Minta Maaf ke Jokowi, Bahar bin Smith: Lebih Baik Dipenjara

Bahar bin Smith. foto/instagram

Jakarta – Penceramah Muhammad Bahar bin Smith secara tegas menolak untuk meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait pernyataannya dalam video yang dianggap menghina Jokowi.

“Minta maaf? Saya mengatakan Jokowi presiden banci karena waktu aksi 411, jutaan umat Islam mendatangi depan Istana untuk bertemu dengannya untuk meminta keadilan penegakan hukum. Dia sebagai presiden malah lari dari tanggung jawab dan lebih memilih urusan yang tidak penting,” kata Bahar saat dihubungi, Sabtu, 1 Desember 2018 melansir dari Tempo.co

Sebelumnya, tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin meminta agar Bahar memohon maaf kepada Jokowi apabila ingin menyelesaikan secara kekeluargaan.

Ucapan Bahar yang dianggap menghina Jokowi. Dalam kasus ini, ada dua laporan yang ditujukan kepada Bahar Smith. Laporan tersebut ada di Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Laporan di Bareskrim dibuat oleh pelapor La Komaruddin dengan nomor LP/B/1551/XI/2018/Bareskrim tertanggal 28 November 2018. Sedangkan di Polda Metro Jaya, Bahar dilaporkan oleh Calon Legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid yang tercatat dengan nomor TBL/6519/XI:2018/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 28 November 2018.

Dalam video yang dijadikan bukti oleh para pelapor, Bahar mengatakan, “Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu.”

Bahkan, secara terang-terangan, Bahar bin Simth menyatakan dirinya lebih memilih untuk mendekam di penjara jika terbukti bersalah daripada harus meminta maaf kepada Jokowi. “Kalau mereka mendesak saya minta maaf, maka demi Allah saya lebih memilih busuk dalam penjara daripada harus minta maaf,” kata dia.




Sumpah Reuni 212 ke Habib Rizieq: Agar Syariat Allah Berdaulat di RI

Peserta Reuni 212 (Ari Saputra)

Jakarta – Ketua Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath memimpin massa peserta Reuni 212 mengucapkan sumpah di bawah komando Imam Besar Habib Rizieq Syihab. Habib Rizieq dianggap telah memperjuangkan bangsa secara konstitusional.

dikabarkan detikcom, Al Khaththath mengajak mujahid 212 yang siap mengikuti komando Habib Rizieq untuk berdiri. Ia tidak mempermasalahkan apabila ada peserta yang menolak ajakan itu.

“Saya minta semua untuk sumpah berjuang kepada Habib Rizieq. Yang setuju, silakan berdiri. Para tokoh maju ke depan. Yang nggak mau berjuang bersama Habib Rizieq, nggak apa-apa. Mari ikhlaskan diri kita untuk berjuang bersama Habib Rizieq ikuti apa yang saya bacakan,” ujar Al Khaththath di depan massa di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018).

“Kami para mujahid 212 dengan spirit 212 kami bertekad untuk berjuang bersama komando ulama di bawah pimpinan imam besar umat Islam, Habib Muhammad Rizieq Syihab dalam memperjuangkan aspirasi dan hak-hak umat Islam secara konstitusional dan meninggikan kalimat tauhid demi kejayaan negara kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Para peserta mengikuti apa yang disampaikan Al Khaththath. Mereka siap mengerahkan tenaganya untuk berjuang.

“Untuk itu, kami para mujahid 212 siap berjuang mengerahkan segenap potensi yang kami miliki agar syariat Allah Yang Maha Kuasa berdaulat di NKRI. Semoga Allah SWT menjadi saksi dari apa yang kami ucapkan,” kata Al Khaththath diikuti mujahid 212.