Turunkan Gula Darah, Ini Rekomendasi Kegiatan Fisik dari Dinkes Inhil

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Melakukan aktivitas fisik secara teratur sangat penting untuk mengelola kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes. 03/11/24

Berolahraga tidak hanya membantu membakar gula darah, tetapi juga meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga sel otot dapat memanfaatkan glukosa secara lebih efektif.

Berolahraga juga dapat mengurangi komplikasi risiko diabetes, seperti penyakit jantung, strok, dan gangguan ginjal. Selain itu, olahraga dapat meningkatkan kesehatan jantung dan otot, yang sangat penting bagi penderita diabetes.

Olahraga adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mengontrol kadar gula darah dan mengurangi risiko komplikasi diabetes.

Oleh karena itu, sangat disarankan bagi penderita gula darah untuk melakukan olahraga secara teratur dan konsisten. Berikut ini delapan kegiatan yang dapat membantu turunkan gula darah berdasarkan informasi dari Dinkes Inhil : 

1. Berjalan kaki

Berjalan kaki adalah cara sederhana dan efektif untuk menurunkan kadar gula darah. Aktivitas ini bisa dilakukan di mana saja tanpa alat khusus.

Jalan cepat secara rutin, setidaknya 30 menit setiap hari, dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengontrol gula darah dalam jangka panjang.

2. Berenang

Berenang adalah olahraga yang baik untuk seluruh tubuh dan ramah bagi sendi. Aktivitas ini meningkatkan kekuatan otot dan kebugaran kardiovaskular, serta efektif dalam menurunkan kadar gula darah. Hal ini adalah pilihan yang ideal bagi siapa saja yang ingin mengontrol gula darah.

3. Bersepeda

Bersepeda, baik di dalam ruangan maupun di luar, adalah cara menyenangkan untuk berolahraga. Aktivitas ini membakar kalori dan meningkatkan sensitivitas insulin. Disarankan untuk bersepeda dengan intensitas sedang selama setidaknya 150 menit per minggu.

4. Yoga

Yoga menggabungkan gerakan fisik dengan teknik relaksasi, bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Beberapa pose dapat meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan, serta membantu mengurangi stres, yang berkontribusi pada pengelolaan gula darah yang lebih baik.

5. Menari

Menari adalah aktivitas sosial yang menyenangkan sekaligus efektif untuk menurunkan kadar gula darah. Jenis tarian, seperti zumba dapat meningkatkan detak jantung dan membakar kalori, sambil meningkatkan koordinasi dan keseimbangan.

6. Latihan ketahanan

Mengintegrasikan latihan ketahanan, seperti angkat beban atau menggunakan resistance band, dapat membantu mengontrol gula darah. Aktivitas ini membangun massa otot, yang meningkatkan sensitivitas insulin. Disarankan untuk melakukannya dua hingga tiga kali seminggu.

7. Berkebun

Berkebun, termasuk menanam dan memanen, adalah aktivitas fisik yang menyenangkan dan efektif untuk menurunkan kadar gula darah. Kegiatan ini melibatkan berbagai gerakan yang meningkatkan kebugaran fisik dan membantu tubuh menggunakan glukosa dengan lebih efisien.

8. Pekerjaan rumah tangga

Tugas sehari-hari, seperti membersihkan, menyedot debu, dan mencuci pakaian juga dapat menurunkan kadar gula darah. Aktivitas ini membuat Anda tetap bergerak dan meningkatkan total aktivitas harian, yang bermanfaat untuk kontrol glukosa darah. (Adv)




Dinkes Inhil Tegaskan Pentingnya Upaya Penekanan Kasus TBC

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) mengungkapkan bahwa penyakit tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius. 03/11/24

Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rahmi Indrasuri SKM MKL., menegaskan pentingnya upaya bersama untuk menekan angka kasus TBC yang terus ditemukan di berbagai Kecamatan.

“TBC adalah penyakit menular yang sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, kami terus mendorong deteksi dini dan pengobatan yang teratur bagi penderita,” ujarnya.

Dinkes Inhil mencatat bahwa sejumlah pasien masih terlambat didiagnosis akibat kurangnya kesadaran masyarakat terhadap gejala TBC. “Gejala seperti batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, demam ringan, keringat malam, dan penurunan berat badan sering dianggap remeh,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kesehatan telah meningkatkan layanan pemeriksaan gratis di puskesmas-puskesmas. Selain itu, kampanye kesadaran melalui penyuluhan aktif dilakukan di daerah dengan angka kasus TBC tinggi. (Adv) 




Kasus Malaria Meningkat di Inhil, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

AB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Peningkatan kasus malaria di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil. Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, Rahmi Indrasuri, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles ini. 02/11/24

“Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles, yang berkembang biak di genangan air kotor dan lembab. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah pencegahan yang sangat penting,” kata Rahmi.

Kadiskes menegaskan bahwa masyarakat perlu aktif dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti membersihkan tempat-tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk. Rahmi juga mengingatkan agar masyarakat menggunakan obat anti-nyamuk, khususnya saat berada di luar rumah.

“Nyamuk Anopheles biasanya menggigit mulai dari senja hingga malam hari. Oleh karena itu, sebaiknya warga menghindari aktivitas di luar rumah pada jam-jam tersebut. Jika harus keluar rumah, gunakan perlindungan seperti obat nyamuk oles. Untuk tidur, gunakan kelambu agar terhindar dari gigitan nyamuk,” jelasnya.

Masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kasus malaria tinggi diminta untuk lebih waspada dan menjalankan langkah-langkah pencegahan ini secara konsisten. Dinas Kesehatan juga terus mengedukasi masyarakat terkait bahaya malaria dan cara menghindarinya.

Peningkatan kewaspadaan dan kerja sama masyarakat diharapkan dapat menekan angka kasus malaria di Inhil. (Adv) 




Kadiskes Inhil : 1000 Hari Pertama Kehidupan Priode Kritis Tumbuh Kembang Anak

ARB INDONESIA, INDRAGIRI – INDRAGIRI HILIR – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, menekankan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan bagi bayi, yang merupakan periode kritis dalam tumbuh kembang anak. 02/11/24

Masa ini dimulai sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun, mencakup perkembangan otak yang signifikan, di mana lebih dari satu juta koneksi saraf baru terbentuk setiap detik.

Pada periode Penelitian menunjukkan bahwa intervensi selama masa ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang pada perkembangan anak, termasuk peningkatan kemampuan kognitif dan fisik. 

Oleh karena itu, pemantauan tumbuh kembang anak sangat dianjurkan, terutama untuk anak-anak di bawah usia dua tahun, untuk memastikan mereka mencapai tonggak perkembangan yang sesuai dengan usia mereka., nutrisi yang cukup, lingkungan yang mendukung, dan interaksi positif dengan orang tua sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak di masa depan. 

Dijelaskannya, menurut Unicef dukungan yang tepat selama 1000 hari pertama dapat meningkatkan kemampuan anak untuk tumbuh, belajar, dan bangkit dari kemiskinan. Karena itu, pemerintah telah menggalakkan program 1000 Hari Pertama Kehidupan sejak 2010, yang melibatkan berbagai pihak untuk memberikan perhatian khusus pada kebutuhan pangan, kesehatan, dan gizi ibu hamil dan anak-anak di bawah dua tahun. 

Penelitian menunjukkan bahwa intervensi selama masa ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang pada perkembangan anak, termasuk peningkatan kemampuan kognitif dan fisik. 

Oleh karena itu, pemantauan tumbuh kembang anak sangat dianjurkan, terutama untuk anak-anak di bawah usia dua tahun, untuk memastikan mereka mencapai tonggak perkembangan yang sesuai dengan usia mereka. (Adv) 




Dinkes Inhil Berikan Edukasi Beberapa Makanan Yang Harus Dihindari Anak Dibawah 1 Tahun

Pada usia di bawah 1 tahun, ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – bayi masih berada dalam fase perkembangan sistem pencernaan yang belum sempurna. Beberapa jenis makanan bisa berisiko terhadap kesehatan mereka dan harus dihindari. 02/11/24 

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) memaparkan beberapa makanan yang tidak dianjurkan untuk bayi di bawah usia 1 tahun diantaranya sebagai berikut:

1. Madu

Madu berpotensi mengandung Clostridium botulinum, bakteri yang dapat menyebabkan botulisme, gangguan serius pada saraf bayi. Sistem pencernaan bayi belum cukup matang untuk melawan bakteri ini.

2. Susu Sapi Murni

Susu sapi belum dapat dicerna dengan baik oleh bayi di bawah 1 tahun. Kandungan protein dan mineralnya terlalu tinggi untuk ginjal bayi, serta dapat menghambat penyerapan zat besi sehingga meningkatkan risiko anemia.

3. Garam

Bayi di bawah usia 1 tahun hanya membutuhkan sedikit garam. Makanan dengan garam berlebih, seperti makanan olahan atau bumbu masakan, dapat membebani ginjal mereka yang masih berkembang.

4. Gula dan Makanan Manis

Gula tambahan dalam makanan bayi, seperti kue, cokelat, atau jus kemasan, tidak diperlukan dan bisa menyebabkan kerusakan gigi serta membentuk kebiasaan makan tidak sehat di kemudian hari.

5. Kacang Utuh atau Makanan Bertekstur Keras

Kacang utuh, popcorn, atau potongan buah dan sayur yang besar dapat meningkatkan risiko tersedak. Semua makanan harus disajikan dalam bentuk halus, cincang, atau puree untuk bayi.

6. Makanan Pedas dan Berbumbu Tajam

Sistem pencernaan bayi belum siap untuk menerima makanan pedas atau berbumbu tajam seperti cabai, lada, atau rempah-rempah kuat lainnya, yang bisa menyebabkan iritasi pada perut.

7. Ikan atau Daging Mentah

Ikan mentah, seperti sushi, serta daging setengah matang dapat mengandung bakteri atau parasit yang berbahaya bagi bayi. Semua makanan hewani harus dimasak dengan sempurna.

8. Minuman Berkafein dan Bersoda

Minuman seperti teh, kopi, atau soda tidak cocok untuk bayi karena mengandung kafein atau zat tambahan yang berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan sistem saraf mereka.

9. Telur Setengah Matang

Telur yang belum matang sempurna berpotensi mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Pastikan telur dimasak hingga benar-benar matang sebelum diberikan.

10. Makanan dengan Aditif

Pewarna, pengawet, atau pemanis buatan sering ditemukan dalam makanan olahan dan tidak cocok untuk bayi. Zat-zat ini bisa memicu alergi atau gangguan kesehatan lainnya.

Para orang tua disarankan untuk memperkenalkan makanan secara bertahap sesuai usia bayi dan mengikuti panduan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi untuk memastikan asupan makanan bayi sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan perhatian yang tepat, tumbuh kembang bayi akan lebih sehat dan optimal. (Adv) 




Kadiskes Inhil Tekankan Pentingnya Edukasi dan Kesadaran Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotik

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan mencegah resistensi antibiotik, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, telah menekankan pentingnya edukasi dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang bijak. 01/11/24 

Menurut Rahmi, penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan resep dokter atau berlebihan dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten, sehingga antibiotik menjadi kurang efektif dalam mengobati infeksi. Salah satu langkah yang ditekankan adalah pentingnya konsumsi air putih yang memadai untuk mendukung kesehatan tubuh. 

Upaya pencegahan stunting juga menjadi fokus, dengan mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. D engan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan terhindar dari berbagai penyakit. (Adv)