Keringat Dingin Jangan Dianggap Remeh

foto ilustrasi, alodokter

ARBindonesia.com – Berkeringat terjadi jika seseorang banyak melakukan aktivitas fisik atau diterpa udara panas. Namun, beda halnya jika yang muncul adalah keringat dingin, karena bisa mengindikasikan adanya masalah dalam tubuh.

Kepanikan, tegang, dan stres adalah beberapa faktor psikis yang dapat memicu munculnya keringat dingin. Namun lebih jauh, ternyata keringat dingin juga bisa jadi tanda adanya penyakit yang cukup berbahaya sehingga kondisi ini perlu segera mendapat penanganan.

Apa Saja Gejala-gejala yang Mengiringi

Sebenarnya keringat dingin sendiri bukanlah penyakit, namun gejala penyerta dari kondisi tertentu yang mendasarinya. Keringat dingin terutama muncul di kaki, telapak tangan, bawah lengan, dan ketiak. Gejala yang umumnya dirasakan antara lain kulit menjadi pucat, tubuh menggigil dan terasa sakit, pusing, tegang atau stres, lemah, dan perut terasa mual, dan bahkan muntah. Berbeda dari berkeringat biasa, ketika seseorang keringat dingin, kulitnya terasa dingin.

Faktor-faktor yang Menjadi Penyebab

Ada beberapa kondisi yang umumnya dapat menyebabkan terjadinya keringat dingin, yaitu:

  • Sedang mengalami nyeri yang berat, misalnya akibat cedera atau migraine.
  • Gula darah yang rendah.
  • Sedang mengalami infeksi berat, seperti sepsis, pneumonia, malaria, dan tuberkulosis.
  • Stres atau merasa cemas.
  • Sebagai gejala awal kanker. Salah satunya adalah limfoma dengan gejala keringat dingin yang terjadi pada malam hari serta penurunan berat badan tanpa sebab dan timbul
  • Reaksi alergi yang membahayakan jiwa atau disebut dengan anafilaksis.
  • Syok akibat cedera parah atau penyakit akut.
  • Efek samping obat-obatan dan alkohol.
  • Produksi keringat berlebih atau hiperhidrosis.
  • Menopause pada wanita usia 40 tahun ke atas.

Mual atau vertigo.Selain itu, keringat dingin juga dapat disebabkan oleh kurangnya pasokan darah atau oksigen di dalam tubuh, misalnya akibat:

  • Pendarahan dalam.
  • Kesulitan bernap
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Serangan jantung atau angina.
  • Penyakit jantung di usia muda maupun tua.

Langkah Meredakan Keringat Dingin

Penanganan keringat dingin disesuaikan dengan penyebabnya. Keringat dingin sebaiknya diselidiki penyebabnya. Jika dipicu oleh stres atau kecemasan, maka bisa diatasi dengan relaksasi atau berkonsultasi ke ahli psikologi. Namun, jika dibutuhkan pengobatan, selalu konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan di rumah, antara lain:

  • Perbaiki pola makan.Upayakan makan tidak terlalu dekat dengan waktu tidur, tapi cukupi kebutuhan cairan dan makanan sehari-hari. Jika kadar gula Anda rendah, jangan lewatkan waktu makan atau bagilah menjadi beberapa porsi dalam sehari.
  • Buat diri Anda lebih aktif.
    Lakukan olah napas atau kegiatan olahraga lain, seperti yoga atau jogging yang bisa membantu Anda lebih relaks. Bila perlu, lakukan kegiatan yang dapat mengalihkan pikiran, seperti membaca atau bermain puzzle untuk mengusik kekhawatiran atau pikiran negatif.
  • Konsumsi obat-obatan.

Selalu konsultasikan dengan dokter mengenai terapi dan obat-obatan yang tepat untuk mengatasi keluhan keringat dingin yang Anda rasakan.

Pada kasus tertentu, keringat dingin bisa menjadi indikasi penyakit dan bahkan keadaan darurat yang mengancam jiwa. Segera periksa ke dokter jika keringat dingin yang muncul diiringi dengan tanda atau gejala lain, seperti:

  • Nyeri dada, atau nyeri yang menjalar ke punggung atas, rahang, bahu, atau lengan.
  • Demam tinggi.
  • Kejang.
  • Kulit, bibir dan kuku yang pucat atau membiru.
  • Muntah.
  • Buang air besar berdarah.
  • Sesak napas.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Keringat dingin juga perlu diperiksakan ke dokter jika keluhan ini sering Anda alami, mengganggu kualitas tidur, atau muncul pada wanita yang telah memasuki menopause.

Cermati lebih lanjut ketika Anda atau orang-orang di sekitar Anda mengalami keringat dingin, terutama jika diiringi dengan gejala-gejala di atas. Keringat dingin bisa muncul akibat adanya kondisi darurat yang dapat mengancam jiwa, maka sangat penting untuk segera ditangani di fasilitas kesehatan untuk mendapat penanganan lebih lanjut dari dokter.

Sumber alodokter




Generasi Kriminal akan Terbentuk Jika Narkotika Terus Merajalela

Foto: Ilustrasi internet, edt.


ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Seakan tidak ada habisnya, kasus narkotika terus ‘menghantui’ negeri ini terutama di kalangan remaja.


Aparat penegak hukum pun tak henti-hentinya melakukan pemberantasan terhadap barang haram tersebut. Karena dikhawatirkan generasi kriminal akan terbentuk jika narkotika terus merajalela.


Kasus narkotika di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih menjadi sesuatu yang bersifat urgent dan kompleks.


Hal itu terlihat pada maraknya kasus-kasus tindak pidana narkotika di Negeri Hamparan Kelapa Dunia yang berhasil diungkap kepolisian Kabupaten Inhil.


Sepanjang tahun 2021 yang belum genap 2 bulan berjalan, 17 kasus tindak pidana narkotika berhasil di ungkap Polres Inhil dengan tersangka yang tergiring ke penjara sebanyak 27 orang.


Mirisnya lagi, rata-rata tersangka yang terlibat dalam ‘lingkaran hitam’ tersebut masih dalam kategori usia produktif.


“Jumlah kasus penanganan sejak awal tahun 2021 hingga saat ini sudah 17 kasus tindak pidana narkotika. Dari kasus-kasus tersebut 27 orang yang menjadi tersangka dengan rata-rata tersangka masih usia produktif,” kata Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan melalui Kasubbag Humas, AKP Warno, Selasa (23/2/2021) malam.


Dengan demikian, ancaman akan ‘tergerusnya’ generasi anak bangsa akibat terkontaminasi barang haram akan semakin nyata pada masa mendatang.


Baru-baru ini, Polres Inhil melalui Unit Reskrim Polsek Kempas menangkap seorang pemuda berinisial A (23 tahun) atas kepemilikan satu paket kecil sabu yang dibeli dari tersangka H (45 tahun).


Jika hal ini terus terjadi, Kabubaten Inhil kedepannya berpeluang menciptakan generasi kriminal atau generasi ‘lingkaran hitam’ akibat dampak peredaran narkoba.


Demi menyelamatkan generasi bangsa dan memutus ‘rantai’ peredaran narkotika, upaya serius telah dilakukan aparat penegak hukum di Kabupaten Inhil. Hal itu dibuktikan dengan maraknya pengungkapan kasus-kasus tindak pidana narkotika mulai dari kecil hingga ‘kelas’ besar.


Dalam upaya memutus peredaran narkotika, hal tersebut tidak serta-merta menjadi tanggung jawab penegak hukum sepenuhnya, akan tetapi menjadi tanggung jawab bersama antara lapisan masyarakat dan penegak hukum.


Perlu adanya kerjasama dan dukungan dari semua lini didalam memberantas peredaran barang haram tersebut.


Terlebih peran orang tua dan keluarga sangat penting dalam mengawasi putra-putrinya agar tidak terjerumus dalam ‘lingkaran hitam’ yang menyesatkan.


Seperti yang dikutip dalam sebuah penelitian di UIN Alauddin Makassar, Fakultas Syariah dan Hukum. Dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika diwujudkan dalam bentuk peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberantas peredaran gelap narkotika.


Karena tanpa dukungan masyarakat maka segala usaha, upaya dan kegiatan penegakan hukum akan mengalami kegagalan. Disinilah pentingnya mengubah sikap tingkah laku dan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan dan penanggulangan tindak pidana narkotika.


Berdasarkan wawancara yang dilakukan arbindonesia.com kepada salah seorang mantan pencandu narkotika di Kabupaten Inhil yang berhasil melewati ‘pahitnya’ hidup selama 14 tahun (2000-2014) karena ‘terjerat’ barang haram.


Pria itu berinisial AK (44 tahun), ia mengaku sebelum terjerumus kedalam lingkaran hitam peredaran narkotika, ia sangat sadar akan bahayanya mengkonsumsi narkoba.


“Karena terpengaruh akan lingkungan sekitar, pergaulan, dan kurangnya pengawasan dari orang tua akhirnya saya mencoba narkotika jenis sabu yang diberi secara gratis,” ungkapnya,” tuturnya, Selasa (23/2/2021).


Menurut AK, saat mencoba barang haram tersebut, ia merasakan ada sesuatu semangat yang berbeda. “Timbul semangat yang berlebihan dari biasanya (euforia),” kata AK.


Karena terbiasa, ketergantungan akan narkoba semakin dirasakannya. “Hilangnya gairah dan semangat untuk melakukan aktivitas akibat merasakan keletihan yang berlebihan jika tidak memakai narkoba,” ucapnya.


Saat sudah ketergantungan, cita-cita yang ingin kita capai dulunya pupus seketika, yang ada hanya keinginan bagaimana agar terus bisa membeli narkoba.


“Akhirnya jalan pintas saya ambil demi membeli narkoba dari hasil tindakan kriminal. Yang pada akhirnya saya di penjara 2,5 tahun karena kasus perampokan,” pungkas AK.


Menurut pengakuannya juga, kala itu didalam penjara tak membuatnya insaf akan mengkonsumsi narkoba. Akan tetapi terasa sedikit lebih mudah untuk mendapatkan narkoba didalam penjara dibanding di luar penjara.


“Setelah saya dinyatakan bebas pada tahun 2011silam, mulai timbul kesadaran untuk berhenti sebagai pengguna narkoba. Memang awalnya sangat terasa sulit karena harus menghadapi pengaruh lingkungan yang sangat besar. Akan tetapi dengan niat yang kuat dari dalam diri untuk melepaskan dari jeratan narkoba akhirnya semua itu bisa saya lalui,” pungkas AK.


“Dukungan dari keluarga adalah hal yang terpenting untuk berhenti menggunakan narkoba. Karena kondisi jiwa kita saat itu menjadi labil, maka harus didukung oleh keluarga. Jika tidak, maka berkemungkinan besar akan terulang kembali sebagai penikmat barang haram,” tambahnya.


Terakhir AK berpesan kepada masyarakat khususnya generasi muda penerus bangsa bahwa dipundak anda nantinya masa depan serta cita-cita diri sendiri, keluarga, dan negari ini dipertaruhkan.


Tidak ada kata-kata mencoba dalam dunia narkoba, karena disaat anda mencoba di saat itulah anda mulai terjerumus.


“Selalu lakukan kegiatan positif, jauhi lingkungan serta teman yang membawa pengaruh buruk, dekatkan diri kepada Tuhan serta slalulah berpikir positif,” pesan AK mantan pecandu narkoba.


“Narkoba hanya akan menyengsarakan dan membuat kita jauh dari segala hal positif yang ingin diraih. Katakan Tidak Pada Narkoba,” tutupnya.


Arbain




Ditahun 2020 Angka Kepuasan Perserta dan FK Program JKN-KIS Naik, Anggaran Surplus 18 Triliun

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Di tahun 2020, angka kepuasan peserta dan Fasilitas kesehatan (FK) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-Kartu Indonesia Sehat (KIS) naik dibanding 4 tahun sebelumnya.


Selain kenaikan angka kepuasan kepesertaan dan program JKN-KIS tersebut, ditahun 2020 juga arus Kas DJS Kesehatan mengalami peningkatan atau Surplus sebesar 18,74 triliun.


Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris saat menggelar Konferensi Pers DJS Kesehatan Program JKN-KIS Tahun 2020, Senin (8/2/2021) siang.


“Untuk angka kepuasan peserta, tahun 2019 memperoleh angka 80,1 persen di tahun 2020 naik menjadi 81,5 persen. Sedangkan untuk kepuasan fasilitas kesehatan meningkat menjadi 81,3 persen di tahun 2020 dari angka 79,1 persen di tahun 2019,” ujar Fachmi dalam konferensi pers BPJS Kesehatan yang digelar secara virtual.



Selain itu, Fachmi Idris mengatakan bahwa yang menjadi faktor surplus DJS Kesehatan di tahun 2020 sebesar 18,74 triliun diantaranya dilatarbelakangi oleh tingkat kesadaran masyarakat yang semakin tinggi untuk mengikuti program iuran BPJS Kesehatan. Sehingga tidak terdapatnya gagal bayar klaim pelayanan kesehatan.


“Selain itu, Faktor kenaikan iuran kepesertaan BPJS Kesehatan serta melalui skema suntikan dana dari pemerintah juga menjadi faktor surplus arus Kas DJS Kesehatan,” imbuhnya.


Sementara itu, diakhir masa tugasnya sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang telah memberikan kepercayaan selama 5 tahun untuk mengelola program JKN-KIS dengan sungguh-sungguh.


Mewakili seluruh jajaran Direksi, Fachmi Idris juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama semua pihak dan kementerian serta lembaga terkait.


“Kami sangat berterimakasih dan mengapresiasi masyarakat khususnya peserta JKN-KIS yang rutin membayar iuran. Terima kasih juga kepada fasilitas kesehatan, kementerian dan lembaga terkait, Pemerintah Daerah serta DPR RI yang turut mengawal dan berkontribusi dalam upaya keberlangsungan Program JKN-KIS,” ujar Fachmi.


“Mewakili seluruh jajaran direksi, kami memohon maaf jika ada yang kurang berkenan dimasyarakat selama program JKN-KIS menjadi tanggung jawab kami. Sekali lagi kami mohon maaf,” tambahnya.


Untuk diketahui, sejak beroperasinya BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan telah meraih 6 kali berturut-turut Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dengan predikat tata kelola yang baik.


Predikat ‘Sangat Baik’ diperoleh pada tahun 2016, 2018, 2019 dan 2020. Sedangkan predikat ‘Baik’ diperoleh pada tahun 2017.


(Arbain)




BPOM Setujui Penggunaan Vaksin untuk Kelompok Usia di Atas 60

ilustrasi, foto alinea.id


ARBindonesia.com, JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyetujui penggunaan vaksin Corona Sinovac-Biotech untuk kelompok usia di atas 60 tahun.


Pemberian vaksin pada kelompok ini disebut untuk mengurangi risiko kefatalan akibat infeksi Covid-19.


Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada sekitar 11 ribu tenaga kesehatan yang berusia di atas 60 tahun yang menjadi prioritas penerima vaksin.


Mereka akan diberikan dosis pertama vaksin Sinovac mulai besok, Senin (8/2/2021).


“Mulai besok hari Senin jam 9, vaksinasi untuk orang-orang dengan usia di atas 60 tahun bisa kita mulai dengan prioritas pertama adalah tenaga kesehatan,” ujar Menkes Budi, Ahad (7/2/2021).


Tenaga kesehatan yang berusia di atas 60 tahun menjadi prioritas penerima vaksin karena selain kelompok rentan akibat berhadapan langsung dengan pasien Covid-19, mereka juga berisiko mengembangkan kondisi fatal jika terinfeksi virus tersebut.


Sejauh ini dalam uji klinis yang dilakukan di Brasil pada kelompok lansia, menunjukkan vaksin tersebut aman, tidak ada efek samping derajat 3 atau serius yang dilaporkan. Efek samping yang umumnya terjadi adalah ringan, yakni nyeri pada tempat suntikan, mual, demam, bengkak, kemerahan pada kulit, dan sakit kepala. (*)


Editor Arb
Sumber Cakaplah.com/detik.com




Satgas Penegak Prokes Inhil Gelar Razia Berskala Besar

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Satuan Tugas Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Kabupaten lndragiri Hilir melakukan razia gabungan berskala besar di berbagai titik keramaian dan persimpangan jalan di seluruh wilayah kota Tembilahan, Rabu (03/02/2021).


Dandim 0314/Inhil Letkol lnf lmir Faishal melalui Pasi Ops Kodim 0314/Inhil Kapten lnf Tarmizi mengatakan bahwa penegakan disiplin di pos pos rawan kerumunan massa dan di setiap persimpangan jalan serta tim patroli dan sekat jalan di seluruh penjuru kota kabupaten lnhil.


Kegiatan ini dilaksanakan guna mencegah terjadinya penularan virus covid 19 serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlunya menjaga kesehatan dengan mematuhi peraturan pemerintah yaitu selalu menerapkan 4M baik di rumah terlebih saat keluar rumah.


“Karena kalau tidak kita sebagai aparat yang mengingatkan kepada seluruh masyarakat, mau siapa lagi. Untuk itu, laksanakan tugas sebaik mungkin dengan penuh rasa tanggung jawab dan ikhlas demi kepentingan kita semua agar bebas dan terhindar dari penularan virus Corona,” sebut Pasi Ops.


Untuk tim patroli, selain menegur dan menertibkan kerumunan dan penggunaan masker, lanjut Pasi Ops, dimohon untuk cek tempat cuci tangan jangan sampai tempatnya ada namun airnya kosong atau sabunnya tidak ada.


“Tetap lakukan peneguran dan himbauan sesuai prosedur dan mengedepankan etika dengan cara cara yang humanis,” sambungnya.


Senada dengan itu, Kapolres lnhil AKBP Dian Setyawan melalui Kabag Ops Polres lnhil Kompol Maison juga mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi kita sebagai aparat pemerintah untuk kendor bahkan lalai dalam melakukan penegakan disiplin kepada masyarakat.


“Khusus hari ini, kita akan fullkan kegiatan di lapangan, kita akan hijaukan, kita akan coklatkan kota Tembilahan ini dengan seluruh personil dari TNI, Polri dan Satpol PP,” ungkapnya.


Memutus mata rantai virus covid 19 ini harus terus menerus dilakukan dengan menghimbau masyarakat dan terus menegakan disiplin protkes kepada masyarakat.


“Meskipun kita sama sama bisa melihat, bahwa masyarakat Tembilahan ini 95 persen sudah taat memakai masker, namun yang berkerumun dan tidak menjaga jarak masih banyak kita temukan. Nanti kita juga akan rencanakan razia instansi instansi pemerintahan, sesuai perintah Bupati lnhil yang mana apabila satu OPD tidak ada lengkap di sana segera laporkan ke Bupati,” pungkasnya. (*)




Panglima TNI: Pandemi Covid Belum Bisa Dikendalikan

Foto: Infografis/Dikawal Ketat! 4 Provinsi & 25 Daerah yang Dikawal Ketat Menuju New Normal/Aristya Rahadian Krisabella


ARBindonesia.com, JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan Indonesia masih belum dapat mengendalikan pandemi Covid-19. Salah satu indikasinya kasus kematian di Indonesia tertinggi di Asia.


Halini disampaikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam seminar digital bertajuk ‘Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit’ seperti dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (30/1/2021).


“Sesuai data dari WHO jumlah kematian akibat Covid-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir menjadi yang tertinggi di Asia dan berada pada urutan ke-12 di dunia,” kata Marsekal Hadi Tjahjanto. “Fakta ini membuktikan bahwa pandemi masih belum dapat dikendalikan.”


Walaupun demikian, dia menuturkan harapan baru untuk mengendalikan virus Covid-19 ada karena adanya vaksin.


Informasi saja,kasus Covid-19 di Indonesia masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Dalam sepekan terakhir penambahan kasus positif Covid-19 Indonesia konsisten di atas 10 ribu kasus.


Hingga Jumat (29/1/2021), total kasus positif Covid-19 mencapai 1.051.795 orang sejak pertama kali diumumkan pada awal Maret 2020 lalu. Dari jumlah tersebut, ada 852.260 orang yang telah sembuh dan 29.518 orang meninggal dunia.


Sementara itu, kasus aktif atau masih dalam perawatan dan isolasi mandiri sebanyak 170.017 orang, sedangkan pasien suspek mencapai 81.497 orang.


Indonesia sendiri sudah mengamankan 600 juta dosis vaksin untuk vaksinasi kepada 181 juta penduduk. Vaksin yang digunakan adalah Sinovac, Novavax, Pfizer, AstraZeneca dan dari inisiatif GAVI dan COVAX.


Sumber: CNBC Indonesia