Ketua Komnas PA Rekomendasikan Hukuman Mati Bagi Pelaku Mutilasi di Kab Siak

meredekaJakarta (detikriau.org) – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait merekomendasikan hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati bagi pelaku kejahatan seksual dan mutilasi di Kabupaten Siak, Riau.

“Tuntutan pokoknya Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup, bahkan hukuman mati kecuali satu tersangka yang masih dibawah umur,” ujar Arist dikutip detikriau.org melalui inhilah.com, Sabtu (23/8/2014).

Diketahui terdapat empat pelaku yang kini sudah diamankan diantaranya berinisial MD (20), DD (19), DP (17) dan S (24). Mereka telah melakukan kejahatan yang terencana dan secara berulang-ulang.

Bahkan Arist menegaskan kasus kejahatan seksual yang disertai kasus mutilasi ini menjasi kejahatan kemanusiaan luar biasa. Karena itu pihaknya merekomendasikan jerat pidana hukuman berat terhadap para pelaku.

“Pemerintah daerah tidak boleh diam terhadap peristiwa ini karena Riau sudah masuk darurat kejahatan seksual terhadap anak,” tambahnya.

Sebelumnya. berdasarkan keterangan para pelaku dihadapan Arist Merdeka Sirait dalam kunjungannya ke Siak pada Kamis 14 Agustus 2014 yang lalu, mereka mengaku telah menguliti bahkan menjual daging manusia itu pada beberapa warung makan (lapo) di Kota Perawang, Siak, Riau. Namun, mereka mengaku, daging tersebut tidak dijual dalam ukuran kilogram.

“Biasa dijual per satu kantong plastik dan dijual dengan harga Rp30 ribu. Pada pemilik warung, mereka bilang itu adalah daging sapi atau daging biawak,” ungkap Arist memberikan keterangan saat itu

Pelaku MD dan S, kata Arist adalah otak di balik penjualan daging manusia itu pada pemilik warung. Tindakan itu diketahui sudah dilakukannya sejak 2014.(dro)

 




Perbaiki Motor, Pelaku Mutilasi Jual Daging Korbannya Rp 30 Ribu

263709_empat-tersangka-pembunuhan-sadis-riau_663_382SIAK (detikriau.org) – Dihadapan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, pelaku mutilasi di Kabupaten Siak mengaku menjual daging korbannya Rp 30 ribu di warung makan kota perawang. (ahad (17/8/2014)

Difasilitasi Polres Siak, Arist Merdeka Sirait bertemu empat orang yang diduga pelaku pembunuhan, MD (16), DP (16), DD (19), dan S (22) yang juga telah memutilasi enam orang anak di bawah umur dan seorang dewasa.

Berdasarkan keterangan para pelaku pada Komnas PA pada Kamis 14 Agustus 2014, mereka mengaku telah menguliti bahkan menjual daging manusia itu pada beberapa warung makan (lapo) di Kota Perawang, Siak, Riau. Namun, mereka mengaku, daging tersebut tidak dijual dalam ukuran kilogram.

“Biasa dijual per satu kantong plastik dan dijual dengan harga Rp30 ribu. Pada pemilik warung, mereka bilang itu adalah daging sapi atau daging biawak,” ungkap Arist saat dihubungi VIVAnews, Jakarta, Minggu 17 Agustus 2014.

Pelaku MD dan S, kata Arist adalah otak di balik penjualan daging manusia itu pada pemilik warung. Tindakan itu diketahui sudah dilakukannya sejak 2014.

Saat ditanyakan pemilik warung untuk apa daging itu dijual, para pelaku beralasan, uang itu akan digunakan untuk memperbaiki motor.

Ketika ditanyakan apakah pemilik warung mengetahui yang dijual adalah daging manusia, Arist menjawab singkat. “Waktu saya ke sana, warung itu kebetulan sedang tutup. Jadi, polisi dan tim investigasi Komnas PA masih mengikuti perkembangan selanjutnya,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, keempat pelaku dalam aksinya tidak langsung membunuh korban. Mereka melakukan pelecehan seks pada korban lebih dulu.

Jenazah korban pun ditemukan sudah dalam bentuk tulang belulang. Diduga tindak kejahatan itu telah dilakukan mereka selama satu tahun.

Dalam kasus ini, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Ancaman hukumannya adalah pidana mati atau seumur hidup.




Terduga Pelaku Pembakar Alat Berat yang Paling dicari Menyerahkan Diri

Jubir MPI (kanan) bersama robert (kiri baju putih)
Jubir MPI (kanan) bersama robert (kiri baju putih)

Tembilahan (detikriau.org) – Rabu (13/8/2014), Masyarakat Peduli Inhil (MPI) kembali mendampingi salah seorang terduga tindakpidana pembakaran dan pengrusakan alat berat milik PT SAL, Effendi alias Robert untuk menyerahkan diri ke kantor Mapolres Inhil.

Menurut penjelasan Jubir MPI, Tengku Suhandri Abdullah, kesediaan Robert untuk mempertanggungjawabkan apa yang dituduhkan kepada dirinya merupakan kehenndak dirinya secara pribadi.

Berdasarkan informasi yang diterimanya menurut comel, panggilan akrab jubir MPI ini, Robert masuk dalam daftar terduga yang sangat diburu kepolisian. Robert dikabarkan menjadi otak penggerak massa untuk melakukan aksi pembakaran.

“Alasan ini menurut Robert yang mengharuskan ia menyerahkan diri ke kepolisian. Ia ingin menjelaskan bahwa apa yang dituduhkan kepada dirinya itu tidaklah benar,” Kata Comel menuturkan pengakuan Robert kepada dirinya

Robert sendiri dikatakan Comel adalah orang kelima yang menyerahkan diri yang diantar dan didampingi oleh MPI. Sekali lagi ia sangat berharap kesediaan terduga untuk menyerahkan diri secara sukarela ini dapat menjadi pertimbangan pihak kepolisian.(Ahmad Tarmizi)




MD Kabarnya Ngaku Jual Daging Manusia Ke Warung Tuak

gbr ilustrasi
gbr ilustrasi

SIAK (detikriau.org)  – Tidak cukup hanya dimutilasi, MD, pelaku utama kasus pembunuhan berantai di Kabupaten Siak Provinsi Riau dikabarkan juga mengaku bahwa daging korbannya dijual kepedagang tuak untuk dijadikan tambul (panganan dari daging untuk menemani minum tuak. Red)

Bahkan menurut kabar pengakuannya juga, hanya bagian kemaluan korban yang dibawa pulang untuk dijadikan sop dan digoreng. Katanya untuk penambah kejantanan pria.

Menurut kabarnya juga, setelah membunuh korban, dia mengulitinya. Daging  korban kemudian dicincang dengan parang. Untuk kemaluan korban, dia memotongnya dengan pisau carter.

Kapolres Siak AKBP Dedi Rahman Dayan, Sik Msi mengaku pihaknya tengah melakukan penelusuran akan kebenaran terkait isu perdagangan daging manusia dari tubuh korban mutilasi tersebut.

“Kita tidak pernah memberikan pernyataan pengakuan tsk tentang daging korban yang dijual ke lapak tuak. Kita minta waktu untuk mengungkap kasus ini,” Jawab mantan Kapolres Inhil ini melalui sambungan selular

Kabar keterangan MD soal menjual daging manusia ini juga dibantah oleh Wakapolres Siak, Kompol Arief Fajar. Menurut Arief keterangan MD tidak bisa sepenuhnya dipercaya.

“Jangan percaya omongan dia (menjual daging manusia ke warung tuak-red). Hari ini ngomongnya gini, besok sudah berubah. Jadi jangan percaya soal jual daging manusia itu,” kata Arief Fajar

Korban yang telah dibunuh MD sebanyak 6 orang. Dari jumlah itu 5 di antaranya anak-anak usia 9 dan 10 tahun. Dan satu orang dewasa usia 40 tahun. (dro)




Terduga Pembantai Balita Jeanette Berasal dari Kecamatan Enok

donaculikTembilahan (detikriau.org) – Yulia alias Dona (19) yang menjadi tersangka pelaku pembunuhan balita Jeanette Gracya Candrio (1,4) di Pekanbaru beberapa waktu lalu sempat diketahui ikut memilih dalam pemilu Legislatif di Kabupaten Inhil. Warga asal Kecamatan Enok ini tinggal bersama suaminya disebuah rumah kontrakan di Jalan H Arief Lorong Belida Parit 10 Kecamatan Tembilahan Hulu 

“Yulia dan suaminya, Saparuddin memang membuat KTP disini, ia diketahui berasal dari Kecamatan Enok. Dan bahkan saat Pemilu Legislatif lalu, ia dan suaminya ikut mencoblos, tapi saat Pilpres mereka sudah tidak ikut mencoblos lagi,”Sampaikan KEtua RT setempat, harmizan kemaren di Tembilahan

Ditambahkan Harmizan, suami Yulia bekerja sebagai penjual ikan di pasar pinggir Jalan H Arif Tembilahan Inhil, selama tinggal ditempat tersebut hubungannya dengan masyarakat baik dan cukup sopan dengan tetangga.

“Ia dan suaminya hanya enam bulan tinggal dengan mengontrak rumah dan membuat ktp juga alamat rumah kontrakan itu,” Tambahnya.

Menurut penyampaian suami korban kepada Harmizan, ia tidak mengetahui saat Yulia meninggalkan rumah. Yulia hanya menelepon suaminya setelah dalam perjalanan meninggalkan Tembilahan dan menyampaikan akan mencari pekerjaan di Pekanbaru.

“Saat pergi dari sini mereka tidak pernah melapor,” Tandas harmizan.(ahmad Tarmizi)




Mabuk, tukang jahit sepatu tancap keris kepunggung juru parkir

Korban saat berada di RSUD PH dengan kondisi bagian punggung masih tertancap sebilah keris
Korban saat berada di RSUD PH dengan kondisi bagian punggung masih tertancap sebilah keris

Tembilahan (detikriau.org) – Diduga hilang kesadaran akibat minuman beralkohol, Andi, penjahit sepatu tega menghujami sebilah keris kepunggung Isuf (30), juru parkir, warga jalan Pelita Jaya Gang Pelita 9 Kecamatan Tembilahan Hulu. Padahal sebelumnya, keduanya tampak bersama-sama menegak minuman haram itu.

Berdasarkan keterangan Kapolsek KSKP, Iptu Faisal kepada detikriau.org Ahad(22/6/2014) kronologis kejadian berawal sekira pukul 14.30 wib di TKP jalan Jendral Sudirman Samping Pos Lantas. korban dan pelaku bersama – sama asyik menegak minum-minuman keras.

Entah apa sebabnya, korban dan pelaku betengkar mulut hingga terjadi perkelahian., kemudian tiba – tiba pelaku mengambil sebilah Pisau berbentuk seperti keris dari dalam Jok Ranmor R2 milik saksi bernama MARJUKI dan kemudian pelaku menikam korban dari arah belakang sehingga korban mengalami luka tusukan sebanyak 2 kali di bagian bahu kiri belakang dan dibagian punggung sebelah kiri.

“saat itu korban masih sadar namun pisau masih tertancap di punggung sebelah kiri korban dan korban langsung dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan, namun karena tidak terdapat dokter bedah akhirnya korban dirujuk ke rumah sakit Umum Rengat guna perawatan medis”. Ujarnya

menurut keterangan teman korban Muhammad Hanafi, warga Pelita Jaya IV yang membawa korban kerumah sakit Umum Puri Husada mengakui bahwa dirinya tidak mengetahui apa penyebab kejadian tersebut

“Saya tidak tahu apa penyebabnya, saya hanya melihat abang itu meminta tolong sama saya,” ujarnya saat berada di RSUD Puri Husada Tembilahan

Pantauan dilapangan, korban dibawa ke Rengat menggunakan mobil ambulance RSUD Puri Husada sekira pukul 16.55 Wib setelah mendapatkan penanganan pertama dari Dr Anisa Musa, kondisi korban terlihat melemah dengan sebilah pisau yang masih tertancap dipunggungnya.
Sementara itu pelaku yang diketahui bernama Andi sudah diamankan pihak kepolisian untuk dilakukan proses lidik. (Ahmad Tarmizi)