Dibabat Anak Tiri, Juru Parkir Menghembus Nafas

korbanTembilahan (detikriau.org) — Liswandi Alias Ateng (30 tahun), warga jalan H Said Gg Blaras Kecamatan Tembilahan sama sekali tidak pernah menduga kedatangannya kerumah Heriyanto alias Erik (23 tahun) menjadi langkah hidup terakhir bagi dirinya. Cekikan dan bogem mentah Erik yang marupakan anak tirinya ini menjadi penyebab ia harus menghadap sang pencipta alam.  Sabtu (22/3/2014)
Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik MSi melalui Paur Humas, Ipda Warno Akman,  Sabtu itu sekira pukul 18.30 Wib, Korban yang bekerja sebagai juru parkir ini mendatangi rumah kediaman Erik di Jalan Tanjung Harapan Lr Tanjung Kelong Kecamatan Tembilahan dengan maksud untuk meminta anak tirinya ini mejenguk ibu kandungnya yang kini bertempat tinggal bersama korban di Jalan H Said.
Menurut pengakuan tsk dihadapan petugas kepolisian, setibanya dirumah, Korban sempat mengatakan bahwa ia masih dendam dengan tsk. karena perkataan korban ini, tsk naik pitam dan akhirnya terjadi pertengkaran mulut dan akhirnya tsk memukul korban mempergunakan tangan kosong hingga korban terjatuh.
Saat korban tersungkur, tsk langsung mencekik korban dari arah belakang mempergunakan siku tangannya hingga korban tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia.
“Atas kejadian itu, korban mengalami luka robek dipelipis atas sebelah kanan disertai lebam dan luka memar dibagian leher. saat ini TSK sudah diamankan diruang tahanan Mapolres Inhil guna penyidikan lebih lanjut. Kasus ini ditangani satuan satreskrim Polres Inhil,” Jelas Paur Humas, Ahad (23/4/2014). (dro)




belum Diketahui Penyebabnya, Pria Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa

Anak Korban meratap didepan jasad kaku yahanya saat di ruang UGD RSUD Puri Husada Tembilahan.
Anak Korban meratapi jasad kaku ayahanya saat di ruang UGD RSUD Puri Husada Tembilahan.

Tembilahan (detikriau.org) — Belum diketahui penyebabnya, seorang pria paruh baya ditemukan dalam kondisi tersungkur dan sudah tidak bernyawa. tidak jauh dari jasad korban, tergeletak sebuah palu dan istri kedua korban terduduk diam membisu. rabu (19/3/2014)
penemuan jasad korban ini bermula saat warga sekitar mendengar suara teriakan seorang wanita dari lantai dua bangunan rumah toko (ruko) di belakang pasar dayang suri jalan Jendaral Sudirman Tembilahan sekira pukul 16.40 Wib. karena penasaran, beberapa orang wargapun mendatangi TKP. saat itulah ditemukan korban, yang belakangan diketahui bernama syawal sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
“Kebetulan saat itu kita sedang duduk-duduk diwarung berseberangan dengan TKP. mendengar suara teriakan, warga sekitar tentu saja kaget dan berusaha mencari tau,” Cerita seorang warga, Tamrin kepada detikriau.org
Diceritakan Tamrin, Ruko yang ditempati korban ini merupakan milik salah seorang warga keturunan dan korban dipercayakan untuk mengelolanya. bersama istri keduanya, korban menempati lantai dua ruko, sedangkan lantai satu disewakan sebagai tempat usaha warung kopi yang dinamai warkop Sendy.
“Cerita beberapa warga sebelum terjadinya peristiwa ini, diketahui pasangan suami istri ini terlihat cekcok mulut. pasalnya saat itu sang istri katanya meminta uang Rp 200 ribu kepada korban. tapi saya sendiri kurang tau persoalan itu. hanya cerita warga sekitar,” Tambah Tamrin
Hery, warga sekitar yang sempat dimintai keterangan detikriau.org di TKP juga membenarkan bahwa korban dan istri keduanya ini kerap terlihat cekcok. apa persoalannya iapun menyatakan tidak mengetahui secara pasti.” sering bang. mereka memang diketahui warga kerap bertengkar mulut,” Ujar Hery
Hingga berita ini dirilis, detikriau.org belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kejadian ini. (dro)




Ditinggal ke Batam, Sepeda Motor di Sikat OTK

curanmorKateman (detikriau.org) – Sukma Resa Putra (28) pegawai Bank Negara Indonesia (BNI) warga Kelurahan Taga Raja, Kecamatan Kateman terpaksa harus gigit jari. Pulang dari Batam ,sepeda motornya raib dicuri orang tak dikenal, Senin (17/3).
Kejadian itu terjadi saat korban memarkirkan sepeda motornya di Pelabuhan Syahbandar, Sungai Guntung Kecamatan Kateman, pada Sabtu (15/3) sekitar pukul 08.00 WIB. Lalu korban berangkat ke Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan menggunakan Fery.
“Kemudian pada Ahad (16/3) sekitar pukul 15.30 WIB korban datang dari Batam. Setibanya, korban menuju tempat parkir tapi naas, sepeda motor yang sengaja ditinggalnya satu hari sebelumnya tidak lagi berada ditempatnya,” ujar Kapolres Inhi, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, Selasa (18/3).
Dibantu sejumlah masyarakat setempat, korban terus melakukan upaya pencarian diberbagai bagian pelabuhan. Setelah berjam-jam pencarian tidak membuahkan hasil akhirnya korban pulang kerumah dengan menumpang ojek.
“Senin (17/3) korban baru melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Kateman. Dihadapan petugas korban menceritakan apa yagn sudah dialaminya,” Terang Paur Humas.
Akibat kejadian tersebut korban diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 9 juta rupiah. Petugas yang menerima laporan ini langsung bergerak menuju lokasi serta memintai keterangan sejumlah saksi termasuk korban sendiri.
“Kami masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Saksi-saksi sedang kami lakukan pemeriksaan. Kuat dugaan pelaku orang yang sangat mengetahui kondisi lingkungan sekitar,” imbuhnya.(dro)




Lagi Polres Inhil Amankan Pelaku Karhutla

kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK, MSi
kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK, MSi

Kuindra (detikriau.org) — Tim gabungan yang dipimpin Kaporles Inhil berhasil membekuk satu orang pelaku pembakar hutan dan lahan (karhutla). Tertangkap tangannya Suryono alias Icung bin Ngadiman warga parit Surau Kelurahan Sapat Kecamatan Kuindra ini terjadi pada Sabtu (15/3/2014).
“Penangkapan dilakukan dalam patroli khusus Tim Pemburu Karhutla yang merupakan gabungan Satuan Intelkam, Sabhara, Reskrim, Polair dan Polsek Kuindra.” Sampaikan kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik MSi melalui Paur Humas Ipda Warno Akman via sambungan selular, Ahad (16/3/2014)
Dijelaskan Paur Humas, sekira pukul 11.30 Wib, Sabtu (15/3/2014) Tim 2 Pemburu karhutla yang berada dibawah pimpinan langsung Kapolres Inhil sedang melaksanakan Patroli diwilayah kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) menggunakan kendaraan Ranmor R2,  tepatnya di Parit Surau Kelurahan Sapat, Tim 2 menemukan titik api disatu hamparan lahan milik masyarakat.
Tim kemudian langsung turun kelokasi melakukan pengecekan dan kembali ditemukan beberapa titik api diatas lahan yang sama. Tim 2 segera melakukan upaya pencarian pemilik lahan.
Tidak jauh, sekira 300 an meter, Tim menemukan seorang laki-laki yang mengakui pemilik lahan bernama Suryono alias Icung bin Ngadiman. Pelaku juga mengakui bahwa ia telah melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
“Saat ini pelaku sudah digelandang ke Mapolres Inhil guna penyidikan lebih lanjut.” Tutup paur Humas. (dro)




Asyik Bermain Bola, Motor Raib Disikat OTK

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Gara-gara lupa melepas kunci kontak motor ketika memakirkan kendaraan. Vario Techno BM 3756 GI lenyap disikat OTK. Peristiwa ini terjadi di lokasi parkiran Stadion Beringin Tembilahan, Jum’at (28/2) sekitar pukul 09.45 Wib.
Nasib naas tersebut, dialami oleh Toto Subagio (36) seorang PNS dilingkungan Pemkab Indragiri Hilir warga Jalan Batang Tuaka Lorong Mekar Sari Kelurahan Pekan Arba Tembilahan. Atas kejadian ini korban ditaksir mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.
Kronologi kejadian berawal ketika pagi itu korban dengan beberapa teman sejawatnya sesama PNS, datang ke Stadion Beringin hendak berolah raga sepak bola. Setibanya dilokasi diduga koban lalai saat memakirkan motornya, kunci kontak tertinggal.
Setelah meletakan motornya, korban masuk kedalam Stadion untuk bermain bola bersama teman-teman lainnya.  Usai bermain sekira pukul 09.15 Wib dan bermaksud untuk pulang barulah disadari sepeda  motornya tidak lagi berada ditempat.
“Ditemani beberapa orang temannya korban segera menyampaikan laporan kehilangan ke Polsek Kota,”ujar Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK.M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK.
Dijelaskan Kasat Reskrim, kasus hilangnya motor korban sudah ditangani oleh Tim Opsnal Reskrim Polres Inhil dan Polsek Tembilahan. Dugaan sementara hilangnya motor korban akibat terjadi kelalaian karena lupa mengambil kunci motornya. (dro)




Buah hati Berbadan Dua, Orang Tua Lapor Polisi

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Terjebak dalam pergaulan bebas, pelajar sebuah SMK di Kota Tembilahan, sebut saja bunga (16) kini berbadan dua. Orang tuapun merasa kaget dan melaporkan kejadian ini ke pihak Kepolisian Polres Inhil.
Berdasarkan informasi yang diperoleh detikriau.org dari pihak kepolisian, laporan atas kejadian yang membuat bunga telah mengandung tiga bulan ini diterima pada senin (24/2) sekira pukul 16.00 Wib.
Dijelaskan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK, MSi melalui paur Humas Ipda Warno Akman, awal mula terkuaknya kejadian atas diri gadis dibawah umur yang masih diduduk dibangku kelas 1 sebuah  SMA  ini saat korban mulai terlihat kerap mual dan muntah-muntah. namun kala itu orang tua korban tidak berpikiran negatif. mereka beranggapan anak mereka sedang masuk angin.
Kecuriaan orang tua mulai terbersit ketika salah seorang tetangga mereka mengatakan melihat kejanggalan pada diri bunga. ketika ditanya, bunga terus mengelak. namun setelah terus didesak, akhirnya bunga mengaku kalau ia sudah berbadan dua.
Mendengar pengakuan sang buah hati, sang ibu masih belum meyakini. iapun segera membeli alat pemeriksa kehamilan. ternyata benar, alat tes menunjukkan hasil positif.
“Mendapatkan kenyataan ini, orang tua korban melaporkan kejadian ini kepada kami. Dari laporan tersebut, kami melakukan pemeriksaan kepada korban dan para pelaku,”Sampaikan Paur Humas. Selasa (25/2)
Jika dalam pemeriksaan nanti, pelaku terbukti bersalah pelaku dapat dijerat dengan pasal 287 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Namun semua proses tersebut, kata Warno harus dilakukan sesuai tahapan, mulai dari pemeriksaan pelapor dan terlapor.(dro)