Riwayat Perjalanan Tak Bisa Ditelusuri, 18 Warga Inhil Dinyatakan Positif Covid-19

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bersumber dari penyebaran klaster Keluarga, sebanyak 18 orang masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinyatakan positif terpapar covid-19.

Dari data per 1 Mei 2021 yang diperoleh arbindonesia.com melalui Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Saut Pakpahan, bahwa 18 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu diantaranya :

10 orang berdomisili di Kecamatan Kateman pada wilayah kerja Puskesmas Sungai Guntung, 6 orang lagi berdomisili di Kecamatan Tembilahan dengan empat orang pada wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota, dan dua orang berada di wilayah kerja Puskesmas Gajah Mada. Serta 2 orang lainnya berdomisili di Kecamatan Enok pada wilayah kerja Puskesmas Enok.

Dikatakan direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Saut Pakpahan, bahwa 18 orang yang dinyatakan positif terpapar covid-19 tersebut bersumber dari klaster Keluarga.

“Kalau dari riwayat perjalanan itu sudah tidak bisa lagi ditelusuri dari mananya, sekarang ini dari klaster keluarga udah saling menularkan,” kata Saut Pakpahan saat dikonfirmasi mengenai sumber penularan serta riwayat perjalanan dari 18 orang yang dinyatakan positif covid-19 tersebut, Minggu (2/5/2021).

Selain dari klaster keluarga kata Saut, penularan covid-19 juga rawan terjadi pada klaster perkumpulan seperti pasar dan perkantoran.

“Umumnya yang terjadi penularan di Inhil itu klaster keluarga. Kalau di kota-kota lain sudah banyak yang terjadi di klaster perkantoran,” tuturnya.

Selain itu, mengenai masing-masing keluarga dari 18 orang yang dinyatakan positif covid-19 tersebut saat ini tengah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis.

“Sedang dilakukan pelacakan, ada namanya program ‘Silacak’ dari Dinas Kesehatan, yang mana 1 orang terkonfirmasi positif maka minimal 15 orang disekitarnya akan dilakukan pelacakan dengan pemeriksaan. Dua atau Tiga hari lagi kita akan dapat hasilnya,” kata dr Saut saat ditanya mengenai tindak lanjut dari penularan klaster keluarga terhadap 18 orang tersebut.

“Jadi yang terpenting bagaimana pencegahan dilakukan, tracing nya dilakukan sesuai dengan orang yang terkonfirmasi positif,” tambahnya.

Tambahnya lagi, orang yang positif terpapar virus corona namun tidak bergejala, tidak lagi dilakukan perawatan dirumah sakit, akan tetapi melakukan isolasi mandiri di rumah ataupun di tempat yang telah disiapkan oleh perusahaan atau pemerintah kecamatan. Kemudian dipantau oleh tim kesehatan puskesmas di wilayah kerja masing-masing.

“Kalau dia bergejala seperti batuk kuat, demam, sesak nafas dan gejala berat lainnya itu baru dirawat di rumah sakit,” tutur dr Saut.

Terkait 18 orang yang terkonfirmasi tersebut, kata Saut, saat ini tengah melakukan isolasi mandiri.

“Diketahuinyakan baru semalam (1/5/2021), jadi hari ini baru diketahui jika ada yang bergejala baru di bawa ke puskesmas atau rumah sakit di Inhil,” kata direktur RSUD PH Tembilahan.

Untuk diketahui, dengan adanya penambahan 18 kasus tersebut, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Inhil yang tengah diisolasi hingga saat ini mencapai 78 kasus.

(Arbain)




Jubir Covid-19 Riau: Jangan Anggap Divaksin Tak Ada Manfaatnya

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Juru Bicara Penanganan COVID-19 Riau, dr Indra Yovi mengatakan, efektivitas vaksin hanya 65,5 persen untuk melindungi masyarakat terpapar COVID-19.

Berdasarkan pengalaman pihaknya menangani pasien COVID-19, orang yang divaksin kemudian kena COVID-19, tidak ada yang mengalami gejala berat.

“Kalau orang sudah vaksin lalu terinfeksi Covid gejalanya itu ringan dan sedang. Artinya vaksin tetap ada efektifitas. Jadi jangan dianggap divaksin itu tidak ada untungnya, jadi divaksin itu tak sia-sia,” tegasnya.

Hanya saja Yovi menyebutkan, efektivitas vaksin itu tidak 100 persen melindungi. Efektivitas vaksin Sinovac itu hanya 65,5 persen. Kemungkinan ada 34,5 persen yang tak efektif. Misalnya dari 100 orang yang divaksin, ada 34 orang yang tak efektif.

Lebih lanjut Yovi menjelaskan, progres program vaksinasi yang sudah dilakukan di Riau. Dimana untuk tenaga kesehatan pelaksanaan vaksin sudah hampir 100 persen.

“Secara umum kita melihat tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 dalam 2-3 bulan terakhir sedikit berkurang, jika dibanding dengan sebelum adanya vaksin,” sebutnya.

Namun, kalau untuk masyarakat (pelayan publik), pihakya belum bisa pastikan efektifitas vaksin, karena belum semua divaksin. Begitu juga lansia belum mencukupi kuotanya.

“Di Riau belum sampai 10 persen lansia yang divaksin, dan akan kita kebut vaksin lansia ini. Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat yang di rumahnya ada usia lansia tolong datang di fasilitas kesehatan untuk vaksinasi,” imbuhnya.

“Yang jelas untuk tenaga kesehatan hampir 100 persen pemberian dosis kedua. Tapi itu kan jumlah Nakes kita tak banyak lebih kurang 40 ribu orang,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir melaporkan, untuk kasus baru pasien COVID-19, Jumat (30/4) terdapat penambahan 525 orang. Sedangkan total kasus positif mencapai 44.263 orang.

Kemudian, jumlah pasien sembuh dari COVID-19 juga bertambah sebanyak 404 orang. “Jumlah ini terbanyak dibanding sebelumnya,” kata Mimi.

Jumlah pasien meninggal karena COVID-19 juga bertambah, yakni sebanyak 14 orang. Sementara total kasus kematian di Riau, sudah mencapai 1.084 orang. (MCR/amn)




Ini Dampak Negatif Fogging Nyamuk bagi Kesehatan

foto ilustrasi alodokter

ARBIndonesia.com – Fogging adalah penyemprotan insektisida untuk membunuh nyamuk. Cara ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyakit yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, misalnya demam berdarah atau malaria. Meski begitu, fogging ternyata juga berisiko menimbulkan masalah kesehatan.

Fogging umumnya menggunakan racun insektisida jenis piretroid sintetis. Zat kimia ini juga terkandung dalam semprotan antinyamuk yang banyak dijual di pasaran. Namun, berbeda dengan produk pembasmi nyamuk rumahan, asap fogging biasanya tidak menimbulkan bau yang menyengat. Tak hanya nyamuk, berbagai jenis serangga dan hama lain juga bisa diusir dengan fogging.

Dampak Negatif Fogging Nyamuk

Kabut fogging dibentuk dengan mengubah campuran insektisida dan air menjadi asap melalui mesin. Takaran insektisida yang terdapat dalam asap fogging sangat kecil, tetapi cukup untuk membunuh nyamuk.

Dalam jumlah kecil, asap yang terhirup tidak menimbulkan efek samping pada manusia. Akan tetapi, jika terhirup dalam jumlah besar, asap fogging bisa mengganggu kesehatan manusia.

Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin muncul jika seseorang terpapar asap fogging dalam jumlah besar:

Mata perih dan berair
Batuk-batuk
Sulit bernapas
Sakit kepala
Iritasi kulit
Lemas

Selain itu, dampak negatif fogging juga bisa dialami jika cairan racun mengenai kulit atau tidak sengaja tertelan.

Tak hanya beberapa gejala di atas, paparan insektisida dalam jumlah besar juga dapat menyebabkan keracunan insektisida yang ditandai dengan munculnya beberapa gejala, yaitu:

Gangguan penglihatan
Keringat berlebih
Produksi air liur berlebih
Muntah
Sesak napas
Sakit perut
Detak jantung dan tekanan darah menurun
Untuk kondisi yang cukup parah, keracunan insektisida dapat menyebabkan penderitanya kejang hingga kehilangan kesadaran. Kondisi ini tergolong berbahaya dan harus segera ditangani oleh dokter.

Tips Mencegah Paparan Racun Fogging Nyamuk

Untuk mencegah dampak negatif fogging, hindarilah area penyemprotan. Jika terpapar dan mengalami efek samping seperti yang telah disebutkan di atas, segera bilas bagian tubuh yang terkena asap fogging dengan air bersih, kemudian ganti dan cuci pakaian yang terpapar asap tersebut.

Apabila fogging dilakukan di dalam atau area sekitar rumah Anda, lakukan langkah-langkah berikut untuk mencegah efek samping yang mungkin terjadi:

Kosongkan bak mandi atau wadah penampungan air sebelum penyemprotan dilakukan.
Tutupi barang-barang di rumah dengan koran dan simpan benda-benda, seperti alat makan, baju, atau handuk, di tempat yang rapat.

Jangan biarkan ada makanan atau bahan makanan yang diletakkan di tempat terbuka.
Gunakan masker selama fogging dilakukan dan beberapa saat setelahnya.
Bukalah jendela lebar-lebar agar terjadi pertukaran udara.

Bersihkan permukaan furnitur atau perabot rumah tangga yang terkena asap.
Fogging bertujuan untuk mengurangi populasi nyamuk, sehingga risiko penularan penyakit akibat gigitan nyamuk pun dapat ditekan. Namun, cara ini bukan satu-satunya upaya untuk memberantas nyamuk.

Kegiatan pencegahan yang disebut 3M Plus juga dianjurkan untuk dilakukan, karena dinilai lebih efektif dibandingkan hanya fogging saja. Gerakan 3M Plus meliputi menguras bak dan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Jika Anda mengalami dampak negatif fogging yang mengarah pada gejala keracunan insektisida, segera periksakan diri ke dokter agar penanganan yang tepat dapat dilakukan.

Sumber: alodokter




Sebelum Terlambat, Kenali Gejala Gula Darah Tinggi

foto ilustrasi, alodokter

ARBIndonesia.com – Gula darah tinggi atau hiperglikema adalah kondisi ketika kadar glukosa di dalam darah mengalami kenaikan. Kondisi yang umumnya sering dialami oleh mereka yang menderita diabetes ini bisa berbahaya jika terjadi secara terus-menerus. Oleh karenanya, kenali gejala dan cara mengatasi gula darah tinggi sebelum terlambat.

Siapa pun bisa mengalami gula darah tinggi, bahkan pada orang yang tidak menderita diabetes sekalipun. Kondisi tersebut dapat terjadi pada mereka yang mengalami serangan jantung, menderita infeksi yang cukup parah, stres berat, mengalami gangguan pankreas, atau stroke.

Bagi penderita diabetes, kadar gula darah tinggi dapat disebabkan karena lupa mengonsumsi obat penurun glukosa atau menyuntikkan insulin. Stres, infeksi, kurang berolahraga, terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat, atau melakukan aktivitas fisik yang cukup berat di saat tingkat insulin rendah juga dapat menjadi pemicu gula darah tinggi.

Hati-hati Jika Anda Mengalami Beberapa Gejala Ini

Meningkatnya kadar gula darah pada sebagian orang mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, cobalah untuk memerhatikan beberapa tanda di bawah ini guna mencegah gula darah tinggi terjadi secara tiba-tiba.

  • Terjadi penurunan berat badan, namun nafsu makan bertambah.
  • Sering merasa haus dan mulut terasa kering.
  • Sering buang air kecil, terutama di pada malam hari.
  • Kulit gatal dan terasa kering.
  • Mudah merasa mengantuk dan lelah.
  • Penglihatan menjadi buram.
  • Sakit kepala.
  • Susah konsentrasi.
  • Kesemutan.
  • Merasakan nyeri di bagian perut.
  • Mudah terkena infeksi, misalnya infeksi kulit, sariawan, dan infeksi kandung kemih.

Gejala-gejala di atas dapat bertambah buruk jika tidak segera ditangani. Bahkan beberapa penderita gula darah tinggi dapat merasakan gejala tambahan, berupa dehidrasi, pusing saat berdiri, sesak napas, hingga tidak sadarkan diri. Untuk itu, segeralah konsultasikan ke dokter jika Anda merasakan gejala-gejala di atas, terutama bila memiliki riwayat penyakit diabetes.

Cari Tahu Cara Mengatasinya Di Sini

Agar kondisi kadar gula darah tinggi tidak semakin memburuk, maka mulailah untuk menerapkan pola hidup sehat, misalnya:

  • Mengubah pola makan menjadi lebih sehat
    Mengonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik (IG) rendah diketahui dapat mencegah kenaikan kadar gula darah dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Pilih makanan sehat yang kaya serat dan protein seperti buah, sayuran, ikan yang mengandung omega-3, bawang putih, kacangan-kacangan, dan gandum utuh merupakan makanan yang memiliki indeks glikemik rendah. Tapi ingat, jangan mencampur berbagai makanan tersebut dengan gula dan susu kental manis saat mengolahnya.
  • Rutin berolahraga
    Selain memerhatikan asupan makanan, olahraga secara rutin juga berperan dalam membantu menurunkan kadar gula darah. Saat otot Anda berkontraksi selama berolahraga, hal ini dapat merangsang sel-sel di dalam tubuh memanfaatkan insulin untuk menggunakan glukosa sebagai energi. Dengan begitu, gula darah dapat lebih terkontrol. Beberapa olahraga yang bisa Anda lakukan, di antaranya berjalan kaki, berlari, berenang, dan bersepeda.
  • Kurangi stres
    Stres berdampak pula pada peningkatan gula darah. Saat tubuh mengalami stres, baik stres fisik maupun psikologis, hormon kortisol dan glukagon akan dilepaskan, kedua hormon tersebut dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Stres yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan gula darah yang sulit terkontrol dan memperburuk kondisi tubuh. Oleh karena itu, disarankan untuk mengurangi stres dengan istirahat yang cukup, lakukan relaksasi dengan meditasi atau yoga, dan konseling.
  • Perbanyak konsumsi air putih
    Mencukupi asupan air putih setiap hari juga dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Hal ini dikarenakan air putih dapat membantu ginjal mengeluarkan gula darah melalui urine. Selain itu, asupan air putih yang cukup dapat mencegah Anda dari dehidrasi. Oleh karenanya, mulailah mencukupi asupan air putih harian Anda dan hindari mengonsumsi minuman berkalori tinggi, misalnya minuman bersoda.

Jangan meremehkan kelainan pada kadar gula darah Anda. Kadar gula darah tinggi yang dibiarkan dapat mengakibatkan munculnya komplikasi serius, yaitu ketoasidosis diabetik, di mana tubuh tidak bisa mengolah gula darah karena kurangnya kadar insulin dalam tubuh.

Sayangi diri Anda, hindari gula darah tinggi dengan terus memantau makanan yang Anda konsumsi dan menjaga pola hidup yang sehat. Selain itu, rutinlah melakukan tes darah guna mengetahui kadar gular dalam darah Anda. Segeralah konsultasikan kondisi Anda kepada dokter jika gula darah tinggi terjadi secara terus-menerus.

Sumber alodokter




Penyebab dan Akibat Kutuban Pecah Dini

foto ilustrasi, alodokter

ARBIndonesia.com – Air ketuban biasanya pecah ketika ibu hamil mulai mengalami kontraksi rahim untuk melahirkan sang bayi. Namun, ada kalanya ketuban pecah dini, yang dapat mengakibatkan komplikasi serius.

Selama kehamilan, janin dalam kandungan dilindungi dan dikelilingi oleh selaput yang berisi cairan yang disebut kantung ketuban. Beberapa saat sebelum janin atau bayi lahir, kantung ketuban akan pecah dan cairan yang disebut air ketuban akan keluar melalui vagina. Umumnya dalam waktu 24 jam setelah kantung ketuban pecah, bayi akan lahir. Namun apabila selepas waktu itu bayi belum lahir, atau ketuban pecah sebelum usia kandungan berumur 37 minggu, maka kondisi tersebut dikatakan sebagai ketuban pecah dini.

Penyebab Ketuban Pecah Dini

Ketuban pecah dini biasanya menyebabkan persalinan prematur alias bayi terpaksa dilahirkan sebelum waktunya. Air ketuban pecah lebih awal bisa lebih berisiko terjadi jika terdapat beberapa hal seperti berikut:

  • Infeksi rahim, kantung ketuban, leher rahim, atau vagina. Ini adalah pemicu umum ketuban pecah dini.
  • Cedera fisik, misalnya akibat kecelakaan kendaraan bermotor atau terjatuh.
  • Rahim dan kantung ketuban yang terlalu teregang. Hal tersebut diakibatkan oleh jumlah janin dalam kandungan lebih dari satu atau volume cairan ketuban yang terlalu banyak.
  • Merokok atau menggunakan narkoba selama masa kehamilan.
  • Menjalani operasi atau biopsi serviks.
  • Pernah mengalami ketuban pecah dini pada kehamilan sebelumnya.
  • Perdarahan vagina selama kehamilan.
  • Kelainan plasenta.
  • Posisi janin yang tidak normal di dalam rahim.
  • Indeks massa tubuh ibu hamil yang
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

Komplikasi Ketuban Pecah Dini

Ketuban pecah dini bisa dianggap sebagai hal serius karena dapat mengakibatkan:

  • Ketika ketuban pecah, kuman dapat bermigrasi ke dalam kantung ketuban hingga menyebabkan infeksi dalam rahim. Gejalanya termasuk suhu tubuh naik, keputihan yang tidak biasa, vagina berbau yang tidak enak, denyut nadi cepat, nyeri di perut bagian bawah, dan detak jantung janin menjadi lebih cepat dari biasanya. Kondisi ini dapat menyebabkan sepsis pada bayi yang berbahaya.
  • Bayi lahir prematur.
  • Meningkatkan risiko terjadinya retensi plasenta (sebagian atau semua plasenta tertinggal di dalam rahim). Kondisi ini akan menyebabkan perdarahan postpartum, yaitu perdarahan lewat vagina dalam waktu 24 jam hingga enam minggu setelah melahirkan.
  • Volume cairan ketuban terlalu sedikit (oligohidramnion), bila ketuban pecah dini terjadi pada kehamilan usia muda. Ketika cairan ketuban hilang, tali pusat bisa terjepit di antara janin dan dinding rahim. Akibatnya, janin bisa mengalami cedera otak atau bahkan kematian.

Jika ketuban pecah sebelum kehamilan berusia 23 minggu, paru-paru janin kemungkinan tidak akan berkembang dengan baik dan menyebabkan janin tidak bisa bertahan hidup. Kalau janin bertahan hidup, maka kemungkinan akan mengalami cacat fisik dan mental ketika dilahirkan. Bayi juga berisiko mengalami beberapa masalah, seperti penyakit paru-paru kronis, hidrosefalus, cerebral palsy, dan gangguan perkembangan.

  • Solusio plasenta, yaitu terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari dinding rahim sebelum proses persalinan terjadi.
  • Tali pusat janin putus.

Jika Anda curiga ataupun merasakan air ketuban pecah dini, segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dari dokter spesialis kandungan. Air ketuban dapat dikenali dengan ciri-cirinya yang berwarna bening atau ada bintik-bintik putih, disertai darah atau lendir, dan tidak berbau.

Sumber alodokter




Mandi Air Hangat saat Hamil, Sehat atau Bahaya?

Foto ilustrasi, alodokter

ARBIndonesia.com – Mandi air hangat saat hamil adalah salah satu cara yang bisa Bumil lakukan untuk membuat tubuh lebih rileks sekaligus meredakan nyeri otot. Meski demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar aktivitas ini tidak menimbulkan bahaya bagi Bumil dan janin dalam kandungan.

Selain untuk mengatasi nyeri otot, mandi air hangat saat hamil juga bermanfaat untuk meredakan nyeri punggung bawah dan menenangkan pikiran, sehingga cocok bagi ibu hamil yang ingin melepas penat dan mengatasi stres. Namun, manfaat ini baru bisa didapat bila Bumil melakukannya dengan cara yang tepat.

Fakta Mengenai Mandi Air Hangat saat Hamil
Secara umum, mandi air hangat aman untuk ibu hamil asalkan suhu airnya tidak melebihi 38°C. Hindari mandi dengan air yang terlalu panas, sebab bisa meningkatkan suhu tubuh ibu secara drastis dan memicu hipertemia, terutama pada trimester pertama.

Mandi dengan air yang terlalu panas berlama-lama juga bisa menurunkan tekanan darah dan membuat Bumil pusing, lemas, dan mudah lelah. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko janin mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi.

Selain itu, apabila Bumil terlalu sering mandi air panas, maka ada beberapa risiko yang dapat terjadi pada janin di dalam rahim, yaitu:

Keguguran.
Gangguan pada proses pembentukan otak dan saraf janin.
Hernia pada bayi.
Selain mandi dengan air yang terlalu panas, sebaiknya Bumil juga tidak berendam di kolam atau bak air panas, mandi uap, atau sauna, untuk menghindari risiko-risiko di atas.

Tips Aman Mandi Air Hangat Saat Hamil
Supaya Bumil bisa mendapatkan berbagai manfaat dari mandi air hangat, ikuti panduan berikut ini:

  1. Perhatikan suhu dan durasinya
    Telah disebutkan sebelumnya bahwa suhu air yang tepat adalah tidak lebih dari 38°C. Bumil juga disarankan untuk tidak mandi terlalu lama, yaitu cukup sekitar 10 menit saja.

Sebelum mandi, Bumil bisa menggunakan termometer untuk memeriksa suhu air atau mengukur kehangatannya dengan siku atau ujung jari. Bila suhu air masin tinggi atau terasa terlalu panas, diamkan beberapa menit atau tambahkan air dingin secukupnya.

  1. Hindari berendam air panas di bathtub
    Mandi air hangat dengan menggunakan gayung untuk menyiram tubuh lebih disarankan dibandingkan berendam di bathtub. Hal ini karena Bumil bisa saja bablas mandi terlalu lama di dalam bathtub. Terlalu lama berendam air hangat dapat menyebabkan suhu tubuh Bumil meningkat.

Selain itu, bakteri yang ada di dalam air rendaman tersebut juga bisa membahayakan kesehatan janin, terlebih bila Bumil berendam di tempat umum.

  1. Hindari mandi dengan aromaterapi atau mandi busa
    Berendam dalam air hangat yang ditambah minyak aromaterapi atau mandi busa memang bisa membuat tubuh lebih rileks. Namun, hal ini justru sebaiknya dihindari oleh Bumil, sebab bisa meningkatkan risiko vagina terinfeksi jamur Candida albicans.

Infeksi jamur ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada area vagina, dan bila tidak diobati, bisa menular ke bayi ketika dilahirkan.

Sebagai alternatif, Bumil bisa menambahkan garam Epsom pada air hangat ketika mandi. Mandi air garam Epsom diketahui baik untuk meredakan nyeri, membersihkan kulit, serta membantu Bumil merasa lebih rileks.

  1. Hati-hati selama berada di kamar mandi
    Bumil perlu berhati-hati saat hendak masuk, keluar, dan selama berada di dalam kamar mandi. Lantai yang licin bisa membuat Bumil terpeleset dan mengalami cedera. Bahkan, janin dalam kandungan Bumil juga bisa ikut cedera.

Untuk menghindarinya, letakkan alas kaki karet antiselip di lantai sebelum masuk ke kamar mandi. Bila perlu, letakkan tempat duduk di bawah shower atau dekat bak air supaya Bumil bisa mandi sambil duduk.

Jika memenuhi beberapa persyaratan di atas, mandi air hangat saat hamil cukup aman dilakukan dan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Namun, bila masih ragu atau memiliki pertanyaan seputar mandi air hangat saat hamil, Bumil bisa bertanya kepada dokter kandungan saat menjalani pemeriksaan kehamilan rutin.

Sumber alodokter