Dinkes Inhil Gelar Pertemuan Pengelolaan Data SI-SDMK

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) menggelar pertemuan pengelolaan data aplikasi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SI-SDMK) dan RENBUT di Aula Hotel Harmona Inn Tembilahan, Inhil, Provinsi Riau.

Penyelenggaraan ini juga di fasilitas pelayanan Kesehatan se-Kabupaten Indragiri Hilir dan langsung dibibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Rahmi Indrasuri yang diwakili oleh Sub Koordinator PSDMK Sri Setiawati, A.MK,. SKM.

“Tujuan pertemuan ini untuk meningkatkan rekonsiliasi data SDM Kesehatan di Kabupaten Inhil melalui Aplikasi SI-SDMK guna mempermudah verifikasi data,” ucap Kepala Dinkes Inhil diwakili Sub Koordinator PSDMK Sri Setiawati.

Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasinya, semoga pertemuan ini dapat berjalan dengan baik,” tutupnya.

Kegiatan tersebut dihadiri 69 orang yang berasal dari 30 Puskesmas yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir 3 Rumah Sakit (RS Puri Husada, Tengku Sulung, dan Raja Musa), 3 Klinik (Polres, Kodim dan dr. Ir), dan Labkesda.(ADV)




Bersama Pj Ketua TP PKK, Kartika Sari Erisman, Kadiskes Inhil Ikuti Rakornas Posyandu 2024

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Inhil, Kartika Sari Erisman selaku ketua pembina Posyandu Inhil menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) 2024, yang di pusatkan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Jln. BSD Grand Boulevard Raya No.1, BSD City, Tangerang, Banten, senin (26/08/2024).

Rakor yang digelar oleh Kemendagri melalui Dirjen Bina Pemerintahan Desa ini bertujuan untuk penyatuan persepsi Posyandu pasca ditetapkanya undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa yang diubah dengan undang-undang nomor 3 tahun 2024.

Dengan mengangkat tema “Transformasi Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat”, Rakor ini dibuka secara langsung oleh ketua umum Pembina Posyandu, ibu Tri Suswati Tito Karnavian dengan ditandai launching logo Posyandu.

Ketua Pembina Posyandu Pusat, ibu Tri Suswati Tito dalam arahannya menyampaikan, bahwa pada saat ini Posyandu berdiri sendiri dan tidak hanya memberikan pelayanan pada bidang kesehatan, namun juga bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan dan pemukiman, sosial dan bidang ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

Untuk itu ibu Tri Tito Karnavian meminta kepada ketua pembina Posyandu Provinsi dan Kabupaten / kota agar dapat mensukseskan 6 program bidang-bidang Posyandu tersebut.

Sementara itu ketua pembina Posyandu Inhil, Kartika Sari Erisman ketika di wawancarai awak media disela-sela rakor mengatakan, enam standar pelayanan minimal (SPM) pada Posyandu sangat bermanfaat bagi masyarakat desa.

“Untuk mensukseskan program ini saya akan mengoptimalkan kader Posyandu sebagai mitra pemerintah dan bekerjasama dengan stakeholder terkait dalam mendorong enam SPM guna mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Inhil,” tegas Kartika Sari.

“Mudah-mudahan enam program Posyandu ini bisa kita laksanakan di Kabupaten Indragiri Hilir,” tutup Kartika Sari Erisman.

Hadir juga dalam Rakor ini Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian sebagai Keynote Speaker. Rakor juga di isi dengan diskusi panel dengan narasumber Dirjend Bina Pemerintahan Desa, Dirjend Bina Keuangan Daerah. (adv Dinkes Inhil)




Bersama Pj Ketua TP PKK, Kadiskes Inhil Ikuti Rakornas Posyandu 2024

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Inhil, Kartika Sari Erisman selaku ketua pembina Posyandu Inhil menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) 2024, yang di pusatkan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Jln. BSD Grand Boulevard Raya No.1, BSD City, Tangerang, Banten, Senin (26/08/2024).

Rakor yang digelar oleh Kemendagri melalui Dirjen Bina Pemerintahan Desa ini bertujuan untuk penyatuan persepsi Posyandu pasca ditetapkanya undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa yang diubah dengan undang-undang nomor 3 tahun 2024.

“Transformasi Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat”, Rakor ini dibuka secara langsung oleh ketua umum Pembina Posyandu, ibu Tri Suswati Tito Karnavian dengan ditandai launching logo Posyandu.

Ketua Pembina Posyandu Pusat, ibu Tri Suswati Tito dalam arahannya menyampaikan, bahwa pada saat ini Posyandu berdiri sendiri dan tidak hanya memberikan pelayanan pada bidang kesehatan, namun juga bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan dan pemukiman, sosial dan bidang ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

Untuk itu ibu Tri Tito Karnavian meminta kepada ketua pembina Posyandu Provinsi dan Kabupaten / kota agar dapat mensukseskan 6 program bidang-bidang Posyandu tersebut.

Sementara itu ketua pembina Posyandu Inhil, Kartika Sari Erisman ketika di wawancarai awak media disela-sela rakor mengatakan, enam standar pelayanan minimal (SPM) pada Posyandu sangat bermanfaat bagi masyarakat desa.

“Untuk mensukseskan program ini saya akan mengoptimalkan kader Posyandu sebagai mitra pemerintah dan bekerjasama dengan stakeholder terkait dalam mendorong enam SPM guna mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Inhil,” tegas Kartika Sari.

“Mudah-mudahan enam program Posyandu ini bisa kita laksanakan di Kabupaten Indragiri Hilir,” tutup Kartika Sari Erisman.

Hadir juga dalam Rakor ini Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian sebagai Keynote Speaker. Rakor juga di isi dengan diskusi panel dengan narasumber Dirjend Bina Pemerintahan Desa, Dirjend Bina Keuangan Daerah. (ADV)




Waspadai Mpox: Informasi Penting dari Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pernah mendengar tentang Mpox? Virus ini kini menjadi perhatian utama dalam dunia kesehatan. Hingga tahun 2024, Indonesia telah mencatat sebanyak 88 kasus Mpox yang terdeteksi, mencakup wilayah dari Jakarta hingga Kepulauan Riau. 25/08/24

Mpox merupakan penyakit menular yang dapat menular melalui berbagai perilaku berisiko. Untuk itu, penting bagi kita semua untuk tetap waspada dan melakukan pencegahan yang tepat. Salah satu langkah utama adalah menghindari perilaku berisiko, terutama hubungan seksual dengan banyak pasangan, yang dapat meningkatkan risiko penularan.

Selain itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar juga sangat penting dalam mencegah penyebaran Mpox. Cuci tangan secara rutin, gunakan alat pribadi, dan bersihkan area tempat tinggal secara berkala.

Mari kita semua berperan aktif dalam mencegah penyebaran Mpox dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang telah disebutkan. 

Untuk informasi lebih lanjut atau jika Anda memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil atau kunjungi fasilitas kesehatan terdekat. (Adv Dinkes Inhil)




Virus Mpox, Kadis Kesehatan Inhil Himbau Masyarakat Harus Waspada

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pernah mendengar tentang Mpox? Virus ini kini menjadi perhatian utama dalam dunia kesehatan.

Hingga tahun 2024, Indonesia telah mencatat sebanyak 88 kasus Mpox yang terdeteksi, mencakup wilayah dari Jakarta hingga Kepulauan Riau.

Hal itu diungkapkan Kadis Kesehatan Inhil Rahmi Indrasuri pada Minggu (25/08/2024) siang.

Mpox merupakan penyakit menular yang dapat menular melalui berbagai perilaku berisiko. Untuk itu, penting bagi kita semua untuk tetap waspada dan melakukan pencegahan yang tepat.

“Salah satu langkah utama adalah menghindari perilaku berisiko, terutama hubungan seksual dengan banyak pasangan, yang dapat meningkatkan risiko penularan.” Ujar Kadis Kesehatan Inhil.

Selain itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar juga sangat penting dalam mencegah penyebaran Mpox. Cuci tangan secara rutin, gunakan alat pribadi, dan bersihkan area tempat tinggal secara berkala.

Mari kita semua berperan aktif dalam mencegah penyebaran Mpox dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang telah disebutkan.

Untuk informasi lebih lanjut atau jika Anda memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil atau kunjungi fasilitas kesehatan terdekat.(ADV)




Dinkes Inhil Terus Lakukan Cara Untuk Menekan Angka Stunting

ARBINDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) Provinsi terus melakukan cara untuk menekan angka Stunting bagi masyarakat.

Stunting, kondisi serius akibat kekurangan gizi kronis, dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak secara permanen. Upaya pencegahan yang efektif harus dimulai sedini mungkin, melibatkan berbagai tahapan kehidupan seperti remaja, calon pengantin, dan ibu hamil, Tembilahan.

Remaja: Fondasi Awal Pencegahan

Remaja merupakan masa kritis dalam membangun fondasi kesehatan untuk masa depan. Mengintegrasikan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dan pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu mencegah masalah stunting di kemudian hari. Melalui pendidikan yang tepat, remaja dapat memahami betapa pentingnya nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan optimal.

Calon Pengantin: Persiapan Sebelum Keluarga Terbentuk

Saat memasuki tahap calon pengantin, kesadaran akan kesehatan diri sendiri dan pasangan masa depan adalah krusial. Konsultasi dengan tenaga medis, termasuk pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (PB/TB), dan lingkar kepala (LK) jika perlu, dapat mengidentifikasi risiko stunting sejak dini. Langkah sederhana ini dapat menjadi langkah awal dalam mencegah stunting pada generasi berikutnya.

Ibu Hamil: Menjamin Kesehatan Generasi Mendatang

Ibu hamil memegang peran sentral dalam mencegah stunting. Melalui kunjungan rutin ke posyandu untuk pemeriksaan kesehatan dan konsultasi gizi, ibu hamil dapat memastikan bahwa kebutuhan nutrisi bayi dalam kandungan terpenuhi dengan baik. Pemantauan secara berkala terhadap pertumbuhan janin, termasuk parameter BB, PB/TB, dan LK, akan membantu mendeteksi dan menangani potensi stunting lebih awal.

Bersama Healthies, Mewujudkan Generasi Tanpa Stunting

Healthies, sebagai individu yang secara rutin memantau tumbuh kembang anak-anak, memiliki peran penting dalam pencegahan stunting. Dengan mengingat betapa pentingnya pengukuran BB, PB/TB, dan LK secara berkala, Healthies membantu memastikan bahwa setiap anak mendapatkan perawatan kesehatan yang tepat waktu.

Kesimpulan

Pencegahan stunting bukanlah tanggung jawab tunggal, melainkan kerja sama semua pihak dari berbagai tahapan kehidupan. Mulai dari remaja yang membangun kesadaran akan nutrisi, hingga ibu hamil yang mengimplementasikan praktik kesehatan yang tepat, setiap langkah berharga dalam mewujudkan generasi bebas stunting. Bersama, mari kita cegah stunting dan berikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. ADV