Salahgunakan Yayasan untuk Politik, Trump Didenda Rp28 Miliar

Presiden AS Donald Trump. (Drew Angerer/Getty Images/AFP)

loading…



ARB INdonesia, Hakim pengadilan di New York memerintahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membayar $2 juta atau sekitar Rp28 miliar karena menggunakan yayasan amal Trump Foundation untuk kepentingan politik dan bisnis.

Dalam putusan yang dibacakan Kamis (7/11), Hakim Saliann Scarpulla juga meminta Trump membayar ganti rugi kepada grup nirlaba.

“(Putusan) ini adalah kemenangan besar dalam upaya kami untuk melindungi aset amal dan meminta pertanggungjawaban mereka yang menyalahgunakan amal untuk keuntungan pribadi,” kata Jaksa Agung Letitia James selaku penggugat dalam sebuah pernyataan dikutip dari AFP.

Gugatan perdata ini diajukan Letitia James pada Juni tahun lalu. Politikus Demokrat itu menuduh Trump Foundation melakukan aktivitas ilegal termasuk membantu kampanye Trump pada 2016 lalu.

Trump kemudian setuju menutup yayasan amal miliknya itu pada Desember tahun lalu. Meski demikian gugatan tetap berjalan.

Gugatan itu menuduh Trump menggunakan dana yayasan untuk menyelesaikan masalah hukum, mempromosikan hotel miliknya, dan untuk keperluan pribadi, termasuk pembelian foto diri untuk dipajang di salah satu klub golf.

James juga menuduh Trump pernah membuat kampanye terselubung lewat acara penggalangan dana amal yayasan.

loading…



Putusan itu merupakan kali ketiga Trump terjerat kasus hukum di kota asalnya, New York, dalam sepekan ini.

Senin kemarin, pengadilan banding AS memerintahkan Trump untuk menyerahkan pengembalian pajak (tax return) selama delapan tahun kepada kejaksaan di New York.

Di hari yang sama, kolumnis majalah AS, E. Jean Carroll, menuduh Trump telah memperkosanya. Trump digugat atas tuduhan pencemaran nama baik setelah ia menuduh Carroll mengada-ada. 

Sumber CNN Indonesia

  • https://m.cnnindonesia.com/internasional/20191108090125-134-446570/salahgunakan-yayasan-untuk-politik-trump-didenda-rp28-miliar



Turki Tangkap 17 Orang Terkait ISIS

Ilustrasi. Mendiang pimpinan ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi. (Foto: AP Photo/Militant video)

loading…



ARB INdonesia, TURKI – Kepolisian Turki pada Kamis (7/11) melaporkan telah menangkap 17 warga negara asing yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok ISIS.

Kantor berita Anadolu seperti dilansir AFP mengungkap ketujuhbelas orang yang diamankan ditangkap dan dibawa untuk diinterogasi oleh petugas anti-terorisme di Ankara.

Penangkapan kali ini merupakan upaya lanjutan setelah pekan lalu pimpinan ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi dinyatakan meninggal dunia. Tak hanya itu, pemerintah Turki juga menyatakan telah menangkap istri pertama al-Baghdadi, Asma Fauzi Muhammad al-Qubaysim dan anak perempuannya, Laila Jabir.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sebelumnya mengatakan anggota ISIS yang merupakan anak buah al-Baghdadi sedang berusaha memasuki Turki melalui Suriah. Beberapa diantara telah berhasil diringkus oleh petugas keamanan.

“Semua lingkaran dalam al-Baghdadi sebagian besar menargetkan negara kami dan orang-orang ini mencari cara agar bisa menetap atau datang ke Turki,” ungkap Erdogan seperti dilansir Associated Press.

Erdogan mengatakan para tersangkan ditahan di pusat-pusat penahanan di Turki. Sementara Kementerian Kehaminan Turki akan memutuskan bagaimana menangani kasus mereka.

Sebelumnya Turki menyatakan telah menangkap istri pertama dan anak mendiang al-Baghdadi dalam sebuah operasi penggerbekan di Provinsi Hatay pada 2 Juni 2018.

Dalam operasi itu, aparat membekuk 11 orang yang diduga simpatisan ISIS. Identitas Laila diketahui setelah dilakukan uji DNA.

Setelah Asma, sejumlah pihak kini terus memburu tiga istri mendiang al-Baghdadi. Pemimpin ISIS itu diketahui empat kali menikahi perempuan berbeda.

Pada Senin (4/11), pemerintah Turki mengklaim telah menangkap saudara perempuan al-Baghdadi, Rasmiya Awad (65) di dekat Kota Azaz, Aleppo, Suriah. Awad dan keluarganya tinggal di sebuah peti kemas bekas.

Sumber CNN Indonesia




Berhubungan Intim dengan Siswa 17 Tahun, Guru 63 Tahun Ditangkap Polisi

Emma Neil Ogle, 63, guru perempuan di sebuah SMA di Amerika Serikat ditangkap polisi atas tuduhan berhubungan seksual dengan siswanya yang berusia 17 tahun. Foto/wsoctv.com

loading…



ARB INdonesia, HUNTERSVILLE – Seorang guru perempuan sekolah menengah atas (SMA) berusia 63 tahun di North Carolina, Amerika Serikat (AS) ditangkap polisi atas tuduhan telah berhubungan intim dengan seorang siswa berusia 17 tahun. Skandal memalukan dua orang yang terpaut 46 tahun ini membuat sang guru diskors.

Emma Neil Ogle, dari Huntersville, ditangkap polisi pekan lalu setelah siswa yang dalam kasus ini dinyatakan sebagai korban melaporkan bahwa pasangan itu memulai hubungan romantis pada musim semi dan berlanjut hingga kontak seksual selama musim panas.

Menurut media lokal, WSOC, Ogle ditahan beberapa jam setelah siswa tersebut memberi tahu staf sekolah di Garinger High School di Charlotte tentang tuduhan tersebut.

Menurut Charlotte-Mecklenburg Schools, badan pendidikan yang membawahi sekolah tersebut, tidak ada indikasi bahwa tindakan seks terjadi di halaman sekolah.

“Saya mengenalinya,” kata seorang pejabat senior di sekolah, Edward Ramon, kepada stasiun televisi WCNC.

“Itu menjijikkan. Ini mengejutkan dan menjijikkan,” ujarnya yang dikutip New York Post, Rabu (6/11/2019).

Menurut Ramon, tuduhan itu akan merusak reputasi sekolah. “Itu hanya membuat sekolah terlihat buruk,” katanya. “Saya pikir dia harus masuk penjara karena itu,” ujarnya.

Upaya media setempat untuk menemui Ogle—seorang guru karier dan kesehatan di sekolah itu sejak 2014 yang juga seorang pegawai distrik Charlotte-Mecklenburg Schools sejak 2005—tidak berhasil pada Selasa pagi.

WLOS melaporkan bahwa guru itu menghadapi dakwaan atas tindakan asusila dengan seorang siswa dan beberapa dakwaan lain.

Menurut juru bicara distrik Charlotte-Mecklenburg Schools, Ogle telah ditangguhkan atau diskors dari tugas setelah penangkapannya.

Ogle, yang biaya jaminannya ditetapkan sebesar USD10.000, dibebaskan dari tahanan polisi pada hari Jumat pekan lalu. Catatan penjara mengonfirmasi pembebasan tersebut.

Sumber Sindonewscom




Menteri Isreal Serukan Perang di Gaza

Sistem pertahanan Iron Dome saat meluncurkan rudal pencegat untuk mengintersepsi roket asal Gaza yang masuk ke wilayah Israel, Jumat (1/11/2019) malam. (Foto/REUTERS/Amir Cohen)

loading…



ARB INdonesia, TEL AVIV – Menteri Energi Israel dan anggota kabinet keamanan Yuval Steinitz menyerukan operasi militer besar-besaran atau perang di Jalur Gaza, Palestina. Seruan ini muncul setelah wilayah negara Yahudi tersebut dihujani sepuluh roket dari Gaza yang memicu serangan balasan pesawat tempur Zionis.

Tak ada korban jiwa dalam rentetan serangan roket pada Jumat malam pekan lalu. Sebanyak delapan roket dicegat sistem pertahanan Iron Dome, satu roket menghantam rumah di Sderot, satu roket lagi jatuh di lapangan terbuka.

Sebaliknya, serangan balasan Zionis menewaskan seorang warga Palestina dan melukai dua orang lainnya. Tak ada kelompok militan di Gaza yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan beberapa roket tersebut. Namun, Israel tetap menyalahkan Hamas karena merupakan pengendali Jalur Gaza.

“Kami berharap untuk mencapai kesepakatan sebelum operasi militer besar, dan seperti yang terlihat saat ini, kami mungkin harus memulai operasi militer besar-besaran dan baru mencapai kesepakatan,” kata Steinitz dalam sebuah wawancara dengan Army Radio.

“Jika tidak ada pilihan dan kami ingin menghancurkan rezim Hamas, itu harus menjadi operasi darat, dan ini harus dibayar mahal,” ujarnya, yang dilansir Haaretz, Senin (11/4/2019).

Sementara itu, pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar mengatakan pada hari Minggu bahwa tidak ada negosiasi antara Hamas dan Israel mengenai kesepakatan pertukaran tahanan untuk mengambil tahanan perang Israel. Sinwar menyalahkan kurangnya pembicaraan tentang kebuntuan politik.

“Tidak ada negosiasi antara kami dan Israel. Mereka tidak memiliki pemerintah fungsional untuk membahas masalah-masalah besar seperti ancaman Iran. Mereka tidak dapat mengambil keputusan yang menentukan dan penting pada saat ini dan kami siap menghadapi musuh,” katanya.

Kabinet keamanan Israel telah mengadakan pertemuan pada hari Minggu selama beberapa jam. Ini adalah pertemuan ketiga kabinet tersebut dalam seminggu, sebuah pertemuan yang sangat tidak biasa bagi pemerintahan transisi. Selama periode sebelum pemilu kedua pada bulan September, pertemuan kabinet keamanan jarang terjadi.

Ketua Habayit Hayehudi Rafi Peretz, yang juga anggota kabinet, mengatakan pada pertemuan bahwa sebagai warga perbatasan dia juga mengalami dampak serangan roket dari Gaza. “Lagi-lagi kita tidak bisa duduk untuk makan malam hari Sabtu. Ini tidak bisa berlangsung. Pemimpin Hamas akan diminta membayar mahal untuk ini,” katanya.

Anggota fraksinya, Bezalel Smotrich, juga berbicara pada pertemuan pemerintah.

“Saya dapat memberi tahu orang-orang Israel dengan tegas bahwa kami menangani kampanye ini dengan cara yang sangat diperhitungkan dan bertanggung jawab. Kami melihat segala sesuatu yang terjadi di semua arena dan mencoba menyeimbangkan ketegangan. Mudah untuk berbicara kasar, mudah untuk mengatakan ‘mari kita pergi menyerang’. Sangat penting untuk memahami bahwa ruang tempat kami beroperasi sangat rumit, dan kami harus bertindak secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga berbicara tentang serangan roket dengan menuliskannya di Twitter.

“Hamas memikul tanggung jawab atas setiap serangan yang berasal dari Jalur Gaza. Saya tidak bermaksud untuk merinci rencana kami di sini. Kami akan terus melanjutkan beroperasi di semua arena untuk keselamatan Negara Israel, dalam tindakan terbuka dan rahasia melalui laut, udara dan darat,” tulis dia.

Meskipun Israel telah mengaitkan serangan roket dari Gaza selama beberapa bulan terakhir dengan kelompok Jihad Islam, militer Israel tetap menyalahkan Hamas karena menjadi penguasa wilayah tersebut yang bertanggung jawab atas semua serangan yang berasal dari sana.

Sumber Sindonewscom




Ogah Lakukan Pembicaraan, Iran Nyatakan Jadi Musuh Amerika Serikat

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Foto: AFP

ARB INdonesia, TEHERAN – Pemerintah Iran dipastikan tidak akan melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), bahkan Iran menyatakan bakal jadi musuh bubuyutan dengan AS.

Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pada hari Minggu, menggambarkan kedua negara sebagai musuh bebuyutan pada malam ulang tahun ke-40 penyitaan kedutaan besar AS di Teheran .

“Salah satu cara untuk memblokir infiltrasi politik Amerika adalah dengan melarang pembicaraan dengan Amerika. Ini berarti Iran tidak akan menyerah pada tekanan Amerika,” kata Khamenei, yang merupakan otoritas tertinggi Iran, dikutip oleh TV pemerintah.

loading…



“Mereka yang percaya bahwa negosiasi dengan musuh akan menyelesaikan masalah kita adalah 100% salah,” lanjutnya.

Hubungan antara kedua musuh telah mencapai krisis selama setahun terakhir setelah Presiden AS Donald Trump meninggalkan pakta 2015 antara Iran dan kekuatan dunia di mana Teheran menerima pembatasan pada program nuklirnya dengan imbalan mencabut sanksi.

Washington telah menerapkan kembali sanksi yang bertujuan untuk menghentikan semua ekspor minyak Iran, dengan mengatakan pihaknya berusaha untuk memaksa Iran untuk bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas. Khamenei telah melarang pejabat Iran mengadakan pembicaraan seperti itu kecuali Amerika Serikat kembali ke perjanjian nuklir dan mencabut semua sanksi.

Peringatan perebutan kedutaan besar AS tidak lama setelah Revolusi Islam 1979 Iran ditandai di Iran dengan demonstrasi tahunan kerumunan meneriakkan “Matilah Amerika” di seluruh negeri.

Penangkapan kedutaan itu memperkuat permusuhan antara kedua negara yang tetap menjadi fakta sentral dalam geopolitik Timur Tengah dan bagian penting dari ideologi nasional Iran. Iran, yang menuduh Amerika Serikat mendukung kebijakan brutal Shah yang digulingkan, menahan 52 orang Amerika selama 444 hari di kedutaan, yang disebutnya Den of Spies.

“AS. tidak berubah sejak beberapa dekade yang lalu. AS terus melakukan perilaku agresif, kejam, dan kediktatoran internasional yang sama,” kata Khamenei.

“Iran memiliki keinginan yang kuat. Itu tidak akan membiarkan Amerika kembali ke Iran,” lanjutnya.

Sekutu-sekutu Eropa Washington telah menentang keputusan pemerintahan Trump untuk meninggalkan pakta nuklir. Iran menanggapi sanksi A.S. dengan secara bertahap mengurangi komitmennya di bawah perjanjian nuklir dan mengatakan mereka dapat mengambil langkah lebih lanjut pada bulan November.

Khamenei mencaci maki Presiden Prancis Emmanuel Macron karena berusaha mempromosikan pembicaraan di antara para musuh. Macron mencoba mengatur pertemuan yang gagal antara Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani di sela-sela Sidang Umum AS di New York pada bulan September.

“Presiden Prancis, yang mengatakan pertemuan akan mengakhiri semua masalah antara Teheran dan Amerika, adalah naif atau terlibat dengan Amerika,” kata Khamenei dalam sambutannya yang dilaporkan oleh televisi pemerintah.

Sumber Sindonewscom




Rumah Warganya Hancur Dihantam Roket, Israel Bombardir Hamas di Gaza

Israel melancarkan serangan udara ke Gaza sebagai respons atas tembakan roket (Foto: Inews/AFP)

loading…



ARB INdonesia, GAZA – Militer Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Jalur Gaza, Sabtu (2/11/2019) dini hari. Jet-jet tempur Israel menargetkan puluhan lokasi yang diduga sebagai basis Hamas.

Israel mengklaim serangan terbaru ini sebagai respons atas tembakan 10 roket dari Gaza secara bergelombang pada Jumat (1/11/2019) malam yang menghancurkan sebuah rumah.

Militer Israel menyatakan sistem pertahanan antirudal Iron Dome bisa mencegat delapan roket, namun dua lainnya lolos. Sirene peringatan serangan udara terdengar di Israel bagian selatan sebagai pertanda kepada warga untuk waspada.

Roket yang lolos mengenai satu rumah, namun tak ada korban. “Rumah sebuah keluarga di Israel selatan terkena roket yang ditembakkan dari Gaza,” demikian pernyataan militer, dalam cuitan.

Sementara itu sumber keamanan di Gaza mengatakan, serangan udara Israel memang mengenai basis-basis Hamas dan sekutunya, namun tak ada korban jiwa.

Kementerian kesehatan Palestina di Gaza mengungkap, tiga orang luka, satu di antaranya dalam kondisi serius. Suara ledakan bisa terdengar di berbagai tempat di wilayah yang diblokade sejak 2007 itu.

Sumber di Hamas mengatakan kepada AFP, mereka merespons serangan Israel dengan menembaki jet-jet tempur. Di saat bersamaan militer Israel menyebut ada serangan roket terbaru dari Gaza.

Ini merupakan serangan kedua berturut-turut yang dialukan dari Hamas. Padahal serangan roket terakhir dari Gaza ke Israel terjadi pada 12 September.

Para pejuang di Gaza biasanya meluncurkan roket ke Israel sebagai respons atas penembakan tentara Israel di perbatasan yang menewaskan warga.

Sumber Sindonewscom