POLSEK RETEH RINGKUS BURON NARKOBA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jajaran Mapolsek Reteh berhasil menangkap seorang buron kasus narkoba, Syh (38) setelah sempat melarikan diri selama 2 hari.

“Benar, kemaren, rabu (13/6) tsk yang bertempat tinggal di Jalan SMP Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh, kembali ditangkap oleh jajaran kepolisian Mapolsek Reteh,” Ujar Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.ik, M.Si melalui Paur Humas, Ipda Agus Sihombing kepada detikriau.org, Kamis (14/6)

Buronnya tsk kasus narkoba ini ditambahkan Paur Humas, setelah sebelumnya,  Senin (11/6) sekira pukul 14.00 Wib, berhasil ditangkap oleh jajaran Mapolsek Reteh di jalan Riau Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh. Dari hasil penggeledahan, di dalam kotak rokok merk sampoerna mild milik tsk yang masih berisi 5 batang rokok juga ditemukan sebuah bungkus plastik bening yang berisikan 2 buah pipet plastik berwarna putih, 1 buah tabung kaca serta 1 paket kecil narkoba jenis sabu-sabu.

“Usai penggeledahan, tsk tidak mengakui barang bukti itu adalah miliknya namun saat akan dilakukan upaya untuk menyelidiki jaringannya, tsk berhasil melarikan diri. “Jelas Paur Humas. (fsl)




POLSEK RETEH AMANKAN SEORANG PENGEDAR SABU-SABU

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jajaran Mapolsek Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), hari ini, senin (11/6) sekira pukul 15.00 Wib di TKP jalan sukajadi parit 3 kelurahan pulau kijang kecamatan Reteh berhasil mengamankan seorang pengedar narkoba. Hasil penggeledahan dari kediaman tersangka didapatkan 5 paket kecil sabu-sabu.

 

Menurut penjelasan Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK, M.Si, melalui Paur Humas, Ipda Agus Sihombing, TSK, AG (31) memang sudah cukup lama menjadi target operasi.”Begitu mendapatkan informasi keberadaan TSK, anggota polsek Reteh langsung meluncur ke TKP. Dari hasil pengembangan dilanjutkan dengan penggeladahan di kediaman TSK di Jalan Penunjang Parit 3 Kelurahan Pulau Kijang berhasil diamankan 5 paket kecil narkoba jenis sabu-sabu,” Ujar Paur Humas.

 

Saat ini, Pelaku beserta Barang Bukti telah diamankan di ruang tahanan mapolsek reteh untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.(fsl)




NARKOBA, 2 WARGA TEMBILAHAN DI CIDUK

Salah Satu TSK Bekerja Sebagai Tenaga Honorer PLN Rayon Tembilahan.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Satuan Narkoba Polres Inhil, Ahad (10/6) sekira pukul 18.15 Wib berhasil mengamankan dua orang warga Tembilahan Kota. Kedua TSK ini ditahan akibat tindak pidana penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.iK, M.Si melalui Paur Humas, Ipda Agus Sihombing, informasi mengenai kedua Tsk ini didapatkan melalui keterangan masyarakat.

“Begitu menerima informasi, satuan narkoba langsung meluncur. Di TKP pertama di jalan H. Said Lr Barito, tsk Rid alias Iw (32) yang saat itu sedang mengendarai kendaraan roda dua merk Kawasaki Ninza Nopol BM 5637 ZM berhasil diamankan dan ditangannya di dapati 2 paket kecil psikotropika jenis sabu-sabu.” Terang Paur Humas kepada detikriau.org. Senin (11/6)

Ditambahkan Paur Humas, dari keterangan Iw, tenaga honorer Rayon PLN Tembilahan ini diketahui bahwa 2 paket barang haram itu dibelinya dari JG (27) Kasir Wisma Inhil warga jalan Imam Bonjol Parit 11 Tembilahan Kota. “kemudian JG berhasil ditangkap di jalan H. Arif Kecamatan Tembilahan Hulu. Kedua TSK berikut Barang Bukti kini sudah diamankan di Mapolres Inhil.” Pungkas Paur Humas. (fsl)




RUSUK DIHUJAM BENDA TAJAM, WARIA RUBUH BERSIMBAH DARAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Nasib menggenaskan dialami Amat (30) seorang warga Tembilahan yang berasal dari Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuindra. Waria dengan postur tubuh tinggi besar ini rubuh bersimbah darah dengan sebuah luka tusukan senjata tajam di rusuk bagian kiri tubuhnya. Keluarga berharap agar pihak kepolisian dapat mengungkap kasus terbunuhnya anak ke-5 dari 11 bersaudara ini.

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian Polres Indragiri Hilir, pagi, selasa (5/6), pihak kepolisian menerima laporan dari seorang warga yang bernama Maya. Menurut keterangan pemilik WS Ponsel dilantai satu Gemilang Plaza jalan Jendral Sudirman Tembilahan ini, saat akan membuka kios usahanya sekira pukul 7.00 Wib ia menemukan sesosok tubuh terbaring didepan kios. Ketika diamati dengan teliti, dari tangan korban yang mendekap bagian rusuk tubuh sebelah kiri terlihat banyak darah yang masih terlihat segar. “Kita langsung menurunkan petugas untuk memeriksa apa yang dilaporkan. Di TKP kita mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” Terang Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.iK, M.Si melalui Kasad Reskrim Polres Inhil, AKP Edy Munawar saat dimintai komfirmasi diruang kerjanya, Selasa (5/6).

Dijelaskan AKP Edy Munawar lebih lanjut, berdasarkan penyelidikan, diperoleh informasi, Selasa dinihari (5/6) sekira pukul 02.00 Wib, Tersangka terlihat minum-minum dengan 4 orang yang diduga kenalannya yang berinisial, I, y, jm dan ij. “Keempat orang ini yang kita duga mengetahui apa yang terjadi di malam yang menewaskan Amat. Tim buser kita sedang berusaha untuk menemukan ke empat orang ini. Hanya saja tentunya diperlukan kehati-hatiakn karena kita tidak mau salah tangkap. Yang jelas kita masih terus kumpulan berbagai informasi untuk mengungkap siapa pelaku dan apa penyebab terjadinya tindak Kriminal ini,” Kata AKP Edy Munawar lagi.

Menurut keterang rekan korban, Waria yang mengakui bernama Neni, dalam bergaul, korban cukup ramah dan bersahabat. Ia bahkan menegaskan bahwa selama ini korban sepengetahuannya tidak mempunyai musuh.”Ia tidak pernah berbuat yang macam-macam. Pokonya baiklah,” Sebut Neni yang saat itu ditemani oleh beberapa orang Waria ketika sempat ditemui detikriau.org di depan Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan, Selasa (5/6).

Hasanuddin, Kepala Desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra berharap agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus yang menewaskan saudara sepupunya ini. “Apapun profesinya tentunya ia juga manusia. Saya berharap semua pihak tidak mendiskreditkan persoalan ini. Kepada pihak Kepolisian, sebagai keluarga tentunya kita sangat berharap agar kasus ini dapat segera terungkap.” Pinta Hasanuddin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Visum pihak kedokteran RSUD PH, korban meninggal diakibatkan luka tusukan senjata tajam. Hari itu juga pihak keluarga langsung membawa jenajah korban kekampung kelahirannya di Desa Sungai Bela untuk dikebumikan sebagaimana mestinya.(fsl)




ASYIK BERMAIN BADMINTON, ALWI DISERANG OTK

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Nasib sial dialami oleh M.Alwi warga Desa Sungai Laut Kecamatan Tanah Merah, pasalnya ketika dirinya sedang berolahraga badminton bersama anaknya, di TKP gedung badminton Desa Sungai Laut Kamis (31/5) sekitar pukul 12.00 WIB, tiba-tiba di datangi oleh seorang laki-laki dan langsung menikam dirinya dengan senjata tajam berupa badik, akibat serangan ini korban mengalami luka lecet pada bagian bawah dagunya.

Beruntung pada peristiwa tersebut, tidak terjadi korban jiwa sebab M. Alwi bisa mengelak dari serangan mendadak yang sudah dilayangkan oleh pelaku. Setelah berhasil menangkis senjata tajam yang mengancam nyawanya dengan sebuah raket yang ada ditangannya, korban bersama anaknya berhasil lari untuk mengamankan diri meninggalkan TKP

“Setelah lolos dari serangan pelaku yang menggunakan senjata tajam berupa badik, korban langsung lari bersama anaknya. Sesampainya diluar gedung korban langsung mengunci pintu gedung dari luar, sehingga pelaku terkunci didalam gedung tersebut” kata Kapolsek Tanah Merah AKP Ilham Merbau   Kamis (31/5)

Kemudian korban melaporkan kejadian yang sudah dialami ke Kapolpos Desa Sungai Laut yang tidak jauh dari TKP. Barulah suasana dilokasi kejadian agak sedikit heboh apalagi diketahui korban mengalami luka gores

Beberapa menit kemudian setelah ada laporan dari masyarakat, Anggota Kapolpos Desa Sungai Laut langsung mendatangi TKP, kebetulan pelaku pada saat itu masih tersekap didalam gedung badminton karena tidak bisa keluar akibat dikunci

“Pelaku yang masih berada didalam gedung berhasil di amankan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatan yang sudah dilakukan, pelaku dibawa ke Mapolsek Tanah Merah untuk menjalani pemeriksaan”tambah Kapolsek

Hingga berita ini ditulis menurut Kapolsek Tanah Merah AKP Ilham Merbau, bahwa pelaku diduga mengalami depresi sebab saat ditanya oleh penyidik siapa nama pelaku dan apa motifnya hingga berbuat nekat, pelaku masih belum bisa menjawab dan hanya terdiam diri.

“Diduga pelaku masih mengalami depresi, karena saat di introgasi oleh petugas penyidik hanya bisa berdiam diri, sedangkan untuk korban sudah di ambil visumnya oleh petugas medis atas luka lecet yang dialaminya” tegas AKP Ilham Merbau. (dro)




AKSI PELARIAN KAWANAN RAMPOK GUNTUNG BERAKHIR.

2 Hari Buron, Rp. 164 juta Ludes

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pelarian 6 kawanan rampok yang beraksi di Jalan Yos Sudarso Pelabuhan Lama Sungai Guntung Kecamatan Kateman pada Senin (21/5) sekitar pukul 08.30 WIB yang lalu berakhir sudah. Kawanan rampok ini diringkus oleh Jajaran Mapolres  Muaro Jambi Provinsi Jambi pada rabu pagi (23/5) yang lalu.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si Melalui Kasad Reskrim Polres Inhil, AKP Edy Munawar, SH menuturkan bahwa penangkapan terhadap para kawanan perampok bersenjata api tersebut, berkat adanya jalinan kerjasama yang baik antara Mapolres Indragiri Hilir dengan Mapolres Muaro Jambi.

“Benar, enam kawanan rampok yang beraksi di Kateman senen (21/5) yang lalu, Rabunya (23/5) sudah berhasil diringkus setelah sebelumnya dilakukan koordinasi antara Polres Inhil dan Polres Muaro Jambi” ujar Kasad Reskrim yang saat itu didampingi Kabag Op Polres Inhil, Kompol Sugeng Harianto, SH, ketika dikomfirmasi diruang kerjanya, Senin (28/5)

Dijelaskan Kasad Reskrim, setelah diterima laporan aksi kawanan rampok yang menggasak korbannya senilai Rp. 220 juta di guntung dan berhasil melarikan diri, Polres Inhil langsung membentuk tim terpadu untuk melakukan pengejaran. Dalam pelarian, dari guntung mereka beberapa kali singgah dibeberapa desa kemudian langsung ke Kuala Tungkal.”Dalam pengejaran kita terus lakukan koordinasi dengan Kepolisian Polda Jambi karena Provinsi ini sasaran pelarian yang terdekat. Akhirnya, kawanan rampok ini berhasil diringkus di Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Setelah dilakukan  koordinasi antara kapolres muaro jambi dengan kapolres inhil, keenam tersangka kita jemput.”Terang Kasad Reskrim.

6 orang komplotan perampok yang kini sudah diamankan di Tahanan Mapolres Inhil adalah  BG (42) warga Kecamatan Muara Luang Provinsi Sumatra Selatan, kemudian AA (30) warga Desa Tunas Kecamatan Indra Laya Propinsi Sumatra Selatan, dan AS (43) warga Desa Rantau Panjang Kecamatan Tanjung Raja Provinsi Sumsel

Selanjutnya SN (31) warga Desa Serdang Menang Kecamatan Sira Pulau Padang Kebupaten Ogan Komering Provinsi Sumsel, kemudian MI (34) warga Desa Lubuk Sakti Kecamatan Indra Jaya Sumatra Selatan dan terakhir JL (46) warga Arya Gang Pinan RT.02 RW.10 Ciputat Tangerang Selatan Jakarta.

Bersama tersangka juga berhasil diamankan sebagai barang bukti yakni, Uang tunai senilai Rp. 56 juta, 3 pucuk senpi rakitan, 2 buah senjata tajam, 6 buah Handphone, Amunisi aktif sebanyak 12 buah dan 1 buah selonsong peluru. Keenam pelaku akan dijerat sanksi pasal 365 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara. (fsl)