Sidang Kasus Meranti Berdarah, Kontras Desak Pelaku Dihukum Maksimal

Bentrok  :  Massa saat bentrok dengan anggota Polisi di Mapolres Kepulauan Meranti Kep Riau  kamis (25-8-2016) Foto Ahmad Yuliar / Riau Pos
Bentrok : Massa saat bentrok dengan anggota Polisi di Mapolres Kepulauan Meranti Kep Riau kamis (25-8-2016) Foto Ahmad Yuliar / Riau Pos

Meranti, detikriau.org – Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) mendesak Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis menjerat para pelaku Meranti Berdarah dengan ancaman pidana maksimal. PN Bengkalis dinilai sebagai benteng terakhir untuk memenuhi rasa keadilan terhadap keluarga korbanl yang tewas dalam kejadian 25 Agustus lalu itu.

Kordinator KontraS Hariz Azhar, Rabu (28/12/2016) meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis yang akan menyidangkan 6 orang anggota Polres Meranti yang menjadi terdakwa pada Kamis (29/12) di Bengkalis bisa cermat dan maksimal dalam menggali lebih jauh terkait peran dan motif masing-masing terdakwa. Serta unsur perencanaan yang dilakukan para pelaku karena hasil temuan KontraS di lapangan tindakan penyiksaan terhadap almarhum Afriadi Pratama alias Adi (24) hingga tewas dilakukan di beberapa lokasi.

“Sehingga penting untuk diselidiki lebih mendalam atas adanya dugaan keterlibatan pelaku-pelaku lainnya,” jelas Hariz.

Aktivis kemanusiaan itu juga meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar mengakomodir dampak psikologis dan ekonomi keluarga korban dengan menyertakan permohonan restitusi (ganti rugi materil) dalam proses penuntutan di persidangan. “Mengingat almarhum Adi ini adalah tulang punggung bagi keluarga,” katanya.

Kemudian, laki-laki yang aktif memberikan bantuan hukum terhadap korban kekerasan di Indonesia itu juga mendesa Polda Riau untuk segera melakukan proses hukum terhadap para pelaku yang diduga melakukan penembakan terhadap almarhum Isrusli yang tewas tertembak anggota Polres Meranti saat aksi ratusan masyarakat yang menuntut keadilan terhadap kematian Afriadi di depan Mapolres Meranti.

“Dalam pemantauan kami, proses hukum ini berjalan sangat lambat mengingat penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Riau telah berjalan sekitar 4 (empat) bulan setelah peristiwa,” ujar Hariz.

Sementara itu, kasus kematian Isrusli yang ditembak aparat Polres Meranti saat terjadinya bentrokan juga masih belum ada kejelasan akan proses hukumnya. Lambannya proses hukum terhadap 2 (dua) peristiwa ini, sebut Hariz, menunjukkan adanya ketidakprofesionalan dan ketidakseriusan terhadap proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Polda Riau.

“Sehingga patut diduga bahwa proses hukum terhadap para pelaku akan tidak maksimal, terutama dalam penerapan pasal dakwaan hingga proses penjatuhan hukum terhadap para pelaku,” ungkap pria yang sempat berseteru dengan Polri, TNI dan BNN dalam kasus narkoba Fredy Budiman ini.

Dia menegaskan KontraS akan selalu mengawal dan memantau secara dekat seluruh proses persidangan terhadap kematian almarhum Adi yang melibatkan anggota Polres Meranti guna memastikan proses persidangan berjalan dengan akuntabel dan transparan. “Agar dapat memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban yang ditinggalkan,” tukasnya.

Kakak almarhum Adi, Nur Afni, mengaku sudah mengetahui bahwa sidang kasus tersebut lewat media massa dan hingga hari ini belum ada pemberitahuan resmi, baik dari Polres Meranti, Kejaksaan ataupun Pengadilan Negeri Bengkalis pada pihak keluarga.

“Saya ada baca berita kalau besok (hari ini, red) akan sidang kasus adik saya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Dia berharap majelis hakim bisa memimpin sidang tersebut dengan seadil-adilnya sesuai dengan fakta yang terjadi. Pihak keluarga juga telah mempercayakan penegak hukum bisa bekerja profesional dengan mengenyampingkan faktor-faktor lain.

“Kami pihak keluarga terus berkordinasi dengan KontraS. Sampai hari ini kami terus didampingi secara hukum. Mudah-mudahan persidangan nanti berjalan transparan dan berkeadilan,” harap Nur Afni.

Sekedar mengingatkan, kasus Meranti Berdarah ini bermula saat terjadi perkelahian antara Afriadi Pratama, honorer Pemkab Meranti dengan Brigadir Adil Tambunan. Anggota Polres Meranti itu tewas setelah ditikam menggunakan badik.

Tidak lama berselang, polisi berhasil menangkap Afriadi namun setelah beberapa jam, tersangka Adi juga tewas. Diduga Adi disiksa oleh 6 orang anggota Polres Meranti yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni BS, LP, DY, RE, AN, DS, mereka berpangkat Bripka, Brigadir dan Bripda, salah seorang diantaranya adalah Polwan./cr




Meranti Mengajar Panen Perdana Seledri di SMAN 2 Tebing Tinggi Barat

img_5344Selatpanjang, detikriau.org – Sempena peringatan Hari jadi Kabupaten Kepulauan Meranti yang ke 8, Meranti Mengajar melakukan panen perdana dari hasil Program Wirausaha Meranti Mengajar yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Tebingtinggi Barat yang dihadiri Kepala UPT Pendidikan Tebingtinggi Barat Mukhtasar, Jum’at (16/12) akhir pekan kemaren.

“Hari ini kita melaksanakan panen perdana hasil Program Wirausaha Meranti Mengajar yang sudah kita mulai beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada tgl 3 Mei 2016 sempena memperingati Hardiknas,” Sampaikan Ketua Meranti Mengajar Muhammad Basirruddin, S.IP melalui press rilisnya kepada detikriau.org.

Alhamdhulillah syukurinya, hari ini bisa disaksikan hasil kerja keras adik-adik siswa/i SMA Negeri 2 Tebingtinggi Barat.

Kegiatan dilakukan dengan memanfaatkan halaman di lingkungan sekolah untuk melakukan usaha tanaman sayuran mulai dari saledri, cabe, serai dll.

“hari ini perdana kita sudah panen Saledri. Ini adalah kegiatan pertama dari Program Wirausaha Meranti mengajar, banyak pelajaran yang kami dapatkan selaku pengurus Meranti Mengajar, kami sadari masih banyak terdapat kekurangan dan akan dievaluasi untuk perbaikan kedepan, sehingga ketika kita masuk ke sekolah lain bisa menjadi lebih baik” Impikan Basirruddin.

Untuk sekedar diketahui, Program Wirausaha Meranti Mengajar kegiatannya tidak hanya dibidang Pertanian, jenis kegiatannya disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah, kemauan dan kemampuan dari siswa/i nya.

Dari hasil panen yang perdana ini pengurus osis selaku pelaksana dari Program Kegiatan tersebut mendapatkan keuntungan lebih kurang Rp. 500.000. Dari hasil tersebut pengurus Osis memberikan sumbangan untuk kegiatan kesiswaan sebesar 10% dari keuntungan, yang diterima langsung oleh Guru Kesiswaan Ibu Herlina, S.Pd dan 10% untuk Meranti Mengajar diterima langsung oleh Rustam selaku penanggungjawab Program selanjutnya sisa keuntungan akan dijadikan modal awal untuk pengembangan usaha.

Dalam sambutan kepala sekolah SMA 2 Maini Nursyamsi, S.Pd, MM yang diwakili oleh pak Syafri mengucapkan terimakasih kepada Pengurus Meranti Mengajar yang telah melakukan pendampingan siswa/i kita dalam hal mengembangkan kreatifitas siswa.

Program ini memberikan dampak perubahan positif yang terjadi pada Siswa/i. Meranti Mengajar juga diharapkan dapat terus meningkatkan dan mengembangkan kegiatannya disekolah-sekolah, karna ini adalah kegiatan yang positif.

“kami akan selalu menyambut baik guna untuk mempersiapkan generasi-generasi baru yang lebih baik”. Ucap Syafri

Dalam kesempatan yang sama sekolah mengadakan perlombaan memasak antar kelas, dimana terdapat berbagai makanan tradisional yang disajikan oleh siswa/i, ada yang unik yakni Bakbut atau Bakwan Umbut sagu./rls/dro




Bupati Meranti Ingatkan Seluruh ASN Kedepankan Loyalitas

“Sehungan dengan meningkatnya Trend ASN pindah tugas”

Selatpanjang, detikriau.org – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan pemerintahan Kabupaten Kepulauan Meranti diminta untuk memberikan loyalitas pengabdian sesuai dengan janji saat melamar sebagai ASN. Janji setia ini diingatkan sehubungan dengan meningkatnya trend ASN pindah tugas akibat terjadi penurun volume APBD Meranti yang berimbas pada berkurangnya kesejahteraan.

Disampaikan Bupati Drs. H. Irwan, M.Si dalam amarannya pada pelaksanaan upacara peringatan Hari jadi Kabupaten Kepulauan Meranti yang Ke-8 dihalaman Kantor Bupati, Senin (19/12/2016),  apa yang dilakukan Pemda dengan menerima ASN dari luar daerah mengingat sangat dibutuhkannya tenaga yang professional meskipun dilakukan ditengah penolakan dari dalam yang sangat luar biasa karena terbatasnya pekerjaan bagi tenaga kerja lokal. Hal ini menurut Bupati harus disadari dan peluang itu hendaknya dimaksimalkan.

“Saya minta berikanlah loyalitas dan kesetiaan sesuai janji saat melamar sebagai ASN di Kabupaten Meranti, saya ajak semua merenungkan kembali,” pinta Bupati.

5000-an ASN yang telah berkesempatan bekerja tentunya termasuk orang yang beruntung dibanding yang lain yang belum mendapat kesempatan. Hal itu harusnya disyukuri dengan memberikan pengabdian terbaik.

Pada kesempatan itu Bupati juga menyinggung tentang sistem rekrutmen dan penempatan pejabat di posisi strategis Pemda Kabupaten Meranti, dijelaskannya, kedepan akan disesuaikan dengan UU Aparatur Sipil Negara, yaitu melalui seleksi ketat dalam rangka menghasilkan pejabat berkualitas agar mampu menjalankan pekerjaan pembangunan sesuai harapan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Iapun tak lupa mengucapkan apresiasi kepada ASN dan Honorer yang telah bekerja baik, dengan berhasil mengantarkan Meranti sejajar dengan Kabupaten Kota lainnya dan diperhitungkan di Indonesia.

“APBD tepat waktu adalah buktinya begitu juga keberhasilan lainnya,” Imbuh Bupati./cr




Ini Dia Pelaku Pembobol ATM BNI di Selatpanjang

“Amatiran, Beraksi Hanya Bermodal Linggis dan Tanpa Mengenakan Penutup Wajah”

Selatpanjang, detikriau.org  – Senin (19/12/2016) sekira pukul 09.00 Wib, Satuan Reskrim Polres Meranti membekuk Md (18) dirumah kediamannya di Jalan Handayani Selatpanjang. Remaja ini diamankan atas dugaan tindak pidana upaya pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank BNI jalan Banglas Selatpanjang.

“Pelaku kita ketahui melalui rekaman CCTv. Upaya pembobolan ATM dilakukan Tsk menggunakan sebilah linggis,” sampaikan Kapolres Meranti AKBP Barli kepada awak media

Pengakuan Tsk kepada pihak kepolisian, aksi pembobolan mesin ATM dilakukannya pada minggu (18/12/2016) sekira pukul 22.15 Wib.

“Amatiran. Selain hanya menggunakan linggis, Tsk tidak menggunakan penutup wajah. Makanya mudah dikenali,” tambah Kapolres sembari mengatakan sebelumnya Tsk memang berupaya memecahkan CCTv tapi usaha itu juga tidak berhasil.

“Tsk sudah kita amankan. Atas tindakannya, Tsk diancam dengan pasal 363 Jo psl 53 dan atau psl 406 KUHP dengan sanksi hukuman kurungan tujuh tahun penjara. Dari perbuatan tersangka, pihak BNI mengalami kerugian sebesar Rp.10 juta,”ujarnya. (cr)




ATM BNI Jalan Banglas Meranti coba di “bobol” OTK

Selatpanjang, detikriau.org – Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Milik Bank BNI jalan Banglas Kota Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti dicoba dibobol oleh orang tidak dikenal (OTK). Meski tidak berhasil, pada peristiwa yang terjadi pada minggu (18/12/2016) sekira pukul 22.00 Wib itu, Kaca pintu ATM dan  Closed-circuit television (CCTV) sempat dirusak.

“Ada seorang pria yang sampaikan, kalau mesin ATM dibobol. Setelah itu, orangnya buru-buru pergi meninggalkan lokasi,” Kata salah seorang warga, Fauzi.

Menurut Fauzi, saat kejadian ia sedang membeli pulsa HP tidak jauh dari TKP. Tepatnya berseberangan dengan lokasi mesin ATM. Namun ia megaku tidak mengetahui secara persis bagaimana kejadian upaya pembobolan ATM itu.

“ciri-ciri orangnya berbadan gemuk, tinggi sedang dan tampak terburu-buru meninggalkan lokasi dengan mengendarai sepeda motor.” Tambahkan Fauzi.

Kejadian tersebut sempat menarik perhatian para pengguna jalan raya. Bahkan menimbulkan kemacetan lalulintas. Demi kepentingan penyelidkan, anggota Polres Kepulauan Meranti memasang police line di tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara Kasat Reskrim Polres Meranti, AKP Ali Azar belum bisa memberikan keterangan lebih jauh, karena masih dalam lidik.(cr)




H Irwan Ajak Masyarakat untuk Tidak Pernah Lupakan Niat Awal Berdirinya Kabupaten Kepulauan Meranti

“Dulu Tercatat Sebagai Daerah Termiskin di Riau. Kini Predikat Itu Jauh Membaik”

Selatpanjang, detikriau.org – Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan, M.Si mengajak kepada seluruh masyarakat untuk kembali mengenang sejarah dan niatan awal berdirinya Kabupaten Kepulauan Meranti.

Berdirinya Kabupaten yang disahkan secara resmi pada tanggal  19 Desember 8 tahun silam ini lahir semata-mata didasari dengan semangat untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat.

“Perjuangan panjang ini perlu direnungkan agar kita tahu apa yang harus dilakukan dalam memajukan daerah ini untuk waktu yang akan datang,” Sampaikan Bupati dalam amarannya pada Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti Ke-8 Tahun 2016 yang berpusat dihalaman kantor Bupati, senin (19/12/2016)

Diceritakan Bupati, Kabupaten Meranti lahir dari semangat untuk maju dan keluar dari kemiskinan.

Berpenduduk 178 ribu jiwa diawal terbentuknya, Meranti mengantongi catatan angka kemiskinan paling tinggi, mencapai 43 persen.

Keadaan itu menempatkan Kabuten Kepulauan Meranti sebagai kawasan tertinggal, terbelakang, dan terpencil dan dianggap sebagai daerah yang tidak kondusif.

Berjalannya waktu, berkat usaha bersama, tingkat kemiskinan Meranti yang pada awalnya mencapai 43 persen berhasil ditekan.  Ditahun 2015 menjadi 33 persen.

Penurunan angka kemiskinan ini ditegaskan Bupati bukan terjadi secara tiba-tiba dan sebuah hadiah yang diberikan secara cuma Cuma. Tetapi itu berkat kerja keras pejuang Meranti dan semua pihak yang rela mengorbankan harta benda serta air mata, hingga Meranti mampu berdiri sendiri dan cepat mensejahterakan masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan di Kabupaten Meranti yang berkat usaha bersama telah berhasil mengeluarkan Kabupaten Meranti dari predikat Kabupaten termiskin”

“saya mengajak semua unsur Pemda, Instansi Verfikal, TNI, Polri bersama bahu membahu bergandeng tangan untuk membangun Meranti sesuai dengan tupoksi dan tempatnya masing,” ajak Bupati.

Turut hadir dalam upacara itu, Wakil Bupati H. Said Hasyim, Ketua DPRD H. Fauzy Hasan dan Anggota, Mantan Gubernur Riau dan Tokoh Masyarakat H. Wan Abu Bakar, Anggota Forkopimda, Kapolres Meranti AKBP. Barliansyah, Dandim 0303 Bengkalis, Plt. Sekdakab. Julian Norwis, Kepala Instansi Vertikal, Ketua LAM H. Ridwan Hasan, Tokoh Masyarakat/Agama/Adat.

Sekedar informasi dalam upacara HUT Meranti ke-8 ini juga dilakukan penyerahan bingkisan kepada Janda Pejuang Kabupaten Meranti diantaranya Ny. Rozali, Ny. Abdullah Atan, Ny. Waslim, Ny. Achmad Jeremi, Keluarga Arofin Dagang, Keluarga Arifin Zein, Ny. Muhammad, Ny. Edi Iswandi./cr