Pemkab Inhu Laksanakan Shalat Idul Fitri dan Upacara HUT RI di Stadion Narasinga Rengat

Stadion Narasinga Rengat, Foto: net
Stadion Narasinga Rengat, Foto: net

Rengat, detikriau.org – Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1437 H dan Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke 71 akan dilaksanakan di Stadion Narasinga Rengat. Hal ini disebabkan Lapangan Hijau Rengat yang biasanya digunakan untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri dan Upacara HUT RI masih dalam tahap pengerjaan.

“Lokasi Shalat Idul Fitri 1437 H yang disiapkan Pemkab Inhu tahun ini sebenarnya sama dengan tahun lalu, yakni ada lima titik atau lokasi. Tetapi untuk Lapangan Hijau karena belum bisa digunakan, dialihkan ke Stadion Narasinga Rengat. Begitu juga upacara HUT RI tahun ini yang akan dilaksanakan di Stadion Narasinga Rengat,” ujar Wakil Bupati Inhu H Khairizal, Rabu (22/6) di Aula Bappeda dan Litbang Inhu.

Rapat koordinasi persiapan peringatan hari besar keagamaan Idul Fitri 1437 H dan HUT RI ke-71 ini juga dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 0302 Inhu, Letkol Inf Mujibburahman Hadi serta perwakilan Polres Inhu dan pimpinan SKPD dilingkungan Pemkab Inhu.

Dijelaskan Wabup, lima lokasi Shalat Idul Fitri yang dipersiapkan diantaranya Stadion Narasinga Rengat, Halaman Kantor Bupati Inhu Pematangreba, Masjid Raya Ar Rahman, halaman Masjid Mukhlisin Rengat dan Masjid Ar Rahim Rengat.

“Apabila hari hujan, maka pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Stadion Narasinga Rengat akan alihkan ke masjid terdekat dan untuk rombongan Bupati Inhu bersama pejabat Forkopimda akan dialihkan ke Masjid Ar Rahim Rengat,” ucapnya.

Selain itu, pada malam menyambut Idul Fitri 1437 H, Pemkab Inhu kembali melaksanakan pawai obor, becak dan mobil hias yang diikuti SKPD dilingkungan Pemkab Inhu, perwakilan masjid dan mushalla di Kecamatan Rengat serta ormas.

Pawai obor, becak dan mobil hias ini akan mengambil start di depan Gedung Sejuta Sungkai Rengat dan direncanakan akan diperlombakan. “Teknis mengenai rute serta daerah persiapan akan dibicarakan lebih lanjut secara bersama oleh pihak kepolisian, Pemkab Inhu dan TNI,” tuturnya.

Agar pelaksanaan pawai obor berjalan tertib dan lancar, Wabup juga minta sebelum pelaksanaannya terlebih dahulu diselenggarakan teknikal meeting, sehingga setiap peserta sudah mengetahui dimana posisi dan penempatannya. “Dan yang tidak kalah penting adalah kesiapan ambulance dan tenaga medis,  sebab seperti tahun-tahun sebelumnya, pawai obor akan lebih banyak diikuti anak-anak,” terangnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Inhu, H Abdul Kadir mengungkapkan bahwa petugas-petugas yang akan mengisi pelaksanaan Shalat Idul Fitri sudah diusulkan kepada Bupati Inhu melalui Bagian Kesra Setda Inhu.“Kami hanya mengimbau nantinya kepada para jemaah membawa sajadah untuk pelaksanaan Shalat karena lokasi Stadion Narasingan jauh lebih luas dan besar,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Inhu, Armansyah mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan seleksi terhadap 38 calon anggota Paskibraka. Mereka akan mulai menjalani karantina pada tanggal 20 Juli mendatang atau selama 3 pekan.

Sedangkan untuk memeriahkan HUT RI ke-71, Pemkab Inhu akan menggelar sejumlah pertandingan diantaranya bola voli tingkat pelajar SMA se Kabupaten Inhu putra dan putri, lomba futsal tingkat pelajar SMA sederajat serta lomba gerak jalan yang merupakan agenda rutin tiap tahun. (Zal)




Pastikan Kelancaran Idul Fitri, Polres Inhu Gelar Rakor Ops Ramadniya Siak 2016

AFR_6408Rengat, detikriau.org – Sebagai bentuk kesiapan pengamanan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1437 H tahun 2016, Kepolisian Resort (Polres) Indragiri Hulu menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ramadniya Siak 2016 di Gedung Sejuta Sungkai Rengat, Senin (20/06/2016).

Jalannya rapat yang dipimpin Kapolres Inhu AKBP Abbas Basuni ini, turut dihadiri langsung oleh Bupati Inhu H Yopi Arianto dan Wakil Bupati H Khairizal, Dandim 0302 Inhu Letkol Inf Mujiburrahman Hadi, Kajari Rengat Supardi dan Ketua Pengadilan Negeri Inhu Moch Sutarwadi.

Menurut Kapolres Inhu Abbas Basuni, pelaksanaan Operasi Ramadniya Siak 2016 di Inhu akan dimulai pada 30 juni hingga 15 juli 2016 mendatang. “Operasi ini dilakukan untuk memberikan rasa khusuk dan khidmatnya Ramadan sebelum hingga pasca Idul Fitri nanti,” terangnya.

Untuk itu, Kapolres Abbas Basuni juga mengharapkan kerjasama serta sinergitas semua pihak terkait guna mensukseskan pelaksanaan operasi ini.

Pada operasi Ramadniya tahun ini, pihak Polres Inhu akan menurunkan sebanyak 134 personilnya dan akan ditempatkan disejumlah titik-titik Pos Pengamanan Terpadu dan Pos Pelayanan yang telah ditentukan. 134 personil polisi ini nantinya akan tergabung bersama 126 personil gabungan lainnya baik dari TNI, Dishub, Satpol PP, Senkom, Pramuka maupun Instansi lainnya.

Untuk lokasi penempatan Pospam diantaranya berada di Jalan lintas timur Km 179 simpang tiga Japura Lirik dengan penempatan sebanyak 61 personil, Pospam Km 211 dusun berapit kecamatan Seberida sebanyak 84 personil dan Pospam km 262 Simpang Granit Kecamatan Batang Gansal dengan 60 personil ditempatkan. Sementara untuk Pos Pelayanan Terpadu ada 27 personil yang diturunkan dan lokasinya berada di Pos Tugu Lima dan Pos Simpang patin.

Selain itu, Berdasarkan survei yang dilakukan pihak Polres, dilaporkan masih ada beberapa lokasi jalan yang dinilai rawan akan kemacetan salah satunya Jalan lintas tengah Km 279 Jati Rejo Kecamatan Pasir Penyu. Sementara rawan akan longsor terdapat di Desa Teluk Sungkai dan Desa Pulau Gelang Kecamatan Kuala Cenaku. Sedangkan, wilayah yang dinilai rawan akan kecelakaan berada di jalan lintas timur Km160 Redang Seko Lirik, lintas timur Km 252 Seberida batang gansal dan Jalan Sultan Kampung dagang Rengat Km 3 dan lintas timur km 217 Pangkalan Kasai Seberida.

Terkait prediksi terjadinya lonjakan penumpang angkutan lebaran, Kepala Dishubkominfo Inhu Erpandi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah armada bus cadangan dan menurunkan sebanyak 27 personil dalam operasi angkutan lebaran kali ini. Ia juga mengatakan bahwa ada tiga terminal yang nantinya dapat digunakan, diantaranya terminal Gerbang sari, terminal Pasar Rakyat Rengat dan terminal Sri Gading Pasir Penyu. Pihaknya juga melakukan penerapan berupa pelarangan sementara operasional mobil berat pada H-5 hingga H+3 lebaran. Ini sebagai antisipasi terjadinya lonjakan lalulintas serta keamanan.

Sementara terkait dengan kesiapan tenaga medis dan pelayanan kesehatan, dalam kesempatan itu Kadis Kesehatan Inhu Suhardi menjelaskan bahwa pihaknya juga telah melakukan berbagai persiapan serta koordinasi baik dengan pihak RS Indrasari serta Puskesmas yang ada. Mengenai ketersediaan obat-obatan, pihaknya juga akan menyediakan di setiap Posko yang telah ditentukan.

Dalam kesempatannya, Kepala Disperindagpas Inhu Asman Dayat juga memastikan bahwa kondisi harga kebutuhan pokok di Inhu selama satu bulan kedepan dipastikan dalam kondisi stabil. Selain menggelar pasar murah, Disperindagpas Inhu juga terus melakukan koordinasi bersama Bulog dan pihak pengecer guna memastikan ketersediaan serta kestabilan harga bahan pokok. Dengan penambahan dua unit armada dari pihak Pertamina, ia juga mengatakan bahwa untuk ketersediaan BBM di Inhu pada Ramadan hingga lebaran nanti dalam kondisi aman.

Pada rapat koordinasi tersebut juga ditetapkan bahwa untuk pelaksanaan shalat Idul Fitri 1437 H khususnya di kota rengat akan dilaksanakan di Stadion Narasinga dan sejumlah Masjid yang telah ditentukan.

Sementara itu, Bupati Inhu H Yopi Arianto sangat menyambut baik pelaksanaan rapat koordinasi ini. Selain mengharapkan kerjasama antara semua pihak yang terlibat dalam operasi ini, Bupati juga mengimbau agar dalam pelaksanaan operasi Radmaniya nanti juga dapat melibatkan sejumlah organisasi kemasyarakatan yang ada. Pemkab Inhu sendiri, lanjut Bupati, sejatinya telah membahas ini sejak jauh-jauh hari, ini diwujudkan dengan pembangunan rest area yang berada di depan Kantor Bupati.

“Bahkan, sebagai wujud toleransi beragama dan semangat kebhinekaan, petugas piket yang akan bertugas di rest area pada H-4 lebaran adalah para karyawan non muslim yang bekerja di lingkungan Pemkab Inhu,” ungkap Bupati Yopi seraya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh undangan yang hadir.

Selain dihadiri seluruh satuan dilingkungan Polres Inhu, turut hadir dalam rapat koordinasi itu beberapa Camat, sejumlah anggota TNI, Jasa Raharja serta beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Inhu lainnya. (Zal)




Warga Pertanyakan Pelaksanaan Perawatan Sejumlah Badan Jalan Provinsi di Inhu

“Terkesan dikerjakan asal jadi dan syarat penyimpangan”

Foto: net
Foto: net

Rengat ,detikriau.org – Masyarakat menduga pemeliharaan sejumlah ruas jalan Provinsi yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu dilakukan secara asal-asalan. Buktinya baru beberapa hari setelah dilakukan perbaikan, sejumlah badan jalan yang tanggungjawab perawatannya berada dibawah wewenang Balai Pengelolaan Jalan dan Jembatan (BPJ) Dinas PU Propinsi Riau secara swakelola itu sudah kembali rusak dan berlobang.

“Miliaran rupiah dana APBD provinsi Riau yang digelontorkan untuk kegiatan peningkatan serta pemeliharan jalan provinsi yang ada di wilayah Indragiri Hulu terkesan mubazir. Belum lama diperbaiki saat ini kondisi jalan kembali memprihatinkan karena kembali rusak dan berlubang,” kritik salah seorang warga Kelurahan Rengat Barat, Siahaan.

Diterangkannya, beberapa waktu lalu di ruas jalan pematang reba – belilas dan ruas pematang reba – Rengat didapati bagian permukaan badan jalan hanya dikerjakan tambal sulam itu kembali terkelupas dan menjadi retakan baru.

Bahkan menurut Siahaan, dia mendapati setiap titik yang dilakukan tambal sulam jarang bertahan lama, karena penerapan teknik konstruksi yang dilakukan beberapa pekerja lapangan tidak didampingi pengawasan teknik yang memadai.

Ditambahkannya, penerapan persiapan penggalian lobang yang akan ditambal pihak pekerja kerap tidak melakukan pengerukan secara maksimal. Bahkan kadang hanya mengelupaskan bagian atas atau permukaan jalan yang sudah ditambal sehingga ketebalan lapisannya sangat diragukan atau jauh dari spek yang sebenarnya. Tidak hanya itu, anehnya dibagian badan jalan yang akan di tambal, rata-rata dari luas tambalan pada bagian bawahnya hanya sebagian yang di keruk, selebihnya penerapan material tambalan ditumpukan begitu saja dibagian permukaan badan jalan yang tidak dikeruk.

“Ini diduga sikap licik pihak pengelola agar hemat bahan material tanpa memikirkan kualitas pekerjaan,” tuturnya.

Ditempat Terpisah, Ketua DPD LSM KPK Ir. Johansen Simanjuntak menilai pekerjaan yang dilakukan secara swakelola, sangat rentan terjadi penyelewengan. Tingkat kerentanan itu lanjut Johansen, kerap terjadi pada item pengadaan peralatan pekerja termasuk pekerjaan yang tidak mengikuti Spek yang ada. “ Biasanya dipoin ini kita duga kerap dijadikan lahan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mengeruk keuntungan,” Duganya

Ditambahkan Johansen, pekerjaan tambal sulam tersebut jangan terkesan hanya dikerjakan asal-asalan. Setiap pekerjaan yang sudah dikrjakan namun diulang kembali karena kembali rusak tentunya akan menimbulkan biaya tambahan kembali. pungkasnya (zal)




3 titik Pospam dan Posyan Mudik Lebaran, Diskes Inhu Siapkan Dokter.

Rengat, detikriau.org Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhu siagakan tenaga Dokter
di Pos Pelayanan (Posyan) Mudik Lebaran. Penyiapan petugas kesehatan dan Dokter ini guna melayani Pemudik sebelum melakukan perjalanan berlebaran Idul fitri.

“Penempatan pelayanan kesehatan ini di posyan yang telah ditetapkan oleh dinas perhubungan atau pihak Satlantas, kita akan menyesuaikannya ” ujar kadiskes Kab Inhu H Suhardi SE Msi di kantornya.

Dikatakannya, untuk Personil pelayanan kesehatan minimal akan diturunkan sebanyak 5 orang Medis per Posyan, dengan meyertakan seorang Dokter berikut dengan perlengkapan dan penyiapan Obat yang biasa digunakan dalam perjalanan,  persiapan pelayanan kesehatan bagi pemudik berupa penyediaan obat  P3k, Obat sederhana seperti obat Sakit kepala, dan obat Ringan lainnya. Pelayanan ini akan dilaksanakan pada H-7  hingga H+7.

Sementara kepala  dinas perhubungan komunikasi informatika  (Dishubkominfo) kabupaten inhu Drs Erpandi Melalui kepala Bidang ( kabid) perhubungan darat Slamet Suhargana menjelaskan, untuk Pos pengamanan (pospam) dan  Posyan dikabupaten Inhu ditetapkan di 3 titik, yakni di simpang japura kecamatan lirik, di Belilas kecamatan seberida dan di simpang granit kecamatan batang gansal.

Pos ini melibatkan sejumlah instansi diantaranya Satlantas Polrese Inhu, satpol PP , dinas Perhubungan , dan dinas kesehatan, untuk personil  Dinas perhubungan kita menetapkan 3 ship dengan 4 personil, selain 3 titik Pospam dan posyan dishub kominfo juga membuat  khusus 3 posyan tambahan yang khusus hanya personil dishub kominfo.

“Posyan ini di terminal gerbang sari pematang reba , terminal  rengat dan terminal air molek” ujar selamet Suhargana (zal)




Pengganti Safari Ramadan, Pemkab Inhu Sediakan Menu Berbuka Bagi Musafir

Rengat, detikriau.org – Di bulan suci  ramadhan 1437 H Pemerintah kabupaten Indragiri (Inhu)  menyediakan menu berbuka puasa di tepi Jalan Lintas Timur tepatnya  di depan kantor Bupati Inhu Pematang Reba, kegiatan ini sebagai pengganti dari kegiatan Safari Ramadhan yang ditiadakan pada tahun anggaran 2016 ini.

Kepala Bagian (Kabag) Asministrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Inhu Hj Asmalia Kamis (9/6) mengatakan bahwa tertundanya kegiatan Safari Ramadhan  dikarenakan Pemkab Inhu tidak menyalurkan  dana Bansos pada anggaran APBD Murni 2016.

“Bagaimana mau Safari Ramadhan sebab Dana Bansos yang biasa dianggarkan setiap tahun,  kali tahun  ini terhenti  karena sesuatu Regulasi,  ”, katanya.

Padahal kegiatan Safari Ramadhan merupakan kegiatan yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat di kampung-kampung sekaligus dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi antara Pemerintah dengan rakyat.

“Untuk itu Bupati Inhu H Yopi Arianto, SE, mengintruksikan agar Pemkab Inhu bersama jajaran SKPD bergotong royong menalangi dana berbuka puasa bersama kaum Musafir di Jalintim Pematang reba tepatnya di depan kantor Bupati Inhu”, paparnya.

Kegiatan ini dimulai sore pada kamis (9/6) sore hingga berakhirnya bulan ramadhan 1437 H, pungkasnya. (Zal)




Ratusan Karyawan Pemanen PT Inecda Plantations S&G Keluhkan Pembayaran Gaji di Bawah UMSP

gbr ilustrasi panen sawit. net
gbr ilustrasi panen sawit. net

Rengat, detikriau.org – Ratusan karyawan PT Inecda Plantations S&G di Kecamatan Siberida Kabupaten Indragiri Hulu mengeluhkan kebijakan manajemen perusahaan yang hanya membayarkan gaji sebesar Rp 900 ribu hingga Rp 1 Juta perbulannya. Padahal berdasarkan standar upah minimum sektor perkebunan (UMSP) yang ditetapkan Pemerintah tahun 2016, harusnya karyawan tetap menerima upah sebesar Rp 2,4 Juta perbulan.

“Sudah sejak enam bulan terakhir gaji yang kita terima hanya berkisar Rp. 900 ribu hingga Rp. 1 juta per bulan. Padahal kita berstatus karyawan tetap bukan pekerja borongan, ” ungkap kesal Salah seorang mantan Staff Group PT Inecda Plantations S&G yang menolak namanya dipublikasikan sambil memperlihatkan bukti lembaran slip gaji, Rabu (8/6).

Menurut sumber, berdasarkan keterangan HRD Perusahan Group Gandaherah Hendana di Pekanbaru, upah yang dibayarkan dibawah standar terhadap 800 naker Pemanen berstatus Karyawan ini disebabkan produksi tandan buah sawit (TBS) sejak enam bulan terakhir ini tidak mencapai target.

“Ini Alasan yang disampaikan HRD Pekanbaru, Kariaman. menurutnya produksi TBS Pemanen tidak mencapai target Perusahaan sehingga target kerja 7 jam perhari tidak terpenuhi karena produksi TBS  sedang Trek ” sambungnya.

Sayangnya menurut sumber juga, DPC SPSI yang mereka anggap dapat membantu justru juga tidak pernah merespon keluhan Karyawan.

“Tidak tercapainya target produksi TBS bukan karena kelalaian Karyawan melainkan disebabkan TBS kelapa sawit milik Perusahaan yang ngetrek.” Ujarnya.

Dikomfirmasi terkait keluhan karyawan, HRD Kebun PT Inecda Siberida, Khairul, membantah jumlah Karyawan Pemanen sebanyak 800 orang. “Info dari mana, jumlah pemanen kita hanya 430 org,” jawab Khairul melalui seluler , kamis (9/6/2016).

Diterangkan Khairul, sistem kerja panen di Perusahaan berdasarkan basis ( target) meski mereka Karyawan,  dan Pemanen harus mencapainya. “Apabila tidak ada buah, maka yang harus mereka lakukan adalah wajib kerja selama 7 jam sesuai dengan undang-undang,” papar Khairul.

Sayangnya, sambung Khairul, para Pemanen yang tidak capai target basis (target)  panen justru memilih pulang sebelum mencapai 7 jam kerja per hari.

“Asisten buat berita acara, kalo ga dapat basis, pulangnya cepat atau kurang dari 7 jam wajarlah kalau ada potongan,” tutup Khairul.

Sementara HRD Gandaherah Hendana Group di Pekanbaru, Kariaman, dan Kepala Seksi Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) Ketenagakerjaan Disnaker Pemkab Inhu, Sutrisno, tidak memberi klarifikasi. (Zal)