Polisi Mulai Periksa Korban Penipuan Koperasi Amanah

gbr ilustrasi
gbr ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Satuan Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Indragiri Hilir (Inhil) sejauh ini masih meminta keterangan para korban tipu gelap yang berkedok investasi mengatas namakan Koperasi Amanah.

Menurut Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, melalui Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Kurnia, saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan atas kerugian tipu gelap yang berkedok investasi di Kota Tembilahan. Pasalnya proses pemeriksaan para korban masih berlangsung. Rabu (30/1).

“Ini para korban baru mau lapor dan masih kita minta keterangan. Makanya kita belum bisa menduga-duga berapa nilai uang nasabah yang dibawa kabur,” jelas Kasatreskrim sambil menyampaikan himbauan agar kedepan masyarakat lebih selektif untuk menentukan pilihan berinvestasi. (dro/*1)




Lagi, Bisnis Investasi “Nyeleneh” diduga Sikat Milyaran Rupiah Uang Nasabah

petugas kepolisian Polres Inhil saat memasang Police Line di Kantor Koperasi Amanah Jalan Mandala Tembilahan
petugas kepolisian Polres Inhil saat memasang Police Line di Kantor Koperasi Amanah Jalan Mandala Tembilahan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Belum usai kisah Platoon Niaga Berjangka (PNB) dan Virgin Gold Minning Corporation (VGMC), seribuan masyarakat Inhil kembali tertunduk lesu. Untung menggiurkan dari tawarkan ivestasi Koperasi “Amanah”-pun kini membuat cerita duka baru. Puluhan milyar uang nasabahnya hampir bisa dipastikan kembali akan ra’ib.

Kisah gundah ini mulai terendus beberapa bulan yang lalu. Bisnis Investasi “nyeleneh” yang dikabarkan berbadan hukum koperasi yang pada awalnya rutin memberikan pengembalian investasi yang membuat tersenyum dan kantong tebal kepada nasabahnya ini mulai terlihat terseok-seok . dividen yang awalnya tepat waktu mulai diberikan melalui penjadwalan secara bertahap. Bahkan belakangan, pembayaran dividen beberapa kali mengalami penundaan. Dan akhirnya diduga, terhenti seiring hilangnya kabar berita pimpinan dan beberapa konco dekatnya.

Kisah seorang nasabah yang enggan mempublikasikan namanya, kabar terakhir kepada mereka disebutkan sang pimpinan Koperasi berinisial “s” mengalami kecelakaan di luar kota. Beberapa hari menjelang kantor Koperasi sekaligus tempat tinggal pimpinan yang beralamat di Jalan Mandala Tembilahan ini habis dijarah nasabahnya, 5 orang dekatnya  dikabarkan juga berangkat untuk menjenguk sang pimpinan.

“Sejak sore kemaren ( ahad 28/1) saya sudah menunggu di kantor Amanah. Saya curiga karena tidak satupun nomor handphone mereka dapat kita hubungi. Saya bersama puluhan nasabah lainnya menunggu hingga hampir larut malam. Karena capek, sayapun pulang. Paginya, saya mendapat berita seluruh asset sudah dikosongkan katanya oleh beberapa nasabah dinihari tadi,” Kisahnya dengan wajah kesal.

Ditambahkannya, investasi senilai ratusan juta miliknya belum berapa lama ia sertakan dikarenakan terbujuk cerita manis nasabah lainnya.”Mau diapakan bang, saya apes, mana uang itu juga hasil penjualan beberapa asset saya. Saya hanya berharap semoga saja pimpinannya kembali dan mempertanggungjawabkan investasi saya,” Harapnya dengan nada suara lesu.

Pantauan, senin (29/1), kantor Amanah terlihat dipenuhi ratusan massa. Beberapa orang terlihat masih sibuk melepas beberapa asset yang dinilai memiliki harga. kegiatan ini terhenti setelah puluhan petugas dari kepolisian Polres Inhil mengamankan TKP dan memasang Police Line.

Hingga berita ini dirilis, belum berhasil didapatkan komfirmasi dari pihak kepolisian. berdasarkan sumber yang sangat dipercaya di Polres Inhil, pihak kepolisian belum bisa menindaklanjuti kasus ini dikarenakan belum ada satupun nasabah yang membuatkan laporan secara resmi. “Kita belum bisa berikan komfirmasi karena memang hingga saat ini belum ada korban yang  melaporkan,” Ujar Sumber.

Nasabah dikabarkan berjumlah ribuan dengan Investasi puluhan milyar

Bisnis Investasi memberikan keuntungan 30 an persen per 40 hari ini, sejak berdiri hingga saat ini juga dikabarkan memiliki nasabah sebanyak 1000 orang lebih. Bahkan 300 lebih nasabah dikisahkan memiliki investasi masing-masing senilai ratusan juta. Puluhan nasabah bahkan berinvestasi senilai milyaran rupiah. Hanya dengan nilai investasi minimal yang disebut paket hemat Rp. 12 juta. Bisa dipastikan putaran bisnis koperasi ini telah mencapai angka Puluhan milyar. (dro/*0)




Sukses, Polsek Reteh Kembali Gari 3 Napi Pelarian Lapas Kuala Tungkal

Hingga Kamis (24/1),  sudah 14 Buron LP Kuala Tungkal di Tangkap di Wilayah Hukum Polres Inhil

3 Napi yang ditangkap pada Rabu 23 januari 2013 saat digelandang ke Rutan TembilahanTEMBILAHAN (detikriau.org) – Rabu (23/1) kemaren, sekira pukul 21.00 WIB, kembali 3 Napi yang diduga pelarian Rutan Kuala Tungkal berhasil di bekuk. Selama tiga hari berturut-turut, Jajaran Kepolisian Polsek Reteh berhasil meringkus 14 pesakitan buron LP Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi ini.

Kapolsek Reteh, AKP Sangkut, melalui Kanit Reskrim Polsek Reteh, Ipda Sabaruddin, saat berada di LP Kelas II A Tembilahan menjelaskan keberhasilan ini akibat adanya kerjasama yang baik dengan masyarakat.

“Berawal dari kecurigaan masyarakat terhadap tiga orang tersebut. Kemudain warga melaporkan kepada petugas kepolisian setempat. Akhirnya petugas yang datang melakukan penangkapan. Setelah diamankan di Pos Polisi Sungai Terap, ketiga napi langsung dijemput menggunakan speedboat dan dibawa ke Polsek Reteh selanjutnya dititipkan di LP Kelas II A Tembilahan.” Ujar Ipda Sabaruddin.

Ketiga napi yang kembali berhasil ditangkap ini yakni, Beni (25) kasus pencurian vonis 1 tahun 4 bulan, warga Rantau Rasau, Kabupaten Muara Sabak, Provinsi Jambi. Kemudian Abun (24) kasus narkoba vonis 8 tahun 7 bulan, warga Telanai Pura, Kota Jambi, Provinsi Jambi dan yang terakhir, Suhendra (26) kasus persetubuhan anak dibawah umur vonis 11 tahun 6 bulan, warga Suka Maju, Kecamatan Mestong, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.

Menurut keterangan napi saat diintrogasi petugas, selama lima hari berada dalam pelarian dari Kuala Tungkal menuju Reteh mereka hanya mengkonsumsi buah dan air kelapa. Meski tidak mengetahui tujuan, namun mereka tetap bersembuyi disekitar kebun kelapa warga.

“Tak ada yang kami makan, kecuali buah kelapa. Untuk tidur kami naik ke pondok-pondok yang ada dikebun. Subuh-subuh kami keluar lagi untuk melanjutkan perjalanan,”terang salah seorang napi dihadapan petugas.(dro/*1)




Menyusul, 6 Napi Pelarian LP Kuala Tungkal Berhasil di Ringkus

gbrTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jajaran kepolisian Polsek Reteh Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (21/1) sekira pukul 23.00 Wib kembali berhasil meringkus 6  Narapidana pelarian Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Penangkapan ini kali kedua dihari yang sama setelah 2 Napi  sekira pukul 08.00 Wib juga berhasil diamankan.

Menurut penjelasan Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan , S.Ik., M.Si dalam konfrensi Pers di ruang kerjanya, Selasa (22/1),keberhasilan penangkapan ini atas kesigapan jajaran dibawah pimpinannya serta adanya kerjasama  yang baik dengan masyarakat setempat. “Sejak mendapatkan informasi adanya puluhan napi Kuala Tungkal kabur, kita langsung memberikan perintah Polsek yang berbatasan secara langsung untuk melakukan antisipasi dan meningkatkan pengawasan. Hasilnya, semalam, Senin(21/1) sekira pukul  23.00 Wib 6 Napi yang kita duga pelarian LP Tungkal berhasil kita ringkus.”Jelas Kapolres Inhil kepada wartawan.

kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.Ik., M.Si
kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.Ik., M.Si

Ke delapan Napi saat digiring ke LP Kelas II A Tembilahan
Ke delapan Napi saat digiring ke LP Kelas II A Tembilahan

Ditambahkan Kapolres, saat ditangkap ke 6 Napi ini secara bersamaan ditempat yang sama dan tanpa perlawanan. Diduga dikarenakan mereka sudah dalam keadaan kelelahan selama dalam pelarian.”Ke delapan Napi untuk sementara kita titipkan di LP Kelas II A Tembilahan. Keputusan ini diambil setelah pihak lapas Tembilahan melakukan koordinasi dengan pihak Lapas Tungkal yang kini kondisinya masih belum memungkinkan.” Pungkas Kapolres.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Kasi Kegiatan Kerja PLH Kalapas Kelas II A Tembilahan, Dolok Saribu, SH. Delapan nama Napi yang berhasil diringkus jajaran Polres Inhil adalah, Baharuddin Bin Suriansyah (33), kasus pencurian di vonis 2 tahun 5 bulan baru menjalani hukuman 1 tahun 1 bulan, kemudian  Rita Jaya Bin Marbun (23) , kasus perlindungan anak di vonis 6 tahun menjalani hukuman 2 tahun 2 bulan. Dedi Novrizal Bin Jontani (27), kasus pencurian vonis 1 tahun 5 bulan menjalani hukuman 11 bulan.  Musliadi Bin Mat Egan (23) kasus curanmor vonis 1 tahun 5 bulan sudah menjalani hukuman selama 13 bulan.

Selanjutnya, Mitra Utama Bin Umar Usman (22), kasus curanmor vonis 1 tahun 5 bulan menjalani hukuman 7 bulan. Agusrianto Bin Aras (24), kasus pemerkosaan vonis 10 tahun kasasi baru menjalani hukuman 1 tahun 5 bulan. Kemudian dua Napi yang ditangkap sebelumnya adalah, Ahmad Rahmandani Bin Ridwan (48), kasus narkoba  jenis ganja seberat 48 kilo, vonis 16 tahun menjalani hukuman 2 tahun 2 bulan dan Herman Bin Hasan Basri (25), kasus narkoba jenis ganja seberat 10 kilo, vonis 11 tahun menjalani hukuman 4 tahun 2 bulan.

“Nanti kita koordinasi dan tindak lanjut ke Kadit Pas Jambi. Sekarang 8 orang napi yang kabur dari Tungkal Provinsi Jambi di masukkan ke strap sel napi lapas tembilahan, masing-masing 2 orang  1 kamar jadi memakai 4 sel. Kemungkinan mereka akan di bawa kembali ke rutan Tungkal untuk diproses kesalahannya.” Jelas Dolok Saribu,SH. Selasa (22/1).(dro/*0)




2012, PN Tembilahan Putus 237 Kasus Narkotika

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sepanjang tahun 2012, sebanyak 328 kasus masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan. 237 kasus diantaranya merupakan kasus Narkotika.

“Sebanyak 237 kasus narkotika itu sudah kita putus sedangkan 91 sisanya merupakan kasus tindak pidana kriminal biasa, seperti pencurian dan toto gelap (togel)”Sebut Ketua PN Tembilahan, Djoni Witanto, SH akhir pekan kemaren

Sedangkan untuk kasus Tilang, terdata sebanyak 2.348 kasus dan perkara perdata sebanyak 406 kasus. “Untuk kasus tilang memang ada penurunan dibandingkan tahun 2011 yang mencapai sebanyak 3.405 tilang. “ Pungkasnya. (dro/*1)




Aktivitas Judi Jackpot di Kateman di Kabarkan Marak

Camat Kateman Bantah Mengetahui

Mesin Judi Jackpot
Mesin Judi Jackpot

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga Sungai Guntung Kecamatan Kateman mengaku resah dengan aktivitas judi jackpot yang belakangan ini mulai marak. Mereka mengaku sudah pernah menyampaikan persoalan ini ke pihak Kecamatan agar aktifitas judi ini ditutup tapi tidak pernah mendapatkan tanggapan.

Laporan ini disampaikan oleh salah seorang warga Guntung  H.Udin kepada detikriau.org. menurutnya, perjudian jackpot telah banyak memakan korban dengan berantakannya rumah tangga warga. Bagaimana tidak, terkadang seorang suami yang sudah ketagihan bermain judi tersebut sampai lupa dengan anak dan istri mereka.

“Terus terang saya terkadang sedih melihat ada rumah tangga warga yang berantakan karena persoalan judi ini. Sebab seorang yang gila main jackpot sudah tidak peduli dengan anak istri. Bahkan harta yang ada mereka jual hanya untuk bermain jackpot,” Ujarnya, senin (25/12)

Udin mengaku sudah pernah melaporkan dengan pihak kecamatan untuk menutup aktivitas judi yang semakin meresahkan itu. Sayangnya, bukan menutup, Camat malah memanggil para tokoh masyarakat untuk berunding.

“Kita sudah melaporkan persoalan ini kepada Camat, bukannya mengambil tindakan tegas, Camat malah menyuruh kita datang ke kantor untuk berunding. Hal itu tentunya menimbulkan tanda tanya besar dibenak kita, ada apa dengan orang nomor satu di Kecamatan Kateman ini,” Sebutnya.

Terkait persoalan ini, Camat Kecamatan Kateman, Yuliargo ketika dikomfirmasi membantah mengetahui adanya permainan judi Jackpot.”Tentunya kalau judi Jackpot marak dan banyak, pastinya sudah ditangkap pihak kepolisian pak.” Jawab Yuliargo melalui pesan singkat. Senin (25/12).  (dro/*3)