Plt Sekda Lantik Pj Lurah Bagan Kota

27Bagansiapiapi (detikriau.org) – Pelaksana tugas (Plt) Sekda Rohil Drs.H.Surya Arfan, Msi melantik Asmariza, SE sebagai Pj.Lurah Bagan Kota Kecamatan Bangko, Rohil. Acara pelantikan berlangsung di aula Rapat kantor Camat Bangko, Jalan Utama, Senin (27/04/15).

Pelantikan Asmariza sebagai penjabat Lurah Bagan Kota Berdasarkan Keputusan Bupati Rokan Hilir Nomor : 820/BK-BM /2015/187 tentang pelantikan pejabat struktural dilingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Asmariza, sebelumnya merupakan Sekretaris Lurah Bagan Kota, Kecamatan Bangko.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala BKD Roy Azlan.Ap, Plt.Camat Bangko Rizalul Fikri,Kapolsek Bangko, Kompol.Nurhadi Ismanto.SH.Sik, seluruh Lurah/Penghulu se-Kecamatan Bangko dan beberapa Ketua RT dilingkup Kelurahan Bagan Kota.

Plt Sekda kepada wartawan menyampaikan, meminta kepada penjabat lurah bagan kota untuk jeli melihat permasalahan yang ada di lingkup kelurahan. “Sebagai kepala pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan, penjabat harus jeli, harus peka semua denyut yang ada di sekitar kelurahan bagan kota,” pinta Surya.

Selain dari itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan ini juga meminta Kepada Penjabat Lurah untuk membagi porsi, 70 persen di lapangan, 30 persen di kantor. “Jadi, apabila ini bisa dilakukan,pasti akan bisa menerima dan melayani aspirasi-aspirasi masyarakat yang penting bagaimana lurah yang baru ini bisa melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, karena kami merasa pelayanan terhadap masyarakat belum maksimal,” sebut mantan Kadisdik Rohili. [tris]




Dinilai Merugikan, Bupati Terus Desak Tuntaskan Persoalan Tapal Batas

BAGANSIAPIAPI, (detikriau.org) – Persoalan Tapal Batas antara Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rohil Provinsi Riau dengan Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara dinilai sangat merugikan bagi Rohil.

Menurut Bupati Rohil, Dengan adanya persoalan tapal batas ini, sedikitnya seribuan hektar lahan perkebunan sawit milik PT Perkebunan Nusantara IV hanya numpang tanam di Kecamatan Pasir Limau Kapas namun pajaknya dibayarkan ke Provinsi Sumatera Utara.

“Kita sudah berupaya berjuang agar wilayah yang mereka klaim itu kembali ke daerah kita dengan cara memanggil direksi perusahaan untuk mengadakan hearing dengan Pemkab dan DPRD. Namun hingga kini belum ada penjelasan terkait hal itu,” kata Bupati Rokan Hilir, H Suyatno.A.Mp baru-baru ini.

Persoalan tapal batas ini juga menurut Bupati sudah disampaikan kepada Kementrian Dalam Negeri. Apalagi menteri juga sudah banyak mendapat laporan akan kerabnya terjaadi pertikaian antara warga yang berada di perbatasan.

Dalam keputusan Mendagri tahun 1984, seharusnya antara pemerintah Sumatera Utara dengan Provinsi Riau wajib mematuhinya. Yakni perjanjian kedua daerah itu berada pada patok 153. Kejadian serupa juga terjadi di Dusun Podorukun Kecamatan Pasir Limau Kapas yang sebagian besar wilayahnya sudah diklaim oleh Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera utara.

”Malah pemuda disana tak segan-segan mendirikan gapura dengan ucapan selamat datang di Labuhan Batu Selatan. Padahal gapura itu masih berada di wilayah Rokan Hilir,” Kesal Suyatno.

Suyatno menegaskan, persoalan Dusun Podorukun sebenarnya sudah mendapat pengakuan secara de facto. Karena hampir seluruh penduduk disana mengantongi KTP dan masuk dalam database pemilih Rohil. Namun akhir-akhir ini timbul lagi gejolak karena persoalan tumpang tindih lahan antar pemilik sehingga menimbulkan kubu diantara warga itu sendiri.

Bupati juga  tidak menafikan, oknum aparat desa ikut bermain dalam ”pat gulipat” jual beli tanah yang aktor intelektualnya adalah pengusaha. Menyebabkan, kisruh jual beli lahan menambah deretan panjang hubungan yang kurang harmonis antara kabupaten yang berada diperbatasan.

”Kita menginginkan agar persoalan tapal batas cepat diselesaikan karena selain merugikan secara ekonomi, namun hubungan bilateral antara kedua daerah juga ikut merenggang,” kata Suyatno. (*/tris/adv)




Target Swasembada Daging, Pemkab Rohil Kucurkan Bantuan Bibit Hewan Ternak

BAGANSIAPIAPI (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) diyakini tidak akan lagi melakukan pasokan daging hewan ternak dari daerah luar Rohil untuk berbagai perayaan hari besar sepanjang tahun 2015 ini.

Menurut Bupati Rohil, H Suyatno, Selama ini, kebutuhan daging di Rohil terutama di hari-hari besar cukup tinggi, sementara itu sebelumnya stok daging yang ada di Rohil sangat terbatas. Apalagi, daging potong yang dijual dipasaran, hampir seluruhnya di datangkan dari luar daerah, seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

“Melalui Distanak, tahun 2015, kita telah memprogramkan bantuan bagi peternak Sapi sebanyak 1.200 ekor, Kambing 2.000 ekor, termasuk bagi peternak burung Puyuh, Ayam, serta berbagai bantuan penunjang lainnya. Inilah cara kita untuk menjadikan Rohil sebagai wilayah Swasembada Daging,” kata Suyatno, Kamis (23/4) di Bagansiapiapi.
Jika nantinya bantuan-bantuan ternak itu dapat dieklola dengan baik, saat menyambut hari-hari besar keagaman, seperti Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru, dan lainnya, cukup mengandalkan pasokan daging dari masyarakat dan tidak perlu lagi mendatangkan dari luar daerah.

Penyaluran bantuan Sapi, Kambing, dan lainnya bagi kelompok ternak ini kata Bupati dilakukan dengan seleksi yang ketat sesuai aturan yang berlaku.

“Bukan hanya melakukan penyeleksian kelompok peternak calon penerima bantuan saja, kita juga memberikan pembekalan ilmu peternakan kepada mereka. Dengan begitu, bantuan ternak benar-benar bermanfaat dan berkembang biak dengan baik.” Pungkas Suyatno. (tris/adv)




Bupati Hadiri Pencanangan Program Nasional Kanker Servik

21Bagansiapiapi (detikriau.org) – Bupati Rohil H.Suyatno yang menghadiri acara pencanangan program nasional percepatan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan Indonesia 2015-2019 dan Pencanangan kanker leher rahim (servik) dengan periksa IVA. Berdasarkan data pemerintah, dalam satu jam ditemukan satu perempuan Indonesia meninggal akibat kanker.

Acara yang ditaja Tim Pengerak PKK itu berlangsung di halaman Rumah Sakit Umum Daerah Dr.Pratomo Bagansiapiapi,Jalan Pahlawan,Selasa (21/04/15). Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Kesehatan Rohil, Dr.Junaidi Saleh, Direktur RSUD Nina Elvita dan Pengurus PKK Rohil lainnya.

Bupati Rohil Suyatno berharap agar acara pencanangan ini jangan hanya sebagai seremonial saja karena hal ini harus benar-benar dilaksanakan karena kasus ini merupakan ancaman serius. “Kita sampaikan informasi-informasi sampai ke pelosok desa. Hal itu sangat penting untuk kaum ibu-ibu dan perempuan umumnya,” pintanya.

Dikatakannya,penyakit kanker rahim (servik ) sering menyerang kaum perempuan, tentu dalam hal ini pemerintah Rokan Hilir harus membentuk tim terpadu dengan instansi terkait untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Tambahnya, khusus kaum ibu-ibu dan perempuan, apabila ada gejala-gejala yang mencurigakan pada tubuh, segera lakukan konsultasi ke dokter. “Kita cek dan jangan dibiarkan, karena kalau dibiarkan ini akan menjadi malapetaka,” katanya

Disamping itu, bupati juga meminta kepada Dinas Kesehatan dan seluruh puskemas-puskesmas yang ada di Rokan Hilir untuk melakukan sosialisasi tentang bahayanya kanker rahim (servik) ke masyarakat luas. [tris]




Bupati Uji Coba Kapal Patroli Pulau Barkey

20Bagansiapiapi (detikriau.org) – Bupati Rohil H.Suyatno lakukan ujicoba terakhir kapal patroli pulau barkey dengan berkeliling di perairan sekitar pelabuhan Nelayan Bagansiapiapi jalan Pelabuhan Baru, Senin (20/04/15).

Pada ujicoba itu, Bupati didampingi Kepala Pos Angkatan Laut (Posal) Bagansiapiapi, Kepala Badan Perencanaan Daerah (BAPPEDA) Rohil H.M.Job Kurniawan.Ap.Msi dan Kepala Bagian Perlengkapan H. Jasmudin Rauf dan kabag humas Hermanto.S.Sos.

“Kita baru saja melakukan ujicoba atau pengetesan kapal patroli untuk angkatan laut pos bagansiapiapi,ini sumber dananya bantuan pemerintah daerah, APBD kita.” kata Bupati Suyatno kepada wartawan.

Sebelumnya, pihak TNI-AL dan Tim Bagian Perlengkapan Setda Rohil sudah melakukan ujicoba dan pengecekan kapal patroli di Jakarta.”Hari ini saya cek terakhirlah,saya pikir ya sudah baguslah pembuatan kapal patroli ini,sesuai dengan spek dan kontrak yang telah dibuat,” jelas Suyatno.

Bupati Suyatno berharap kepada TNI-AL Pos Bagansiapiapi untuk menjaga kapal bantuan pemerintah tersebut dengan baik dan dirawat.”Seperti merawat istri dan rumah sendiri. Silahkan gunakan dengan kepentingan-Kepentingan tertentu dalam operasi yang dilakukan oleh angkatan laut,” pintanya.

Masih menurut Suyatno, dengan adanya bantuan dari pemerintah daerah, dirinya berharap keamanan laut di Rokan Hilir harus dijaga dengan baik.”Baik dari pukat harimau dan lain-lain sebagainya, itulah gunanya kapal kita berikan untuk operasi angkatan laut,” tegas bupati.

Tambahkan Suyatno, persoalan-persoalan yang ada di perairan Rokan Hilir, bukan semata-mata tanggung jawab angkatan laut, masyarakat juga ikut bertanggung jawab.”Maka dari itu, apabila ada informasi segera sampaikan kepihak terkait,” harapnya.

Ditempat yang sama, Komandan Pos Angkatan Laut Bagansiapiapi, Letda Ali Solikin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten Rokan Hilir atas bantuan kapal patroli Pulau Barkey yang diberikan kepada angkatan laut Bagansiapiapi.

“Atas perintah atasan Komandan Lanal Dumai, untuk melaksanakan tufoksi, pengamanan seputar wilayah Rohil Khsususnya, pada umumnya perairan wilayah kawasan Rokan Hilir,” ujar Danposal Bagansiapiapi. [tris/adv]




Dinkes Gencar Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

17Bagansiapiapi (detikriau.org) -Daerah pesisir pantai di Kabupaten Rokan Hilir ternyata sangat rawan terhadap penularan penyakit HIV/AIDS. Menyikapi persoalan tersebut, penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya penularan virus inipun terus dilakukan secara intensif. 

”Secara geografis, daerah pesisir pantai memang sangat rawan terhadap penularan virus HIV/AIDS. Karena, sebagian besar daerah pesisir pantai itu merupakan daerah transit,” kata Kepala Dinas Kesehatan, dr HM Junaidi Saleh Mkes ketika ditemui kemarin di Bagansiapiapi.

Semua petugas yang ada di Puskesmas yang berada di daerah persisir pantai dihimbau untuk mengintensifkan sosialisasi maupun penyuluhan tentang kesehatan. Sehingga masyarakat yang berada di daerah pesisir pantai bisa mengerti dan memahami tentang masalah kesehatan. ”Sosialisasi tentang kesehatan perlu terus diintensifkan,” kata Junaidi.

Sementara itu, daerah pesisir pantai di wilayah Kabupaten Rokan Hilir yang rawan penularan virus HIV/AIDS tersebut diantaranya, Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas, Sinaboi Kecamatan Sinaboi, Bagansiapiapi Kecamatan Bangko,  Pulau Halang Kecamatan Kubu Babussalam. Selain petugas kesehatan, sosialisasi tentang HIV/AIDS turut dilakukan oleh unsur lainya seperti pihak Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Rokan Hilir.

Selain itu, dalam mengoptimalkan pelayanan kesehatan di daerah pesisir, pihak Dinas Kesehatan melalui program Nusantara Sehat mengusulkan penempatan petugas kesehatan antara 5 sampai 10 orang dari pusat. ”Untuk program Nusantara Sehat ini, semuanya nanti pemerintah pusat yang mengaturnya. Dengan program Nusantara Sehat ini, masalah kesehatan dapat lebih dioptimalkan,” kata Junaidi. [tris]