Dinkes Inhil Ingatkan Pentingnya Kebersihan WC

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan WC sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rahmi Indrasuri menekankan bahwa kebersihan WC yang terjaga dapat mencegah berbagai penyakit menular seperti diare, infeksi saluran kemih, dan penyakit kulit.

“WC yang bersih dan higienis sangat penting untuk mencegah penyebaran kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu membersihkan WC secara rutin, menggunakan disinfektan, dan memastikan ventilasi yang baik,” ujar Rahmi Indrasuri.

Dinkes Inhil juga mengadakan program sosialisasi dan edukasi tentang sanitasi yang baik kepada masyarakat, terutama di daerah pedesaan.

“Kami berharap melalui program ini, masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya kebersihan WC dan menerapkan praktik sanitasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Dengan menjaga kebersihan WC, Dinkes Inhil berharap dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman. (ADV)




Dinkes Inhil Terus Upayakan Tekan Angka Stunting

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) Provinsi Riau terus melakukan cara untuk menekan angka Stunting bagi masyarakat.

Stunting, kondisi serius akibat kekurangan gizi kronis, dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak secara permanen.

Upaya pencegahan yang efektif harus dimulai sedini mungkin, melibatkan berbagai tahapan kehidupan seperti remaja, calon pengantin, dan ibu hamil, Selasa (01/10/2024).

Remaja: Fondasi Awal Pencegahan

Remaja merupakan masa kritis dalam membangun fondasi kesehatan untuk masa depan. Mengintegrasikan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dan pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu mencegah masalah stunting di kemudian hari. Melalui pendidikan yang tepat, remaja dapat memahami betapa pentingnya nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan optimal.

Calon Pengantin: Persiapan Sebelum Keluarga Terbentuk

Saat memasuki tahap calon pengantin, kesadaran akan kesehatan diri sendiri dan pasangan masa depan adalah krusial. Konsultasi dengan tenaga medis, termasuk pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (PB/TB), dan lingkar kepala (LK) jika perlu, dapat mengidentifikasi risiko stunting sejak dini. Langkah sederhana ini dapat menjadi langkah awal dalam mencegah stunting pada generasi berikutnya.

Ibu Hamil: Menjamin Kesehatan Generasi Mendatang

Ibu hamil memegang peran sentral dalam mencegah stunting. Melalui kunjungan rutin ke posyandu untuk pemeriksaan kesehatan dan konsultasi gizi, ibu hamil dapat memastikan bahwa kebutuhan nutrisi bayi dalam kandungan terpenuhi dengan baik.

Pemantauan secara berkala terhadap pertumbuhan janin, termasuk parameter BB, PB/TB, dan LK, akan membantu mendeteksi dan menangani potensi stunting lebih awal.

Bersama Healthies, Mewujudkan Generasi Tanpa Stunting

Healthies, sebagai individu yang secara rutin memantau tumbuh kembang anak-anak, memiliki peran penting dalam pencegahan stunting.

Dengan mengingat betapa pentingnya pengukuran BB, PB/TB, dan LK secara berkala, Healthies membantu memastikan bahwa setiap anak mendapatkan perawatan kesehatan yang tepat waktu.

Kesimpulan

Pencegahan stunting bukanlah tanggung jawab tunggal, melainkan kerja sama semua pihak dari berbagai tahapan kehidupan.

Mulai dari remaja yang membangun kesadaran akan nutrisi, hingga ibu hamil yang mengimplementasikan praktik kesehatan yang tepat, setiap langkah berharga dalam mewujudkan generasi bebas stunting. Bersama, mari kita cegah stunting dan berikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. (ADV)




Pelaksanaan Posyandu Mangga II Gemilang Jaya: Pemantauan Kesehatan Balita, Ibu Hamil, dan Lansia

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Posyandu Mangga II kembali melaksanakan kegiatan rutin dalam rangka pemantauan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. Pada pelaksanaan kali ini, Posyandu Mangga II yang diadakan di lingkungan Seipiring dihadiri oleh 45 balita, 3 ibu hamil, dan 12 lansia, (16/10/2024).

Kegiatan yang berlangsung meliputi pemantauan tumbuh kembang balita, penyuluhan kesehatan mengenai pentingnya imunisasi, serta demonstrasi cara perawatan tali pusat pada bayi baru lahir. Selain itu, juga dilakukan deteksi dini penyakit hipertensi pada lansia.

Pada kegiatan ini, ditemukan satu balita yang mengalami gizi kurang dan satu ibu hamil yang kekurangan gizi. Kedua kelompok ini langsung mendapatkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai upaya untuk memperbaiki kondisi gizi mereka.

Imunisasi juga menjadi fokus utama pada kegiatan ini, di mana sebanyak 4 balita menerima imunisasi. Sementara itu, dua lansia yang terdeteksi mengalami hipertensi mendapatkan pemantauan lebih lanjut terkait kondisi kesehatan mereka.

Ayo ke Posyandu

Posyandu bukan hanya untuk bayi dan balita, tetapi juga untuk seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak pra-sekolah, ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, anak sekolah, remaja, dewasa, hingga lansia.

Kegiatan ini penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah masalah kesehatan sejak dini. Posyandu Mangga II mengajak masyarakat untuk rutin datang dan memeriksakan kesehatan mereka.

Posyandu merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, melalui perhatian yang terfokus pada kesehatan di setiap tahapan kehidupan. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjaga kesehatan di Posyandu. (Adv)




Pelukan Hangat Seorang Ibu kepada Rezita atas Pelayanan Kesehatan Gratis

ARB INDONESIA INDRAGIRI HILIR – Sirum warga Seko Lubuk Tigo, Kecamatan Lirik terharu atas kehadiran Rezita sosok pemimpin perempuan muda yang tau kesulitan masyarakat saat kebutuhan pelayanan kesehatan.

Hal ini terlihat jelas pelukan seorang ibu berusia lanjut kepada Rezita saat gelar kunjungan ke Desa Seko Lubuk Tigo sebagai calon bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) no urut 3 di peluk dengan erat atas perhatian Rezita kepada warga Inhu.

“Saya senang atas kehadiran Rezita ke kampung kami untuk itu saya memeluk Rezita dengan erat atas kinerjanya dengan ketulusan hatinya untuk membangun Inhu saya sangat terharu, Ujar Sirum kepihak media saat di konfirmasi ulang,” Selasa 15/10/2024.

Sirum, salah seorang emak-emak mendapat kesempatan bersalaman langsung dan memeluk Rezita.

Ia mengaku senang bertemu dengan Rezita dan mengucapkan terimakasih atas pelayanan kesehatan gratis yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Inhu di masa kepemimpinannya.

“Terimakasih ibu atas BPJS dan pelayanan kesehatan gratis yang diberikan Ibu Rezita sebagai Bupati Inhu,” ujar Sirum.

Sirum melanjutkan pelayanan kesehatan gratis selama kepemimpinan Rezita sangat membantu masyarakat berobat tanpa membayar,”ujarnya.

Diketahui, selama masa kepemimpinan Bupati Rezita, jumlah warga yang mengikuti perlindungan jaminan sosial kesehatan di Kabupaten Inhu sudah mencapai 98,75 persen dari total penduduk di Inhu. Jumlah persentase itu berarti 466.908 jiwa dari 472.799 jiwa penduduk Inhu.

Bahkan masyarakat yang tidak memiliki BPJS Kesehatan cukup membawa KTP saja untuk berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Hal ini menunjukan komitmen Pemerintah Daerah untuk menjamin setiap warga mendapatkan pelayanan kesehatan.




Peran Posyandu Layanan Kesehatan untuk Semua Tahapan Hidup Bagi Masyarakat

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Dinas kesehatan Inhil selalu mengasosiasikan peran posyandu menjadi salah satu kegiatan yang menyeluruh dan merangkul seluruh siklus hidup individu. 11/11/24

Jangan salah, Posyandu tidak hanya untuk balita, melainkan untuk semua tahapan kehidupan mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi balita, anak pra sekolah, anak usia sekolah, remaja, dewasa, hingga lansia. Setiap kelompok usia bisa mendapatkan manfaat dari layanan kesehatan yang tersedia di Posyandu

Di Posyandu, berbagai kegiatan dan layanan kesehatan dapat diakses oleh masyarakat, antara lain:

Pemantauan Tumbuh Kembang Anak: Meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi/panjang badan, lingkar lengan atas, dan lingkar kepala untuk memastikan perkembangan anak optimal.

Imunisasi dan Suplementasi: Untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit-penyakit tertentu.

Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Seperti pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah untuk deteksi dini penyakit kronis.

Skrining Kesehatan Lansia: Untuk mendeteksi potensi penyakit pada usia lanjut.

Edukasi dan Penyuluhan Kesehatan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik hidup sehat dalam masyarakat.

PMT Penyuluhan: Meliputi pemberian makanan lokal tinggi protein hewani bagi balita untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Posyandu bukan hanya tempat pelayanan kesehatan semata, tetapi juga menjadi wadah edukasi dan sosialisasi kesehatan di masyarakat. Melalui partisipasi aktif dalam Posyandu, masyarakat diharapkan mampu mengimplementasikan pola hidup sehat secara berkelanjutan.

Dukunglah transformasi Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa yang berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mari bersama-sama menjaga kesehatan dari berbagai aspek kehidupan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif. (Adv)




Pelaksanaan Penyuluhan tentang Kesehatan Reproduksi pada Remaja di MA dan MTs Nurul Huda Desa Gemilang Jaya

ARB Indonesia, INDRAGIRI HILIR – 9 Oktober 2024 – Dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi pada remaja, Puskesmas Gemilang Jaya (Pustu Gemilang Jaya) mengadakan kegiatan penyuluhan di Sekolah MA dan MTs Nurul Huda, Desa Gemilang Jaya. Kegiatan ini dihadiri oleh petugas kesehatan dari Pustu Gemilang Jaya, serta beberapa majelis guru dari kedua sekolah tersebut.

Penyuluhan yang diikuti oleh 56 siswa/i ini, terdiri dari 28 siswa/i dari MA Nurul Huda dan 28 siswa/i dari MTs Nurul Huda. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, termasuk perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada masa remaja, serta cara menjaga kesehatan reproduksi dengan baik.

Siswa/i tampak sangat antusias selama acara berlangsung. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para peserta mengenai topik-topik yang disampaikan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan bermanfaat bagi para remaja dalam menjaga kesehatan mereka, serta menghindari risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi di masa depan.

Penyuluhan ini juga mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan guru-guru, yang berharap agar kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan untuk membantu membekali siswa/i dengan pengetahuan yang penting bagi kesehatan mereka. (adv)