Samakan Persepsi, Kesbangpol Inhu Gelar Dialog Dengan Masyarakat

“Masalah Ketahanan Ekonomi dan SDA”

Rengat, detikriau.org – Kesamaan persepsi antara masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi masalah terkait ketahanan ekonomi dan sumber daya alam (SDA) suatu daerah menjadi sesuatu hal yang penting untuk dikomunikasikan.

Sebagai bentuk upayanya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Inhu menggelar forum dialog di Aula Wisma Ferdy Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat, Selasa (9/8/2016).

Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Inhu H Khairizal itu turut menghadirkan dua narasumber yakni Direktur Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya Dirjen Kesbangpol Jakarta dan Rudolf Butar-Butar dari Badan Kesbangpol Propinsi Riau.

“Selain untuk menyamakan persepsi tentang potensi ketahanan ekonomi dan SDA yang ada di Inhu serta bagaimana mengembangkan dan memberdayakannya, forum dialog ini juga menjadi upaya untuk mengetahui potensi konflik sekaligus upaya pencegahan terjadinya konflik itu sendiri,”ujar Kepala Kesbangpol Inhu H Adri Bahar selaku Ketua Pelaksana.

Maka dari itu, ia mengharapkan agar seluruh peserta yang ikut dalam forum dialog ini dapat mengikuti kegiatan ini dapat mengikutinya dengan baik.

Sementara itu, Wakil Bupati Inhu H Khairizal menganggap forum dialog antara pemerintah dengan masyarakat seperti ini perlu untuk dilakukan. Sebab, upaya pengelolaan potensi sumber daya alam dan ekonomi di Inhu sejauh ini dinilai belum begitu maksimal.

Untuk itu, melalui kegiatan ini diharapkan akan memunculkan satu persepsi yang sama sebagai upaya untuk meminimalisir munculnya masalah terkait dengan ketahanan ekonomi dan SDA di daerah masing­-masing.

Wabup juga meminta agar koordinasi antara setiap mitra kerja, dalam hal ini masyarakat dengan Pemkab Inhu perlu untuk terus dilakukan guna suksesnya  pelaksanan pembangunan.

Total, sebanyak 80 peserta dari tujuh kecamatan di Inhu ikut serta pada forum dialog ini.

Turut hadir pada kegiatan itu, sejumlah Kepala Dinas, Kepala Kantor dan pejabat lain di lingkungan Pemkab Inhu (zal)




Sukseskan Program Pemberian Obat Filariasis Massal, Pemkab Inhu Gelar Rakor

Rengat, detikriau.org – 1 Oktober 2016 mendatang, program pemberian obat massal penyakit filariasis (kaki gajah) tahap V akan dilakukan serentak diseluruh wilayah di Indonesia. Sebagai bentuk komitmen serta kesiapan guna mensukseskan kegiatan itu, Pemkab Inhu menggelar rapat koordinasi di Aula Bappeda dan Litbang Inhu, Senin (8/8/2016).

Rakor yang dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Inhu H Asryan tersebut turut menghadirkan narasumber drg Tyas dari Dinas Kesehatan Propinsi Riau.

“Tahun ini merupakan tahun ke lima pemberian obat pencegahan massal dari penyakit filariasis. Secara umum, upaya yang dilakukan Pemkab Inhu pada tahap sebelumnya telah mencapai target. Dan,1 oktober nanti kegiatan ini akan dilakukan serentak di seluruh wilayah yang tergolong dalam wilayah endemis penyakit ini,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Inhu Rika Varia Nora.

Menurutnya, sasaran pemberian obat pencegahan massal filariasis ini adalah seluruh masyarakat Inhu yang tergolong pada kelompok usia diatas dua tahun kecuali ibu yang dalam kondisi hamil. Sejauh ini, lanjut Rika sudah ditemukan sejumlah kasus penyakit filariasis di tiga kecamatan di Inhu. Diantaranya, Kecamatan Rengat Barat, Sungai Lala dan Kelayang.

“Penyakit ini tidak dapat diobati, untuk itu upaya yang dilakukan Dinkes Inhu yakni melakukan tata kelola agar tidak memperburuk kondisi penderita,” tambahnya.

Ia mengharapkan, melalui rakor ini akan terbentuk komitmen untuk mensukseskan gerakan pemberian obat massal penyakit filariasis sehingga nantinya penderita penyakit ini tidak bertambah dan tahun 2020 mendatang tidak lagi ditemukan.

Harapan yang sama juga disampaikan  Asisten Pemerintahan dan Kesra Inhu H Asryan. Menurut Asryan, melalui rapat koordinasi ini diharapkan mampu membangun semangat dalam upaya pengoptimalan bulan eliminasi kaki gajah sekaligus untuk mengevaluasi kendala yang ditemukan pada tahapan sebelumnya.

Untuk itu, ia menghimbau agar semua pihak yang terkait dapat membangun satu komitmen guna mensukseskan pemberian obat pencegahan massal filariasis pada 1 oktober mendatang.

“Saya berharap, melalui rakor ini dapat memacu semangat semua pihak terkait untuk membentuk satu komitmen demi mencapai hasil yang terbaik. Semoga kerja keras kita dapat memberikan hasil terbaik bahwa masyarakat Inhu terhindar dari penyakit ini,” jelas H Asryan.

Turut hadir pada rapat koordinasi ini beberapa perwakilan FKPD, Camat serta sejumlah utusan dari UPTD Puskesmas se Kabupaten Inhu. (Zal)




Cegah Dampak SARA Upika Rengat Barat lakukan Focus Group Discussion (FGD)

Rengat,- detikriau.org, Deteksi dini, cegah dan tangkal ancaman konflik sosial serta intoleransi di kecamatn Rengat Barat Unsur pimpinan kecamatan (UPIKA) Rengat Barat  melakukan Focus Group Discussion (FGD) Bertempat Di Aula Kantor Camat Rengat Barat kabupaten Inhu – Riau.

Hadir Ketua forum kerukunan ummat beragama kabupaten Inhu H Zulkipli Ghani, Perwakilan umat nasrani Pendeta Sitompul, Pemuka dan tokoh agama Muslim (MUI ) kecamatan Rengat Barat, H Cucu Sulaiman, pemuka  agama Budha, Suwarto,  Kepala Kesbangpol Adri Bahar SSos, Camat Rengat Barat Nurdjanah W SP , kapolsek Rengat Barat Kompol Frengki tambunan dan sejumlah anggota, Danramil 01 Rengat dan sejumlah anggota yang diwakili oleh Danpos Rengat Barat, Peltu  Murdi, lurah dan Kepala Desa se kecamatan Rengat Barat, BPD sekecamatan Rengat Barat, sejumlah tokoh dan pemuka Agama, dan sejumlah undangan.

Ketua kerukunan beragama kabupaten Inhu, H Zulkipli ghaniDalam sambutannya mengatakan deteksi dini, cegah dan tangkal ancaman konflik sosial serta intoleransi di kecamatn Rengat Barat Mohon disikapi arif dan bijaksana, kita berharap kerukunan umat beragama secara umum khususnya di kabupaten Inhu dapat terjaga dengan baik, Cepat tanggap dengan apa yang akan terjadi saling menghormati dalam Beribadah  dan saling menjaga  kerukunan dan  terjamin keamanan dan kenyamanan bermasyarakat.”masalah kecil diharap dapat dihilangkan masalah besar dapat dikecilkan dan Padamkan api permusuhan, meski sampai saat ini tidak ada masalah yang timbul di kabupaten Inhu namun jangan sangka air tenang tak ada Buaya nya” ujarnya.

Kapolsek Rengat Barat Kompol Frengki Tambunan SIk, dalam sambutan dan arahannya menyampaikan  FGD deteksi Dini, cegah dan tangkal ancaman konflik sosial serta Intoleransi di kecamatan Rengat Barat mari kita jadikan Silaturrahmi atau sambung rasa umat beragama agar kita selalu rukun, akur, damai menjaga keamanan dan kenyamanan serta kamtibmas.

“Kondusif nya  Kecamatan Rengat Barat  karena adanya kerja sama dari Teman- teman  TNI, pemerintah  kecamatan Rengat Barat,  tokoh dan pemuka masyarakat tokoh agama, cerdik pandai yang ada di lingkup kecamatan Rengat barat dan Elemen lainnya, untuk itu  semoga keamanan dan kenyamanan seperti ini dapat terus kita pertahankan dan kita jaga bersama” paparnya.

Kepala Kesbangpol kabupaten Inhu Adri Bahar SSos Dalam sambutannya Memberikan Apresiasi kepada inspirator kegiatan ini terutama kepada Kapolsek Rengat Barat yang telah merumuskan deteksi dini
Konflik sosial dikecamatan Rengat Barat. ” Setau saya Kegiatan ini kegiatan pertama kali yang dilakukan di kabupaten Inhu , saya apresiasi sekali terutama kepada bapak Kapolsek Rengat Barat yakni Bapak Kompol Frengki Tambunan, yang telah mengispirasi deteksi dini konflik sosial, dan ini merupakan Kebutuhan kita bersama ” paparnya.(zal)

 




Alah Mak…….. Anak Miskin Jangan Masuk SMKN 1 Pasir Penyu

“Satu Anak Miskin di Bantu Nanti Khawatir Anak Miskin Lainnya Juga Akan Minta Bantuan Serupa”

Rengat, detikriau.org – Miris. Mungkin kalimat inilah yang bisa mewakili nasib yang kini harus diterima Ari. Bagaimana tidak, tekadnya untuk mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas sepertinya akan tersandung. Beban biaya yang katanya wajib bagi siswa baru di SMKN 1 Pasir Penyu sebesar Rp. 1.475.000 jadi batu penghalang.

Menurut penjelasan Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanah Merah Polsek Pasir Penyu, Bripka Hanif yang mencoba mengulurkan tangan memberi bantuan menerangkan bahwa upayanya untuk mendapatkan keringanan biaya bagi putra Nurhayati Lubis ini tak banyak membuahkan hasil.

Ia bahkan mengaku sudah memboyong pihak sekolah dan komite untuk menyaksikan langsung kondisi kehidupan anak yang sudah tidak berbapak itu. hasilnya ternyata juga tak menyentuh hati. Beban biaya-pun tetap menjadi keharusan.

“Memastikan bahwa anak Nurhayati Lubis benar anak yatim dan orang tidak mampu, semalam senin 1/8  sekitar pukul 12.00 Wib bersama pihak SMKN 1 Pasir Penyu, pak Ikhsan, ketua Komite SMKN 1 Pasir Penyu pak Agus Suprapto, wakil Ketua Komite Drs Tomas Sudarso, kita sudah mengunjungi kediaman mereka,” ungkap Bripka Hanif Azhar, selasa (2/8/2016)

Hasil dari kunjungan itu, ditambahkan Hanif, pihak sekolah dan komite mengaku tidak dapat memberikan keringanan. Biaya sebesar Rp. 1.475.000 yang katanya untuk iuran pakir, penambah daya lisrik dan baju seragam itu tetap harus dilunasi sebagaimana keputusan rapat di sekolah.

“Pihak sekolah hanya bersedia meringankan pembayaran SPP dari Rp 180 ribu per bulannya, diringankan  menjadi  Rp 50 ribu perbulannya. Itu saja,” tuturnya.

Menurut Hanif juga, memenuhi kehidupan sehari-hari, Ibu Nurhayati Lubis hanya mengandalkan penghasilan dari bekerja sebagai pengasuh anak tetangga dengan penghasilan yang diterima setiap bulannya Rp. 800 ribu dan kini harus  membayar Rp 1.475.000 agar anaknya bisa diterima masuk di SMKN 1 pasir penyu.

Dikomfirmasi terpisah, Ketua Komite SMKN 1 pasir Penyu Agus Suprapto menyatakan ditolaknya keringanan biaya masuk bagi Ari ini disebabkan rasa kekhawatiran tidak berjalannya program sekolah. Jika satu anak miskin dibantu, ia khawatir nanti akan ada lagi anak miskin lainnya yang akan meminta bantuan serupa.

“Hasil pertemuan kemaren, biaya masuk itu tidak bisa ditawar.  Rp. 1.025.000 untuk 6 stel seragam sekolah. Kan untuk siswanya sendiri. Termasuk juga tambahan biaya lainnya seperti biaya untuk peningkatan halaman Parkir dan biaya penambahan daya listrik yang kegunaannya untuk jaringan komputer. Untuk siswa juga kan?.” Katanya, selasa (2/8/2016)

Lucunya, Agus mengaku masih terbuka bagi pihak Komite dan sekolah untuk memberikan kesempatan   meringankan Biaya itu, namun hal ini seharusnya jangan sampai terkpos dulu. “sebab kita khawatir Program sekolah bisa tidak  jalan” Ucapnya lagi

Sayangnya kepala SMKN 1 Pasir Penyu Ahmad Bastari belum bisa dimintai komfirmasi. Nomor Handphone miliknya tidak dapat kondisi aktif. (zal)




Bupati Yopi Minta Percepatan Pengesahan APBD Perubahan 2016

Bupati Kab Inhu, Yopi Arianto
Bupati Kab Inhu, Yopi Arianto

Rengat, detikriau.org – Bupati Inhu H Yopi Arianto mengintruksikan kepada seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk melakukan langkah percepatan pengesahan APBD perubahan tahun 2016 berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Penegasan itu disampaikan Bupati H Yopi Arianto saat bertindak sebagai inspektur upacara bendera Senin (1/8/2016) di halaman Kantor Bupati Inhu. “Percepatan terhadap pengesahan APBD Perubahan tahun 2016 harus dilakukan. Saya menyadari akan ada kebijakan tidak populer, tetapi saya berharap kita semua memahami kondisi ini,” tegasnya.

Menurut Bupati, kebijakan rasionalisasi bukan menjadi alasan Pemkab Inhu untuk tidak melaksanakan kegiatan yang dibutuhkan masyarakat. Dengan demikian diharapkan, prioritas pembangunan tetap terlaksana dengan baik.

Bupati H Yopi Arianto juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh SKPD yang telah berperan aktif dan memberikan kontribusi di Rest Area Pemkab Inhu selama bulan Ramadhan lalu. Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilanjutkan tahun depan.

Selain itu, Bupati mengintruksikan seluruh SKPD agar memasang bendera dan umbul-umbul dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-71 mulai Kamis (11/8) serta mengucapkan selamat jalan kepada pegawai negeri sipil (PNS) yang akan menunaikan ibadah haji tahun 2016 ini. “Saya doakan semoga ibadahnya dapat berjalan lancar dan selamat kembali ke tanah air berkumpul dengan keluarga,” tuturnya.

Diakhir pelaksanaan upacara, Bupati H Yopi Arianto didampingi Wakil Bupati H Khairizal dan Sekda H Agus Rianto saling bersalaman kepada seluruh PNS dilingkungan Pemkab Inhu sebagai bentuk silaturami. (Zal)




177 JCH Inhu Ikuti Manasik

Rengat, detikriau.org -Sebanyak 177 jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Inhu mengikuti kegiatan manasik haji yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Inhu, di Masjid Nurul Amal, Jalan Lintas Timur Pematang Reba, Senin (1/8/2016). Kegiatan manasik haji ini dibuka Wakil Bupati Inhu H Khairizal.

Dihadapan seluruh calon jamaah, atas nama Pemkab Inhu, Wabup H Khairizal berpesan agar JCH Inhu tetap fokus dalam menjalankan ibadah dan memanfaatkan setiap kesempatan di tanah suci untuk menunaikan ibadah.

“Pesan kami selaku Pemerintah Kabupaten Inhu agar selalu fokus dalam beribadah, jangan sia-siakan kesempatan ini, InsyaAllah keluarga akan mendoakan disini dan jangan lupa selalu mengabarkan ke tanah air,” tutur Wabup.

Menurut Wabup, pelaksanaan manasik haji merupakan gambaran dari pelaksanaan ibadah yang sesungguhnya. Untuk itu, ia mengharapkan kepada JCH Inhu mengikuti kegiatan ini dengan baik dan tetap khusuk, sehingga dalam pelaksanaan ibadah nantinya di tanah suci tidak ada lagi keraguan.

“Apa yang dilaksanakan pada manasik haji ini itulah pelaksanaan ibadah haji yang sesungguhnya disana (tanah suci). Jadi, manfaatkanlah pembimbing untuk pelaksanaan ibadah haji,” jelasnya.

Wabup juga berpesan kepada JCH Inhu tetap menjaga kondisi kesehatan dengan selalu memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Ini penting, agar selama menjalankan ibadah dapat berjalan dengan lancar.

“Melaksanakan ibadah haji ini fisik akan banyak terkuras. Tidak menjamin tua akan lebih lemah dan tidak menjamin yang muda lebih kuat. Cocokkan makanan dengan selera kita agar kondisi kesehatan kita tetap terjaga,” tambahnya seraya berharap doa dari seluruh JCH untuk kebaikan Kabupaten Inhu kedepan.

Menurut Kepala Kemenag Inhu H Abdul Kadir, JCH Kabupaten Inhu tergabung dalam kloter lima bersama Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hilir dan Batam. Keberangkatan direncanakan pada tanggal 13 Agustus 2016 mendatang melalui Embarkasi Batam.

Sebelum terbang ke tanah suci melalui Embarkasi Batam, JCH Inhu terlebih dahulu menginap satu malam di Asrama Haji. Tahun ini, JCH tertua berusia 76 tahun, atas nama Hawiyah asal Kecamatan Pasir Penyu dan JCH termuda yakni Livia. (Zal)