Bela Israel, AS Anggap Permukiman Tepi Barat Sesuai Hukum Internasional

Permukiman Israel di Tepi Barat, tanah Palestina yang diduduki rezim Zionis sejak 1967. Foto/REUTERS/Ronen Zvulun.

ARB Indonesia, WASHINGTON – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Michael Pompeo telah mengumumkan perubahan kebijakan Washington terhadap permukiman Israel di Tepi Barat. Washington kini menganggap permukiman di tanah Palestina yang diduduki rezim Zionis itu sesuai hukum internasional.

Pompeo mengatakan AS tidak akan lagi mematuhi pendapat hukum Departemen Luar Negeri 1978 tentang penyelesaian wilayah tersebut. Dia bersikeras perubahan kebijakan yang menyakitkan Palestina ini tidak akan membuat Amerika diisolasi komunitas global.

Pengumuman mantan direktur CIA ini jadi kemenangan bagi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan merupakan kekalahan menyakitkan bagi Palestina. Pengumuman ini juga menjadi pukulan baru bagi upaya Presiden Donald Trump untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina melalui rencana perdamaian yang telah bekerja selama lebih dari dua tahun terakhir.

Pompeo mengatakan pernyataan AS tentang pemukiman di Tepi Barat—tanah Palestina yang diduduki Israel sejak tahun 1967—tidak konsisten, dengan mengatakan presiden dari Partai Demokrat Jimmy Carter mendapati pemerintahannya tidak konsisten dengan hukum internasional dan presiden dari Partai Republik Ronald Reagan mengatakan dia tidak memandangnya sebagai sesuatu yang secara inheren ilegal.

“Pembentukan permukiman sipil Israel tidak, per se, tidak konsisten dengan hukum internasional,” kata Pompeo kepada wartawan di Departemen Luar Negeri Amerika, membalikkan posisi hukum formal yang diambil oleh Amerika Serikat di bawah pemerintah Carter pada tahun 1978.

Pompeo mengatakan langkah itu tidak dimaksudkan untuk berprasangka terhadap status Tepi Barat, yang Palestina harapkan akan menjadi bagian dari negara Palestina.

“Ini bagi orang Israel dan Palestina untuk bernegosiasi,” katanya, seperti dikutip.

Reuters, Selasa (19/11/2019). “Keputusan AS tidak dimaksudkan untuk memaksa hasil tertentu atau membuat hambatan hukum untuk resolusi yang dinegosiasikan.”

Pengumumannya mendapat pujian dari Netanyahu, yang mengatakan itu “rights a historical wrong“.

Sebaliknya, negosiator Palestina Saeb Erekat mengecam pengumuman tersebut dengan mengatakan bahwa Washington sudah mengancam untuk mengganti hukum internasional dengan hukum rimba.

Orang-orang Palestina berargumen bahwa sikap AS melanggar hukum internasional. Komunitas internasional selama ini memandang pemindahan warga sipil negara mana pun ke tanah yang diduduki sebagai hal ilegal berdasarkan Konvensi Jenewa Keempat tahun 1949 dan resolusi Dewan Keamanan PBB.

“Amerika Serikat tidak memenuhi syarat dan juga tidak berwenang untuk meniadakan resolusi legitimasi internasional dan tidak memiliki hak untuk memberikan legitimasi pada penyelesaian Israel,” kata Nabil Abu Rudeineh, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, mengatakan perubahan kebijakan AS ini akan memiliki konsekuensi berbahaya bagi prospek menghidupkan kembali pembicaraan damai Israel-Palestina. “Pemukiman itu pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional,” katanya.

Sumber Sindonews.com

  • https://international.sindonews.com/read/1460187/42/bela-israel-as-anggap-permukiman-tepi-barat-sesuai-hukum-internasional-1574123180



Hamil, Gadis 13 Tahun di Bangkok Bunuh Diri setelah Diperkosa 6 Pria

Gadis 13 tahun di Bangkok, Thailand, yang dalam kondisi hamil bunuh diri. Dia sebelumnya disandera dan diperkosa enam pria. Foto/Amarin TV

ARB INdonesia, BANGKOK – Seorang gadis berusia 13 tahun yang sedang hamil di Bangkok mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Korban sebelumnya disandera di sebuah apartemen dan diperkosa enam pria.

Remaja itu, yang hanya dikenal dengan nama panggilannya Pinkie, dilaporkan meninggal tepat sebelum tengah malam pada hari Jumat di Bangkok, Thailand. Korban mengakhiri hidupnya empat hari setelah penyanderaan yang dia alami 11 November 2019.

Menurut laporan media lokal, sebelum insiden tragis terjadi, korban bertengkar dengan ibunya.

Sebelum mengakhiri hidupnya, remaja perempuan itu mengambil foto yang memperlihatkan kakinya tergantung di atap dan mengirimkannya kepada seorang teman dengan pesan yang berbunyi; “Aku akan pergi, aku mencintaimu.”

Gadis itu juga menulis serangkaian posting Facebook yang bertuliskan; “Aku akan pergi” dan “Jika aku tidak hamil, aku sudah lama pergi.”

Ibunya, yang melaporkan penyanderaan dan pemerkosaan itu kepada polisi di Bangkok, mengatakan serangan itu telah membuat putrinya depresi berat hingga akhirnya korban bunuh diri. Korban melompat dari blok apartemen sebelum tengah malam Jumat lalu.

Polisi mengatakan kepada situs Coconuts Bangkok bahwa petugas telah mengidentifikasi dua tersangka dan menangkap salah satu dari mereka setelah penggerebekan di rumahnya. Polisi menemukan senjata api yang tidak terdaftar.

“Kedua tersangka menghadapi tuduhan karena berkolaborasi untuk melakukan pelecehan seksual terhadap gadis itu,” kata juru bicara Kepolisian Thailand.

“Ada dua anak perempuan, dua anak laki-laki pada malam kejadian. Salah satu gadis, Pinkie, sudah meninggal. Surat perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk kedua anak laki-laki,” lanjut juru bicara polisi tersebut, seperti dikutip dari Daily Mirror, Selasa (19/11/2019).

Sumber sindonews.com

  • https://international.sindonews.com/read/1460214/40/hamil-gadis-13-tahun-di-bangkok-bunuh-diri-setelah-diperkosa-6-pria-1574135785



Serangan Israel ke Gaza Tewaskan Enam Warga Sipil Palestina

Sistem anti-rudal Iron Dome menembakkan pencegat saat roket diluncurkan dari Gaza menuju Israel, terlihat dari kota Ashkelon, Israel, 13 November. Foto/REUTERS/ Amir Cohen

loading…



ARB INdonesia, GAZA – Serangan rudal Israel ke Jalur Gaza menewaskan enam anggota keluarga Palestina pada Kamis (14/11). Semua korban tewas adalah warga sipil.

Adanya korban tewas itu menambah total korban meninggal dunia menjadi 32 orang selama 48 jam pertempuran antara Israel dan pejuang Gaza.

Militer Israel belum berkomentar tentang insiden sebelum fajar di Deir al-Balah. Pertempuran masih berlangsung dengan saling meluncurkan artileri meski ada tawaran gencatan senjata dari kelompok Jihad Islam di Gaza.

Aksi Israel membunuh seorang komandan lapangan Jihad Islam pada Selasa (12/11) memicu serangan roket oleh kelompok tersebut dan serangan Israel semakin gencar.

“Sebanyak 32 orang Palestina tewas, sepertinya adalah warga sipil,” papar tim medis di Gaza, dilansir Reuters.

Mereka yang tewas dalam serangan Israel pada Kamis (14/11) sedang berada di satu rumah di Deir al-Balah. “Korban tewas itu termasuk satu wanita dan satu anak. Adapun 12 orang lainnya terluka,” ungkap tim medis Gaza.

Pertempuran antara Israel dan pejuang Gaza berlangsung secara tidak imbang. Persenjataan Israel yang canggih mampu menghancurkan sejumlah target di Gaza dengan tingkat kerusakan sangat parah.Adapun roket-roket yang ditembakkan pejuang Gaza lebih banyak yang dicegat di udara oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome milik Israel. Daya ledak roket dari Gaza juga tidak sekuat rudal dan artileri yang ditembakkan Israel.

Sumber Sindonews.com https://international.sindonews.com/read/1458712/43/serangan-israel-ke-gaza-tewaskan-enam-warga-sipil-palestina-1573707097




Pasukan AS di Pangkalan Militer Irak Dihantam Roket

Serangan roket menghantam pangkalan udara Irak yang menampung pasukan AS. (Foto/Ilustrasi/Sindonews)

loading…



ARB INdonesia, BAGHDAD – Serangan roket Katyusha menghantam pangkalan udara Irak yang menampung pasukan Amerika Serikat (AS) di selatan kota Mosul, Jumat. Tidak ada anggota koalisi pimpinan AS yang terluka.

Pejabat keamanan Irak mengatakan tembakan roket itu tampaknya berasal dari Mosul dan menghantam pangkalan militer Irak di Qayyara, sekitar 60 kilometer selatan Mosul, tempat pasukan koalisi membantu pasukan Irak memerangi sisa-sisa ISIS. Mereka berbicara dengan syarat anonim berdasarkan peraturan.

Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab dan tidak diketahui dengan pasti apakah ada roket yang menghantam pangkalan.

Para pejabat Irak tidak segera mengatakan apakah ada korban, meskipun juru bicara koalisi kemudian mengatakan tidak ada pasukan koalisi yang terluka.

“Pasukan koalisi berada di Irak atas undangan Pemerintah Irak untuk mengalahkan sisa-sisa ISIS,” kata Kapten Korps Marinir AS Marisa Roberts, menggunakan akronim populer untuk kelompok Negara Islam.

“Kami tidak akan terhalang oleh serangan ini dan mempertahankan hak untuk mempertahankan diri,” imbuhnya seperti dikutip dari
AP, Sabtu (9/11/2019).

Irak mengumumkan kemenangan atas ISIS dua tahun lalu, tetapi kelompok ekstremis ini masih aktif melalui sel-sel yang tertidur dan sering melakukan serangan terhadap pasukan keamanan Irak.

Beberapa milisi garis keras Irak yang setia kepada Iran baru-baru ini mengancam akan melakukan serangan terhadap orang Amerika di negara itu. AS mempertahankan sekitar 5.000 tentara di Irak.

Pasukan Amerika menarik diri dari Irak pada tahun 2011 tetapi kembali pada tahun 2014 atas undangan pemerintah untuk membantu memerangi ISIS setelah merebut wilayah yang luas di utara dan barat negara itu, termasuk kota terbesar kedua Irak, Mosul. Sebuah koalisi yang dipimpin AS memberikan dukungan udara yang penting ketika pasukan Irak bergabung kembali dan mengusir ISIS dalam kampanye tiga tahun yang mahal.

Serangan pada hari Jumat terjadi ketika sebagian besar Irak, termasuk Ibu Kota Baghdad dan provinsi selatan yang mayoritas Syiah, dilanda protes anti-pemerintah. Roket telah ditembakkan di dekat Kedutaan Besar AS di Zona Hijau yang dijaga ketat di ibukota Irak pada beberapa kesempatan baru-baru ini.

Mosul, yang sebagian besar dihancurkan selama perang melawan kelompok Negara Islam, terletak di utara Baghdad dan belum tampak protes anti-pemerintah.

Sumber Sindonews com

  • https://sumut.sindonews.com/read/5668/1/pasukan-as-di-pangkalan-militer-irak-dihantam-roket-1573269103



Erdogan Sebut Turki Tetap di Suriah Sampai Negara-negara Lain Mundur

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: Reuters

loading…



ARB INdonesia, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pihaknya tidak akan meninggalkan Suriah sampai negara-negara lain mundur dari wilayah itu.

Sebelumnya Ankara melanjutkan ofensif lintas-perbatasannya terhadap para pejuang Kurdi sampai mereka sepenuhnya meninggalkan daerah tersebut.

Turki melancarkan serangan militer ketiganya ke timur laut Suriah bulan lalu untuk mengusir kelompok bersenjata Kurdi YPG dari perbatasannya dan membangun “zona aman” di mana negara itu bertujuan untuk memukimkan kembali hingga dua juta pengungsi Suriah.

Setelah merebut 120 km (75 mil) tanah di sepanjang perbatasan, Turki membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat dan Rusia untuk mempertahankan YPG, yang oleh Ankara disebut sebagai “teroris” karena hubungannya dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang berbasis di Turki yang dilarang keluar dari daerah itu.

Berbicara kepada wartawan Erdogan mengatakan Turki hanya akan meninggalkan Suriah setelah negara-negara lain juga pergi. Ia menambahkan bahwa serangan Turki akan berlanjut sampai semua pasukan Kurdi meninggalkan daerah itu.

“Kami tidak akan berhenti sampai setiap teroris terakhir meninggalkan wilayah ini,” kata Erdogan dilansir dari Al Jazeera, Sabut, (09/11/2019) merujuk pada YPG, komponen utama Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS.

“Kami tidak akan pergi dari sini sampai negara-negara lain keluar,” katanya seperti dikutip oleh stasiun televisi NTV.

loading…



Ankara mulai ofensif setelah Trump mengumumkan penarikan tiba-tiba 1.000 tentara AS dari Suriah utara bulan lalu. Presiden AS sejak itu mengatakan bahwa beberapa pasukan akan terus beroperasi di wilayah tersebut.

Di bawah kesepakatan dengan Washington dan Moskow, Ankara menghentikan serangannya dengan imbalan penarikan para pejuang YPG dari “zona aman” yang direncanakan. Sementara para pejabat AS dan Rusia mengatakan para pejuang Kurdi telah meninggalkan wilayah itu, Erdogan pada hari Kamis menuduh Rusia dan AS tidak memenuhi bagian mereka.

loading…


Sebagai hasil dari kesepakatan Ankara dengan Moskow, pasukan Turki dan Rusia telah mengadakan patroli bersama di sepanjang perbatasan Turki dengan Suriah.

Selama patroli ketiga pada hari Jumat, seorang pemrotes Suriah tewas ketika ia ditabrak oleh kendaraan militer Turki, menurut pasukan Kurdi dan kelompok pemantau perang.

Peristiwa itu terjadi ketika kendaraan melewati kerumunan orang yang memprotes patroli bersama. Seorang juru bicara SDF mengatakan pasukan Turki telah menggunakan gas air mata terhadap beberapa demonstran sipil.

Kementerian pertahanan Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa patroli ketiga selesai sesuai rencana sepanjang rute 88 km (54,7 mil) di sepanjang bagian perbatasan paling timur dari perbatasan pada kedalaman 10 km (6,2 mil).

Sumber Sindonews com

  • https://makassar.sindonews.com/read/34311/1/erdogan-sebut-turki-tetap-di-suriah-sampai-negaranegara-lain-mundur-1573261903



Mulai Tinggalkan 5G, China Bersiap Pakai Jaringan 6G

Ilustrasi teknologi 6G. FOTO/ Ist

loading…


loading…



ARB INdonesia, BEIJING – Dunia baru saja memulai menggelar jaringan generasi ke 5 atau 5G. Bahkan di Indonesia jaringan 5G masih baru diuji coba, baru nantinya dikomersilkan.

Selangkah lebih maju, China sudah bersiap untuk konektivitas 6G. Kementerian Teknologi dan Sains China mengumumkan, pihaknya sudah membentuk dua tim untuk mengawasi riset dan studi 6G.

Pembentukan tim ini secara resmi menandai upaya pemerintah setempat untuk mengakselerasi pengembangan teknologi jaringan generasi keenam tersebut.

Dilansir dar Quartz, Jumat (8/11/2019) tim ini akan terdiri dari 37 ahli dari Universitas Institusi Sains dan korporasi yang akan memberi masukan kepada pemerintah dalam berbagai keputusan terkait dengan 6G.

5G dan 6G merujuk pada jaringan nirkabel seluler generasi kelima dan keenam. Sementara 5G diketahui memiliki kecepatan transmisi data setidaknya 10 kali lebih besar dari 4G.

Kendati demikian, masih terlalu dini untuk mengatakan apa itu 6G, atau jenis teknologi seperti apa itu nanti.

Namun, kementerian China mengatakan bahwa mereka bertekad untuk meletakkan dasar untuk pengembangan 6G. Teknologi itu harus diperlakukan sebagai prioritas pada tahap penting pembangunan bangsa

Wakil Menteri Kementerian Sains China Wang Xi mengatakan pihaknya akan mulai menyusun peta jalan untuk pengembangan 6G, serta mengeksplorasi kemungkinan aplikasi teknologi.

Dengan secara resmi mengumumkan pengembangan teknologi 6G, China dapat menyebabkan lebih banyak kekhawatiran keamanan nasional Amerika Serikat atas kemampuan teknologi China.

Sumber Sindonews com

  • https://autotekno.sindonews.com/read/1457077/207/mulai-tinggalkan-5g-china-bersiap-pakai-jaringan-6g-1573227025