Polres Meranti Serahterimakan Jabatan Kabag Ops

Selatpanjang, detikriau.org – Polres kepulauan Meranti , Senin (13 /2/2017) pagi menggelar acara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) bertempat dihalaman Mapolres Kepulauan Meranti, Jalan Pembangunan I, Selatpanjang. 

Kabag Ops Polres Meranti Kompol Raden Edi Saputra SAg dimutasi sebagai Wakaden B Sat Brimob Polda Riau di Rohil, selanjutnya kompol Joni Narta menggantikan Kompol Raden Edi Saputra sebagai Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit I Ditkrimum Polda Riau.

Sertijab yang digelar sekitar pukul 09:00 WIB itu dilakukan langsung oleh Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Barliansyah SIK didampingi Waka Polres Kepulauan Meranti Kompol DR Wawan Setiawan dan dihadiri oleh sejumlah kabag, kasat serta sejumlah anggota Polres Kepulauan Meranti.

Setelah dilakukan pengangkatan sumpah terhadap kedua perwira tersebut juga dilakukan penandatanganan fakta integritas dan dilanjutkan dengan pengarahan oleh Kapolres Kepulauan Meranti.

AKBP Barliansyah SIK dalam sambutannya mengungkapkan bahwa sertijab itu dilakukan setelah diterimanya telegram dari Kapolri. Dijelaskannya Mutasi itu dilakukan dalam rangka penyegaran. “Jabatan merupakan amanah dari tuhan yang maha esa, sehingga harus diemban dengan penuh rasa tanggungjawab, ” pintanya./rls




Tidak Miliki KTP, 15 Ledies Tempat Hiburan Malam “Diangkut” Satpol PP

Selatpanjang,DetikRiau.org – Memang menjadi nasib para wanita yang bekerja sebagai pelayan di tempat-tempat hiburan malam. selain menjadi penghibur ternyata mereka juga tidak memiliki kartu identitas yang resmi.

Sebagaimana yang terjadi di kota Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti, sebanyak 15 ladies ikut terjaring razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kepualauan Meranti, Kamis malam (26/1).

Dari pantauan wartawan, belasan ledies itu terjaring ketika sedang melayani para lelaki di empat titik tempat hiburan malam yang menjadi target razia tersebut, diantaranya, Pujasera H5, Pujasera O2, Pujasera Alang, serta Pujasera Dragon.

Kepada Wartawan, Kasatpol PP Kabupaten Kepulauan Meranti, melalui Kasi Pembinaan Masyarakat Masdiana SPd mengungkapkan, pelaksanaan razia itu sendiri berkaitan dengan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Operasi KTP ini dilakukan pihaknya tidak lepas dari upaya untuk menjaga Keamanan dan Keteriban Masyarakat (Kantibmas).

Selain itu razia merupakan panduan dari Surat Edaran Keramaian, Penertiban dan Keamanan.

Dalam razia itu 30 personil telah diterjunkan, ketika diperiksa sebanyak 15 orang ladies berparas cantik sebagai pelayan tersebut tidak mampu menunjukkan KTP, sehingga mereka digiring ke kantor, ujar Masdiana.

“Dari hasil introgasi, 15 orang wanita yang berprofesi sebagai pelayan tamu tersebut mengaku memang tidak memiliki KTP,” ujarnya.

Dikatannya, untuk tahap awal pihaknya masih memberikan sanksi berupa penandatanganan surat pertanyaan segera mendaftar dan melakukan perekaman e-KTP di Dinas terkait. Tekan Masdalina lagi, jika pernyataan itu tidak digubris, seketika kembali kedapatan, Kasat memerintahkan akan memulangkan para ledies tersebut ke kampungnya masing masing.

“Kegiatan demikian akan rutin kita gelar. Untuk tahap awal tahun ini kita vocus pada tempat huburan malam guna mencari tahu mana saja warga yang tidak memiliki identitas diri, apalagi yang belum mempergunakan KTP elektronik. Semua pihak sudah kita lakukan koordinasi, baik itu Polisi, TNI, dan pihak kecamatan,” Ujar Masdalina./cr




Pria di Meranti Ini Ngoceh Dapatkan Kaos Berlogo Palu Arit dari Megawati. Siapa Dia ?

Selatpanjang,DetikRiau.org –  Mengenakan baju kaos beratribut Partai Komunis Indonesia (PKI), Jali (47) diamankan oleh Babinsa Rayon Militer 02 Tebingtinggi Kabupaten Kepulaun Meranti, Riau. Lucunya, pria yang belakangan diketahui “kurang waras” ini mengaku mendapatkan baju berlambang palu arit itu dari “Megawati”.

Diceritakan Komandan Rayon Militer 02 Tebingtinggi Kabupaten Kepuluan Meranti-RIAU, Mayor Bismi Tambunan SE, dari hasil laporan warga setempat, Jali merupakan warga Desa Padang Kamal Kecamatan Merbau. Ia diamankan beberapa hari lalu tepatnya selasa (24/1/2017)

Tambahnya lagi, sekira dua hari berkeliaran di Desa Alai Kecamatan Tebingtinggi Barat menggunakan baju merah berlolo palu arit itu, menurut keterangan jajaranyan Babinsa Serka Junaidi, ternyata pria itu baru diketahui dalam kondisi tidak waras sehingga segala keterangan dan informasi yang dirangkum diyakini tidak akurat.

“Pria itu tidak waras, ketika ditanya dari mana dia mendapat kaos tersebut, masak dia jawab dari Megawati. Setelah kami menggali informasi dari warga setempat, ternyata memang benar si Jali(24) ini memang tidak waras,”  ujarnya Bismi Tambunan kepada wartawan, Jumat pagi (27/1)

Parahnya lagi ketika jajaranya ingin mengamankan baju kaos tersebut, Jali(47) sempat menolak. Meskipun pada akhirnya petugas bisa mengamankan kaos itu setelah dibujuk rayu dengan menuruti beberapa kemauannya.

“Untuk mendapatkan kaos itupun kita harus membujuk dengan memberikan apa yang dia mau, mulai dari makan, minum dan rokok,” ujarnya.

Untuk itu dirinya sangat berterimakasih atas peran masyarakat yang memberikan informasi tersebut.

Untuk sosialisasi Bismi mengaku sudah sering menyampaikan dalam sosialiasi Bela Negara, terutama untuk mewujudkan warga negera yang memiliki sikap teratur dalam bertindak secara menyeluruh, terpadu dan berlanjut dengan dilandasi oleh kecintaan kepada tanah air.

“Guna menumbuhkan kesadaran akan hak dan kewajiban serta kehormatan Negara, saya sering menyampaikan dalam sosialiasi Bela Negara, sehingga pemuda dan penerus bangsa terutamanya di Kabupaten Kepuluan Meranti, memiliki kecintaan yang sangat tulus terhadap tanah air,”Akhirinya.

Hingga berita ini dirilis detikriau.org belum mendapat informasi darimana sebenarnya baju kaos beratribut “PKI” ini diperoleh Jali. /cr




Tahun ini Seribuan Sapi Betina di Meranti “Wajib” Bunting

gambar ilustrasi; net
gambar ilustrasi; net

Selatpanjang, detikriau.org – Kejar target, Pemkab Meranti Provinsi Riau melalui Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTP2) mengerahkan 11 petugas Inseminasi Buatan (IB) di seluruh sentra peternakan di Meranti guna memastikan seribuan lebih sapi betina wajib bunting pada tahun ini.

Kepala DKPTP2 Yulian Norwis yang juga menjabat Plt Sekdakab Kepulauan Meranti mengungkapkan, saat ini pupulasi sapi di Meranti lebih kurang sekitar 3.500 ekor. Dari jumlah total ini menurutnya sebanyak 2.191 ekor sapi betina memiliki potensi bunting. Untuk itu dirinya menargetkan setidaknya 50 persen dari total sapi betina tersebut harus bunting pada tahun ini.

“Dari 3 ribu sapi betina,  2.191 di antaranya sangat berpotensi untuk bunting. Hal itu sesuai laporan petugas di seluruh sentra peternakan,” ujar Kepala DKPTP2 yang juga merangkap sebagai Plt Sekdakab Kepulauan Meranti, Yulian Norwis, Kamis (26/1).

Yulian menjelaskan, hingga saat ini sapi yang bunting sudah mencapai 348 ekor. 42 di antaranya merupakan hasil dari IB.

“Lebih banyak sapi bunting dengan cara alami, karena sapi di Meranti banyak yang diliarkan oleh peternaknya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, IB tersebut merupakan program Upsus Siwab (sapi wajib bunting) dari Kementan RI ini merupakan satu cara untuk percepatan peningkatan populasi ternak sapi potong dengan menerapkan pelayanan reproduksi dan pengendalian sapi betina produktif.

“Mereka harus melaporkan kinerja mereka di lapangan setiap harinya. Sapi betina yang produktif harus bunting,” ujarnya.

Menurut Yulian, selain menambah populasi, IB juga mampu memperbaiki keturunan dan kualitas sapi. Dengan begitu ternak lokal dapat menghasilkan anak sapi unggulan seperti simmental, brahman cross, atau sesuai dengan jenis yang diinginkan peternak.

Ia menargetkan ada sebanyak seribuan kelahiran pada tahun 2017 ini. Sedangkan per 26 Januari sudah ada sebanyak 72 ekor sapi yang lahir.

“Jika dilihat dari jumlah sapi yang bunting dan jumlah yang berpotensi bunting, saya yakin target ini akan tercapai. Terlebih saat ini sudah ada 348 sapi yang bunting,” ujar pria yang akrab disapa Icut ini.

Ia juga menjelaskan, selain mengandalkan IB dan pengendalian sapi produktif, pihaknya juga akan mengusulkan bantuan sapi untuk peternak. Untuk tahun 2017 ini pihaknya telah mengusulkan 86 ekor sapi dari APBD Meranti dan 40 ekor lebih dari provinsi.

“Memang konsumsi daging sapi di Meranti masih sangat rendah karena masih ada ikan laut yang menjadi asupan protein masyarakat Meranti. Untuk saat ini saja RPH hanya memotong satu ekor sapi untuk dua hari,” ujarnya.

Kendati demikian, ia mengimbau agar para peternak sapi tidak khawatir dengan pangsa pasar. Sebab, wilayah lain, seperti Tanjung Pinang dan Tanjung Balai Karimun masih sangat membutuhkan pasokan sapi yang cukup banyak./cr




Tiga Hari di Lidik, Akhirnya Dua TSK Sabu ini Berhasil Dibekuk

Kedua Tsk saat diamankan di Mapolres Meranti
Kedua Tsk saat diamankan di Mapolres Meranti

Selatpanjang,DetikRiau.org – Tiga hari di lidik oleh jajaran Polres Kabupaten Kepuluan Meranti Provinsi Riau, dua orang Tersangka Tindak Pidana Kasus Narkotika diduga jenis sabu-sabu AI (24) Warga Batang Mahang dan AL (36) Warga Banglas Gang Air Merah Selatpanjang Timur akhirnya dibekuk oleh polisi didua lokasi yang berbeda.

“Kami telah mengamankan dua orang tersangka di dua TKP yang berbeda, yakni Taman CIK Puan dan Jalan Banglas Gang Air Merah,” ungkap Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Barliansyah SIK melalui Paur Humas Polres Meranti Iptu Djonni Rekmamora.

Diceritakannya, saat penangkapan tersangka AI(24) di TKP Taman CIK Puan Jalan Merdeka sekira pukul 23.30 Wib, pihaknya sempat melepaskan tembakan peringatan kepada tersangka yang ingin berupaya kabur dari sergapan Polisi.

“Saat ditangkap di tangan kiri tersangka AI disita satu paket Narkotika diduga jenis sabu-sabu. Petugas juga mengamankan 1 unit HP beserta1 unit sepeda motor Satria FU BM 2891 XB,” ditambahkan Djonni.

Tidak sampai disitu, lanjut Djonni, dari tersangka pertama AI (24), pihaknya juga melakukan pengembangan perkara yang kemudian pukul 23.35 WIB dilakukan penggerebekan pada tersangka tersangka kedua yakni, AL(36). dirumahnya ditemukan 2 paket Narkotika diduga jenis sabu-sabu bersama 1 buah timbangan, 1 unit HP, 1 buah bong, 1 pak plastik untuk pembungkus sabu-sabu dan 5 bungkus plastik bening sisa sabu-sabu.

“Selain BB kita juga mengamankan uang tunai hasil penjualan sebesar Rp350.000. Adapun berat 3 paket sabu-saabu 0,6 gram, kedua tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Polres Meranti guna penyidikan lebih lanjut,” terang Djonni.

Untuk itu pihaknya sangat mengharapkan informasi dari masyarakat, apabila menemukan atau melihat dan mendengar ada orang melakukan transaksi Narkoba agar bisa melaporkan Ke Mapolres Meranti

“Ya kita berharap informasi dari masyarakat untuk bekerjasama memberantas narkoba di wilayah Meranti ini. Demi masa depan generasi bangsa,” harapnya./cr

 




Diserang DBD, Dua Warga Meranti Meregang Nyawa

Gbr ilustrasi; net
Gbr ilustrasi; net

Selatpanjang,DetikRiau.org – Awal Tahun 2017 Dinas Kesehatan Kabupaten Kepuluan Meranti mencatat terdapat 8 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), 2 orang diantaranya meregang nyawa akibat serangan penyakit mematikan tersebut.  

Disamping itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepuluan Meranti melalui Kepala Bagian Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) M. Hasrin SKM menjelaskan, untuk menindak lanjuti hal tersebut, Dinkes Meranti terus berupaya menekan angka penderita kasus DBD yakni, melakukan pencegahan secara dini, dari melakukan  koordinasi ke setiap Puskesmas, serta melakukan sosialisasi dari rumah kerumah warga yang rentan terkena dampak DBD.

Untuk mengantisipasi secara efektif menurutnya ialah melakukan pencegahan dengan cara bersih lingkungan, bukan sebaliknya dengan melakukan fogging. Sebab fogging merupakan zat kimia yang tidak baik bagi kesehatan masyarakat.

“Dengan fogging juga hanya bisa membunuh nyamuk dewasa saja, sementara jentik tidak akan mati. Makanya fogging kita lakukan jika sudah ada kasus DBD dilingkungan masyarakat. Cara terbaik mengantisipasi DBD adalah dengan membersihkan lingkungan,” ujarnya.

Untuk persentase peningkatan dan penurunan kasus DBD khususnya di Kabupaten Kepuluan Meranti, turun sekitar 63 persen. Tepatnya sepanjang 2016 lalu Dinkes Meranti mencatat 183 kasus DBD, dan 2015 tercatat sebanyak 310 kasus..

“Terjadi penurunan sekitar 63 persen dari tahun 2015 hingga akhir 2016 lalu. Benar untuk awal tahun Januari 2017 ini sudah tercatat 8 kasus DBD, dua orang diantaranya meninggal dunia,” ujar Hasrin ketika ditemui di ruang kernjanya Kamis siang (26/1).

Perlu diketahui juga pada tahun 2015 lalu terjadi sebanyak 2 korban jiwa akibat DBD di Kepulauan Meranti. Namun Pemkab Meranti pada saat itu belum menetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Sebab KLB ditetapkan jika sudah mencapai 3 korban jiwa.

Untuk itu dirinya sangat mengharapkan partisipasi aktif dari masyarakat untuk peduli lingkungan, terutama menguras penampungan air, mengubur barang bekas, dan menutup tempat penampungan air hingga menghindari gigitan nyamuk./cr