Dinkes Inhil Ajak Masyarakat Kenali Tanda dan Gejala Diabetes Melitus

ARB INDONESIA, NDRAGIRI HILIR – Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi diakibatkan karena insufisiensi insulin dalam tubuh. 06/11/24

Pada umumnya DM adalah suatu penyakit yang berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi.

 DM atau yang biasanya disebut sebagai penyakit gula ini merupakan salah satu ancaman kesehatan global.

Badan Kesehatan dunia WHO sendiri telah menghitung jumlah pasien DM tiap tahunnya mengalami peningkatan.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rahmi Indrasuri, mengajak agar masyarakat khususnya di Kabupaten Inhil agar dapat mengenali beberapa gejala khas secara umum.

“Gejala khas yang terjadi diantaranya

-Sering haus dari biasanya

-Sering kencing

-Cepat lapar

-Penurunan berat badan tanpa sebab,” ungkapnya.

Selain gejala khas, bisa juga didapatkan gejala lainnya yang menyertai yaitu :

-Mudah mengantuk dan lelah

-Pandangan kabur

-Luka susah sembuh

-Kesemutan

-Bisul yang hilang timbul

-Impotensi

-Gatal pada area kewanitaan

“Bila sudah memiliki tanda dan gejala seperti di atas, maka tindakan kita selanjutnya adalah mencegah terjadinya komplikasi dan kontrol secara rutin ke dokter,” tutupnya. (Adv)




Dinkes Inhil Paparkan Hal yang Harus Dipenuhi Ibu Selama Kehamilan

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Menjaga kesehatan bagi ibu hamil sangatlah penting, karena hal itu akan mempengaruhi pertumbuhan janin di dalam kandungan. 05/11/24

Dipaparkan Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, berikut tips kesehatan yang harus dipenuhi oleh ibu pada masa kehamilan :

1. Penuhi Nutrisi yang tepat 

Konsumsi makanan seimbang yang mengandung protein, vitamin, mineral, dan serat. Pastikan asupan zat besi, kalsium, dan asam folat untuk mendukung pertumbuhan janin.

2. Perhatikan Kesehatan Gigi dan Mulut 

Kesehatan gigi dan mulut berpengaruh pada kesejahteraan ibu dan janin. Rutin periksa ke dokter gigi dan jaga kebersihan mulut.

3. Aktivitas Fisik yang Teratur

Lakukan olahraga ringan seperti berjalan, berenang, atau yoga. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program olahraga.

4. Kontrol Berat Badan

Pertambahan berat badan yang sehat selama kehamilan penting. Ikuti panduan dari dokter atau bidan.

5. Istirahat Cukup

Tidur yang cukup membantu pemulihan tubuh dan perkembangan janin.

6. Hindari Merokok dan Alkohol

Merokok dan alkohol berisiko tinggi bagi kesehatan ibu dan janin. Jauhi juga obat-obatan terlarang.

7. Periksakan Kehamilan Secara Rutin

Ikuti jadwal pemeriksaan kehamilan yang direkomendasikan oleh dokter. Pantau pertumbuhan janin dan kesehatan ibu.

“Ingat, ibu hamil harus selalu berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan nasihat yang sesuai dengan kondisi kesehatan ibu dan janin,” kata Kadinkes Inhil, Rahmi Indrasuri. (Adv)  




Ini Bahaya Rokok Bagi Kesehatan! Berikut Pemaparan Dinkes Inhil

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) memaparkan bahaya rokok bagi kesehatan tubuh dan bisa memicu kanker.

Diketahui bahwa, merokok merupakan kebiasaan yang harus dihindari, karena selain berdampak buruk bagi kesehatan, merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit yang mengancam jiwa, seperti stroke, penyakit jantung dan kanker, 05/11/24

Beberapa jenis kanker yang disebabkan oleh kebiasaan merokok antara lain kanker paru-paru, kanker mulut, kanker kandung kemih, kanker kerongkongan, dan kanker ginjal.

Selain yang telah disebutkan di atas, tahukah Anda merokok juga dapat menyebabkan kanker serviks?

Kanker serviks adalah kanker atau tumor yang terjadi pada dinding leher rahim, yaitu bagian paling bawah rahim yang menghubungkannya dengan vagina, sehingga disebut juga sebagai kanker leher rahim.

Kanker serviks merupakan kanker nomor empat paling banyak dialami perempuan di seluruh dunia, serta penyebab kematian tertinggi di negara-negara berkembang. Bagaimana seseorang bisa terkena kanker serviks?

Penularan Kanker Serviks

Kanker serviks terjadi akibat infeksi virus HPV (Human Papillomavirus) yang menyebabkan sel-sel abnormal tumbuh di dinding leher rahim. Jika pertumbuhan sel-sel ini semakin tidak terkendali, lama kelamaan akan menjadi tumor ganas atau kanker.

Virus HPV ditularkan melalui kontak kulit dengan area yang terinfeksi, salah satunya lewat hubungan seksual. Namun, penularan bisa juga terjadi melalui kontak kulit dengan bagian di luar organ intim.

Gejala-gejala yang muncul biasanya berhubungan dengan vagina, seperti

Pendarahan tidak normal pada vagina, terutama setelah berhubungan intim, selesai menstruasi dan menopause rasa nyeri pada vagina keputihan yang tidak normal, gatal dan berbau.

Rasa sakit saat buang air kecil.

Walaupun demikian, ada kalanya gejala kanker serviks tidak langsung muncul, terutama pada penderita stadium awal. Oleh karenanya, lakukan pemeriksaan atau skrining pap smear untuk mendiagnosisnya, jika mengalami keluhan atau gejala di atas. (Adv)




Dinkes Inhil Sampaikan Faktor Genetik dalam Risiko Sakit Jantung

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir baru-baru ini mengeluarkan pernyataan mengenai hubungan antara faktor genetik dan risiko sakit jantung. 04/11/24

Menurut laporan terbaru, penyakit jantung koroner yang sering dianggap sebagai penyakit yang dapat dihindari ternyata juga memiliki komponen genetik yang signifikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, mengungkapkan bahwa penelitian terbaru menunjukkan bahwa riwayat keluarga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami masalah jantung. 

“Kami menemukan bahwa individu yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit jantung cenderung memiliki risiko lebih tinggi. Ini menunjukkan adanya faktor genetik yang mempengaruhi kesehatan jantung,” jelasnya.

Faktor-faktor genetik yang berperan dalam penyakit jantung termasuk predisposisi terhadap kolesterol tinggi, hipertensi, dan gangguan metabolisme. 

Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya pemantauan dan deteksi dini untuk individu yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Sebagai langkah preventif, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir merekomendasikan pemeriksaan kesehatan rutin dan konsultasi dengan tenaga medis untuk memahami risiko genetik. Mereka juga menyarankan perubahan gaya hidup sehat, seperti pola makan bergizi dan olahraga teratur, sebagai bagian dari strategi pencegahan.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara genetik dan sakit jantung, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk menjaga kesehatan jantung mereka. (Adv) 




Dinkes Inhil Ajak Masyarakat Waspadai 8 Faktor Pemicu Kanker

ARB INDONESIA, INDRAGE=IRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap berbagai faktor yang dapat memicu kanker. Penyakit mematikan ini kerap dikaitkan dengan gaya hidup tidak sehat serta paparan zat berbahaya, yang sering kali diabaikan oleh masyarakat. 04/11/24

Dinkes Inhil menjelaskan bahwa faktor-faktor utama pemicu kanker meliputi kebiasaan merokok, konsumsi alkohol secara berlebihan, dan pola makan yang tidak sehat. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik dan obesitas juga menjadi penyebab meningkatnya risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara dan usus.

Paparan sinar ultraviolet (UV) tanpa perlindungan turut menjadi perhatian, terutama karena berisiko menyebabkan kanker kulit. Paparan bahan kimia berbahaya di tempat kerja atau lingkungan, seperti pestisida dan asbes, juga diidentifikasi sebagai pemicu kanker.

Selain faktor eksternal, infeksi virus tertentu seperti HPV (Human Papillomavirus) dan hepatitis B atau C dapat memicu kanker serviks dan hati. Faktor genetik atau riwayat keluarga pengidap kanker juga meningkatkan kerentanan seseorang terhadap penyakit ini.

Dinkes Inhil menekankan pentingnya upaya pencegahan dengan menerapkan gaya hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara rutin, dan deteksi dini untuk menekan angka kasus kanker di wilayah tersebut. Edukasi terus dilakukan melalui layanan kesehatan dan kampanye kesadaran di masyarakat. (Adv) 




Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabu, Upaya Pencegahan Penyakit Menular dan Penyebaran Bakteri

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu praktik kesehatan mendasar yang sangat dianjurkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir sebagai bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 03/11/24

Praktik ini tidak hanya sederhana namun juga memiliki dampak yang signifikan dalam mencegah penyebaran penyakit menular. Menurut Kementerian Kesehatan, mencuci tangan pakai sabun adalah cara mudah dan efektif yang dapat dilakukan di mana saja untuk menjaga kesehatan individu dan komunitas. 

Hal ini menjadi sangat penting, terutama dalam menghadapi berbagai penyakit menular seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), flu burung, dan penyakit kulit lainnya. Dengan mempraktikkan kebiasaan mencuci tangan secara rutin, masyarakat dapat membantu mengurangi risiko penyebaran virus dan bakteri yang berbahaya.

Pentingnya mencuci tangan telah ditekankan dalam berbagai kesempatan, termasuk pada peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 15 Oktober. Hari tersebut dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya higiene tangan. 

Dalam konteks lokal, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir mengharapkan agar masyarakat dapat mengadopsi perilaku ini tidak hanya di rumah tetapi juga di sekolah, tempat kerja, dan fasilitas kesehatan. 

Langkah-langkah mencuci tangan yang benar meliputi menggunakan air yang mengalir, menggunakan sabun, menggosok tangan minimal selama 20 detik, termasuk bagian pergelangan tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku, serta membilasnya hingga bersih dengan air yang mengalir.

Edukasi tentang PHBS dan mencuci tangan merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, bersama dengan organisasi kesehatan lainnya, berupaya menyediakan informasi dan sumber daya yang diperlukan untuk mendukung praktik ini. 

Mereka juga mendorong pembangunan infrastruktur yang mendukung, seperti penyediaan fasilitas cuci tangan di tempat umum. Selain itu, ada upaya untuk mengintegrasikan edukasi PHBS ke dalam kurikulum sekolah agar anak-anak dapat mempelajari dan mengadopsi praktik hidup sehat sejak dini.

Dengan menerapkan PHBS, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang sehat dan masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Ini adalah langkah penting menuju peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir. 

Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas, sangat diperlukan untuk memastikan bahwa praktik mencuci tangan dan PHBS lainnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan kerja sama dan komitmen bersama, kita dapat mencapai tujuan bersama untuk kesehatan yang lebih baik bagi semua.(adv)