Palestina: Israel Mencuri Sebagian Masjid Al-Ibrahimi

Warga Yahudi mengunjungi Masjid Al-Ibrahimi yang mereka sebut Tomb of the Patriarchs di kota Hebron, Tepi Barat, pada 2010. Foto/Memo/AFP


ARBindonesia.com, TEPI BARAT – Ketua Komite Yerusalem di Dewan Legislatif Palestina, anggota parlemen Ahmed Abu Halabiyeh mengecam perampasan Masjid Al-Ibrahimi oleh
Israel.


“Mencabut Otoritas Palestina di Hebron dari peran pengawasan Masjid Al-Ibrahimi dan menyerahkannya pada Dewan Perencanaan Pemukiman adalah kejahatan baru yahudisasi,” ungkap anggota parlemen itu, dilansir Memo.


Dia menyebut langkah ini bertujuan merampas lahan masjid untuk dibangun proyek pemukiman Yahudi baru.


“Pelanggaran Israel itu tantangan jelas pada perasaan Muslim. Ini melanggar hak Muslim untuk kepemilikan Al-Ibrahim dan semua hal yang terkait,” papar anggota parlemen itu.


Untuk menggagalkan upaya Israel itu, dia mendesak warga Palestina lebih sering mengunjungi masjid itu dan menghabiskan lebih banyak waktu di sana.


Pekan lalu, pengadilan Israel menolak petisi yang diajukan Pemerintah Hebron (Otoritas Palestina) yang mendesak pembatalan izin sebelumnya pada Dewan Perencanaan Pemukiman untuk memasang elevator di dalam Masjid Al-Ibrahimi.(*)


Sumber sindonews.com




Ada Penembakan di Luar Gedung Putih, Trump Dievakuasi saat Konpers

ANTARA FOTO/REUTERS/LEAH MILLIS/WSJ/DJ . Ilustrasi. Presiden AS Donald Trump memuji tindakan cepat Secret Service atau Paspampres yang langsung mengevakuasi dirinya dan sejumlah pejabat AS saat diketahui terjadi penembakan di luar Gedung Putih.


ARBindonesia.com, AMERIKA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendadak dievakuasi saat menggelar konferensi pers pada Senin (10/8) waktu setempat karena terjadi penembakan di luar Gedung Putih.


Namun, Trump kembali ke ruang pers beberapa menit kemudian dan mengatakan seseorang telah ditembak oleh penegak hukum dan dibawa ke rumah sakit.


“Itu penembakan di luar Gedung Putih. Tampaknya terkendali dengan sangat baik, tapi sebenarnya ada penembakan dan seseorang telah dibawa ke rumah sakit. Saya tidak tahu kondisi orang tersebut,” ujar Trump dikutip dari Reuters.


Dia mengatakan penembakan itu terjadi di dekat pagar di tepi halaman Gedung Putih.


Secret Service atau Paspampres AS dalam unggahan di Twitter menyebut penyelidikan terhadap satuan petugas USSS yang terlibat penembakan sedang berlangsung.


Seorang laki-laki dan petugas USSS keduanya diangkut ke rumah sakit setempat. Selama insiden ini, kompleks Gedung Putih tidak pernah dilanggar atau ada orang yang dilindungi dalam bahaya. Pintu ruang rapat Gedung Putih dikunci sesaat sebelum Trump dikawal keluar.


Tidak ada orang lain yang terluka dalam penembakan itu, kata Trump. Dia memuji tanggapan Secret Service dan mengatakan agen tersebut akan memberikan informasi lebih lanjut terkait kejadian.


“Tidak ada detailnya, kami baru tahu sekarang, “kata Trump kepada wartawan.


Presiden sedang berbicara tentang pasar saham ketika seorang agen Secret Service menyela dia di podium hanya beberapa menit setelah pengarahan.


Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran Russ Vought juga dibawa keluar ruangan.


Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah dibawa ke Oval Office, yang berada di Sayap Barat dekat ruang briefing, setelah dikawal keluar.


Dalam jajak pendapat yang dilakukan Lowy Institute, anak muda Australia berusia 18-29 tahun cenderung memilih pemimpin dari negara lain untuk mengurus persoalan dunia, Sederet nama pemimpin dari negara Asia juga mencuat, seperti Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Perdana Menteri India Narendra Modi.


Selain mereka, Presiden Joko Widodo bahkan termasuk tokoh yang cukup diyakini anak muda Australia.


Anak muda Australia bahkan lebih memilih para pemimpin negara Asia, ketimbang Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hanya 16% responden yang mengaku yakin ia dapat mengendalikan persoalan dunia. (*)


Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul “Ada Penembakan di Luar Gedung Putih, Trump Dievakuasi saat Konpers”




China Kini Hadapi Virus Tick Borne

Ilustrasi. Foto: Shutterstock


ARBindonesia.com, BEIJING – Ketika pemerintah di seluruh dunia terus bergulat dengan pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung, China kini menghadapi ancaman virus lain.


Penyakit yang disebut Demam Parah dengan Sindrom Trombositopenia (SFTS) telah membunuh tujuh orang dan menginfeksi sedikitnya 60 lainnya. Penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui tick atau kutu (tick borne) itu memicu peringatan di kalangan pejabat kesehatan di negara itu.


Media setempat melaporkan bahwa kasus-kasu tersebut terkonsentrasi di Provinsi Jiangsu dan Anhui China Timur. Sementara lebih dari 37 orang didiagnosis dengan SFTS di Jiangsu pada awal tahun 2020, 23 orang kemudian ditemukan terinfeksi di Anhui, seperti dikutip dari Sindonews yang melansir Indian Express.


Penyakit yang menular ke manusia melalui gigitan kutu ini pertama kali diidentifikasi oleh tim peneliti China lebih dari satu dekade lalu. Beberapa kasus pertama dilaporkan di daerah pedesaan di Provinsi Hubei dan Henan pada 2009.


Tim peneliti mengidentifikasi virus dengan memeriksa sampel darah yang diperoleh dari sekelompok orang yang menunjukkan gejala serupa. Menurut laporan Nature, virus itu membunuh setidaknya 30 persen dari mereka yang terinfeksi.


Menurut Sistem Informasi China untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, tingkat kematian kasus saat ini berada di antara sekitar 16 dan 30 persen.


Karena tingkat penyebaran dan fatalitasnya yang tinggi, SFTS telah terdaftar di antara 10 penyakit prioritas teratas blue print Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Ahli virologi percaya bahwa kutu Asia yang disebut Haemaphysalis longicornis adalah vektor atau pembawa utama virus. Penyakit ini diketahui menyebar antara Maret dan November. Para peneliti telah menemukan bahwa jumlah total infeksi umumnya mencapai puncaknya antara April dan Juli.


Peternak, pemburu, dan pemilik hewan peliharaan sangat rentan terhadap penyakit ini karena mereka sering bersentuhan dengan hewan yang mungkin membawa kutu Haemaphysalis longicornis.


Para ilmuwan telah menemukan bahwa virus sering ditularkan ke manusia dari hewan seperti kambing, sapi, rusa, dan domba. Meskipun terinfeksi oleh virus, hewan umumnya tidak menunjukkan gejala yang terkait dengan SFTSV.


Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti China pada 2011, masa inkubasi antara tujuh hingga 13 hari setelah timbulnya penyakit. Pasien yang menderita penyakit ini biasanya mengalami berbagai macam gejala, termasuk demam, kelelahan, kedinginan, sakit kepala, limfadenopati, anoreksia, mual, mialgia, diare, muntah, sakit perut, perdarahan gingiva, kongesti konjungtiva, dan sebagainya.


Beberapa tanda peringatan dini penyakit ini yaitu demam parah, trombositopenia atau jumlah trombosit yang rendah, dan leukositopenia, yaitu jumlah sel darah putih yang rendah. Faktor risiko yang diamati pada kasus yang lebih serius termasuk kegagalan multi-organ, manifestasi hemoragik dan munculnya gejala sistem saraf pusat (SSP).


Virus ini juga menyebar ke negara Asia Timur lainnya, termasuk Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Sejak virus pertama kali ditemukan, jumlah kasus telah meningkat secara signifikan.


Pada 2013, sebanyak 36 kasus dilaporkan di Korsel. Jumlah itu meningkat tajam menjadi 270 pada 2017. Sementara itu, China mendaftarkan 71 kasus pada 2010 dan 2.600 pada 2016. Jumlah infeksi yang dilaporkan di Jepang meningkat 50 persen antara 2016 dan 2017, laporan Nature menyatakan.


Ketika jumlah kasus mulai meningkat di ketiga negara, pejabat kesehatan masyarakat mulai mendidik dokter lokal dan warga biasa tentang risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh gigitan kutu. Para ilmuwan menyatakan, karena semakin banyak orang yang menyadari virus dan penyakit yang ditimbulkannya, tingkat kematian akibat infeksi mulai turun secara signifikan.


Sementara vaksin untuk mengobati penyakit ini belum berhasil dikembangkan, obat antivirus Ribavirin diketahui efektif untuk mengobatinya.


Untuk menghindari tertular penyakit, berbagai otoritas pemerintah, termasuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, mendesak masyarakat umum untuk menghindari mengenakan celana pendek saat berjalan melalui rumput tinggi, hutan, dan lingkungan lain di mana kutu cenderung berkembang.


Sebelumnya, wabah Bubonic juga muncul di China. Kasus penyakit yang lebih dikenal sebagai penyakit pes ini dikonfirmasi muncul di sebuah kota di Mongolia Dalam.


Sumber okezone.com




Hadapi AS, China Kirim Jet Tempur Flanker yang Terkenal Garang ke Laut China Selatan

Foto :sc kontan.co.id


ARBindonesia.com, LAUT CHINA SELATAN. Saat kapal induk milik Amerika, USS Ronald Reagan, berlayar ke Laut China Selatan, sebuah bukti muncul ke permukaan. Rupanya, China telah mengerahkan jet tempur ke landasan terbang di pulau yang disengketakan di sana.


Melansir Forbes, citra satelit pada 15 Juli menunjukkan setidaknya ada empat pesawat tempur yang dikirim. Langkah ini dilakukan dua hari setelah Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo menyatakan bahwa klaim Beijing atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar Laut China Selatan sepenuhnya melanggar hukum.


Pesawat tersebut diyakini merupakan varian J-11B buatan China dari jenis pesawat Flanker yang terkenal garang. Pesawat ini secara umum setara dengan F-15 Eagle yang digunakan oleh Angkatan Udara AS.


Masih mengutip Forbes, China membangun berbagai versi keluarga pesawat tempur Rusia, awalnya dikenal sebagai Sukhoi Su-27 Flanker. Sementara varian yang tepat sulit untuk dilihat dari citra satelit, namun disebutkan tidak ada keraguan bahwa ini adalah Flankers.


Flankers berada di landasan terbang di Pulau Woody di Kepulauan Paracel. Meskipun secara de facto ditempati oleh China, wilayah itu juga diklaim oleh Taiwan dan Vietnam, dan merupakan salah satu dari banyak pulau di daerah itu yang disengketakan. Sebelumnya, China sudah menambah fasilitas militer dalam beberapa tahun terakhir dan telah mengerahkan pasukan dan pembom di sana.


Pesawat ini awalnya terlihat oleh analis intelijen open-source menggunakan citra satelit komersial resolusi rendah. Pengguna Twitter Duan Deng memposting gambar tersebut pada Kamis. Sekarang, citra satelit resolusi tinggi dari Airbus menegaskan situasi tersebut.


Waktu penempatan dapat berhubungan dengan sejumlah faktor eksternal. Ini mungkin terkait langsung dengan pernyataan Pompeo. Pengerahan itu juga dilakukan sehari setelah kapal perusak Angkatan Laut AS, USS Ralph Johnson, melakukan operasi navigasi di daerah itu dan seminggu setelah latihan angkatan laut internasional utama yang melibatkan dua kapal induk Angkatan Laut AS.


Latihan Angkatan Laut AS melibatkan USS Nimitz (CVN-68) dan USS Ronald Reagan (CVN 76). Kapal induk itu bergabung dengan kapal pengawal lengkap dan kapal AL Jepang. Kedua kapal induk lebih besar dan lebih siap secara operasional dari kapal induk China sendiri. Namun Angkatan Laut China memiiki kapal dan pengalaman dengan kecepatan yang luar biasa.


Mengingatkan saja, melansir CNN, dua kapal induk Angkatan Laut AS telah memulai kembali latihan ganda yang jarang terjadi di Laut China Selatan, untuk kedua kalinya bulan ini.


Kapal induk USS Ronald dan USS Nimitz melakukan aksi latihan perang yang terdiri lebih dari 12.000 personel militer AS di antara dua kapal induk dan kapal penjelajah serta kapal perusak pengawal mereka, yang beroperasi di Laut China Selatan pada Jumat kemarin.


Dalam pernyataannya seperti yang dilansir CNN, Armada Pasifik AS menyebut kedua kapal induk, dengan lebih dari 120 pesawat dikerahkan di antara kedua kapa yang melakukan latihan pertahanan udara taktis untuk menjaga kesiapan dan kecakapan berperang.


“Pasukan berlatih ke tingkat kesiapan tertinggi untuk memastikan daya tanggap terhadap segala kemungkinan melalui proyeksi daya,” tulis pernyataan tersebut.


Sumber kontan.co.id




Ukraina Siap Perang Jika Tank Rusia Mengancam, Rudal ini Sudah Disiagakan

ARBindonesia.com, KIEV – Tentara Ukraina siagakan rudal Javelin baru yang dipasok oleh Amerika Serikat (AS). Ukraina juga mengizinkan tentaranya menembakkan rudal anti- tank tersebut di mana saja di negara Ukraina dan terhadap pihak mana pun, termasuk terhadap tank Rusia di wilayah Donbass timur selama tujuan utamanya adalah mempertahankan diri.


Pemberitahuan tersebut menyusul pengumuman bahwa Angkatan Darat Ukraina sedang bersiap untuk segera mengirim pasukan yang dilengkapi Javelin ke garis depan. Otoritas Ukraina memperkirakan Rusia memiliki senjata berat dan menyiapkan setidaknya 481 tank berbagai varian di Donbass sebagaimana dilansir dari The Drive, Selasa (7/7/2020).


Tentara Ukraina menerima beberapa pucuk rudal Javelin, yang juga dikenal sebagai FGM-148, di tahap pertama pada 2018. Pada pengiriman rudal Javelin tahap kedua, AS menunda pengirimannya sampai akhir 2019.


Berdasarkan ketentuan perjanjian ekspor dengan pemerintah AS, Angkatan Darat Ukraina hanya dapat menggunakan rudal Javelin ini jika terjadi invasi terbuka. Pejabat AS mengatakan Ukraina tidak diberikan batasan geografis saat menggunakan rudal Javelin yang dipasok oleh AS tersebut. “Javelin dipasok kepada Ukraina asal senjata tersebut digunakan untuk mempertahankan diri,” ujar reporter CNN, Ryan Browne, dalam kicauannya di Twitter, Selasa.


Definisi militer AS mengenai tindakan untuk mempertahankan diri terbukti cukup fleksibel dalam berbagai kesempatan. AS Sebagai contoh, selama bertahun-tahun, Pentagon menggunakan frasa mempertahankan diri sebagai alasan serangan udara di Somalia terhadap teroris Al Shabaab.


Angkatan Darat Ukraina bisa saja mengadopsi definisi mempertahankan diri yang sama dengan AS. Sebagai contoh, sebuah unit pasukan di Donbass mungkin dapat menggunakan Javelin dengan klaim mempertahankan diri atas serangan separatis yang didukung Rusia.


Terlepas jadi atau tidaknya Ukraina melepaskan rudal Javelin di Donbass, ancaman tentara Rusia di Donbass memang sangat nyata. Penanggung jawab Direktorat Utama untuk Kerjasama Internasional dan Verifikasi Angkatan Bersenjata Ukraina, Letnan Jenderal Leonid Holopatiuk, mengatakan bahwa Kremlin telah mengerahkan tank ke front di Ukraina Timur.


Letjen Holopatiuk mengatakan hal tersebut saat pertemuan Forum Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) untuk Kerjasama Keamanan. OSCE bertanggung jawab untuk memantau implementasi perjanjian Minsk II yang mulai berlaku pada 2015.


Perjanjian Minsk II yang melibatkan Ukraina, Rusia, Prancis, dan Jerman bertujuan untuk meredakan pertempuran di Donbass, Ukraina. Di bawah kesepakatan ini, Rusia seharusnya menarik semua senjata berat, termasuk tank dan artileri beratnya, dari Donbass.


(Danur Lambang Pristiandaru)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Ukraina Siapkan Rudal Javelin untuk Melawan Tank Rusia”, (*)


Sumber Kontan.co.id




New York Mencekam, Istana Negara: Mohon WNI Perhatikan Himbauan KJRI

ARBindonesia.com, JAKARTA -Istana Negara menghimbau bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di New York untuk mengikuti himbauan Konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York.


Dalam akun Instagramnya Juru Bicara Presiden Fadjroel Rahman meminta WNI untuk mengikuti himbauan KJRI New York menyusul banyaknya aksi kekerasan di sana.


Seperti diketahui, Instagram KJRI New York mengeluarkan himbauan kepada warga negara Indonesia yang sedang berada di New York. Hal ini sehubungan dengan situasi keamanan yang terjadi di sana karena maraknya aksi penembakan.


Himbauan ini dikeluarkan pada 6 Juli 2020 melalui akun Instagram @indonesianconsulate_ny. Dalam postingannya itu di tulis, sehubungan dengan perkembangan situasi keamanan di Kota New York yang kurang kondusif akhir-akhir ini yang diantaranya ditandai oleh beberapa tindak kekerasan bersenjata yang merenggut korban jiwa.


https://www.instagram.com/p/CCUGstqHIi2/?igshid=1h30sg8ng7fml


Maka KJRI New York menghimbau seluruh masyarakat Indonesia yang berdomisili di wilayah New York atau warga negara Indonesia di luar New York untuk selalu bersikap waspada dan hati-hari serta sedapat mungkin menghindari tempat-tempat yang dinilai rawan.


Mengutip Kompas.com, perayaan hari kemerdekaan Amerika Serikat ( AS) atau yang juga dikenal dengan istilah The 4th July, diwarnai 39 insiden penembakan di New York City.


Sebanyak 7 orang tertembak dan 5 orang tewas dalam rentang waktu tiga jam, menurut keterangan polisi yang dikutip New York Post Minggu (5/7/2020).


Menurut catatan polisi, korban pertama adalah lelaki 21 tahun di Brownsville, Brooklyn, pada pukul 17.47 waktu setempat.


Korban ditemukan dengan luka tembak di Christopher Avenue dekat Pitkin Avenue. Dia langsung dilarikan ke Pusat Medis Rumah Sakit Universitas Brookdale tapi nyawanya tak tertolong.


Selang 3 menit kemudian, polisi menerima telepon lagi dari seseorang yang ditembak di Claremont, The Bronx. Di sana, seorang pria 29 tahun ditemukan dengan luka tembak di dada. Korban dibawa ke rumah sakit terdekat dan dinyatakan tewas.


Sekitar pukul 18.45 di Harlem, seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun ditembak di Madison Avenue dekat jalan East 111th. Dia dibawa ke rumah sakit dan diperkirakan akan selamat.


Lalu tepat setelah pukul 20.00, 3 orang ditembak di 306 East 171st Street di The Bronx, dua blok jauhnya dari penembakan fatal sebelumnya.


Korban adalah pria 22 tahun yang ditembak di dada dan pria 27 tahun yang tertembak di leher. Polisi menyatakan keduanya tewas di Rumah Sakit St Barnabas. Korban lainnya berusia 29 tahun ditembak di lengannya. Dia sedang dirawat di Rumah Sakit Lincoln dan kondisinya stabil.


Kemudian di Staten Island sekitar pukul 20.47 waktu setempat, seorang pria 45 tahun ditemukan tertembak kepalanya di sebuah gedung di Gordon Street, Stapleton.


Kasus-kasus baru ini menambah panjang daftar penembakan yang terjadi di kota berjuluk Big Apple tersebut, selama akhir pekan lalu. Total ada 39 orang yang ditembak selama Sabtu tengah malam (4/7/2020) hingga Minggu pagi (5/7/2020) pukul 6.30, ungkap New York Post. (*)


Sumber Kontan.co.id