Brutal ! Penembakan di Supermarket Colorado Tewaskan 6 Orang Termasuk Polisi

ARBIndonesia.com, WASHINGTON – Seorang pria menembaki pengunjung supermarket di Boulder, Colorado, Amerika Serikat, Senin (22/3/2021) sore waktu setempat menewaskan sedikitnya enam orang.

Salah satu korban tewas merupakan polisi. Kepolisian menyatakan, pelaku berhasil ditangkap dan sejauh ini diyakini beraksi seorang diri. Dia mengalami luka parah dalam baku tembak dengan petugas keamanan.

Siaran televisi menunjukkan, polisi membawa seorang pria menjauh dari tempat kejadian yakni Supermarket King Soopers dengan tangan diborgol, bertelanjang dada, serta berlumuran darah.

Kepala kepolisian Boulder Kerry Yamaguchi mengatakan, belum diketahui apa motif pelaku menembaki pengunjung supermarket secara brutal. Sementara itu polisi yang tewas merupakan anak buahnya.

Saksi mata mengatakan kepada stasiun televisi lokal, pelaku yang belum diungkap identitasnya secara resmi tiba-tiba melepaskan tembakan di supermarket memicu kepanikan. Pelaku bergegas keluar begitu mengetahui polisi tiba.

Polisi menerima laporan dari seseorang yang menyebut pria bersenjata menembaki pengunjung supermarket. Begitu tiba di lokasi, petugas memerintahkan pengunjung untuk berlindung sebisa mungkin, sebelum berhasil menangkap pelaku.

“Hati saya hancur menyaksikan peristiwa ini terjadi di wlayah kami,” kata Gubernur Colorado Jared Polis, di Twitter, seperti dikutip dari Wall Street Journal, Selasa (23/3/2021).

Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, Presiden Joe Biden sudah diberi pengarahan mengenai penembakan tersebut.

sumber inews.id




Biden 3 Kali Jatuh di Tangga Air Force One, Miller: Musuh Melihat, Itu Memalukan!

Presiden Amerika Serikat Joe Biden terjatuh saat menaiki tangga pesawat Air Force One. Foto/The Telegraph

ARBIndonesia.com, WASHINGTON – Stephen Miller, mantan penasihat senior Donald Trump, mengkritik keras rentetan kejadian memalukan yang dipertontonkan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden . Kejadian-kejadian itu termasuk insiden jatuh di tangga pesawat Air Force One tiga kali.

Lebih lanjut, Miller mengatakan orang-orang Amerika sekarang kurang aman sebagai akibat dari kebijakan pemerintah Biden yang lemah.

Dia memperingatkan pada Jumat bahwa kesalahan verbal dan insiden terpeleset Presiden Biden menjadi “krisis keamanan nasional”.

“Musuh kita di seluruh dunia—Iran, Rusia dan Venezuela dan China—mereka melihat Amerika Serikat dan wakil utamanya, presiden negara kita, yang bahkan tidak dapat melewati wawancara softball tanpa lembar contekan dan jatuh tiga kali saat menaiki tangga. Menyedihkan untuk dilihat,” kata Miller saat tampil di “Hannity” Fox News.

Pernyataan Miller muncul setelah pembawa acara Sean Hannity memutar klip yang menunjukkan Biden memerlukan lembar contekan saat menjawab pertanyaan dan menyebut wakil presidennya sendiri dengan sebutan “Presiden Harris”.

Jumat pagi, Biden tersandung beberapa kali saat dia menaiki tangga untuk naik Air Force One di Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland.

“Saya tidak menyukainya,” kata Miller. “Ini sangat serius. Saya telah berjalan naik-turun tangga itu berkali-kali. Tangga itu tidak licin, dan Angkatan Udara memastikan tangga itu tidak licin.”

Hannity mencatat bahwa media sebagian besar diam atas insiden tersandung Biden, kontras dengan liputan dari dinding ke dinding tentang Presiden Donald Trump yang dengan hati-hati berjalan menuruni jalan setelah sebuah acara di West Point, New York.

Dia memutar klip reporter Associated Press Jonathan Lemire dan MSNBC Joe Scarborough yang mengkritik Trump dan berteori tentang kebugarannya untuk jabatan.

Saat itu, Lemire mengatakan kondisi fisik Trump seharusnya membuatnya sulit untuk mengkritik Biden selama kampanye pemilihan presiden 2020.

“Saya menunjukkan apa yang sudah jelas, karena dia adalah Presiden Amerika Serikat, pemimpin dunia bebas, panglima tertinggi. Ini adalah pekerjaan tersulit di dunia—pekerjaan yang paling menuntut di dunia,” kata Hannity.

Kemudian di segmen tersebut, Miller mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dengan jelas mengetahui ketajaman Biden, itulah sebabnya mantan agen KGB itu baru-baru ini menantang presiden Amerika untuk berdebat yang disiarkan langsung setelah dia disebut “pembunuh.”

“Mereka secara terbuka mengejek kami. Mereka mengejek Presiden Biden. Itu memalukan dan itu diperparah dengan fakta ketika Anda memiliki seorang panglima yang ‘tidak ada di rumah’ dan tidak ada di sana,” katanya.

“Anda akan mengalami episode memalukan seperti yang terjadi di Alaska di mana China berani menguliahi kami tentang hak asasi manusia. Dan [Menteri Luar Negeri Antony] Blinken dan [Penasihat Keamanan Nasional Jake] Sullivan hanya duduk di sana dan menerimanya?,” kesalnya.

Miller menyimpulkan bahwa para diplomat AS semestinya meminta maaf kepada Amerika karena mereka tidak memiliki kepemimpinan di puncak.

“Presiden tidak ada di rumah. Negara lain melihat kelemahan itu dan mereka menerkam dan kita semua kurang aman,” papar Miller.

Sumber Sindonews.com




Brutal, Pasukan Israel Tembaki Pengungsi Palestina di Kamp Ramallah

Tentara Israel menembaki pemuda Palestina di kamp pengungsi Ramallah, Tepi Barat yang diduduki pada Senin malam. Foto/Ilustrasi

ARBIndobesia.com, RAMALLAH – Tentara Israel menembaki pemuda Palestina di kamp pengungsi Ramallah, Tepi Barat yang diduduki pada Senin malam. Setidaknya dua orang dilaporkan dirawat akibat aksi brutal tersebut.

Mahdi Hamdan dari kamp pengungsi Jalazoun mengatakan kepada kantor berita WAFA bahwa warga Palestina yang menjadi sasaran tembakan di daerah yang dekat dengan pemukiman ilegal Beit El.

“Kedua warga Palestina yang terluka berada dalam kondisi sedang,” kata pejabat kesehatan seperti dikutip dari Al Araby, Selasa (16/3/2021).

Polisi Israel mengklaim orang-orang Palestina akan melemparkan bom molotov ke pemukiman ketika mereka ditembak. Saksi Palestina tidak dapat memastikan apa yang terjadi.

Israel telah menduduki Tepi Barat secara ilegal sejak 1967, melakukan berbagai kejahatan terhadap warga sipil Palestina, kata pengawas.

Lebih dari 600.000 orang Yahudi Israel tinggal di permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki, dalam konstruksi yang dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Seringkali, Israel memaksa warga Palestina untuk menghancurkan rumah mereka sendiri dengan dalih tidak memiliki izin bangunan.

Permohonan izin bangunan diketahui membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diproses, memberikan pengadilan Israel celah untuk meningkatkan pembongkaran rumah Palestina dengan mencap struktur sebagai “ilegal”.

Empat dari lima warga Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki hidup di bawah garis kemiskinan, dan mengajukan izin bangunan datang dengan berbagai pajak dan biaya sebesar puluhan ribu dolar.

Sumbet sindonews.com




Demonstran di Myanmar, 10 Pabrik China Dibakar dan 18 Orang Tewas

Orang-orang menghadiri pemakaman Chit Min Thu, yang meninggal dalam protes anti-kudeta di North Dagon, Yangon, Myanmar, 13 Maret 2021. Foto/REUTERS

ARBIndonesia.com, YANGON – Para demonstran anti-Beijing mengamuk di Myanmar semalam, di mana sepuluh pabrik China dibakar dan satu hotel dirusak. Sedikitnya 18 orang tewas.

Aset-aset China di negara Asia Tenggara itu jadi target serangan demonstran lantaran Beijing dianggap terlalu meremehkan kudeta militer di negara itu.

Semuanya dimulai setelah sekelompok besar pengunjuk rasa–yang sebagian besar menyerukan agar pemerintah negara yang terpilih secara demokratis dibebaskan dari tahanan setelah kudeta militer pada 1 Februari–mulai menargetkan bisnis-bisnis China di Yangon.

Mendengar apa yang terjadi, Kedutaan Besar China di Yangon mendesak para pemimpin militer Myanmar untuk mengambil tindakan dan memberlakukan darurat militer untuk melindungi warganya.

Beijing mengatakan orang-orang bersenjatakan batang besi, kapak dan bensin membakar dan merusak 10 pabrik China di pinggiran kota Hlaing Tharyar. Sebuah hotel China juga diserang.

Di halaman Facebooknya, Kedutaan Besar China mengatakan, “Beberapa pabrik dijarah dan dihancurkan dan banyak staf China terluka dan terjebak.”

“Mendesak Myanmar untuk mengambil langkah-langkah efektif lebih lanjut untuk menghentikan semua tindakan kekerasan, menghukum pelaku sesuai dengan hukum dan memastikan keselamatan jiwa dan properti perusahaan dan personel China di Myanmar,” lanjut keduataan tersebut, yang dikutip Senin (15/3/2021).

Militer negara itu menurut dan tak lama kemudian, tembakan mulai terdengar dan truk militer berguling-guling di jalan-jalan di pinggiran kota Yangon yang terkunci di mana para pengunjuk rasa menargetkan bisnis China.

Seorang petugas polisi mem-posting di media sosial bahwa polisi berencana menggunakan persenjataan berat.

“Saya tidak akan mengasihani Hlaing Tharyar dan mereka akan melawan dengan serius juga karena ada semua jenis karakter di sana,” kata petugas polisi itu dalam sebuah posting TikTok.

Menurut data AFP, setidaknya 18 pengunjuk rasa tewas. Sedangkan versi laporan media lokal jumlah korban tewas lebih tinggi.

“Tiga orang meninggal di depan saya saat saya sedang berobat. Saya akan mengirim dua lagi ke rumah sakit. Hanya itu yang bisa saya katakan saat ini, “kata seorang petugas medis setempat.

Lebih dari 80 orang tewas dalam protes massal sejak militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dari kekuasaan—jumlah korban diperkirakan akan meningkat secara dramatis setelah kekerasan hari Minggu.

Negara Asia Tenggara, yang berbagi perbatasan yang luas dengan China di timur lautnya, memiliki sejarah panjang kekerasan etnis, tetapi sejak kudeta militer, kemarahan terhadap komunitas China di negara itu telah meningkat secara substansial.

Ketika tentara Myanmar menukik untuk menangkap pemimpin negara, Suu Kyi dan pejbat lainnya dari Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dalam serangkaian penggerebekan pada 1 Februari, tindakan tersebut mendapat kecaman dan ketidakpercayaan dari para pemerintah dan kelompok hak asasi manusia di seluruh dunia.

Namun, China memiliki pandangan yang sama sekali berbeda tentang proses tersebut. Sepotong berita kering di media pemerintah China keesokan harinya menggambarkan kudeta itu sebagai “perombakan kabinet” sederhana.

“Di bawah perombakan kabinet, menteri serikat baru diangkat untuk 11 kementerian sementara 24 wakil menteri dicopot dari jabatan mereka,” bunyi laporan itu.

Pernyataan publik Beijing dalam menanggapi kudeta tersebut berkisar dari netral hingga agak kritis, paling buruk sejak saat itu, dengan mungkin kritik terkuat datang dari duta besar untuk Myanmar yang mengatakan China “tidak senang dengan situasi tersebut”.

sumber Sindonews.com




Sempat Gagal, China Kini Sukses Luncurkan Roket Long March 7A

Ilustrasi peluncuran roket China. (AFP/STR)

ARBIndonesia.com – China berhasil meluncurkan roket Long March 7A generasi baru, Jumat (12/3) pagi. Peluncuran roket China ini merupakan upaya kedua untuk membawa satelit eksperimental ke orbit setelah setahun sebelumnya gagal.

Melansir CNN, roket itu diluncurkan dari Situs Peluncuran Luar Angkasa Wenchang, di provinsi Hainan selatan China. Roket tersebut membawa satelit Shiyan-9 untuk menguji teknologi baru milik China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC).

CASC membangun satelit eksperimental hanya dalam delapan bulan. Pencapaian itu diklaim merupakan rekor terbaru untuk satelit penginderaan jauh ukuran menengah hingga besar.

Melansir SCMP, roket tersebut berhasil meluncur ke orbit geosinkron yang sesuai dengan rotasi bumi. CASC mengonfirmasi keberhasilan peluncuran tersebut di akun media sosial resminya 40 menit kemudian.

CASC berencana untuk melaksanakan antara tiga hingga lima CZ-7A yang akan diluncurkan hingga 2025. Kesuksesan peluncuran ini disebut sebagai terobosan bagi China karena Long March 7A dapat meningkatkan bobot muatan ke orbit geosynchronous dari 5,5 ton menjadi 7 ton.

CZ-7A adalah roket berbahan bakar cair tiga tahap dengan pengangkatan sedang. Pesawat ini diharapkan memainkan peran penting dalam misi orbit tinggi China.

Roket sepanjang 60 meter dan berat 573 ton ini dirancang terutama untuk pengiriman satelit geostasion, dan dapat diluncurkan dari situs Wenchang dan Pusat Peluncuran Satelit Xinchang di provinsi Sichuan.

CZ-7A adalah varian dari CZ-7 yang dirancang untuk meluncurkan pesawat kargo ke stasiun luar angkasa Tiangong. Dengan kapasitas muatan lebih dari 13,5 ton, CZ-7 dapat mengirim lebih banyak pasokan ke luar angkasa pada satu waktu.

Hal ini juga bisa mewujudkan rencana astronot China untuk tinggal di stasiun luar angkasa lebih lama.

China akan meluncurkan 11 misi tahun ini dan tahun depan saat membangun stasiun luar angkasa Tiangong. 11 misi itu di antaranya tiga peluncuran modul, empat misi kargo Tianzhou, dan empat penerbangan awak.

Long March 7 membuat 12 terobosan dan menguasai 96 teknologi utama, serta mewakili kemampuan mutakhir penelitian dan pengembangan roket China.

Pada Maret 2020 lalu, peluncuran pertama roket China CX-7A gagal karena hilangnya tekanan yang terjadi setelah pemisahan tahap pertama yang menyebabkan kerusakan mesin.

Sumber CNNIndonesia.com




Jasad Wanita Diduga WNI Ditemukan dalam Koper di Arab Saudi

Ilustrasi. (iStockphoto/Herwin Bahar)


ARBindonesia.com, ARAB SAUDI – Jasad seorang wanita muda yang diduga Warga Negara Indonesia (WNI) ditemukan di dalam sebuah koper di tanah suci Mekah, Arab Saudi seperti yang dilaporkan Gulfnews.com, pada Minggu (29/11/2020).


Penyelidikan awal yang dilakukan aparat keamanan Saudi menyatakan jasad wanita itu diduga WNI yang berusia 24 tahun. Atasan korban mengatakan yang bersangkutan tidak masuk kerja pada hari Jumat (27/1) saat ditemukannya jenazah tersebut.

Aparat keamanan di Kota Mekkah telah menerima berkas-berkas untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna mengungkap penyebab kematian korban.



Informasi penemuan jasad itu bermula tatkala Polisi Kota Mekkah mendapatkan informasi dari seorang warga pada Jumat malam (27/11) waktu setempat. Warga menemukan sebuah koper berukuran besar yang tergeletak di tanah.



Ketika warga memeriksa koper tersebut, petugas dikejutkan dengan penemuan jasad seorang wanita yang sudah meninggal di dalamnya.

Sementara, CNNIndonesia.com sudah berusaha menghubungi Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel terkait informasi tersebut. Namun belum ada balasan dari yang bersangkutan.


sumber cnnindonesia.com