Masyarakat Yakini Operasional PT PAS Akan Rusak Infrastruktur Jalan Bukit selasih – Tani Makmur.

gambar ilustrasi kerusakan ruas jalan
gambar ilustrasi kerusakan ruas jalan

Rengat (detikriau.org) – Masyarakat berpendapat dengan mulai beroperasionalnya Pabrik Kelapa Sawit ( PKS) PT Persada Agro Sawita ( PT PAS) di Desa Pematang jaya kecamatan Rengat Barat pada Desember 2015 mendatang dipastikan akan merusak infrastruktur jalan dari Desa Bukit Selasih menuju Desa Tani Makmur. Pasalnya Jalan Kabupaten yang dibangun Pemkab Inhu ini hanya berkelas III C.

Pernyataan ini disampaikan oleh salah seorang warga Desa Kota Lama, Ricardo Hutapea (56), jum’at (13/11/2015) kemaren. Dengan kelas jalan III C menurutnya, beban maksimal hanya 15 ton sementara truk angkut CPO bermuatan diatas 20 ton belum lagi ditambah dengan bobot kendaraan yang bisa mencapai 30 ton.

“Makanya kita pastikan jalur jalan ini akan rusak,” prediksi mantan anggota DPRD Inhu ini.

Diterangkannya, jalan Kabupaten ini sebelumnya sudah pernah di Aspal sepanjang 1 Km ketika ia masih menjabat anggota DPRD, namun Karena tidak ada perawatan Aspal badan jalan yang masih tampak hanya beberapa puluh meter saja.

“seharusnya PT PAS membangun jalan sendiri. Jangan hanya memanfaatkan akses jalan penghubung sejumlah  Desa  yang kondisinya saat ini saja sudah cukup parah,” katanya.

FWD-131115-carouselDitambahkannya, Jika PT PAS telah Beroperasi dan tetap akan memakai jalan ini maka diharapkan PT PAS terlebih dahulu harusnya meningkatkan kapasitas kelas Jalan, dan  menyalurkan dana CSR nya kepada Masyarakat lingkungan Perusahaan di 5 Desa, yakni Desa Kota Lama, Desa Pematang Jaya, Desa Bukit Petaling , Desa Tani Makmur Dan Desa Sungai Baung, ujarnya.
Dikomfirmasi terpisah, manajer PT PAS, Junaedi Siregar membenarkan bahwa perusahaan akan memulai operasional pada bulan Desember 2015 mendatang.

Menurut manajer yang mengaku berdomisili di Provinsi Jambi ini, sebelum Pemkab Inhu memberikan izin bagi PT PAS tentunya sudah mempertimbangkan segala sesuatunya dengan matang, termasuk akses jalan yang akan dilalui.

“Tentunya tidak mungkin Pemkab Inhu menerbitkan izin tanpa mempertimbangkan hal-hal yang terkait dengan kondisi lingkungan,” ujarnya (Zal).




Ajang MTQ Tingkat Provinsi Riau ke XXXIV, Pemkab Inhu Utus 64 Kafilah

imagesRengat (detikriau.org) – Pemkab Inhu mengutus 64 orang kafilah untuk mengikuti berbagai macam perlombaan pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Provinsi Riau ke XXXIV di Kabupaten Siak. Selain kafilah, Pemkab juga memberangkatkan sebanyak 400 orang sebagai penggembira.

“Untuk MTQ tingkat provinsi kali ini kita mengutus 64 kafilah dan 400 Penggembira di tambah pemain Drum Band dari Satpol PP”, kata Pj. Bupati Inhu H. Kasiaruddin SH melalui Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Adm Kesra) Setda Inhu Hj Raja Asmalia sabtu (kemaren 14/11) melalui selulernya

Asmalia berharap Pemkab Inhu setidaknya akan mampu mempertahankan posisi peringkat 5 besar seperti prestasi yang telah diraih pada pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Riau sebelumnya yang dilaksanakan di Tembilahan.

“tetapi kita juga akan tetap berupaya maksimal untuk meraih peringkat terbaik diposisi 1 atau setidaknya pada peringkat ke 3,” Tutupnya, (zal)




PWI Inhu akan Berikan Pemahaman Tentang Pers Bagi sejumlah PNS.

“Kegiatan ini juga ditujukan untuk menambah wawasan atau pengetahuan PNS dalam menulis sebuah berita yang benar, baik untuk dimuat di website, maupun untuk membuat press Release yang berisi informasi yang memang dibutuhkan oleh sebauah media atau wartawan yang dituju”

89775103656-pwi.pngRengat (detikriau.org) –Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) akan melaksanakan sosialisasi pemahaman akan pers bagi kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu. Kegiatan yang direncanakan akan dilaksanakan pada selasa (17/11/2015) di aula kantor Bappeda Inhu tersebut akan dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Inhu H Kasiarudin, dengan menghadirkan narasumber Ketua PWI Riau H Dheni Kurnia dan Sekretaris PWI Riau Eka Putra.

“Pelatihan ini kita buat agar pihak pemerintah mengetahui sejarah Pers atau wartawan. Bagaimana wartawan itu sesungguhnya dan bagaimana aturan-aturan yang ada pada jurnalis seperti undang-undang dan kode etik yang berlaku,” ujar Ketua PWI Inhu Kasmedi,  di Pematang Reba. Ahad (15/11/2015)

Dikatakannya, Selama ini banyak kalangan pemerintah yang memandang negatif terhadap Pers. Maka, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan bisa menepis sangkaan buruk tersebut. Sebab, rusaknya citra Pers itu adalah akibat ulah oknum-oknum wartawan gadungan yang memang tidak bisa dipertanggung-jawabkan kredibilitas mereka, sebut Kasmedi. Dengan demikian, melalui kegiatan ini, sepak terjang wartawan gadungan (wargad) tersebut tentu dengan sendirinya akan tertutup, katanya.

Selain itu, tujuan pelatihan ini juga untuk menambah wawasan atau pengetahuan PNS dalam menulis sebuah berita yang benar, baik untuk dimuat di website, maupun untuk membuat press Release yang berisi informasi yang memang dibutuhkan oleh sebauah media atau wartawan yang dituju.

Terlebih, saat ini sudah hampir seluruh instansi yang sudah memiliki website sendiri. Dengan mereka mengetahui tata cara penulisan berita, pemegang admin website yang ada pada instansi tersebut, tentunya bisa mempublikasikan sendiri kegiata-kegiatan positif yang ada pada instansi tersebut.(Zal)




PGRI Inhu Himbau Seluruh Sekolah Pasang Baliho dan Spanduk.

“Meriahkan HUT PGRI dan HGN ke 70”

CRrkDp3VEAU5dgtRengat (detikriau.org), – menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) ke 70 Yang jatuh pada 25 Nopember 2015, PGRI Kabupaten Inhu Menghimbau Kepada seluruh Kepala Sekolah di lingkup Kabupaten Inhu ikut menyemarakkan dengan memasang Baliho atau Spanduk dimasing-masing Sekolah.

” Himbauan tersebut sesuai Surat Edaran PGRI Pusat yang telah diterima beberapa waktu lalu”, sampaikan Ketua PGRI Kabupaten Inhu  Ardimis MSi  melalui Sekertaris PGRI Kabupaten Inhu
Hefnan Endri MPd, di Pematang Reba. Kamis (12/11/2015)

DIkatakannya, PGRI kabupaten Inhu juga sudah meneruskan surat dimaksud kepada 14 Pengurus Cabang di setiap kecamatan dengan  surat  nomor 089/PGRI INHU/x/2015 Tanggal 17 oktober.

Diharapkan Seluruh Kepala Sekolah dilingkup Kabupaten Inhu dapat memasang Baliho atau spanduk  minimal seminggu sebelum hari H.

“14 cabang pengurus PGRI di setiap kecamatan diminta proaktif dalam meneruskan surat yang disampaikan PGRI Kabupaten Inhu” ujarnya

Menurutnya, Dalam Pedoman pelaksanaan Peringatan HUT PGRI dan HGN ke 70 tahun 2015 dari Pengurus Besar (pusat), Tema yang diambil kali ini adalah ” Memantapkan Soliditas dan Solidaritas PGRI sebagai Organisasi Profesi Guru yang kuat dan Bermartabat”.

Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen budaya mutu di kalangan guru dan pemangku kepentingan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa akan pentingnya pendidikan yang berkualitas, meneladani semangat dan dedikasi guru sebagai pendidik profesional dan bermartabat bagi semua anak bangsa, dalam peningkatan sumber daya manusia yang bermutu.

Kemudian juga untuk mendorong kepedulian pemerintah dan masyarakat akan pentingnya kedudukan dan peran strategis guru dalam membangun pendidikan karakter bangsa yang cerdas , kompetitif dan bermartabat, membangun dan memperkokoh solidaritas dan kesetia kawanan anggota serta meningkatkan kepercayaan masyarakat  dan anggota kepada PGRI sebagai Organisasi profesi guru di Indonesia khususnya di kabupaten Inhu, pungkasnya (Zal)




Sosialisasikan Pilkada Inhu 2015, 22 November, KPU Agendakan Jalan Sehat

pilkadaRengat (detikriau.org) – Komisioner KPU Inhu, Hendri A Saleh  mengatakan bahwa pihaknya  berencana  akan menggelar jalan sehat  dalam rangka menghadapi Pilkada Kab. Inhu tahun 2015. 

“kita berencana akan menggelar jalan sehat di waktu yang sama  yakni pada 22 Nopember 2015 di empat Empat titik”, ungkapnya kepada sejumlah awak media, selasa (10/11/2015).

Dijelaskannya diempat  titik tersebut adalah pertama yang di pusatkan di Rengat, meliputi  masyarakat Kec. Rengat, Kec. Kuala Cenaku dan Kec. Rengat Barat, kedua dipusatkan di Seberida, meliputi masyarakat Kec. Seberida, Kec. Batang Cenaku dan Kec. Batang Gangsal, ketiga dipusatkan di Air Molek, meliputi masyarakat Kec. Pasir Penyu, Kec. Lirik, Kec. Sungai Lala dan Kec. Lubuk Batu Jaya,serta yang terakhir dipusaatkan di Peranap, meliputi masyarakat Kec. Peranap, Kec. Batang Peranap, Kec. Kelayang dan Kec. Rakit Kulim.

Menurutnya, jalan sehat ini merupakan salah bagian bentuk sosialisasi  kepada masyarakat agar dapat mensukseskan pemilihan bupati dan wakil bupati Inhu tahun 2015. “apabila masyarakat sehat, penyelenggaraan sehat maka pelaksanaan Pilkada juga akan sehat.” Jar Hendri

Disebutkannya juga, dalam acara jalan sehat nantinya, KPU Inhu akan menyiapkan doorprize di setiap titik, masing-masing 150 paket yang terdiri dari tv, kulkas, HP, dispenser, peralatan sekolah, kipas angin dan berbagai hadiah lainnya. (Zal)




Pagar Rusak, Hewan Ternak Ganggu Kenyaman Belajar Siswa SDN 008 Rejosari

Rengat (detikriau.org) – Bangunan pagar SDN 008 Desa Rejosari Kecamatan Lirik Kabupaten Inhu kini dalam kondisi rusak. Rubuhnya pagar pembatas sekolah ini menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar diakibatkan kerapnya hewan ternak memasuki lingkungan sekolah.

Menurut Kepala Sekolah SDN 008, Hj Ekowati, berbagai upaya sudah dilakukan agar hewan ternak tidak lagi memasuki lingkungan sekolah seperti dengan membangun pagar kayu yang memiliki ketahanan rendah.

‪”Walaupun sudah kita buat pagar dari kayu tetapi tidak juga bisa mencegah hewan ternak masuk. Akibatnya kotoran hewan berserakan dimana-mana sehingga menimbulkan bau, mengganggu ketenteraman serta dikhawatirkan juga berdampak terhadap kesehatan anak didik,”ungkap Kepala SDN 008 desa Rejosari Hj  Ekowati S.Pd, selasa (10/11/2015)

Diterangkannya, disamping menjaga agar hewan ternak tidak leluasa memasuki lingkungan sekolah, pagar pembatas juga dibutuhkan untuk mengontrol para pelajar agar tidak keluar pekarangan disaat jam istirahat.

‪Pihak sekolah berharap agar Pemkab Inhu melalui Dinas Pendidikan dapat membangun kembali pagar sekolah secara permanen. Sebab keinginan agar pagar dibangun kembali sudah sejak tahun 2008 lalu diusulkan.

‪”Kami mohon kembali kepada Pemkab Inhu untuk membangun pagar sekolah yang memang sangat dibutuhkan agar kegiatan belajar disekolah menjadi nyaman dan tertib serta tidak ada lagi bau kotoran ternak,”Harapnya. (Zal)