Sukseskan Wisuda MDTA, Pemkab Inhu Gelar Lomba Rebana dan Khitanan Massal

lomba rabana, foto  ilustrasi. net
lomba rabana, foto ilustrasi. net

Rengat, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu bekerjasama dengan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) menggelar lomba rebana dan khitanan massal di Kantor Bupati Inhu, Jumat (13/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari wisuda akbar siswa dan siswi MDTA se Kabupaten Inhu yang akan digelar, Sabtu (14/5) di halaman Kantor Bupati Inhu.

Lomba rebana diikuti oleh ibu-ibu perwakilan BKMT dari seluruh kecamatan di Kabupaten Inhu. Sedangkan khitanan massal diikuti anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berasal dari Kecamatan Rengat Barat.

Ditemui di sela-sela peninjauan kegiatan sunatan massal, Wakil Bupati Inhu H Khairizal mengungkapkan bahwa kegiatan khitanan massal ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan Pemkab Inhu di seluruh kecamatan.

“Ini menjadi salah satu wujud perhatian dari Pemkab Inhu untuk membantu meringankan beban masyarakat. Dilokasi lain pun kegiatan seperti ini juga digelar, hanya saja waktunya yang tidak bersamaan,” jelas Wabup Khairizal.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Inhu H Suhardi. Menurutnya ini merupakan kegiatan sosial yang dilaksanakan bersempena dengan wisuda akbar siswa dan siswi MDTA yang akan dilaksanakan Sabtu (13/5) besok. Untuk kegiatan khitanan massal, ditargetkan akan diikuti seratus anak dari seluruh desa se Kecamatan Rengat Barat.

“Jumlah tersebut berdasarkan data yang telah diambil oleh pihak Kecamatan Rengat Barat. Diharapkan data ini benar-benar data warga yang kurang mampu. Saat ini yang telah terdata ada sekitar 90 anak, jika nantinya masih ada anak yang belum terdata, akan dialihkan ke Puskesmas,” jelasnya.

Turut mendampingi Wabup Khairizal dalam peninjauan kegiatan tersebut, Plt Asisten Administrasi Umum Hendrizal, Camat Rengat Barat Nurdjanah Warsito serta beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Inhu. (Zal)




Setelah beberapa Hari Menunggu, Korban Lakalantas Mr X Akhirnya Dikebumikan

gambar ilustrasi. net
gambar ilustrasi. net

Rengat, detikriau.org – korban kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang terjadi Senin (9/5) kemarin di Jalan Lintas Timur Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), persisnya didepan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat akhirnya dikebumikan pihak RSUD Indrasari setelah beberapa hari menunggu.

Berdasarkan keterangan saksi mata Yankimidin, warga Pematang Reba, korban (Mr X) ditabrak pengendara sepeda motor pada Senin (9/5) sekitar pukul 24.00 Wib.

“Korban dibawa warga sekitar ke RSUD Indrasari Rengat, namun akibat luka parah yang dialaminya akhirnya meninggal dunia pada Selasa (10/5) sekitar pukul 14.00 Wib,” terangnya.

Meski sudah dipastikan tak lagi bernayawa, pihak RSUD Indrasari Rengat masih berupaya untuk menunggu jika ada pihak keluarga yang datang untuk menjemput jenazah, sayangnya hingga Rabu (11/5) jemputan tak juga kunjung tiba, akhirnya pihak rumah sakit, Dinas Sosial dan Polsek Rengat Barat sepakat untuk menguburkan mayat tersebut.

“Korban merupakan pendatang baru di Pematang Reba, dan diperkirakan korban mengalami gangguan jiwa,” terang Yankamidin yang juga bekerja di bagian kamar mayat di RSUD Indrasari Rengat.

Sementara itu, Kapolsek Rengat Barat Kompol Franky Tambunan saat ditemui di RSUD Indrasari Rengat menyatakan bahwa sejauh ini pihaknya masih berupaya untuk mencari tahu keluarga korban.

“Korban diperkirakan berumur 40 tahun dan diduga mengalami gangguan jiwa. Ditubuh korban tidak ditemukan identitas yang jelas, sehingga sulit mengetahui dimana keberadaan pihak keluarga korban. Menurut informasi warga masyarakat Pematang Reba  korban selama ini sering hilir mudik di seputar Kelurahan pematang Reba dengan berjalan kaki” ujarnya.

Untuk itu kita berharap jika ada pihak yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar dapat menghubungi Polsek Rengat Barat. Saat ini korban sudah dikebumikan di TPU Km 8 Pematang Reba, di belakang Taman Makam Pahlawan, sedangkan kenderaan dan si penabrak masih kita amankan, tutupnya  (zal).

 




Wabup Khairizal Kukuhkan Bunda PAUD Inhu

Rengat, detikriau.org, Hj Marlinawati dipercaya sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Inhu masa bhakti 2016-2021. Ia resmi dilantik bersama pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Inhu lainnya oleh Wakil Bupati  Inhu H Khairizal di Gedung Dang Purnama Rengat, Kamis (12/5/2016).

Dihadapan tamu undangan yang hadir, Hj Marlinawati menyampaikan terima kasihnya atas amanah yang dipercayakan kepadanya. Ia juga mengungkapkan bahwa PAUD menjadi sebuah lembaga pendidikan yang sangat penting sebagai pondasi pendidikan anak untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Ia juga mengharapkan kedepannya tenaga pendidik di Inhu semakin mampu memberikan yang terbaik bagi anak-anak didiknya.

Sementara itu, Wakil Bupati Inhu H Khairizal mengungkapkan dukungannya dengan adanya PAUD. Menurutnya, anak usia 0-4 tahun merupakan waktu yang tepat untuk memberikan pendidikan kepada anak. Khusus kepada orang tua, Wabup Khairizal juga mengharapkan dapat memberikan dukungan serta perhatian yang lebih untuk mendapatkan pendidikan sejak usia dini.

Dipandu langsung oleh guru-guru PAUD yang hadir, dalam kegiatan itu Wabup Khairizal bersama seluruh tamu yang hadir juga mengikuti senam otak.

Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Riau Sri Wahyuni mengungkapkan bahwa pengembangan PAUD menjadi tanggung jawab kita semua. Dengan keberadaan PAUD, diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Turut hadir pada pelantikan itu sejumlah Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Kantor di lingkungan Pemkab Inhu, Camat serta Guru-guru PAUD Inhu. (Zal)




UN Hari Kedua, Bupati Inhu Pantau Langsung di Tiga Kecamatan

Gambar; net
Gambar; net

Rengat, detikriau.org – Bupati Indragiri Hulu (Inhu) H Yopi Arianto kembali meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs yang telah memasuki hari kedua, Selasa (10/5). Kali ini, Bupati H Yopi Arianto meninjau pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs pada empat sekolah di Kecamatan Rengat, Rengat Barat dan Kuala Cenaku.

Empat sekolah tersebut masing-masing SMPN 5 Rengat Barat, SMPN 3 Rengat, SMPN 1 Kuala Cenaku serta MTs Hidayatullah Kuala Cenaku. Pada peninjauan ini, Bupati H Yopi Arianto kembali menerima laporan dari kepala sekolah terkait adanya siswa yang telah berhenti sekolah, namun namanya masih terdata dalam daftar peserta UN tingkat SMP/MTs.

Seperti yang dilaporkan Kepala SMPN 5 Rengat Barat, Suwito, dari 80 peserta UN yang terdata dalam Daftar Nominasi Tetap (DNT), satu siswa telah berhenti sebelum pelaksanaan UN, sehingga UN di SMPN 5 Rengat Barat diikuti 79 peserta yang terdiri dari ruang ujian.

“Pihak sekolah sudah berupaya membujuk agar siswa tersebut tetap bersekolah hingga selesai pelaksanaan UN. Namun orangtuanya beralasan pindah ke daerah lain,” ujar Suwito melaporkan kepada Bupati Inhu.

Hal yang sama juga terdapat di SMPN 1 Kuala Cenaku. Dari 126 siswa yang terdaftar sebagai peserta UN, satu siswa telah berhenti dan namanya masih tetap terdaftar dalam DNT, sehingga UN di SMPN 1 Kuala Cenaku diikuti 125 peserta. “Siswa ini berhenti setelah namanya terdaftar sebagai peserta UN, sehingga masih tercatat sampai saat ini,” tutur Kepala SMPN 1 Kuala Cenaku, Nur’airianto.

Di SMPN 3 Rengat, UN diikuti 79 peserta terdiri dari 4 ruang ujian. Sedangkan di MTS Hidayatullah Kuala Cenaku, pelaksanaan UN diikuti 28 peserta yang terdiri dari 2 ruang ujian.

Bupati Inhu H Yopi Arianto mengungkapkan bahwa peninjauan ini merupakan salah satu upaya Pemkab Inhu untuk memastikan bahwa pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs berjalan lancar dan aman, sekaligus bentuk kontrol terhadap perkembangan dan persoalan dunia pendidikan di Kabupaten Inhu. “Alhamdulilah pelaksanaan UN berjalan lancar dan aman,” ucapnya.

Terkait adanya siswa yang berhenti sekolah dan namanya masih terdaftar sebagai peserta UN, Bupati H Yopi Arianto kembali mengimbau kepada seluruh orangtua agar ikut mendorong dan memberikan motivasi agar anaknya tetap bersekolah, sebab pendidikan sangat penting untuk masa depan anak. Selain itu, Bupati juga berharap pihak sekolah pro aktif sehingga siswa yang telah berhenti, namanya tidak lagi terdaftar sebagai peserta UN.

Pada kesempatan itu, Bupati H Yopi Arianto memuji SMPN 3 Rengat yang lingkungannya bersih dan meminta kepada pihak SMPN 1 Kuala Cenaku untuk membuat master plan pengembangan sekolah, sehingga pembangunan yang akan dilakukan terencana dan sesuai kebutuhan sekolah. (Zal)




Protes Penyataan Saut Situmorang, HMI Cabang Rengat Desak Wakil Ketua KPK Itu Letakkan Jabatan.

Foto: net
Foto: net

Rengat, detikriau.org,– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang  Kabupaten Indragiri Hulu (inhu) melontarkan Protes dan  meminta agar Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mundur dari jabatannya.

Pernyataan ini disampaikan oleh perwakilan HMI Cabang Rengat dalam aksi damai yang digelar digedung DPRD Inhu senin (9/5), kehadiran Perwakilan HMI ini disambut oleh Sekretaris Komisi lV DPRD Inhu Marlius SPdi.

Korlap aksi damai, Rosidin menyataan bahwa apa yang disampaikan Situmorang sebagai sebuah bentuk penghinaan, , Pencemaran nama baik, Perbuatan tidak menyenangkan dan penyebaran kebencian, hal ini tidak bisa dibiarkan.

“Hal ini akan kita laporkan ke Kepolisian Resort (Polres) Inhu sebagai bentuk dugaan tindak pidana “, ujarnya.

Dikatakannya, Jangan lupa, sejauh ini Pengurus HMI banyak juga yang berprestasi, baik ditingkat pusat maupun daerah, jadi apa yang disampaikan oleh Saut Situmorang tersebut jelas sangat menghina, terlebih lagi ini disampaikan oleh seorang pimpinan sebuah lembaga besar, dan tentu akan menimbulkan imej buruk, tegasnya.

Untuk sekedar diketahui, aksi protes dengan melakukan aksi damai oleh HMI ini sehubungan dengan pernyataan  KPK, Saut Situmorang disalah satu stasiun TV yang menyatakan bahwa “mereka (KAHMI/HMI) orang-orang cerdas ketika jadi mahasiswa, kalau HMI minimal telah Latihan Kaderisasi 1 (LK1), tapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat”, kalimat ini lah yang membuat reaksi HMI Kabupaten Inhu.

Semetara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Inhu Marlius menyatakan bahwa wajar HMI ini menggelar aksi disaat Institusinya dihina, dan kita DPRD Inhu siap menerima kehadiran dari Pengurus HMI Cabang Rengat.

“Apa yang disampaikan oleh adik-adik pengurus HMI ini akan disampaikan kepada pimpinan DPRD Inhu”, katanya. (Zal).




Ditegur Guru Karena Ganggu Jalannya UN, Bukannya Marah, Yopi Justru Beri Apresiasi

Rengat, detikriau.org – Salah seorang tenaga pendidikan di MTs Miftahul Jannah Peranap sempat menegur Bupati Inhu, H Yopi Arianto karena dinilai mengganggu jalannya pelaksanaan UN. Bukannya marah, Bupati justru memberikan apresiasi.

“Saya berterimakasih sudah diingatkan. Ini harus menjadi contoh bagi setiap guru, karena siapapun yang mengganggu kelancaran UN harus di tegur tanpa pandang bulu. Apa yang dilakukan guru tersebut merupakan bentuk tanggung jawabnya,” Puji Bupati dengan sikap besar hati.

Saat melakukan tinjauan di sekolah di Kecamatan Peranap tersebut, Bupati sempat berbincang-bincang dengan Kepala Dinas Pendidikan Inhu, Ujang Sudrajat dan Camat Peranap Azwarno. Sangking asyik-asyiknya berbincang, Bupati tidak menyadari suara perbincangan mereka terdengar hingga ke ruang kelas dan menggangu kosentrasi peserta UN./ Zal