Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Plt Sekda Pinta Dinas Terkait Berikan Pelatihan Home Industri

surya_arfanBAGANSIAPIAPI,detikriau.org – Kelenteng Ing HokKing yang berada di tengah pusat Kota Bagansiapi-api, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rohil, setiap tahunnya selalu ramai dikunjungi pengunjung. Seperti adanya pelaksanaan ritual bakar tongkang.

Sebagai salahs atu daerah tujuan wisata, kata Plt Sekda Rohil, Drs H Surya Arfan MSi, setiap tahun pengunjung dari dalam maupun luar daerah dan bahakan mancanegara berdatangan ke Bagansiapi-api. Di antaranya seperti saat pelaksanaan iven ritual bakar tongkang dan sembahyang kubur dam perayaan Imlek.

Melihat kondisi seperti ini, instansi terkait dimintanya untuk lebih jeli dalam membaca dan menangkap peluang terutama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satu di antaranya melalui kegiatan pelatihan home industry.

“Kami harapkan instansi terkait bisa memberikan program pelatihan home industry kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan peluang untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” kata Surya.

Dengan adanya produk home industry, tentunya dapat menjadi buahtangan dari pengunjung yang dating ke Rohil, tandasnya. (humas / adv)




Secara Efektif, 2016 Rohil Terapkan SOP

BAGANSIAPIAPI, detikriau.org – Pemkab Rokan Hilir akan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP). Penerapan ditargetkan tahun 2015 dan efektif tahun 2016.

Rencana penerapan itu diungkapkan Plt Sekda Drs. Surya Arfan, M.Si, Kamis (8/10/15), usai memimpin rapat di lantai 4 kantor bupati dengan semua SKPD. Seperti dilansir dari Riauterkini, Jumat (9/10).

“Kesimpulan rapat kita ada dua, pertama tentang SOP, ini tentang Permendagri Nomor 52 tahun 2011 (tentang Standar Operasional Prosedur di Lingkungan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota), cukup lama sebetulnya, Standar Operasional Prosedur ini, namun untuk Rokan Hilir, kita akan coba terapkan 2015 ini dan efektifnya tahun 2016,” kata Surya.

SOP ini menurutnya sangat penting, tidak hanya menjalankan aturan yang diperintahkan pemerintah pusat, tapi juga merupakan kebutuhan dalam organisasi modern, tolak ukur dalam bekerja dan pedoman bagi masing-masing SKPD.

Dead line selama tiga bulan, bulan pertama, masing-masing SKPD ditekankan selesai membuat SOP, bulan kedua uji coba oleh SKPD masing-masing, diawali membentuk tim.

Tim pertama, tim kabupaten saat ini sudah ada drafnya melalui SK bupati, sebagai ketua Asisten IV dan anggota masing-masing sekretaris SKPD, kemudian membuat Peraturan Bupati tentang Pedoman Penyusunan SOP masing-masing SKPD. Nanti baru SKPD membentuk tim, yang penanggungjawabnya kepala SKPD, ketuanya sekretaris atau KTU masing-masing.

“Karena mereka menyusun SOP masing-masing, sesuai dengan tupoksinya. Diberikan waktu masing-masing sebulan. Kemudian nanti bulan November, uji coba, dan mereka merasakan sendiri apakah efektif atau tidak, kalau tidak efektif, disesuaikan lagi. Bulan ketiga nanti, bulan Desember, sudah clear semua, kita siapkan semua langkah-langkah suratnya melalui peraturan bupati, kita akan kirimkan ke provinsi, insya Allah nanti, Januari 2016 sudah mulai diterapkan,” ujar Surya. (humas /tris/ adv)




Dalam Kepungan Kabut Asap, Harlah Rohil ke-16 Tetap Berlangsung Khidmat

BAGANSIAPIAPI, detikriau.org – Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Rohil ke-16 di halaman kantor Bupati, Bagansiapiapi meski dikepung kabut asap tetap berlangsung tertib dan khidmat, Minggu (4/10/15)

Peserta upacara, berpakaian melayu dilengkapi masker yang telah mereka siapkan. Bagi yang belum, panitia menyediakan dan langsung membagikan, dengan mendatangi barisan.

Bupati Suyatno memimpin pembacaan teks Pancasila, sedangkan pembacaan visi dan misi Rohil, dilakukan Ketua DPRD Nasrudin Hasan.

Dalam kesemaptan itu Bupati Suyatno menceritakan sejarah panjang terbentuknya Kabupaten Rokan Hilir, mulai dari perjuangan Penghulu Bagan Punak, Husin Rambah, sampai era reformasi sehingga tanggal 4 Oktober 1999, menjadi hari lahirnya, berdasarkan Undang-undang nomor 53 tahun 1999.

Bupati juga mengurai sejumlah pembangunan yang sudah dilakukan selama 16 tahun terakhir, sejak berpisah dari Kabupaten Bengkalis, dengan mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan. (humas / adv)




Suyatno Ikuti Lomba Kukur Kelapa di Bangko

Bagansiapiapi, detikriau.org – Meriahkan peringatan Hari jadi Kabupaten Rohil ke 16, Bupati, H Suyatno ikut secara langsung sebagai salah satu peserta perlombaan kukur kelapa bersaing dengan yakni Camat Bangko, H Julianda dan Sekcam Bangko, Rijalul Fikri serta sejumlah penghulu. Meski hanya mampu meraih hasil kukur kelapa paling sedikit, Bupati mengaku senang terlibat langsung dalam kegiatan perlombaan ini.

“Ini kegiatan positif. Meski hanya sebatas permainan, tentunya akan dapat lebih mendekatkan jalinan silaturhim. Selamat HUT Rohil ke 16,” Sampaikan Bupati

Untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Rohil, pihak Kecamatan Bangko telah menyiapkan sejumlah pertandingan. Diantaranya lomba kupas kerang tangan sebelah, lomba berhias tanpa kaca memakai jilbab, lomba kukur kelapa, lomba makan telur rebus dan lomba pacu goni. (humas /dro/adv)




Video Conference, Suyatno Sampaikan Persoalan Program Filariasis

video_confrenceBAGANSIAPIAPI, – Halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Rohil yang menjadi pusat kegiatan video conference antara Bupati Rohil H Suyatno dengan Menteri Kesehatan RI Prof dr Nila Djuwita F Moeloek SpM, Kamis (1/10) sekitar pukul 14.25 WIB. Saat video conference berlangsung, hujan deras turun mengguyur di lokasi tersebut.

Saking semangatnya dengan program video conference pada pencanangan bulan eliminasi kaki gajah, Suyatno menyampaikan yel-yel semangat yang dikuti seluruh petugas kesehatan. “Merdeka,” tegas Suyatno sambil dibarengi tepuk tangan yang bergemuruh dari petugas kesehatan serta undangan lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Suyatno menggambarkan tentang kondisi penyakit kaki gajah atau filariasis. Dimana, kegiatan pemberantasan dan pencegahan kaki gajah di Kabupaten Rohil sudah dilaksanakan sejak tahun 2012 yang lalu.

“Setiap tahun ini terus kita lakukan. Di 2015 ini merupakan tahap yang keempat,” kata Suyatno. Jumlah penyakit kaki gajah di wilayah Kabupaten Rohil sebanyak 42 kasus. “Itu merupakan kasus lama. Sampai saat ini tidak ada penambahan,” kata Suyatno.

Sebagai wujud keseriusan dalam memberantas dan memerangi penyakit kaki gajah, Suyatno bersama Wakil Bupati Erianda dan Plt Sekda Drs H Surya Arfan Msi serta Kepala Dinas Kesehatan dr H Muhammad Junaidi Saleh maupun undangan lainnya meminum obat. “Alhamdulillah, semua lancar-lancar saja,” kata Suyatno.

Guna mendukung kelancaran pelaksanaan pencanangan bulan eliminasi kaki gajah di Kabupaten Rohil, berbagai kebijakan telah diambil. Di antaranya mengaktifkan semua pos pelayanan kesehatan sebanyak 509 titik yang tersebar di semua daerah di Kabupaten Rohil.

“Puskesnas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang berada di garda terdepan,” kata Suyatno.
Selain itu, Suyatno juga menyampaikan permohonan agar pihak Kementerian Kesehatan RI dapat memperhatikan kondisi Kabupaten Rohil. Di mana, sebagai daerah yang berada di pesisir pantai, kabupaten berhadapan dengan sejumlah tetangga.

Sebagai daerah yang berada di jalur strategis, lanjut Suyatno, dipandang perlu pihak Kementerian Kesehatan RI menggelontorkan dananya guna mendukung kelancaran pelaksanaan pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan.

“Ini saja harapan dan permohonan kepada Ibu Menteri Kesehatan,” kata Suyatno. (humas/adv)




Bupati Ikuti Panen Raya di Rimba Melintang

Bupati mencoba mengoperasionalkan Alat mesin pertanian
Bupati mencoba mengoperasionalkan Alat mesin pertanian

RIMBAMELINTANG, detikriau.org – Bupati Rokan Hilir, Riau H Suyatno melakukan panen raya padi milik kelompok tani Sido Maju diKepenghuluan Teluk Pulau Hulu, Kecamatan Rimba Melintang, Rabu (30/9/15). Hadir bersama Bupati, ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan, dandim 0303 bengkalis, Kajari Bagansiapiapi Bimo Suprayoga.

Panen padi berjenis mekongga, situbagendit, serang yang merupakan varietas unggul.
dilahan seluas 185 hekatar ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada para petani dalam mengembangkan pertanian padi, yang tak kalah pentingnya juga untuk memenuhi program pemerintah pusat dalam memenuhi swasembada pangan.

Suyatno mengatakan panen raya padi yang telah dilaksanakan merupakan wujud nyata dari pemkab rohil untuk mendukung program pemerintah pusat dalam memenuhi swasembada pangan nasional.

Suyatno menjelaskan bahwa kecamatan rimba melintang pernah dinobatkan sebagai lumbung padi di tingkat provinsi Riau.

“namun hingga saat ini nama harum tersebut kian menghilang diakibatkan alih fungsi lahan yang dilakukan masyarakat yang cukup tinggi. untuk itu pemkab rohil bersama dprd akan bekerjasama untuk membentuk sebuah perda terkait alih fungsi lahan, sehingga lahan pertanian yang saat ini dinilai cukup, tidak dialih fungsikan kelahan perkebunan sawit oleh masyarakat,”kata suyatno.

Dalam kesempatan itu Bupati Rokan Hilir Suyatno menyerahkan bantuan berupa traktor roda empat sebanyak dua unit, handtraktor 20 unit, pompa air 9 unit, comben harfes 7 unit.

“sejauh ini pemkab rohil sudah menerima alat mesin pertanian berjumlah 44 unit. direncanakan pada bulan oktober dan november akan diserahkan bantuan berupa handtraktor berjumlah 42 unit ke petani. Pada tahun 2015 pemkab rohil juga menerima bantuan alat mesin pertanian dari pemerintah pusat melalui dana APBN Sebanyak 86 unit.diharapkan kepada kelompok tani dapat mepergunakan alat tersebut sesuai dengan fungsinya,” pungkas Suyatno (humas /dro/adv)