Gergaji Terali Besi, Tiga Napi Rutan Pasir Penyu Kabur

Rengat, detikriau.org – Tiga tahanan Polsek Pasirpenyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau melarikan diri dari sel tahanan, dengan cara menggergaji jeruji besi. Aksi ketiganya diilakukan Senin (26/12/2016) dini hari.

Ketiga tahanan tersebut kabur diduga dengan cara menggergaji jeruji sel. Kejadiannya disinyalir dilakukan pukul 02.00 WIB, Senin dini hari tadi, saat semua orang sedang beristirahat. Polisi sampai kini masih melakukan pengejaran.

Identitas ketiga napi yang kabur adalah Bambang (45), narapidana kasus pencurian, kemudian Oskar (21) kasus narkoba, dan Irfan (21), juga tahanan kasus narkoba. Ketiganya adalah warga Inhu, Provinsi Riau.

Kapolres Inhu AKBP Abas Basuni mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk melacak pelarian tiga tahanan ini. Selain itu petugas yang berjaga saat kejadian turut dimintai keterangannya.

“Kita libatkan Propam untuk memeriksa anggota yang jaga. Diduga ketiga orang itu kabur setelah menggergaji jeruji besi, ini masih kita selidiki,” ujar Abas Basuni./dro

Sumber: potretnews.com

 




Ketua BEM Inhu Pastikan Maju Rebut Ketua KNPI periode 2016 – 2019

Rengat, detikriau – Koordinator Badan Executive Mahasiswa (BEM)  se kabupaten Inhu, Yuendi (26) memastikan diri maju sebagai bakal calon ketua pada Musda KNPI periode 2016 – 2019 mendatang. Keseriusan  mantan Ketua Pemuda dan Kepala Taman Pendidikan Qur’an Desa redang seiko kecamatan Lirik  telah mengambil formulir pendaftaran calon ketua DPD KNPI Kabupaten Inhu periode 2016-2019 Rabu 24/8 di Wisma Five Boys jalan Pematang Reba – Rengat.

Kehadiran Rombongan Yuendi di sekertariat Pendaftaran calon ketua DPD KNPI 2016-2019  disambut oleh  bendahara panitia penerimaan  pendaftaran, Fetrosi

” Berhubung ketua dan sekertaris Panitia sedang mengurus Surat izin keramaian di Mapolres Inhu untuk kebutuhan di Hari H, maka saya yang siaga di posko, ” ujar Fertrosi

Yuendi saat dikonfirmasi usai pengambilan formulir mengatakan bahwa dirinya Terpanggil untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kalangan pemuda dan orang tua yang berjiwa muda khususnya di kabupaten Inhu.

“Ini Merupakan  Tanggung jawab sebagai  Pemuda dan yang berjiwa muda  dalam memberikan sumbang saran pemikiran, kreatifitas, inovasi dalam mengisi pembangunan serta mendorong  pemuda lebih aktif membangun inhu dan bersatu terutama semua ormas kepemudaan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan merasa  kurang terakomodir keinginan pemuda yang ia ketahui selama ini membuat semangatnya terpanggil,

” Selama ini saya merasa KNPI kabupaten Inhu  jalan ditempat dan Identik tak bergerak, Kedepan pemuda harus bergerak, maju bersama dan bertekad  menyamakan visi misi dengan pemerintah kab Inhu, maupun  Program Bupati saat ini dan  intens berkomunikasi dengan Pemerintah serta Bersinergitas,” ulasnya

Pada Musda KNPI periode 2016-2019 yang rencananya di gelar pada 2 – 3 september 2016,  Yuendi juga berpesan agar pelaksanan Musda KNPI Bersih dari segala noda.

“mari berkompetisi dengan sehat serta cerdas sebab ini akan  menjadi tonggak sejarah bagi kepengurusan KNPI kabupaten Inhu. Baik dan buruk kepemimpinan sebelumnya, disini akan terlihat” Ingatkannya. (zal)




Bahas Rencana Aski Pencegahan Korupsi, Tim Korsupgah KPK Kunjungi Kabupaten Inhu

Rengat, detikriau.org – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) di Kabupaten Inhu, Kamis (25/8). Korsupgah ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan komitmen bersama pemberantasan korupsi yang telah dilakukan seluruh kepala daerah se Provinsi Riau di Pekanbaru, April 2016 lalu.

Tim Korsupgah KPK yang datang ke Kabupaten Inhu berjumlah tiga orang terdiri dari Najib, Tri Budi dan Ardiansyah. Tim Korsupgah diterima Bupati Inhu H Yopi Arianto didampingi sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Inhu di ruang kerjanya.

Usai menggelar pertemuan dengan Bupati H Yopi Arianto, Tim Korsupgah KPK langsung menggelar pertemuan dengan sejumlah SKPD yang dipimpin Wakil Bupati Inhu H Khairizal di ruang rapat Kantor Bappeda dan Litbang Inhu.

Selain itu, Tim Korsupgah KPK juga melakukan peninjauan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Inhu serta proses pengurusan perizinan di Badan Penanaman Modal Daerah, Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMD-PPT) Kabupaten Indragiri Hulu.

“Kehadiran kami di Kabupaten Inhu dalam rangka Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi sekaligus tindak lanjut dari penandatangan komitmen bersama pemberantasan korupsi oleh seluruh kepala daerah di Riau pada bulan April lalu,” ujar Ketua Tim Korsupgah KPK.

Dijelaskan Najib, dalam pelaksanaan Korsupgah ini, pihaknya membahas rencana aksi program pemberantasan korupsi terintegrasi yang telah disusun Kabupaten Inhu dengan fokus pada proses perencanaan, pengadaan barang dan jasa serta perizinan.

“Dalam pelaksanaannya, kita akan melakukan monitoring dan jika ada persoalan ataupun kendala-kendala kita akan carikan solusinya sehingga upaya pencegahan korupsi di Kabupaten Inhu dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Inhu H Khairizal menyambut baik kehadiran Tim Korsupgah KPK. Ia berharap kehadiran tim Korupgah KPK mampu memberikan masukan demi perbaikan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Kabupaten Inhu.

“Salah satu fokus pembahasan tim KPK adalah terkait kesiapan penggunaan teknologi informasi oleh Pemkab Inhu dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dan saat ini Pemkab Inhu tengah melakukan upaya integrasi terhadap berbagai aplikasi yang telah digunakan SKPD,” ucapnya.(zal)

 




Siapkan Bonus Rp 150 Juta, Wabup Inhu Lepas Atlet Dayung

Wabup Inhu H Khairizal saat memberi arahan pada acara pelepasan atlit dayung
Wabup Inhu H Khairizal saat memberi arahan pada acara pelepasan atlit dayung

Rengat, detikriau.org – Wakil Bupati Inhu H Khairizal melepas atlet dayung Kabupaten Inhu yang akan mengikuti festival pacu jalur tingkat nasional tahun 2016 di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu (24/8) di halaman Kantor Bupati Inhu, Pematangreba.

Tahun 2016 ini, Pemkab Inhu kembali menyediakan bonus senilai Rp 150 juta bagi tim pacu jalur yang berhasil meraih juara. Bahkan tanda-tanda jalur Kabupaten Inhu akan kembali mempertahankan gelar sudah mulai terlihat dengan tampilnya jalur mini Pangeran Muda Indragiri Desa Redang sebagai juara pertama pada lomba jalur mini di Teluk Kuantan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudsata) Kabupaten Inhu, Armansyah mengungkapkan, tahun 2016 ini terdapat 31 jalur asal Kabupaten Inhu yang akan berlomba di Tepian Narosa, Teluk Kuantan dengan jumlah atlet dan official mencapai 1.200 orang.

“Untuk jumlah atlet yang berangkat dan difasilitasi sebanyak 1.200 orang. Namun kenyataannya yang akan hadir ke Taluk Kuantan mencapai 2.000 orang, karena ada sebagian jalur yang membawa 60 sampai 70 orang,” ujar Armansyah.

Dijelaskannya, 31 jalur yang mewakili Kabupaten Inhu tersebut terdiri dari 8 jalur dari Kecamatan Rengat, 10 jalur dari Kecamatan Rengat Barat, 3 jalur dari Kecamatan Pasir Penyu, 5 jalur dari Kecamatan Batang Peranap, serta 1 jalur dari Kecamatan Kuala Cenaku, Lirik, Kelayang, Sungai Lala dan Peranap.

Menurut Armansyah, tahun ini, Disporabudsata Inhu juga memfasilitasi biaya penarikan, transportasi darat, baju tanding, konsumsi, serta penyediaan lahan yang disewa sebagai camp bagi jalur asal Kabupaten Inhu dalam satu hamparan. “Kami juga akan menyediakan air bersih untuk kebutuhan makan dan minum atlet dayung,” ucap Armansyah.

Sementara itu, Wabup Inhu H Khairizal minta kepada seluruh atlet dayung untuk membulatkan tekad bahwa kehadiran ke Taluk Kuantan bukan untuk menjadi penonton, melainkan untuk berjuang meraih juara dan mengharumkan nama Kabupaten Inhu.“Tahun ini Pemkab Inhu juga menyediakan bonus senilai Rp 150 juta bagi jalur yang berhasil meraih juara,” tegasnya.

Wabup juga minta Disporabudsata untuk menyediakan pendamping pada setiap jalur, baik dari unsur pemerintah maupun swasta sehingga dapat memfasilitasi dan memberikan perhatian yang lebih bagi setiap jalur. “Bapak Bupati H Yopi Arianto selalu mensuport jalur Inhu dengan datang langsung ke Taluk Kuantan. Mudah-mudahan tahun ini kami akan kembali datang ke Taluk untuk memberikan dukungan,” jelasnya.

Diakhir arahannya, Wabup minta kepada seluruh atlet dayung  untuk tetap menjaga sportifitas, kekompakan, persatuan dan kesatuan serta menjaga nama baik Kabupaten Inhu. “Selamat jalan, selamat bertanding, semoga berhasil meraih prestasi terbaik dan kembali dengan selamat,” ucapnya.(Zal)




Pelajari Penyusunan OPD, DPRD Kepulauan Meranti Kunjungi Inhu

foto: riaugreen
foto: riaugreen

Rengat, detikriau.org – Sebanyak 9 anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti serta beberapa pejabat Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kepuluan Meranti melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Inhu, Rabu (24/8).

Kunjungan ini dilaksanakan untuk menggali informasi terkait proses penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tengah dilakukan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kabupaten Inhu dipilih sebagai lokasi kunjungan kerja karena menjadi daerah pertama di Provinsi Riau yang telah mengesahkan Perda tentang OPD mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.

Kehadiran rombongan anggota DPRD Kepulauan Meranti dan pejabat Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kepuluan Meranti disambut Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Inhu H Asriyan, Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Setda Inhu Hendry, mantan Ketua Pansus OPD DPRD Inhu Suradi serta Kabag Umum Setda Inhu Baihaki, di ruang rapat Bagian Umum Setda Inhu.

“Kabupaten Inhu merupakan salah satu kabupaten pertama yang telah mengesahkan pembentukan OPD, sehingga sudah selayaknya kami berkunjung kesini (Inhu) guna berkonsultasi terkait pembentuka OPD tersebut,” ujar pimpinan rombongan, Taufik Rahman yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti.

Taufik juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh jajaran Pemkab Inhu yang telah menyampaikan berbagai masukan sehingga bisa menjadi pedoman dalam penyusunan OPD Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sementara itu, Asisten  Pemerintah dan Kesra Setda Inhu H Asriyan menyampaikan bahwa Pemkab Inhu siap membantu rombongan DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mendapatkan informasi terkait penyusunan OPD.

“Dalam proses penyusunan juga ada kendala-kendala yang dihadapi, tetapi berkat kerjasama yang baik antara pemerintah dan DPRD Inhu, pengesahan Perda OPD dapat dilakukan tepat waktu. Selain itu, kita juga berkonsultasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Riau agar penyusunan OPD sesuai dengan yang diharapkan,” ucapnya.

Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Setda Inhu, Hendry menambahkan bahwa pembentukan OPD Kabupaten Inhu tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016. Penyusunan OPD tersebut mengacu pada kebutuhan dan bukan kemauan, sehingga OPD yang terbentuk benar-benar dibutuhkan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Inhu.***

Selanjutnya Taufik Rahman mengucapkan terima kasih atas semua masukan yang etlah diberikan oleh Kab. Inhu yang selanjutnya dapat menjadi pedoman dalam penyusunan pembentukan OPD Kab. Meranti. (Zal)




Bantu 50 Pelaku UMKM di Inhu, PTPN V Kucurkan Dana Pinjaman Rp 1,165 Miliyar

Rengat, detikriau.org – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V menyalurkan dana pinjaman kemitraan senilai Rp 1,165 miliar kepada 50 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Inhu.  Penyerahan dana pinjaman tersebut disaksikan Plt Asisten Administrasi Umum Setda Inhu Hendrizal di Balai Karyawan PPKR Kebun Bukit Selasih, Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, Selasa (23/8/2016) kemaren.

Menurut Kepala Kebun II Area Airmolek  Kliwon Sirait, penyaluran dana kemitraan ini sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor 9 Tahun 2015 terkait program peningkatan usaha kecil agar lebih tangguh dan mandiri. Sedangkan 50 pelaku usaha yang memperoleh dana pinjaman ini telah dinyatakan layak dan memenuhi persyaratan.

“Total ada 76 proposal yang diajukan masyarakat.  Namun setelah dilakukan survey dan evaluasi ke lokasi usaha serta kelengkapan persyaratan administrasi calon mitra binaan, yang dinyatakan layak mendapatkan pinjaman hanya  50 UMKM,” jelas Kliwon.

Dari jumlah dana Rp 1,165 miliar yang dikucurkan, rinciannya terdiri dari usaha perdagangan senilai Rp 880 juta untuk 39 UMKM, usaha jasa senilai Rp 225 juta untuk 9 UMKM dan usaha perikanan senilai Rp 60 juta untuk 2 UMKM,” tambahnya.

Kliwon berharap dana kemitraan ini dapat dimanfaatkan semata-mata untuk mengembangkan usaha sekaligus mengembalikan cicilannya tepat waktu sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Inhu Selamat  menyambut baik penyerahan dana kemitraan dari PTPN V ini. Ia menyampaikan terima kasih atas kerjasama PTPN V dengan Pemkab Inhu dalam upaya pengembangan usaha mikro di Inhu. “Ini menunjukkan kepedulian PTPN V kepada masyarakat dan pelaku usaha yang cukup tinggi,” ungkapnya.

Selamat juga menambahkan bahwa berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait ijin usaha mikro, kedepan para pelaku usaha di Inhu akan mendapatkan ijin usaha mikro secara gratis oleh Camat di setiap Kecamatan.

Apresiasi yang sama juga disampaikan Plt Asisten Administrasi Umum Hendrizal selaku perwakilan Bupati Inhu. Ia menyampaikan selamat kepada masyarakat sekaligus terima kasih kepada pihak PTPN V terkait dengan program dana kemitraan ini.

Hendrizal juga mengharapkan agar masyarakat yang telah menerima dana kemitraan ini, nantinya dapat mengembalikannya secara tepat waktu. Untuk itu, pembinaan serta pengawasan perlu dilakukan.

“Selamat kepada masyarakat yang menerima dan terima kasih kepada PTPN V yang telah memberikan program ini di Inhu. Diharapkan dana kemitraan ini benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dapat mengembalikannya tepat waktu. Jadi kalau niatnya untuk usaha, gunakanlah untuk usaha jangan untuk hal lainnya, sehingga sasaran dari program ini dapat tercapai,” ungkap Hendrizal (Zal)