Bupati Yopi: Ini Batik Made in Seberida

Bupati Kabupaten Indragiri Hulu, Yopi Arianto
Bupati Kabupaten Indragiri Hulu, Yopi Arianto

Rengat, detikriau.org – Acara Pelantikan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indragiri (STIE-I) Rengat di Gedung Dang Purnama, Minggu (15/5), menjadi moment bagi Bupati Inhu H Yopi Arianto mempromosikan kemeja batik yang dikenakannya. 

Bupati Inhu H Yopi Arianto yang ketika itu hadir bersama Wakil Bupati H Khairizal, mengenakan kemeja batik berwarna hijau pupus dengan corak kotak. Saat memberikan arahan, selain mengucapkan selamat kepada Ketua STIE-I terpilih Ivalaina Astarina, Bupati Yopi juga mempromosikan kemeja batiknya  kepada tamu undangan yang hadir.

“Ini kemeja yang saya pakai kira-kira produk mana? (tanya Bupati Yopi kepada tamu yang hadir). Ini batik made in Seberida. Saya sengaja mengenakannya untuk mempromosikan karya anak negeri asli Indragiri Hulu. Kedepannya, produk ini juga akan dipromosikan untuk dipakai oleh pejabat-pejabat di Lingkungan Pemkab Inhu,” ungkap Bupati Yopi.

Selain mengaku bangga dengan hasil kreatifitas masyarakat ini, menurut Bupati, kehadiran produk kemeja batik asli Inhu ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, sekaligus mengenalkan budaya Kabupaten Inhu kepada masyarakat luas.

Sementara itu, ditemui usai acara pelantikan, Kepala Disperindagpas Inhu Asman Dayat mengungkapkan bahwa upaya mempromosikan batik asli Inhu ini akan terus dilakukan pihaknya.

“Kemeja batik Inhu yang dikenakan Bupati Yopi adalah salah satu hasil produksi asli dari kelompok pembatik asal Desa Titian Resak Kecamatan Seberida yang merupakan kelompok binaan dari Disperindagpas Inhu,” jelas Asman Dayat.

Program tersebut, lanjut Asman Dayat, dimulai sejak tahun 2015 dengan memberikan pelatihan serta bantuan alat kepada kelompok pembatik. Kedepan, pembentukan kelompok pembatik tersebut juga akan ada di sejumlah kecamatan lainnya di Inhu.

“Sebagai upaya promosi, kedepannya batik Indragiri ini juga akan diperkenalkan ke berbagai sekolah, Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta seluruh instansi yang ada di Kabupaten Inhu,” tambahnya.

Hadir dalam kegiatan itu sejumlah unsur Forkopimda, beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Inhu, Pimpinan Bank Riau Kepri Cabang Air Molek, Pimpinan Bank BRI Cabang Rengat, Pimpinan Bank Mandiri, Dosen serta ratusan mahasiswa dan mahasiswi STIE-I Rengat. (Zal)




Ivalaina Astarina Kembali Pimpin STIE-I Rengat

“Dilantik Secara Resmi Oleh Bupati Inhu, Yopi Arianto”

Rengat, detikriau.org – Ivalaina Astarina kembali dipercaya memimpin Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indragiri (STIE-I) Rengat. Ia resmi dilantik oleh Bupati Inhu H Yopi Arianto dalam prosesi pelantikan Ketua STIE Indragiri masa jabatan 2016-2020 di Gedung Dang Purnama, Minggu (15/5/2016).

Berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 01. SK/Kpts/YPI/V/2016 tentang pengangkatan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indragiri (STIE-I) Rengat dan pemilihan terbuka yang dilaksanakan kampus STIE-I, Ivalaina Astarina resmi kembali menduduki kursi kepemimpinan sebagai Ketua STIE-I periode lima tahun mendatang.

“Ini merupakan moment untuk bekerja dan bekerja sama demi memajukan STIE-I ke arah yang lebih baik sebagai perguruan tinggi yang dibanggakan masyarakat Inhu,” ungkap Ivalaina Astarina saat mengawali sambutannya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama Pemkab Inhu yang sejauh ini telah memberikan dukungan penuh demi kemajuan serta peningkatan STIE-I.  Menurutnya, Berbagai prestasi telah mampu dicapai STIE-I sejauh ini.

“Kerjasama terkait pendidikan dengan Universitas Selangor Malaysia, peningkatan pembangunan sarana dan prasarana kampus serta yang tidak kalah pentingnya yakni pencapaian akreditasi B merupakan salah satu bagian dari berbagai prestasi yang berhasil dicapai STIE-I,” jelasnya.

Ia juga mengharapkan pada periode kepemimpinannya kedepan, kerjasama serta semangat untuk memajukan STIE-I dapat terus terbangun demi membawa STIE-I sebagai perguruan tinggi terbaik serta mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Inhu.

Sementara itu, Bupati Inhu H Yopi Arianto juga menyampaikan selamat atas terpilihnya kembali Ivalaina Astarina sebagai Ketua STIE-I Rengat. Bupati juga mengapresiasi berbagai kemajuan yang telah dicapai oleh pihak STIE-I. Menurutnya, kemajuan tersebut juga menjadi kebanggaan Pemkab Inhu sekaligus masyarakat Kabupaten Inhu sendiri.

“Jika berbicara kerjasama dengan pemerintah terkait peningkatan pendidikan, tanpa diminta Pemkab Inhu terus akan melanjutkan dukungannya. Sebab, kemajuan pendidikan merupakan salah satu program prioritas Pemkab Inhu saat ini. Bahkan, jika Pemerintah Pusat menetapkan anggaran untuk pendidikan sebesar 20 persen, Pemkab Inhu menambah besarannya menjadi 34 persen,” jelas Bupati Yopi.

Kedepannya, sebagai regulasi baru demi memotivasi serta menumbuhkan semangat mahasiswa untuk lebih giat dan berprestasi, Bupati Yopi meminta pihak STIE-I agar dapat melibatkan para pejabat di lingkungan Pemkab Inhu serta pimpinan Bank yang ada di Inhu untuk memberikan perkuliahan umum di kampus STIE-I.

Khusus kepada mahasiswa, dalam kesempatan itu Bupati Yopi juga meminta kontriibusinya untuk berperan nyata baik membantu masyarakat maupun aparat keamanan dalam mensosialisasikan berbagai hal-hal yang positif demi peningkatan pembangunan di Inhu.

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Inhu H Khairizal, unsur Forkopimda, beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Inhu, Pimpinan Bank Riau Kepri Cabang Air Molek, Pimpinan Bank BRI Cabang Rengat, Pimpinan Bank Mandiri, Dosen serta ratusan mahasiswa dan mahasiswi STIE-I Rengat. (Zal)




Seluruh Desa di Rengat Barat Sudah Cairkan ADD dari Pemerintah Pusat

Camat Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu, Nurdjanah
Camat Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu, Nurdjanah W SP

Rengat Barat, detikriau.org – 17 Desa di Kecamatan Rengat Barat sudah mencairkan bantuan Alokasi Dana Desa dari Pemerintah Pusat. Jumlah bantuan yang diterima berkisar dari Rp 580 juta hingga Rp 650 juta per desa.

” Kecamatan rengat barat sudah seluruhnya Desa  mencairkan  dana bantuan APBN ini” , ujar Camat Rengat Barat Nurdjanah W SP dihubungi via selulernya jum’at 13/5.

Dikatakannya, saat ini didesa sudah mulai melaksanakan kegiatan pembangunan fisik bahkan sudah ada juga yang tuntas pengerjaannya. Rata rata Desa membangun 2 kegiatan pembangunan fisik, bahkan ada yang hingga 4 kegiatan bahkan ada yang lebih.

“untuk dana APBN yang di alokasikan kedesa terkecil sebesar 580 juta per Desa, hingga mencapai 650 juta per Desa” ditambahkannya.

Dijelaskan Nurdjanah, untuk Alokasi Dana Dari APBN, Pihak Desa dilarang menggunakannya untuk kegiatan selain pembangunan fisik, hal ini sudah ditentukan peruntukannya oleh Pusat

“Pihak  Desa Jangan coba coba menyelewengkan  Dana APBN ini , karena sudah ada ketentuannya” pungkasnya. (Zal)




20.544 Siswa di Inhu Terdata Sebagai Penerima KIP. Kecamatan Rengat Barat Terbanyak

Gambar ilustrasi. net
Gambar ilustrasi. net

Rengat, detikriau.org – Kecamatan Rengat Barat terdata sebagai Kecamatan yang paling banyak menerima penyaluran bantuan Program Nasional Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang digelontorkan pemerintah Pusat dibanding 13 kecamatan lain di Kabupaten Inhu.

Menurut Ketua Koordinator kartu Indonesia Pintar (KIP) Kabupaten Inhu Arifuddin A Khalik, kamis 12/5, Kuota Penerima  KIP dikabupaten Inhu berjumlah  20.544 KIP, dari jumlah ini  akan di didistribusikan kepada Siswa-Siswi SD, SMP, SMA, dan SMK di 14 Kecamatan se Kabupaten Inhu  tanpa terkecuali,

“calon penerima berdasarkan kepatutan di selektif dalam pencatatan calon penerima KIP,” ujar Arifuddin A Khalik.

Dikatakannya, besaran  KIP SD, sebesar Rp. 270 ribu per semester, SMP Rp. 375 ribu per semester dan SMA, SMK sebesar Rp. 500 ribu per semester.

Menurutnya, 14 Kecamatan se Kabupaten Indragiri Hulu, penerima KIP terbanyak ada di Kecamatan Rengat Barat, disusul Kecamatan Batang .Gangsal dan Kelayang masing-masing diatas 2.000 lembar KIP.

Dijelaskannya, untuk mengurus pencairan KIP, masing-masing pelajar penerima KIP langsung membawa kartu KIP dan rekomendasi dari Sekolah ke BRI terdekat,

“Kita berharap ada kerjasama yang baik antara penerima  KIP,  dan Manajeman BRI guna mempermudah pencairan KIP setiap semesternya,” pinta Arifuddin.

Sebab didalam kartu KIP, selain mencatat nama siswa, alamat juga tertera nama orang tua penerima KIP. Tutup Arifuddin,(zal)




Masih Ada Perusahaan Enggan Berikan Data Kepada Petugas Sensus. BPS Mintakan Bantuan Bupati

sensusRengat, detikriau.org – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Inhu Morgan Tambunan menyatakan masih ada perusahaan yang beraktifitas di Inhu menolak memberikan data kepada petugas Sensus Ekonomi. Salah satu alasannya adalah bahwa kantor pusat mereka tidak di Inhu. Sehingga manajeman tidak bisa memberikan data yang diminta petugas.

“Karena itu, kami mohon bantuan dan dukungan dari Pemkab Inhu, sehingga petugas tetap dapat memperoleh data dari kegiatan usaha yang dilakukan perusahaan tersebut, “ sampaikan Morgan kepada Bupati Inhu H Yopi Arianto disela kegiatan pendataan sensus ekonomi dikediaman Bupati Jalan Ahmad Yani Rengat, Jumat (13/5).

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Inhu H Yopi Arianto berjanji akan menindaklanjutinya dengan membentuk tim bersama SKPD terkait sehingga Sensus ekonomi yang dilaksanakan dapat berjalan sukses dan lancar serta menghasilkan data serta informasi yang akurat.

Untuk sekedar diketahui,  Jumlah petugas Sensus ekonomi yang turun melaksanakan sensus ekonomi tahun 2016 di Kabupaten Inhu sebanyak 328 orang yang diseleksi dari 1.400 orang pendaftar. (Zal)




Petugas Sensus Ekonomi Ambil Data Bupati Yopi

Foto; Humas Pemkab Inhu
Foto; Humas Pemkab Inhu

Rengat, detikriau.org – Petugas Sensus Ekonomi (SE) tahun 2016 melakukan pendataan terhadap Bupati Indragiri Hulu (Inhu) H Yopi Arianto di rumah dinasnya Jalan Ahmad Yani Rengat, Jumat (13/5).

Bupati berharap petugas sensus ekonomi melakukan pendataan dengan benar sehingga menghasilkan data yang akurat dan dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembangunan.

Petugas sensus ekonomi yang menyambangi rumah dinas Bupati Inhu H Yopi Arianto terdiri dari petugas pencacah, pengawas dan koordinator wilayah. Ikut mendampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Inhu Morgan Tambunan beserta jajarannya.

Dari hasil wawancara yang dilakukan, petugas hanya mengambil data Bupati Inhu H Yopi Arianto. Sebab semenjak mengemban amanah sebagai Bupati Inhu, ia tidak lagi mengelola usaha dan hanya sebatas sebagai pemilik.“Semenjak menjadi pejabat negara, saya tidak lagi mengelola usaha,” ujarnya kepada petugas.

Menurut Bupati, Sensus ekonomi sangat dibutuhkan pemerintah untuk mendapatkan informasi dan kondisi riil perekonomian termasuk di Kabupaten Inhu, sehingga hasil Sensus ekonomi bisa dijadikan acuan untuk menyusun dan merencanakan pembangunan.

“Dari hasil sensus ekonomi ini saya berharap kita dapat mengetahui berapa banyak usaha di tengah masyarakat dan berapa uang yang berputar dari kegiatan usaha masyarakat. Sehingga kita bisa menentukan arah kebijakan pembangunan termasuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya./ Zal