Jika didukung DPRD, 2017, Pemkab Inhu Wacanakan Pembelian Alat Berat

Rengat, detikriau.org – Tahun 2017 Mendatang Pemkab Inhul mewacakan pembelian minimal 2 alat berat untuk setiap daerah pemilihan. Namun kepastian rencana ini masih menunggu persetujuan DPRD.

Jika mendapat dukungan DPRD Kab Inhu pada ahun 2017  Pemkab Inhu punya konsep belanja alat berat untuk rakyat , sedikitnya 2 set per daerah pemilihan (dapil).

“Kita rencanakan tahun 2017. Tapi kita butuh dukungan dari DPRD,” ucap Bupati Indragiri Hulu (Inhu) H Yopi Arianto, SE,  Rabu (25/5) kemaren.

Dikatakan Bupati, alat berat yang diperuntukan bagi masyarakat ini direncanakan sejenis  Excavator, Grader, Vibro, dan Terado yang nantinya alat akan di Pos kan di masing-masing Dapil. Sedangkan perawatan alat berat akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah.

Penempatan di masing-masing Dapil itu dengan harapan lebih mempermudah memobilisasi alat berat ke lokasi kerja sebagaimana kebutuhan rakyat.

“Antara lain untuk perbaikan insfrastruktur jalan Kecamatan, pembangunan jalan antar desa, pemutusan daerah terisolir antar desa, cuci parit kebun rakyat, membangun parit tersier kebun rakyat, hingga manfaat pembukaan lahan kebun rakyat tanpa budaya bakar lahan,” Terang Bupati.

Menurut Bupati juga, jika di bandingkan dengan belanja yang harus dikeluarkan untuk kegiatan cuci parit dengan dana yang lumayan spektakuler seperti selama ini tentunya akan lebih efektif jika di dialokasikan ke belanja alat berat.

Hanya saja, sambung Bupati, rencana strategis Pemerintah untuk belanja alat berat untuk rakyat tersebut sebagaimana tertuang pada program rencana pembangunan jangka menengah Daerah (RPJMD) harus sejajar dengan dukungan Dewan.

Sementara itu Ketua Panitia Khusu (Pansus) B DPRD Kabupaten Indragiri Hulu, H Suharto, SH mengapresiasi rencana belanja alat berat untuk rakyat. “Kita dukung karena manfaatnya benar-benar untuk rakyat,” ucap Politisi PPP Inhu ini.

Dikatakan, pada moment pembahasan LKPj Bupati Inhu tahun 2015 belum lama ini, ia selaku Ketua Pansus B sudah menyarankan ke Pemerintah melalui Dinas PU Kimpraswil untuk belanja alat berat setidaknya satu set per Kecamatan.

Saran itu ia katakan kepada Dinas PU Inhu karena manfaat alat berat sangat dibutuhkan rakyat khususnya untuk perawatan jalan, jembatan hinga pembangunan parit kebun rakyat.

“Kalau manfaatnya untuk rakyat kita dukung,” janji Suharto (zal)




Khairizal Hadiri Pelantikan Ketua dan Pengurus GOW Inhu

Rengat, detikriau.org, Lenggak-lenggok penari cilik yang membawakan tarian Persembahan oleh anak-anak TK An-Namiroh mengawali acara Pelantikan Ibu Ketua dan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Indragiri Hulu Masa Bhakti 2016-2021 di Gedung Sejuta Sungkai Kamis (26/5).

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Inhu Khairizal,Wakapolres Kompol Ferly Rosa Putra, Anngota Dewan Wisma Heppy,SKPD Inhu, Camat se Inhu, Organisasi Wanita yang ada di Inhu dan Ketua GOW yang akan dilantik beserta anggotanya serta BKOW dari Provinsi Dinawati, beserta rombongan

Dalam sambutannya Ketua GOW Hj. Marlinawati Khairizal mengatakan bahwa dengan adanya organisasi-organisasi wanita ini adalah bukti bahwa wanita juga mampu untuk berprestasi

Dinawati, selaku perwakilan dari BKOW Propinsi Riau berharap dengan dilantiknya Ketua GOW Inhu yang baru maka mekanisme Organisasi dapat berjalan dengan baik. Dinawati, juga menjelaskan betapa pentingnya Organisasi-organisasi Wanita yang masuk ke dalam GOW Dan ternyata masih banyak organisasi Wanita yang sudah memasuki level Nasional namun belum bergabung bersama GOW.

Khairizal selaku Pembina GOW Kab. Inhu mengatakan ada beberapa tantangan yang dihadapi wanita saat ini untuk lebih bekarya. Diantaranya wanita menjadi Cinderella Syndrom atau ketakutan yang dimiliki wanita untuk maju dan sukses serta menduduki posisi tinggi. Hal ini dikarenakan dilatarbelakangi oleh Budaya, dukungan dari Lingkungan serta asumsi masyarakat yang menilai aneh jika kaum wanita menjadi pemimpin. Hal tersebut dikarenakan terdapat pergeseran nilai yang tertanam bahwa kesuksesan hanya dinilai dari materi saja yang menjadi patokan ataupun acuan.

Wakil Bupati H. Khairizal juga menjelaskan solusi untuk menghadapi hal tersebut adalah dengan adanya Persamaan dan Keragaman. Persamaan garis pemikiran antara pria dan wanita yang terdapat kesamaan hak. Sementara Keragaman dapat dilihat dari Kodratnya masing-masing.

Sebagai Pembina GOW Kab Inhu Khairizal berharap agar GOW terlantik dapat menunjukan prioritas dalam bekerja dan dalam melakukan aktualisasi diri sebagai wanita yang juga menanamkan nilai-nilai mulia yanjg harus dijaga sehingga tantangan wanita dapat dihadapi dan dijalani sesuai dengan visi misi organisasi. Tidak hanya itu, beliau juga berharap agar GOW mampu berperan aktif dalam membantu pemerintah Kab. Inhu./ zal




Kantongi Identitas Pelaku, Polres Buru Pelaku Pembunuhan Janda Beranak Dua

Rengat, detikriau.org – Polres Inhu memburu  Pelaku Pembunuhan Nur Isnaini (28) janda beranak dua, warga desa Penyaguan Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) yang tewas dengan bersimbah darah pada senin 23/5 lalu, disinyalir pelaku masih teman dekat Korban.

“Kita sudah mengantongi identitas pelaku, dan saat ini masih dalam tahap pengejaran, pelaku diduga adalah teman dekat korban,” ujar Kapolres Inhu melalui Kapolsek Batang Gansal Iptu Aman A Roni kamis 26/5 melalui selulernya.

Meski mengaku telah mengantongi identitas pelaku, kepolisian masih enggan untuk membeberkannya secara terbuk.  “Nantilah. Kasusnya masih dalam penyelidikan “ Tambah Kapolsek

Pada saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi mengumpulkan berbagai barang bukti (BB) yang memperkuat dugaan korban tewas dengan cara dianiaya, paparnya (zal)




6 Tahanan Rutan Rengat Kabur, 2 Orang Berhasil digagalkan

Rengat, detikriau.org – Enam orang warga binaan  Rutan Kelas II B Rengat berupaya kabur dari ruang tahanan dengan cara membobol plafon kamar mandi dan melompati pagar setinggi 6 meter. 2 orang diantaranya berhasil digagalkan namun 4 tahanan kabur.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (24/5/2016) pagi sekira pukul 4.30 wib itu hanya berselang satu hari setelah Bupati Inhu H Yopi Arianto Menghadiri kegiatan Isra’ Mi’raj di Rutan kelas II B Rengat senin 23/5 kemaren.

Kepala Rutan Kelas II B Rengat, Drs Abdul Aziz BC Ip mengatakan, keempat orang tahanan yang kabur tersebut adalah Deni Setiawan (30) perkara 363 (pencurian), Mareti Laoli (20) dengan perkara pencabulan atau kasus perlindungan anak dengan pasal 81, Haris Gule (28) perkara 363 (curas) , dan Ali Amran (29) perkara 303 (judi).

Sedangkan dua tahanan yang berhasil diamankan, atas nama Rusli (38) dan Harianto (36)  dengan perkara narkoba.
“Tahanan tersebut sama-sama berada di blok B kamar 5 B,” ujar Kepala Rutan Rengat Drs Abdul Aziz BC Ip didampingi Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rudi Nur SH memberikan komfirmasi, rabu (25/5)

Dijelaskannya, enam tahanan tersebut kabur dengan merusak plafon kamar 5 dan merusak teralis dengan cara di bengkokkan. Kemudian, tahanan itu secara berasama-sama keluar melalui atap seng.

Untuk menuju tembok Rutan, tahanan itu menelusuri atap hingga berjalan diatas atap seng dapur umum Rutan dengan jarak sekitar 10 meter. Ketika itu pula salah seorang sipir, Khirul Mahmud mengetahui aksi tahanan tersebut dan melaporkan ke penjaga lain.

ke enam tahanan tersebut berupaya melompat tembok dengan tinggi mencapai 6 meter. Hanya saja dua orang tahanan tidak mampu melompat dengan baik hingga akhirnya mengalami patah tulang.

“Rusli mengalami patah tulang tangan kiri dan Harianto mengalami patah pinggang karena lompatan tidak berhasil keluar tembok,” ungkapnya.

Pada malam itu sebutnya, penjagaan tetap seperti biasa yakni diamankan oleh empat orang sipir. Hanya saja pada saat kejadian, satu orang sipir melakukan penjagaan terhadap tahanan sakit di RSUD Indrasari Rengat.

kejadian itu langsung dilaporkan secara lisan kepada Kapolres Inhu AKBP Abas Basuni Sik. termasuk kepada kantor Polisi terdekat yakni Polsek Rengat Barat.

“Dua tahanan yang berhasil diamankan masih di intrograsi dan pengejaran tahanan yang berhasil kabur tengah dilakukan,” terangnya (zal)




Ditemukan Tak Bernyawa dipinggir Jalan, Hestu Diduga Korban Tabrak Lari

Kendaraan milik korban saat ditemukan tergeletak dipinggir jalan
Kendaraan milik korban saat ditemukan tergeletak dipinggir jalan

Rengat, detikriau.org, Wirman Hestu (20) warga Desa Pematang Jaya Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa. Jasad buruh muat sawit di Air Molek Kecamatan Pasir Penyu ini ditemukan dalam keadaan tertelungkup di semak-semak di bawah pohon jambu di pinggir Jalan Lintas Timur Dusun Pangkalan Desa Kota Lama kecamatan Rengat Barat pada Selasa (24/5) sekitar pukul 06.00 WIB pagi.

Berdasarkan keterangan warga setempat,  setiap harinya biasa korban melintas di jalan tersebut untuk pergi bekerja.

Tidak ada yang mengetahui penyebab tewasnya pemuda tersebut. Namun melihat kondisi TKP korban kuat dugaan korban tewas akibat laka lantas.

Menurut keterangan warga lain, hatta Munir yang menyaksikan di TKP sekira pukul 10 .00 wib mengatakan, melihat dari kondisi kenderaan korban di lapangan ada tanda tanda tabrak lari, soalnya ditemukan kepingan pecahan kaca lampu sein

“Setelah saya cocokkan pecahan kaca lampu send sama dengan milik
Colt diesel counter, namun apakah sejenis kendaraan Truck atau Bus, saya yang tak tau” ujarnya

Sementara itu, Kapolres Inhu AKBP Abas Basuni sik melalui Kapolsek Rengat Barat Kompol Frenky Tambunan menyatakan bahwa diduga korban tewas karena kasus tabrak lari.

“Hal ini diperkuat dengan ditemukannya beberapa bekas pecahan onderdil mobil akibat hantaman di lokasi kejadian,” tukasnya. (Zal)




Bupati Yopi Tandatangani Komitmen Bersama Akreditasi RSUD Indrasari

RPS_9144Rengat, detikriau.org-Bupati Inhu H Yopi Arianto bersama pimpinan dan karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk dukungan menuju akreditasi rumah sakit versi 2012.

Penandatangan komitmen bersama ini dilakukan pada sebuah spanduk di halaman RSUD Indrasari Rengat, Selain Bupati Yopi beserta pimpinan dan karyawan RSUD Indrasari Rengat, penandatangan komitmen bersama ini juga dilakukan oleh para pedagang serta petugas parkir di RSUD Indrasari Rengat.

Akreditasi rumah sakit versi 2012 merupakan salah satu pengakuan dari pemerintah terhadap rumah sakit yang telah memenuhi standar pelayanan maksimal serta fasilitas yang memadai bagi masyarakat. Akreditasi ini ditargetkan dapat diraih oleh RSUD Indrasari Rengat.

“Komitmen untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat harus dilakukan oleh setiap unsur yang ada di Rumah Sakit baik itu dokter, perawat, bidan ataupun pihak-pihak yang terkait dalam pelayanan RSUD Indrasari,” ungkap Bupati Yopi usai melakukan penandatanganan dukungan komitmen yang digelar di Halaman depan RSUD Indrasari, Selasa (24/5/2016).

Tidak hanya RSUD Indrasari Rengat, Bupati Inhu H Yopi Arianto juga mendorong seluruh rumah sakit yang ada di Inhu berkomitmen meningkatkan pelayanan serta fasilitas sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Bupati juga minta pihak swasta dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Semakin banyak rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan terbaik, maka akan memudahkan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Selain menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap RSUD Indrasari Rengat menuju akreditasi versi 2012, Bupati Inhu H Yopi Arianto juga meninjau pelayanan kesehatan dan berdialog dengan sejumlah pasien dan keluarga pasien di RSUD Indrasari Rengat.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Inhu H Suhardi, Kepala Kantor Satpol PP Tukiyat dan sejumlah pejabat lainnya (zal)