Resmi, Amerika Serikat Menarik Diri dari WHO Mulai Juli 2021

ARBindonesia.com, NEW YORK – Amerika Serikat (AS) resmi menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai 6 Juli 2021. Hal itu diumumkan PBB pada hari Selasa, setelah menerima pemberitahuan keputusan Presiden AS Donald Trump, yang telah menuduh WHO menjadi boneka China selama pandemi virus corona.


Trump, yang sudah lebih dahulu mengumumkan keputusan itu sebulan lalu, akan membayar semua iuran Washington terhadap WHO, lembaga yang berbasis di Jenewa tersebut di bawah resolusi bersama 1948. Amerika Serikat saat ini berutang kepada WHO lebih dari US$ 200 juta menurut situs web WHO.


Mengutip Reuters, Rabu (8/7), keputusan AS keluar dari WHO setelah menjadi anggota lebih dari 70 tahun terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan China terkait virus corona, virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan China, akhir tahun 2019.


WHO juga telah membantah pernyataan Trump bahwa mereka mempromosikan disinformasi China mengenai virus tersebut.


Keputusan Trump keluar dari WHO ternyata tidak didukung sepenuhnya pihak internal AS. Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan penarikan resmi Trump dari WHO sebagai tindakan yang tidak masuk akal di tengah upaya WHO mengoordinasikan perjuangan global melawan Covid-19.


“Dengan jutaan nyawa dalam bahaya, Presiden melumpuhkan upaya internasional untuk mengalahkan virus,” tulis Pelosi di Twitter.


Sejauh ini, tercatat telah ada hampir 12 juta kasus virus corona di dunia dan lebih dari 540.000 kematian, menurut perhitungan Reuters, dengan sekitar 25% dari kedua kasus dan kematian ada di AS.


Keputusan Trump keluar dari WHO dapat dibatalkan sebelum berlaku bila ia dikalahkan oleh saingannya dari Partai Demokrat, dan Mantan Wakil Paresiden Joe Biden dalam pemilihan November 2020 mendatang.


Trump telah menghentikan pendanaan untuk organisasi beranggotakan 194 negara itu pada April 2020. Dalam suratnya tertanggal 18 Mei 2020 memberi WHO 30 hari untuk berkomitmen pada reformasi. Namun Trump mengumumkan AS menarik diri dari lembaga itu kurang dari dua pekan kemudian.


Wakil Presiden AS Mike Pence mendukung keputusan bosnya tersebut untuk menarik diri dari WHO. Ia mengatakan, keputusan Trump itu merupakan keputusan yang tepat. “Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengecewakan dunia … Pasti ada konsekuensinya,” kata Pence.


WHO adalah badan internasional independen yang bekerja dengan PBB. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa WHO sangat kritis terhadap upaya dunia untuk memenangkan perang melawan Covid-19.


“Sekretaris Jenderal … sedang dalam proses verifikasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia apakah semua persyaratan untuk penarikan seperti itu dipenuhi,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.


Sejak menjabat, Trump juga telah keluar dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB, badan budaya PBB, perjanjian global untuk menangani perubahan iklim dan kesepakatan nuklir Iran. Dia juga telah memotong dana untuk dana populasi PBB dan agen PBB yang membantu para pengungsi Palestina. (*)


Sumber kontan.co.id




Dulu Ngotot Lepas dari Indonesia, Timor Leste Kini Rasakan jadi Negara Paling Miskin di Dunia

Foto: Mantan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao


ARBindonesia.com – Timor Leste pernah menjadi bagian dari NKRI dengan nama Timor Timur. Namun negara kecil ini melepaskan diri dari Indonesia dan memilih merdeka pada 20 Mei 2002 setelah Indonesia secara berangsur mulai meninggalkan negara itu pada September 1999.


Bukan kemakmuran yang didapatkan, setelah 18 tahun merdeka, Timor Leste kini masih terkungkung dengan kemiskinan.


Negara di bagian timur Pulau Timor itu malah terjerembab ke jurang kemiskinan, Bahkan negara ini masuk dalam daftar paling miskin di dunia


Bukan hanya itu, negara yang hanya menggantungkan hasil minyak bumi ini terancam bangkrut bila tak lagi sanggup bayar hutang dan cadangan minyak bumi habis kelak.


Timor Lester, dulunya bernama Timor Timur, pernah menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI). Provinsi ke-27 ini resmi memisahkan diri dari Indonesia pada 20 Mei 2002 atau pasca-refrendum.


Artinya, negara berdaulat yang bertetangga dengan Provinsi NTT ini sudah berusia 18 tahun. Lalu, bagaimana kondisi perekonomian Timor Leste setelah merdeka dari Indonesia?


Dikutip dari laporan resmi Bank Dunia tahun 2020, Minggu (5/7/2020), pertumbuhan ekonomi Timor Leste terbilang masih lambat dibandingkan negara-negara Asia Tenggara.


Negara dengan nama resmi Republica Democratica de Timor Leste ini masih jadi salah satu negara paling miskin di dunia.


Dikutip dari laporan United Nations Development Programme (UNDP), Timor Leste berada di peringkat 152 negara sebagai negara termiskin di dunia dari 162 negara.


PDB per kapita Timor Leste diperkirakan akan mencapai US$ 2.356 atau sekitar Rp 34,23 juta (kurs Rp 14.532) pada Desember 2020. Masih di bawah pendapatan per kapita Indonesia pada tahun 2019 lalu sebesar US$ 4.174,9 atau sekitar Rp 60 juta.


Sejumlah sektor ekonomi Timor Leste sebenarnya masih sangat bergantung pada Australia dan Indonesia, terutama barang-barang impor.


Pada tahun 2019, sebagaimana dilaporkan Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Timor Leste sekitar 4,1% di tahun 2020 dan meningkat menjadi 4,9% di tahun 2021.


Menurut Bank Dunia, pertumbuhan investasi swasta di Timor Leste itu masih saja melempem dari tahun ke tahun pasca-merdeka, ini terkait dengan stabilitas politik dan ekonomi di negara itu yang masih bergejolak. Di sisi lain, konsumsi rumah tangga terus mengalami peningkatan.


“Timor Leste menyambut baik pertumbuhan PDB, tetapi reformasi masih jadi kunci untuk mengejar potensi investasi dari sektor swasta sesuai dengan target pemerintah yang menetapkan pertumbuhan ekonomi di atas 7% dan penciptaan setidaknya 600.000 lapangan kerja baru per tahun,” jelas Pedro Martins, Ekonom Senior Bank Dunia untuk Timor Leste.


Meski investasi sektor privat yang masuk masih rendah, negara ini masih menikmati stabilitas ekonomi makro dan inflasi yang masih terkendali. Kredit ke sektor swasta juga masih bisa tumbuh 13%, terutama didorong permintaan dari sektor rumah tangga.


Namun, neraca fiskal Timor Leste terbilang buruk, karena anggaran pengeluaran publik yang terus meningkat.


Timor Leste sendiri masih mengandalkan pemasukan dari hasil minyak. Pada tahun 2019 lalu, produksi minyak Timor Leste mencapai 38 juta barel setara minyak (BOE) yang banyak dikerjasamakan dengan Australia.


Sementara itu, mengutip data Timor Leste Economic Report yang dirilis Bank Dunia pada April 2020, ekonomi Timor Leste bakal semakin terpuruk di 2020 karena pandemi virus corona (Covid-19) dan kondisi politik yang belum stabil.


Pemerintah Timor Leste sudah mencairkan dana sebesar US$ 250 juta dari Petroleum Fund di mana 60% digunakan untuk penanganan Covid-19.


Virus corona memperburuk ekonomi Timor Leste yang berkontribusi pada menurunnya kunjungan turis asing ke negara itu, melambatnya perdagangan ekspor-impor, dan besarnya pengeluaran pemerintah untuk menanggulangi pandemi.


  • Pejuang Timor Leste Paling Takut Sosok ini, 25 Tahun Jalani Misi Rahasia, Ini Snieper Terbaik TNI.


Negara Timor Leste lepas dari Indonesia melalui refrendum tahun 1999 lalu.


Diwarnai tuduhan kerurangan lembaga yang menangani pemungutan suara di Timor Timur saat itu ,Unamet, PBB akhirnya mengumumkan 3/4 warga Timor Leste menolak opsi otonomis khusus dan lebih memilih kepas dari Indonesia


TNI bersama warga yang memilih Indonesia akhirnya kembali ke Indonesia melalui Timor Barat.


Meskipun Timor Leste resmi berdiri Mei 2002, namun semua unit militer dan Polri sudah ditarik sejak 1999.


Setelah 20 tahun berlalalu masih banyak cerita mengenai aksi-aksi heroik TNI dan Polri di Timor Leste


Salah satunya adalah prajurit TNI, Tatang Koswara yang sukses menjadi siniper atau penembak jitu selama bertugas di Timor Timur


Dan, aksi Tatang Koswara sangat ditakuti para kombatan Timor Timur yang lebih memilih bergeriliya ketimbang berhadapan langsung dengan TNI dan Polri


Sebagai negara yang besar tentu sangat sulit bagi Indonesia untuk menjaga kedaulatan.


Lepasnya Timor Timur atau yang kini kita kenal dengan Timor Leste adalah satu dari banyak kisah perjuangan militer Indonesia dalam meperjuangkan kedaulatan Indonesia.


Salah satu sosok yang ikut andil dalam pertempuran itu adalah Tatang Koswara, seorang sniper terbaik Dunia asal Indonesia.


Namun, selama 25 tahun dia menyembunyikan misi rahasianya dan memilih bungkam.


Meski rahasia tentang misinya di Timor Leste disimpan rapat-rapat, akhirnya dibeberkannya sebelum meninggal dunia.


Mengutip Tribun Timur saat diawancarai 2018 silam, istrinya Tati Hayati mengatakan, “Bapak meninggal dalam keadaan bahagia lantaran rahasianya yang disimpan 25 tahun sudah terungkap.


“Bapak tidak menceritakan misi rahasia yang ia jalankan di Timor Timur tapi entah mengapa ramai tentang cerita bapak,” ujar Tati di kediamannya daerah Kompleks TNI AL Cibaduyut Bandung.


Namun, Tatang disebut tampak bahagia sebelum meninggal karena misi rahasianya ramai diperbincangkan orang.


Ia lantas menceritakan kiprahnya bersama pasukan pimpinan Kolonel Edi Sudrajat di Timor Timur, termasuk pada wartawan.


Bahkan, beberapa pekan terakhir, Tatang kerap menelpon saudaranya maupun kerabatnya.


Sesekali dia menceritakan kesibukannya dan kecintaannya terhadap Indonesia.


Sebelum meninggal Tatang menceritakan, selama 25 tahun ia bungkam soal misi rahasianya di Timor Leste.


Tatang Koswara (KOMPAS.com/Reni Susanti)
Karena sesuai amanat komandannya saat itu, Edi Sudrajat yang melarang Tatang menceritakan misi rahasia itu, kecuali seizin atasannya.


Awalnya dia berpikir akan mengungkapnya setelah wafatnya Edi Sudrajat, tapi namanya tiba-tiba muncul kembali sebagi salah satu sniper terbaik dunia.


“Saya tidak pernah membuka identitas saya, Bahkan saat berjualan di Kodiklat TNI AD, tidak ada yang tahu saya ini sniper.


Tatang mengaku menyimpan rahasia itu bukan tanpa beban, karena kehidupannya seolah-olah misterius.


Ia berulang kali pindah rumah sampai menempati kediamannya yang sekarang, sejak 6 tahun lalu.


Nama Tatang sendiri melejut dalam buku Sniper Training, Techniques and Weapons (2000) yang ditulis Peter Brookrsmith.


Buku itu secara eksplisit menyebut Indonesia menyimpan sniper jempolan bernama Tatang. Tatang mencetak rekor 41.


Di bawah Philip G Morgan (5th SFG (A) MACV-SOG) dengan rekor 53 dan di atas Tom Ferran (USMC) dengan rekor 41.


Nama Tatang tercatat dalam urutan Sniper’s Roll of Honour di dunia.


Soal sepak terjangnya di medan tempur, Tatang bercerita, pelurunya telah membunuh 80 orang.


Bahkan, dalam aksi pertamanya, dari 50 peluru, 49 peluru berhasil menghujam musuh. Satu peluru sengaja disisakannya.


Ini untuk memenuhi prinsip seorang sniper yang pantang menyerah: sebagai seorang sniper, dalam keadaan terdesak, dia akan membunuh dirinya sendiri dengan satu peluru tersebut.


Sebagian Artikel ini sudah tayang di Intisari Grid.ID dengan judul: Mencengangkan! 25 Tahun Sembunyikan ‘Misi Rahasia’ di Timor Leste, Sniper Terbaik Dunia Asal Indonesia Ini Ceritakan Kisahnya Saat Hujani Musuh dengan 49 Peluru https://intisari.grid.id/read/032179225/mencengangkan-25-tahun-sembunyikan-misi-rahasia-di-timor-leste-sniper-terbaik-dunia-asal-indonesia-ini-ceritakan-kisahnya-saat-hujani-musuh-dengan-49-peluru?page=all


Sebagian artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Setelah 18 tahun merdeka dari Indonesia, begini kondisi ekonomi Timor Leste https://internasional.kontan.co.id/news/setelah-18-tahun-merdeka-dari-indonesia-begini-kondisi-ekonomi-timor-leste?page=all


Sumber poskupang.com




Menteri AS Ungkap ASEAN Akan Jadi Medan Pertempuran China vs Amerika Serikat, Pejabat Asia Tenggara Marah Besar!

Foto Sc sosok.id


ARBindonesia.com – Untuk pertama kalinya Amerika Serikat (AS) mengirimkan lebih dari 60 persen kekuatan kapal perangnya di wilayah Laut China Selatan.


Bahkan tiga kapal induk milik negara Paman Sam disiagakan tutup jalur masuk ke perairan tersebut.


Hal itu dinilai berbahaya oleh banyak pihak, sebab AS secara terang-terangan menantang China di depan muka mereka.


Mengutip dari AFP, Presiden Institut Nasional Studi Laut China Selatan, Wu Schicun, mengungkap kemungkinan terburuk situasi ini.


Menurut pemimpin lembaga tink tank China tersebut besar kemungkinan perang akan pecah di laut yang membentang dari China sampai ke Indonesia tersebut.


Pandangan tersebut dilihat dari banyaknya tentara AS yang mencapai 375.000 prajurit telah bersiaga dan tidak menutup kemungkinan tembakan yang tak disengaja memicu pecah perang.


“Jika krisis meletus, dampak pada hubungan bilateral akan menjadi bencana besar,” ucapnya.


Dan yang terbaru adalah medan pertempuran kedua cermin kekuatan militer dunia itu akan terjadi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).


Dua pejabat dari kedua negara bahkan secara terang-terangan memperebutkan perhatian negara-negara di ASEAN termasuk Indonesia.


Silang pendapat ini muncul di saat persaingan strategis antara Amerika Serikat dan China di kawasan ini kian meningkat.


Dilansir dari South China Morning Post, Duta Besar China untuk Singapura Hong Xiaoyong menyampaikan serangan terbaru dengan menuduh Menteri Pertahanan AS Mark Esper telah memicu ketegangan dengan menyebut China sebagai ancaman.


Dia membuat pernyataan di The Straits Times sebagai tanggapan atas opini yang ditulis oleh Esper di koran Singapura tersebut pada minggu lalu.


Dimana Esper telah menyerukan hubungan keamanan yang lebih dekat dengan sekutu regional di Asia Tenggara di tengah tantangan yang ditimbulkan oleh Covid-19 dan Partai Komunis China.


Menurut Hong, ini adalah upaya lain untuk menjual strategi Indo-Pasifik Amerika Serikat setelah tawaran pendahulunya pada dialog di Shangri-La tahun lalu.


Dia merujuk pada KTT keamanan regional tahunan di Singapura, yang dibatalkan tahun ini karena pandemi Covid-19.


Ini merupakan babak terakhir dalam permainan saling menyalahkan yang kian panas antara Beijing dan Washington, ketika kedua negara berhadapan diberbagai bidang mulai perdagangan dan teknologi, hingga ideologi dan asal-usul virus corona.


Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran Perang Dingin yang baru.


Aksi saling tuding ini juga datang ketika para pemimpin 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, atau ASEAN, akan bertemu untuk pertemuan puncak tahunan mereka pada hari Jumat melalui tautan video, di mana sengketa Laut China Selatan dan pandemi Covid-19 menjadi dua agenda yang akan dibahas.


Indikasi wilayah Asia Tenggara akan dijadikan medan perang dan penghimpun kekuatan sangat kentara terlihat.


Hal itu harus disikapi dengan baik oleh negara-negara ASEAN termasuk Indonesia karena, Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekuatan militer terbesar di kawasan tersebut. (*)


Sumber sosok.id




Amerika Sebut Indonesia dalam Bahaya Partai Komunis China

Foto : U-Report
Laut China Selatan.


ARBindonesia.com – Situasi Laut China Selatan diprediksi bakal terus memanas, seiring dengan aksi kampanye militer China di kawasan tersebut. Salah satu yang meradang adalah Amerika Serikat (AS), yang menganggap Partai Komunis China (CPC) adalah ancaman.


Dalam sebuah konferensi virtual Forum Brussels, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, memastikan bahwa pasukan Angkatan Bersenjata AS akan ditempatkan di sejumlah lokasi baru.


Pengerahan ini ditegaskan Pompeo adalah bagian dari perlawanan terhadap ancaman Partai Komunis China. Setelah memastikan bahwa AS bakal melakukan transfer masif pasukan ke India, sejumlah negara Asia Tenggara juga dalam pengawasan militer AS.


Ternyata, salah satu yang disebut Pompeo adalah Indonesia. Selain Indonesia, ancaman Partai Komunis China juga dianggap bakal berakibat buruk untuk sejumlah negara lainnya, Filipina, Malaysia, dan Vietnam.


“Akan Ada tempat lain (alokasi pasukan Amerika). Saya baru saja berbicara tentang ancaman dari Partai Komunis China. (Ada) ancaman untuk India, Vietnam, Indonesia, Laut China Selatan, dan Filipina,” ucap Pompeo dikutip VIVA Militer dari Hindustan Times.


Kami berpikir bahwa itu adalah tantangan waktu bagi kami, dan kami memastikan kami punya sumber daya untuk melakukan itu (pengamanan),” katanya.


Akhir pekan lalu, pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah mengerahkan empat kapal perang ke Perairan Natuna. Dalam berita VIVA Militer, 19 Juni 2020, Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Ahmad Heri Purwono, memastikan pengerahan ini adalah respons TNI dari memanasnya tensi konflik di Laut China Selatan.


“Saat ini situasi meningkatnya tensi di Laut China Selatan ditandai dengan hadirnya kekuatan Angkatan Laut negara-negara yang berkepentingan menimbulkan kekhawatiran di negara-negara kawasan,” kata Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono.


Empat kapal perang yang sudah siaga di Perairan Natuna adalah KRI KRI Bung Tomo 375, KRI Yos Sudarso 353, KRI Wiratno 379 dan KRI Bontang 907. (*)


Sumber Viva.co.id




Mempelai Lelaki Meninggal Usai Resepsi Nikah, 31 Tamu Positif Covid-19

Foto Ilustrasi. [Shutterstock]


ARBindonesia.com – Resepsi pernikahan kala pandemi virus corona covid-19 bisa berubah menjadi mimpi buruk, itulah yang terjadi di India.


Mempelai lelaki meninggal sehari setelah pesta pernikahan karena terinfeksi virus corona. Sementara puluhan warga yang datang sebagai tamu resepsi, positif covid-19.


Menyadur Gulf News pada Selasa (25/6/2020), 31 penduduk desa dinyatakan terinfeksi covid-19 setelah mempelai pengantin pria meninggal sehari seusai pesta pernikahan.


Pengantin pria yang berasal dari sebuah desa di distrik Patna, bekerja di Gurgaon. Tanggal 15 Juni, dia datang dari Gurgaon memakai kendaraan pribadi dan langsung menuju tempat pernikahan di blok Naubatpur, Kota Patna.


Penduduk desa mengatakan, mempelai laki-laki jatuh sakit saat ritual pernikahan. Tetapi entah bagaimana, semuanya selesai dan pengantin pria dibawa pulang ke rumahnya bersama sang istri.


Pada malam hari, pesta pernikahan akbar diselenggarakan untuk menjamu para tamu undangan. Penduduk desa juga banyak yang menghadiri pesta makan malam.


Keesokan harinya, kondisi pengantin pria memburuk dan dia dilarikan ke klinik pemerintah yang terletak di blok Paligan.


Kondisinya yang tidak kunjung membaik, ia dipindahkan ke Institut Ilmu Kedokteran India di Patna.


Namun, ia pingsan tepat ketika kendaraan yang membawanya telah mencapai gerbang rumah sakit, ia kemudian dinyatakan meninggal.


Setelah kematiannya, anggota keluarga yang berduka membawa jenazah ke rumah dan mengkremasinya tanpa memberi tahu otoritas kesehatan, serta tak melakukan tes untuk mengetahui lelaki itu terpapar corona.


Sementara itu, beberapa warga desa melaporkan masalah ini kepada pejabat setempat dan memberi tahu mereka tentang bagaimana pengantin pria meninggal segera setelah pernikahannya.


Mereka juga memberi tahu pejabat, bahwa mempelai pria datang dari Gurgaon di Haryana, salah satu negara bagian India yang memiliki kasus virus corona cukup parah.


Tim dari Departemen Kesehatan negara bagian, segera bergegas ke daerah tersebut dan mengumpulkan sampel 125 penduduk desa yang menghadiri pesta pernikahan. Hasilnya, 15 dari mereka dinyatakan positif.


Pada 20 Juni, otoritas kesehatan negara mengumpulkan sampel lebih dari 81 orang dari daerah yang terkena dampak. Di antara mereka, 16 dinyatakan positif Covid-19.


“Mayoritas orang yang dinyatakan positif Covid-19 adalah mereka yang menghadiri pesta pernikahan,” kata seorang pejabat kesehatan, Dr Ramanujam kepada media pada hari Rabu (24/6/2020).


Menurut laporan terbaru dari Departemen Kesehatan negara bagian, virus corona telah merenggut 55 nyawa dan menginfeksi 8.180 orang di Bihar.


Dari jumlah kasus positif, 5.174 adalah pekerja migran yang telah kembali ke rumah dari tempat kerja mereka di negara-negara bagian lain. (*)


Sumber Suara.com




Tentara Pasukan Perdamaian Indonesia Gugur Diserang Milisi di Kongo

Pasukan Garuda kunjungi sekolah di Darfur. ©Puspen TNI


ARBindonesia.com – Seorang anggota pasukan pemelihara perdamaian Indonesia yang bertugas di Misi MONUSCO, Republik Demokratik Kongo, dilaporkan gugur dalam tugas.


Dikutip dari Antara, Selasa (23/6), meninggalnya Sersan Mayor (Serma) Rama Wahyudi dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui pesan di akun Twitternya kemarin.


“Penghargaan setinggi-tingginya kepada Alm. Serma Rama Wahyudi atas pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberi ketabahan,” tulis Menlu Retno.


Mengutip laporan AFP dari sumber PBB, anggota pasukan perdamaian dari Indonesia terbunuh dan seorang lainnya terluka dalam serangan oleh milisi pada Senin malam (22/6) di bagian timur Republik Demokratik Kongo.


Patroli mereka diserang sekitar 20 kilometer dari Kota Beni di Provinsi Kivu Utara.


Menlu Retno menyampaikan bahwa Dewan Keamanan PBB telah mengutuk keras serangan kepada MONUSCO dan meminta otoritas Kongo untuk melakukan investigasi dan membawa pelakunya ke meja pengadilan.


Dalam sebuah pernyataan, Kepala MONUSCO Leila Zerrougui mengutuk serangan itu, yang katanya dilakukan oleh “tersangka anggota ADF” yakni Pasukan Sekutu Demokrat, sebuah kelompok bersenjata terkenal di timur negara tersebut.


Tentara itu telah mengambil bagian dalam proyek untuk membangun jembatan di daerah Hululu.


ADF adalah gerakan Muslim terutama yang berasal dari negara tetangga Uganda pada 1990-an, yang menentang pemerintahan Presiden Uganda Yoweri Museveni.


Pada 1995, kelompok itu pindah ke Republik Demokratik Kongo, yang menjadi basis operasinya, meskipun mereka tidak melakukan serangan di Uganda selama bertahun-tahun.


Menurut catatan PBB, gerakan tersebut telah menewaskan lebih dari 500 orang sejak akhir Oktober, ketika tentara Kongo melancarkan serangan terhadapnya.


ADF menewaskan 15 tentara PBB di pangkalan mereka di dekat perbatasan Uganda pada Desember 2017, dan tujuh lainnya dalam serangan pada Desember 2018. (mdk/pan)


Sumber Merdeka.com