Persoalan Pupuk, Bupati Dukung Kebijakan Presiden

24Bagansiapapi (detikriau.org) – Bupati Rokan Hilir H. Suyatno mendukung penuh kebijakan presiden Jokowi dalam hal menyangkut pengadaan pupuk bagi kalangan petani.

Seperti diketahui salah satu persoalan yang menghambat perkembangan sektor pertanian karena adanya kendala atau keterlambatan ketersediaan pupuk bagi tanaman. Dalam beberapa kejadian misalnya ketika petani telah memulai penanaman, namun mengalamai hambatan karena belum terdistribusinya pupuk.

“Dengan adanya perintah presiden, dimana selama ini memang persoalan pupuk jadi momok juga karena sulit didapatkan. Hal ini terjadi karena adanya proses tender yang bisa memakan waktu lama bisa berbulan-bulan, nah dengan adanya kebijakan presiden untuk tidak ada lagi tender pupuk melainkan langsung penunjukkan, kami sambut baik karena bisa memudahkan petani mendapatkan pupuk,” kata Suyatno pada satu kesempatan di Bagansiapiapi.

Bupati menilai proses tender yang lama mengakibatkan terjadinya penumpukan pupuk di gudang dan akibatnya proses penanaman yang dilaksanakan menjadi terganggu karena tidak diberikan pupuk sesuai dengan waktunya.

“Kalau sudah menumpuk digudang lama-lama, kan terancam tidak bisa dipergunakan lagi. Mudah-mudahan dengan gebrakan Jokowi, persoalan menyangkut pupuk ini bisa ditanggulangi,” katanya. [tris/adv]




Musim Tanam Kedelai, Rohil Wacanakan Undang Mentri Pertanian

BAGANSIAPIAPI (detikriau.org) – Rokan Hilir rencanakan mengundang Menteri Pertanian, Amran Sulaiman untuk meninjau secara langsung daerah yang potensial untuk pengembangan budi daya tanaman kacang kedelai di Rokan Hilir.

Menurut Bupati, luas lahan tanaman pangan kacang kedelai di Rokan Hilir mencapai 1350 Hektar dan ini merupakan lahan budidaya kedelai terbesar di provinsi Riau. Bahkan dari jumlah itu direncanakan akan bertambah seiring meningkatnya harga kedelai dipasaran nasional.

Agar produksi kedelai bertahan, Suyatno meminta kepada camat dan penghulu se Kabupaten Rokan Hilir memberikan pemahaman agaar para petani tidak mengalihfungsikan lahan tanaman kedelai dengan tanaman lain karena akan berujung pada penurunan produksi kedelai.

“Bulan Maret nanti memasuki musim bercocok tanam kedelai. Pada saat itu, kita akan mengundang menteri pertanian untuk melihat secara langsung. Semoga dengan turunnya mentri akan berdampak langsung terhadap penambahan anggaran sesuai program yang dicanangkan swasembada kedelai hingga tahun 2017.” Sampaikan Bupati disela sambutannya pada acara konsolidasi pelaksana UPSU Padi, Jagung, dan Kedelai di Kantor Bupati Rokan Hilir, Lt 4, pada hari Rabu (18/02/2015) kemaren. (tris/adv)




Plt Sekda: Angkat Ekonomi Masyarakat Dapat Melalui Home Industri

17Bagansiapapi (detikriau.org) – Plt Sekdakab Rohil, Riau, H Surya Arfan, menyebutkan upaya mengangkat perekonomian masyarakat dapat melalui pemanfaatan home industri didaerah. Supaya tercapai SKPD dapat bersinergi menjalankan program.

“Home industri itu termasuk salah satu kegiatan nonfisik skala prioritas program pemerintah daerah dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan. Namun, dibutuhkan kerjsama semua pihak terkait,” kata Sekda usai upacara di halaman Kantor Bupati Rohil, Selasa (17/2/15) kemaren.

Menurutnya, bentuk kegiatan yang bisa dicapai dalam home indutri misalnya, pengolahan makanan ikan, udang dan kerang menjadi jenis makanan baru, hasilnya dimanfaatkan sendiri oleh masyarakat.

“Ini gawe bapemas jadi saya harap dapat berkordinasi dengan, koperasi, dan permodalan. Kemudian, pengolahan ikan, udang menjadi kerupuk merupakan pemanfaatan potensi laut dan hasilnya menjadi keuntungan bagi penngelolanya,” ujar mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan ini.

Disisi lain, program skala prioritas  pemerintah daerah tetap mengacu pada insfrastruktur, SDM, kesehatan, pendidikan dan pemberantasan kemiskinan.

“Itu semua program skala prioritas 2015, termasuk utama memberantas kemiskinan melalui program pembangunan Rumah Layak Huni,” paparnya.[tris/adv]




Bupati Buka Resmi Rakor Pelaksanaan Upsus Padi, Jagung dan Kedelai

18Bagansiapapi (detikriau.org) – Bupati Rokan Hilir H.Suyatno secara resmi membuka rapat konsolidasi pelaksanaan Upsus ( Upaya Khusus ) padi, jagung dan kedelai. Acara itu dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2017. Hadir Dandim 0303/Bengkalis Letkol Arh. Wachyu Dwi Haryanto, Ketua DPRD Rohil yang diwakili Wakil Ketua I DPRD Rohil, Drs.Jamaluddin, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Riau, Zailani dan staf ahli Menteri Pertanian RI.

Hadir juga Kepala SKPD dlingkungan Pemkab Rohil serta Camat, Koramil/Babinsa, Kepala UPTD Distanak se-Rokan Hilir dan kelompok tani sebagai undangan.

Sebelum membuka acara secara resmi, Bupati Rokan Hilir menandatangani Fakta Integritas mendukung Swasembada Pangan bersama dengan Danramel se-Rohil dan menyerahkan bantuan kepada masing-masing kelompok tani yang di wakili ketua kelompok. Bupati juga menyerahkan bantuan yang diserahkan berupa rekening tabungan yang berisi 1 milyar perkelompok. Adapun kelompok tani yang mendapatkan bantuan sebanyak 7 kelompok.

Dalam sambutannya, bupati Suyatno menyampaikan bahwa telah menandatangani fakta integritas, yang mana intinya Pemkab mendukung swasembada pangan. “Kita mengucapkan terima kasih kepada kementerian pertanian khususnya Dinas Pertanian dan perternakan Kab.Rohil yang telah memperjuangkan untuk mendapatkan APBN buat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)”.

Namun Suyatno menyayangkan, begitu banyak Gapoktan di Rohil, hanya tiga kelompok tani yang mendapatnya. “Tiga kecamatan itu kecamatan Pekaitan, kecamatan Bangko Pusako dan kecamatan Sinaboi,” ujarnya.

Ia juga menceritakan mengapa Presiden Republik Indonesia H.Jokowidodo libatkan TNI pada swasembada pangan, karena pada saat presiden mengikuti acara APEC beberapa waktu lalu, PM Thailand bertanya ke presiden, kapan membeli beras lagi ke Thailand?. Tentunya hal ini membuat presiden malu.

Tambah Suyatno, Presiden saat itu langsung mengintruksikan panglima TNI untuk mendukung swasembada pangan. “Mengapa harus TNI yang dilibatkan, padahal TNI itu aparat menjaga keamanan Negara. Hal itu karena TNI bekerja tidak kenal lelah,” katanya.

“Jadi camat dan lurah kalau ada melihat Koramil atau Babinsa turun ke sawah, jangan kaget. Karena mereka mau membantu kita,” paparnya.

Suyatno juga menghimbau kepada masyarakat jangan ada lagi masyarakat yang mengalih fungsikan lahan, “Kita tidak ingin hal seperti ini berkelanjutan. Jangan hanya tahunya kebun sawit saja”.

Rokan Hilir saat ini, merupakan daerah penghasil kedelai nomor satu di Riau. “Ini harus kita pertahankan.Kalau bisa jangan hanya kedelai saja, usahakan jagung dan padi,” ajak bupati. (tris/adv]




30 PemudaPasir Pair Limau Kapas Desak Bupati Non Aktifkan Penghulu Panipahan Barat

17bBagansiapapi (detikriau.org) – Sebanyak 30 orang pemuda dari Kecamatan Pasir Limau Kapas Desa Panipahan Barat menyampai aspirasinya ke kantor Bupati Rokan Hilir Jalan Merdeka Bagansiapiapi, Selasa (17/02/15). Mereka yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Panipahan (Gempa) meminta penghulu Panipahan Barat, Mustar Ali mundur dari jabatannya dan mengembalikan hak-hak rakyat.

Salah seorang dari massa Geram, Azlan meminta kepada Bupati Rokan Hilir untuk mengeluarkan surat keputusan Bupati Rokan Hilir tentang pemberhentian Mustar Ali sebagai penghulu Panipahan Darat. “Mustar Ali mundur harga mati,” teriak massa.

Mustar Ali diduga telah menyelewengkan dana bantuan BLSM sebanyak 70 orang warga dengan masing-masing menerima 500 ribu.

“Kasus ini sudah kita sampaikan ke Polres Rokan Hilir,” kata Azlan.

Asisten I Setda Rohil, Wan Rusli Syarif didampingi Kabag Humas Pemkab Rohil Hermanto.S.Sos temui massa dari Gempa. Wan Rusli minta 4 orang perwakilan untuk ke lantai 3 (ruang Bupati) dan massa setuju.

Bupati Rokan Hilir H.Suyatno melalui Asisten I Bidang Pemerintahan Setda H.Wan Rusli Syarif usai bersilahturami dengan empat orang perwakilan Gempa di ruang kerja bupati, kepada wartawan Wan Rusli menjelaskan bahwa Pemkab telah lama menerima tuntutan mereka

“kita sudah membentuk tim, yang terdiri dari inspektorat seminggu lalu, saat ini sedang diproses,” ujar Wan Rusli.

Ditambahkannya, saat ini pihaknya belum bisa memastikan apa yang dituduhlan oleh massa Gempa, karena saat ini tim sedang bekerja.

“Jika penghulu Panipahan Darat memang terbukti menyelewengkan dana BLSM, kami laporkan ke kepolisian nanti akan kami berhentikan,” jelasnya.

Mengenai penghulu yang telah memberhentikan seluruh Ketua RT yang ada di Panipahan Barat, Wan Rusli menjelaskan bahwa tim juga akan menproses dan menyelidiki penyebabnya. [tris]




Bupati Pimpin Upacara 17 Hari Bulan dan Indonesia Bebas Narkoba 2025

17aBagansiapapi (detikriau.org) – Diikuti jajaran TNI/POLRI, seluruh Instansi pemkab Rohil serta Siswa SMP dan SMA, Bupati Rokan Hilir H.Suyatno memimpin langsung upacara apel 17 sekaligus upacara Indonesia bebas narkoba tahun 2025. Upacara di pusatkan di halaman kantor Bupati Rohil, di Bagansiapiapi, Selasa (17/2/15).

Dalam kesempatan ini, bupati juga ikut memusnakan barang bukti hasil tangkapan pihak kepolisian Resort Rokan Hilir.

Dalam pidatonyo, Bupati H.Suyatno menyampaikan bahwa dirinya baru beberapa hari lalu rapat dengan presiden Jokowidodo di istana Bogor bersama kepala daerah se indonesia lainnya. Rapat membahas tentang narkoba. Dalam rapat, terungkap bahwa setiap tahunnya terjadi kematian yang luar biasa di Indonesia dan angkanya mencapai 18 ribu jiwa.

Kematian itu katanya, bukan karena demam berdarah, diare, pilek atau demam biasa,melainkan karena penyalahgunaan narkoba.

Ketua BNK Rohil Ini juga mengatakan bahwa diantara Kabupaten/kota yang ada di Riau, kabupaten Rokan Hilir masuk nomor 2 paling banyak peredaran narkoba. Hal itu dikarenakan, posisi Rokan Hilir sangat strategis yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan Pulau Sumatra .

“Maka dari itu, saya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Rohil jika ada informasi mengenai peredaran narkoba, sampaikan ke kami, biar kami tindak lanjuti dengan kepolisian dan jangan ragu-ragu,” harapnya.

Masih menurut Bupati Suyatno, bahwa rapat dengan presiden juga membahas tentang kebakaran hutan dan lahan (Karhutla ). Presiden mengintruksikan seluruh kabupaten/kota se Riau untuk antisipasi Karhutla, karena musim sudah memasuki musim kemarau berdasarkan prediksi BMKG Provinsi Riau.

Untuk itu dirinya meminta semua pihak untuk mengantisiapsi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla ) di Rohil,agar jangan sampai terjadi hal serupa (2014) lalu terulang lagi.

“Dampak Karhutla luar biasa, siswa-siswa dilibur. Untuk itu dikesempatan yang baik ini, saya menghimbau untuk menjaga keamana lingkungan kita,” ajaknya.

“Apa bila bapak-bapak dan ibu- ibu mendapat informasi, bahwa tempat kita ini ada kebakaran hutan yang di lakulan oknum, segera mungkin sampaikan kepada kami, kepada aparat yang ada untuk segera ditindak lanjuti,” tambahnya

Hadir pada upacara, Ketua DPRD Rohil, Kepala Kejari Bagansiapiapi, Kapolres Rohil, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Kodim 0303 Bengkalis mewakili Danrem, para staf ahli, Asisten dan Kabag dilingkungan Setda rohil, Kepala SKPD Pemkab Rohil, tokoh Agama, pemuda serta masyarakat. [tris/adv]