Jasad Bayi Ditemukan di Pembungan Sampah

sosok mayat bayi perempuan yang ditemukan di TPA sungai Beringin Tembilahan.TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga parit 19 tepatnya di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan, jum’at (21/12) sekira pukul 15.00 wib dikagetkan dengan penemuan sesosok mayat bayi perempuan. Jasad bayi malang tersebut ditemukan berbungkus baju singlet  dan mukena berwarna putih.

“Awalnya saya tidak mengira kalau isi plastik itu adalah mayat bayi, saya sungguh kaget. Sontak saat itu juga saya melaporkannya kepada warga sekitar,” Ujar pekerja pengangkut sampah penemu mayat bayi, Minan memberikan kesaksian.

Setelah melihat temuan tersebut, masyarakat segera melaporkan kepada pihak kepolisian setempat. Kemudian oleh petugas, mayat bayi malang tersebut dibawa ke Rumah sakit Puri Husada Tembilahan untuk di visum dan selanjutnya dikebumikan.

Penemuan ini dibenarkan oleh Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan Sik, M.Si  melalui Kasat Reskrim AKP Kurnia Setiawan, “Benar telah ditemukan sesosok mayat bayi perempuan oleh salah seorang pekerja di TPA Parit 19, dan selanjutnya mayat bayi tersebut kita bawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk di visum. Termasuk kita juga sudah mengamankan barang bukti berupa satu lembar kaos singlet warna putih, mukena  warna putih dan kantong plastik warna kuning, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang membuang bayi malang tersebut.” Jawab Kasad Reskrim. (dro/*0)




Merasa Terancam dan Dirugikan, Kuasa Direktur CV Surya Indragiri Akhirnya Polisikan Kades Sungai Bela

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Merasa terancam dan dirugikan, Kuasa Direktur CV Surya Indragiri, Yudhi Artha akhirnya melaporkan Kepala Desa Sungai Bela, Hasanuddin, SH ke pihak kepolisian.

Dijelaskan Yudhi, laporan ini terpaksa harus disampaikannya disebabkan ia merasa pengerjaan pembangunan SD 018 Desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra terancam tidak bisa diteruskan dan gagal dikarenakan pekerja tidak merasa aman disebabkan adanya ancaman dari Kepala Desa.

“Setelah berbagai macam tingkah polah yang menyebabkan beberapa kali tertundanya pekerjaan. Belakangan Kades dengan terang-terangan telah melarang pekerja saya untuk meneruskan pekerjaan. Bahkan ia mengatakan siapa saja yang berani melanjutkan pekerjaan nantinya akan berhadapan dengannya. Karena tidak mau mengambil resiko, pekerja saya memilih untuk pulang dan menghentikan pekerjaan. ”Ungkap Yudhi Artha

Ditambahkan Yudhi, keputusan Kades untuk melarang melanjutkan pekerjaan dengan alasan tidak cukupnya waktu disertai ancaman, dinilainya sebagai tindakan berlebihan dan sebuah bentuk pelanggaran hukum. “Ini yang menjadi sebab saya merasa harus melaporkan kepada pihak kepolisian. disamping merasa tidak aman dikarenakan adanya ancaman, tindakan Kades juga telah menimbulkan kerugian buat saya.” Kesal  Yudhi.

Dari pantauan detikriau.org, kehadiran Yudhi Artha di Mapolres Inhil, Senin (27/11) sekira pukul 20.15 Wib didampingi oleh Kuasa Hukumnya, Zainudin Acang, SH dan laporan diterima oleh petugas SPKT Polres Inhil, Bripka Dasril. (dro/*0)




Pecatan Marinir Merampok, Hendro Akhirnya Tewas dalam Perjalanan ke Pekanbaru

Berakhir sudah catatat kelam Hendro. Bukan karena tobat, namun pecatan Marinir yang sesat dan jadi rampok sadis tersebut tewas saat dalam perjalanan dari Tembilahan ke Pekanbaru.

PEKANBARU -Hendro (45), disertir Marinir Angkatan Laut yang menjadi tersangka perampokan toko emas di Kecamatan Air Molek Kabupaten Indragiri Hulu akhirnya meninggal dunia.

Pria yang diduga terlibat dalam aksi puluhan perampokan toko emas di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa ini menghembuskan napas terakhirnya di mobil ambulan ketika hampir sampai ke Pekanbaru, Sabtu (17/11) sekitar pukul 03.15 WIB.

Sebelumnya diketahui, Hendro berusaha melarikan diri saat penangkapan dilakukan oleh Kanit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Riau, Kompol Sapta Maulana Marpaung SIK di rumahnya di Jalan Suhada, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir.

Selain melarikan diri, dengan dua pistol di tangan yaitu FN 45 dan Colt 38, Hendro terlibat baku tembak dengan petugas sehingga salah seorang dari tim polisi yaitu Brigadir Aulia Harahap tertembak di bagian pelipis. Namun Aulia berhasil diselamatkan dan sedang menjalani perawatan di RS Puri Husada Tembilahan. Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, AKBP Onny Trimurti membenarkan hal ini.

‘’Tersangka meninggal dunia dalam perjalanan dari Tembilahan ke Pekanbaru setelah baku tembak dengan anggota Polisi. Tersangka roboh setelah tertembak,’’ kata Onny.

Ditanya apa dugaan sementara penyebab kematiannya, Onny mengatakan kehabisan darah. ‘’Dan tembakan mengenai syaraf-syaraf vital,’’ ujar Onny.

Sementara berdasarkan cerita Kanit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Riau, sebelum dibawa ke Pekanbaru, dokter dari Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan sempat memberi pertolongan pertama terhadap tersangka. Dalam perjalanan, penyidik polisi sempat memberi beberapa pertanyaan terkait beberapa aksi rampok yang pernah dilakukannya. Namun beberapa jawaban dari tersangka dinilai tidak jujur. ‘’Sudah hampir mati begini tidak mungkin saya bohong,’’ ujar Sapta menirukan pembicaraan terakhir dengan tersangka.

Bahkan menurut Sapta, dalam perjalanan tersebut tersangka sempat bergurau dan tertawa dengan tim polisi yang menangkapnya. ‘’Waktu itu semua sudah lelah. Saat kami sampai di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru, dokter yang memeriksa mengatakan tersangka sudah meninggal, diduga belum lama,’’ kata Sapta.

Mayat Hendro saat ini masih berada di RS Bhayangkara Polda Riau. Sebelum nantinya diizinkan diambil pihak keluarga, aparat perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Tiga Tersangka Masih Diburu

Sementara itu, polisi masih memburu tiga tersangka lainnya yang ikut terlibat dalam aksi perampokan di Kecamatan Air Molek dan diduga sudah melarikan diri berpencar. Mereka ditengarai juga ikut dalam beberapa kali perampokan bersama-sama dengan tersangka.

‘’Hasil kerja keras saya dan tim selama hampir dua bulan ada hasilnya. Walaupun kami memburu tersangka sampai ke Lampung, Palembang dan Jambi, akhirnya pemimpin perampok di Air Molek itu tertangkap,’’ kata Sapta.***rtc

 




6 Perampok Tewas Diterjang Peluru Polisi di Inhu

Perang terhadap kawanan rampok juga dilakukan jajaran Polres Inhu. Dalam sebuah baku tembak, enam perampok tewas diterjang peluru aparat.

RENGAT–Jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) dibawah pimpinan Kasat Reskrim Polres Inhu AKP Dody M Kusuma, berhasil menembak mati enam pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) di Desa Gumanti Kecamatan Peranap.

Keenam perampok tersebut, ED (38) , SD (40) , JM (42) , IS (37) AR (34) dan SR (38) ditembak mati pada Ahad (18/11/12) disaat akan merampok salah satu pengusaha kelapa sawit. Dimana sebelumnya sempat terjadi baku tembak antara pelaku dengan personil Polri sejak pukul 03.00 Wib hingga pukul 07.30 WIB dalam operasi penggerebekan yang dilakukan jajaran Polres Inhu.

Kepada wartawan, Kapolres Inhu AKBP. Hermansyah didampingi Wakapolres Inhu Kompol. Rommel Hutagaol dan Kapolsek Peranap AKP. Ben Hardi mengungkapkan, keberadaan enam pelaku curas ini sudah di intai dan diikuti polisi sejak seminggu yang lalu. Pada saat penggerebekan yang berlangsung subuh, para pelaku melepaskan tembakan kearah petugas. “Dua kali letusan senjata api ditembakan terlebih dahulu kearah petugas yang akan melakukan penggerebekan, dalam baku tembak itu akhirnya enam pelaku berhasil ditembak mati, “ ujarnya.

Dalam penggrebekan ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit senjata api rakitan, dua unit senjata api jenis air Softgun, 13 butir amunisi, beberapa buah sebo, lakban, plastik serta dua unit sepeda motor.

Ditambahkanya, dalam operasi penggerebekan ini tidak ada korban dari personil Polri dan masyarakat setempat. Hal ini disebakan lokasi TKP jaraknya jauh dengan rumah penduduk. “Hasil pengembangan sebelumnya, para pelaku sudah dua minggu bertempat tinggal di daerah tersebut,“ tandasnya. Pihak Polres Inhu masih mendalami ada tidaknya keterlibatan komplotan ini dengan perampok toko emas di air Molek, “ kita akan terus dalami hal tersebut,” tegasnya.

Hingga saat ini keenam jenazah pelaku perampokan ini, sudah berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat, Pematang Reba. Guna dilakukan visum et repertum.(rtc)




DPO Dikenal Pendiam dan Berjiwa Sosial

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – “Hendro Alias Suryadi (HD)” DPO yang berhasil dilumpuhkan petugas dalam aksi baku tembak di Jalan Suhada II Kecamatan Tembilahan Hulu diketahui warga sudah menempati rumah kontrakannya sejak 6 bulan yang lalu. Warga mengaku tidak mengetahui siapa HD karena memang jarang terlihat ditempat.

“setahu kami HD sudah menempati rumah itu sejak 6 bulan yang lalu. Tapi kami tidak mengetahui secara pasti siapa dia. Kita pernah melihat saat awal akan menempati rumah dan terakhir 2 hari sebelum peristiwa hari ini,” Ujar seorang tetangga HD, Pilay ketika sempat dimintai keterangan oleh detikriau.org, Jum’at (16/11)

Menurut keterangan sorang tetangga korban lainnya, H Ardiyanto yang tempat tinggalnya hanya berjarak satu rumah dari rumah kontrakan TSK, “HD” menempati rumah miliki adik iparnya bersama seorang istri. Namun ia juga mengaku tidak mengetahui secara persis sosok HD dikarenakan memang jarang berada di tempat.” Saya juga tidak tau secara pasti siapa HD karena ia jarang berada di rumah. Selama 6 bulan dilingkungan kami, saya pernah melihat 2 atau tiga 3 kali saja,” Ungkap H Ardiyanto yang juga seorang anggota DPRD Inhil.

Berdasarkan informasi yang diperoleh detikriau.org dari beberapa sumber, HD juga terlibat dalam kasus perampokan toko emas di Air Molek Kabupaten Inhu yang menyebabkan satu nyawa melayang beberapa waktu lalu serta beberapa kasus perampokan di beberapa lokasi lainnya di Provinsi Riau. HD juga pernah menjalani masa hukuman kurungan di LP Kelas II A Tembilahan untuk kasus yang sama.

Berdasarkan pengakuan seorang mantan napi yang enggan menyebutkan namanya dan mengaku sempat mengenal dekat HD saat di LP Tembilahan, HD terkenal sebagai sosok pendiam dan memiliki jiwa sosial.”makanya saat ditahanan dulu ia cukup disegani dan memiliki banyak kawan.” Ungkapnya singkat. (dro/*0)
Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




Tersiar Kabar TSK Menggunakan M16, SSK dan Granat

Tembilahan (www.detikriau.org) – Aksi pengepungan yang akhirnya melumpuhkan buron berklas nasional ini berlangsung dalam suasana yang cukup mencekam. Awalnya, entah dari mana sumbernya, beberapa orang mengabarkan TSK mempergunakan dua bilah senjata laras panjang dan granat tangan.

“jangan mendekat, tersangka mempergunakan senjata api” Pekik seorang petugas kepolisian memperingati pengguna jalan.

Rumah kontrakan TSK Hendro memang hanya berjarak sekira 50 meter dari badan jalan Lintas Provinsi Parit VII Kecamatan Tembilahan Hulu dan dapat terlihat secara langsung dari sisi ruang kosong antara bangunan Rumah makan “Moro Kangen” dan Ruko bangunan wallet. Kondisi seperti ini dikhawatirkan akan menyebabkan peluru nyasar akan rawan mengenai pengguna jalan.

“Hati-hati, TSK mempergunakan dua senjata laras panjang, M16 dan SS  serta granat tangan,” cerita seseorang yang tidak dikenal detikriau.org.

Mendengar kabar ini, suasana pagi jum’at itupun semakin mencekam. Apalagi berkali-kali terdengar rentetan tembakan menggema dari senjata otomatis yang cukup membuat gentar nyali.(dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku