Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Inhil, Ini Berikut Upaya yang Harus Dilakukan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) menekankan pentingnya pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil untuk mencegah anemia. Anemia pada ibu hamil merupakan kondisi yang cukup serius karena dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. 10/11/24

Menurut data dari Kementerian Kesehatan, sekitar 48.9% ibu hamil di Indonesia mengalami anemia, yang berarti hampir setengah dari ibu hamil berisiko mengalami komplikasi kesehatan yang serius. Tablet tambah darah yang mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin B12, berperan penting dalam mendukung kesehatan ibu dan janin. 

Pemberian tablet tambah darah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi prevalensi stunting dan bayi prematur, yang sering terjadi akibat anemia pada ibu hamil. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian tablet tambah darah sebagai intervensi nutrisi penting untuk mengurangi risiko anemia selama kehamilan dan masa nifas. Studi WHO menunjukkan bahwa ibu hamil yang rutin mengonsumsi suplemen tablet tambah darah dapat mengurangi risiko anemia hingga 70 persen.

Oleh karena itu, Dinkes Inhil mengajak semua pihak, termasuk tenaga kesehatan di Puskesmas dan kader kesehatan di desa, untuk berpartisipasi aktif dalam program pemberian tablet tambah darah. 

Selain itu, Dinkes Inhil juga menyediakan pedoman dan panduan bagi tenaga kesehatan untuk melaksanakan program pemberian tablet tambah darah secara adekuat. Pedoman ini disusun agar tenaga kesehatan memiliki pengetahuan, sikap, dan kemampuan yang diperlukan dalam mencegah dan menanggulangi anemia pada ibu hamil. 

Dengan adanya pedoman ini, diharapkan tenaga kesehatan dapat melakukan koordinasi yang baik dengan lintas program dan lintas sektor terkait, serta dapat memberikan panduan yang tepat kepada ibu hamil mengenai manfaat dan aturan minum tablet tambah darah.

Pentingnya pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil ini juga didukung oleh data dan penelitian yang menunjukkan bahwa kebutuhan zat besi pada ibu hamil meningkat sebesar 25% dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil. 

Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan zat besi sangat sulit dipenuhi hanya dari makanan saja, sehingga suplemen tambahan seperti tablet tambah darah menjadi sangat penting. Dengan pemberian tablet tambah darah yang adekuat, diharapkan dapat mencegah terjadinya anemia gizi besi serta menjadi salah satu intervensi spesifik dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.(adv)




Dinkes Inhil Paparkan Kondisi Medis yang Anti Konsumsi Terong

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Terong adalah sayuran yang kaya nutrisi dan sering digunakan dalam berbagai menu masakan. Nyatanya, sebagian orang dengan kondisi kesehatan tertentu tidak diperkenankan mengonsumsi terong. Orang dengan penyakit apa yang dilarang mengonsumsi terong? 10/11/24

Berikut adalah beberapa penyakit atau kondisi medis di mana konsumsi terong sebaiknya dibatasi atau dihindari berdasarkan pemaparan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir :

1. Masalah pencernaan

Jika sistem pencernaan Anda lemah, maka terong sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan masalah gas, dan memicu gejala penyakit seperti kembung, sakit perut, dan diare.

2. Alergi

Jika Anda memiliki alergi jenis apa pun, sebaiknya hindari makan terong, karena memakannya dapat memperparah masalah ini.

Reaksi alergi ini bisa bervariasi dari gejala ringan seperti gatal-gatal, ruam kulit, hingga gejala yang lebih serius seperti kesulitan bernapas.

3. Depresi

Hindari mengonsumsi terong jika Anda sedang mengonsumsi obat depresi atau sedang menderita kecemasan. Sayuran ini meningkatkan depresi pada pasien dan juga meminimalkan efek obat.

4. Menderita anemia

Jika tubuh Anda kekurangan darah, sebaiknya hindari terong. Menguyah terong dapat menjadi penghalang dalam meningkatkan jumlah darah.

5. Batu ginjal

Jika Anda memiliki batu ginjal, jangan konsumsi terong sama sekali. Oksalat yang ditemukan dalam terong dapat meningkatkan masalah batu ginjal.

6. Refluks asam lambung (GERD)

Bagi penderita GERD atau refluks asam lambung, terong bisa menjadi pemicu gejala seperti mulas atau naiknya asam lambung. Ini karena terong dapat merangsang produksi asam di lambung, sehingga memperparah gejala GERD. Orang dengan kondisi ini sebaiknya membatasi atau menghindari konsumsi terong, terutama dalam jumlah besar atau dalam bentuk masakan yang berminyak.

7. Asam urat

Terong mengandung purin, meskipun dalam jumlah rendah. Bagi penderita asam urat, yang rentan terhadap peningkatan kadar asam urat dalam darah, konsumsi makanan yang mengandung purin seperti terong sebaiknya dibatasi. Meski tidak seberat daging merah atau jeroan, mengonsumsi terong dalam jumlah besar dapat memperburuk gejala pada beberapa orang yang sensitif terhadap purin. (Adv)




Pahami Tantangan Kesehatan pada Proses Penuaan Alami

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Proses penuaan alami membawa sejumlah tantangan kesehatan yang perlu dipahami dan diatasi dengan baik, terutama di Kabupaten Indragiri Hilir, 10/11/24

Dalam upaya memberikan perhatian yang optimal kepada populasi lansia, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir mengidentifikasi beberapa masalah kesehatan yang perlu diwaspadai dan ditangani dengan serius.

Penyakit Kronis

Lansia rentan terhadap berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan osteoartritis. Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir mengedepankan program pencegahan dan manajemen penyakit kronis ini melalui kampanye gaya hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan pengelolaan terintegrasi bersama tim medis.

Gangguan Kognitif

Masalah kesehatan lain yang sering dihadapi oleh lansia adalah gangguan kognitif, termasuk penyakit Alzheimer dan demensia. Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir menyediakan layanan evaluasi dan intervensi dini untuk mendeteksi gangguan ini lebih awal, serta memberikan dukungan psikologis dan sosial kepada pasien dan keluarga mereka.

Kecelakaan dan Cedera

Kecelakaan dan cedera sering kali meningkat pada lansia karena penurunan fisik dan koordinasi. Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir mengadvokasi keselamatan lansia melalui kampanye kesadaran dan edukasi mengenai penggunaan alat bantu, perawatan lingkungan yang aman, dan pelatihan untuk mengurangi risiko jatuh.

Isolasi Sosial dan Kesejahteraan Mental

Isolasi sosial dan masalah kesejahteraan mental merupakan masalah serius yang sering dihadapi oleh lansia, terutama di komunitas pedesaan. Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir bekerja sama dengan lembaga sosial dan komunitas untuk mengurangi isolasi sosial dengan mengadakan kegiatan sosial, klub lansia, dan dukungan psikologis.

Pola Makan dan Gizi

Pola makan yang tidak seimbang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada lansia, termasuk obesitas, kekurangan gizi, dan defisiensi vitamin. Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir menyelenggarakan program edukasi tentang nutrisi yang tepat dan menggalakkan pilihan makanan sehat untuk mendukung kesehatan lansia.

Perawatan Medis yang Tidak Tepat

Kualitas perawatan medis yang tidak tepat atau kurangnya akses terhadap layanan kesehatan dapat mempengaruhi kesehatan lansia secara signifikan. Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir terus meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan dengan menyediakan fasilitas yang ramah lansia dan pelatihan bagi tenaga kesehatan.

Menghadapi Tantangan dengan Solusi Terintegrasi

Dengan pemahaman yang mendalam mengenai masalah-masalah kesehatan yang dihadapi oleh lansia, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir memprioritaskan upaya pencegahan, deteksi dini, dan intervensi yang tepat guna. Kolaborasi yang erat dengan masyarakat dan berbagai pihak terkait menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas hidup lansia secara holistik. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan bahwa masalah-masalah kesehatan pada lansia dapat dikelola dengan efektif dan menghasilkan perubahan positif dalam komunitas. (Adv)




UPT Puskesmas Sungai Piring Laksanakan Kegiatan Prolanis di Desa Sungai Rawa

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – UPT Puskesmas Sungai Piring, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mengadakan kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Desa Sungai Rawa, Rabu (09/11/24)

Kegiatan ini dihadiri oleh 23 peserta yang sangat antusias mengikuti program tersebut.

Dalam kegiatan ini, tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan mengenai pentingnya pengelolaan penyakit kronis.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan dua orang peserta yang terdeteksi mengalami hipertensi. Tim medis memberikan penanganan serta edukasi mengenai cara menjaga kesehatan dan pentingnya kontrol rutin bagi penderita hipertensi.

Kegiatan Prolanis ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan pencegahan penyakit kronis. UPT Puskesmas Sungai Piring berkomitmen untuk terus memberikan layanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat, serta mengajak warga untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga kesehatan mereka. (Adv)




PKM Sungai Piring Lakukan Pemberian Obat Cacing di SD Negeri 001 Sungai Piring

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Dalam upaya meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit kecacingan, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Sungai Piring melaksanakan program pemberian obat cacing di SD Negeri 001 Sungai Piring.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan anak-anak serta mencegah infeksi cacing yang sering menyerang anak usia sekolah, terutama di daerah dengan sanitasi yang kurang memadai, (9/11/2024).

Cacingan adalah salah satu penyakit yang banyak ditemukan di Indonesia dan sering menyerang anak-anak. Gejalanya dapat menghambat penyerapan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti karbohidrat, protein, vitamin A, dan zat besi. Oleh karena itu, pemberian obat cacing secara rutin, minimal dua kali setahun, sangat penting untuk menjaga kesehatan anak-anak, terutama di lingkungan yang rawan terpapar infeksi cacing.

Penyakit kecacingan seringkali disebabkan oleh faktor kebersihan dan sanitasi yang buruk, seperti kebiasaan buang air besar sembarangan, kurangnya kebersihan diri, tidak menggunakan alas kaki, dan jarang mencuci tangan setelah beraktivitas. Dengan adanya pemberian obat cacing, diharapkan dapat mengurangi risiko kecacingan serta meningkatkan status gizi dan perkembangan anak.

Tenaga Kesehatan PKM Sungai piring mengatakaan Selain pemberian obat cacing, PKM Sungai Piring juga mengimbau kepada orang tua dan pendidik untuk lebih peduli terhadap pola hidup sehat anak, termasuk mengajarkan kebiasaan mencuci tangan, memotong kuku, serta menggunakan alas kaki yang bersih. Pendidikan tentang pentingnya perilaku hidup sehat sangat penting agar anak-anak dapat terhindar dari berbagai penyakit.

“Dengan kegiatan ini, diharapkan para siswa SD Negeri 001 Sungai Piring dapat tumbuh sehat dan terhindar dari penyakit yang dapat mengganggu tumbuh kembang mereka. Semoga upaya ini menjadi langkah awal yang baik dalam menjaga kualitas hidup anak-anak di lingkungan tersebut,” jelasnya. (Adv)




Desa Kuala Selat Jadi Pusat Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-60 di Inhil

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, menjadi pusat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 pada Sabtu (09/11/2024). 

Peringatan HKN yang diperingati setiap tanggal 12 November ini mengusung tema “Gerak Bersama Sehat Bersama”. Tema tersebut bertujuan untuk mengajak masyarakat menjaga kesehatan, meningkatkan semangat hidup sehat, serta mengedepankan pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, SKM, MKL, menyampaikan bahwa peringatan HKN merupakan upaya pemerintah untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan promotif dan preventif bagi masyarakat. 

“Melalui peringatan HKN, kami ingin seluruh masyarakat dapat beraktivitas dengan selamat dan sehat. Kesehatan yang baik menjadi fondasi penting untuk mendukung pembangunan masyarakat yang produktif,” ujar Rahmi.

Kegiatan HKN ke-60 di Desa Kuala Selat meliputi berbagai program, seperti senam bersama, aksi bergizi yang mencakup edukasi kesehatan dan pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri SMP dan SMA sederajat, serta skrining massal malaria dan diabetes. Selain itu, masyarakat juga diberikan bibit serai wangi yang bermanfaat untuk mencegah gigitan nyamuk penyebab malaria dan demam berdarah dengue (DBD).

“Kegiatan ini juga menjadi momen untuk mengapresiasi tenaga kesehatan yang telah berdedikasi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambah Rahmi.

Peringatan HKN ke-60 ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif, sekaligus memberikan dampak positif dalam mendukung pembangunan di bidang kesehatan.