Pesawat dengan 100 Penumpang Jatuh Hantam Gedung Berlantai 2

Ilustrasi pesawat terbang. Foto/Sputnik/Alexandr Kryazhev





ARB INdonesia, ALMATY – Kecelakaan pesawat terjadi lagi. Pesawat Bek Air dengan 100 orang di dalamnya jatuh di dekat kota Almaty, Kazakhstan, Jumat (27/12/2019). Pesawat menghantam gedung berlantai dua di area perumahan.

Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Almaty menuju Nur-Sultan. Pesawat awalnya dilaporkan hilang kontak dari radar.





Kementerian Perindustrian dan Infrastruktur Kazakhstan membenarkan bahwa pesawat menghantam gedung berlantai dua tak lama setelah lepas landas dari bandara. Pihak Bandara Internasional Almaty melalui Facebook melaporkan tujuh orang tewas dalam insiden ini.

Dari 100 orang yang ada di dalam pesawat, 95 orang di antaranya adalah penumpang dan lima orang lainnya adalah kru pesawat.

Tidak ada kebarakan di tempat kejadian. Operasi penyelamatan sedang berlangsung. Komisi terkait pemerintah Kazakhstan telah menuju ke lokasi kejadian untuk menentukan penyebab kecelakaan itu.





Sumber Sindonews.com
https://jateng.sindonews.com/read/13849/1/pesawat-dengan-100-penumpang-jatuh-hantam-gedung-berlantai-2-1577419922




Hindari Kiamat, Rusia Siapkan Robot Penghancur Meteor di Bulan

Badan antariksa Rusia Roscosmos. FOTO/ Ist





ARB INdonesia, MOSCOW – Keberadaan asteroid atau meteor yang semakin mengancam keberadaan bumi membuat dunia bereaksi. Mereka mengganggap jika meteor-meteor besar itu tidak dihalau niscaya kiamat akan terjadi.

Rusia akan bangun pangkalan Bulan ‘yang dijalankan oleh robot untuk melacak asteroid yang mengancam Bumi’

Badan antariksa Rusia Roscosmos mengatakan pihaknya berencana untuk membangun sebuah observatorium di Bulan yang mampu melacak asteroid yang mengancam Bumi.





Observatorium tersebut merupakan bagian dari pangkalan bulan yang ambisius yang diharapkan negara untuk dibangun di kutub selatan Bulan yang akan ditenagai dengan energi nuklir, kata para pejabat.

Badan antariksa Rusia – Roscosmos – mengatakan pihaknya berharap untuk membangun pangkalan permanen di Bulan yang akan berfungsi sebagai bagian dari “sistem global untuk melacak asteroid dan ancaman komet”.

“Lokasi yang dipilih untuk pangkalan itu adalah kutub selatan bulan. Ia memiliki kelegaan dan kondisi yang menguntungkan: cukup cahaya untuk panel surya, kawah yang selalu dibayangi dengan cadangan es untuk bahan bakar dan bahan baku,” tutur Aleksandr Bloshenko, kepala eksekutif sains seperti dilansir Dailystar, Rabu (18/12/2019)

Bloshenko menambahkan bahwa Rusia tidak berharap proyek itu tidak dikomersialkan atas usaha antariksa itu, tetapi bahwa proyek tersebut akan membawa nilai ilmiah dan menjadi instrumen penting dalam mempertahankan bumi dari asteroid.





Sumber Sindonews.com
https://autotekno.sindonews.com/read/1473394/124/hindari-kiamat-rusia-siapkan-robot-penghancur-meteor-di-bulan-1576654540




Serangan Udara Rusia di Idlib Suriah Tewaskan 22 Warga Sipil, Termasuk Anak-Anak

Reruntuhan bangunan setelah diserang pasukan Rusia dan pemerintah Suriah di Idlib.. ©Anadolu via Aljazeera





ARB INdonesia, INTERNASIONAL – Sedikitnya 22 warga sipil, termasuk di antaranya anak-anak, tewas di barat laut Suriah saat pasukan Rusia dan pemerintah meluncurkan serangkaian serangan udara, menurut relawan medis yang bertugas di wilayah yang dikuasai pemberontak.

Pertahanan Sipil Suriah, juga dikenal dengan White Helmets, mengatakan serangan pada Selasa menargetkan puluhan kota kecil dan desa di Distrik Maaret al-Numaan, Provinsi Idlib, menyebabkan warga sipil melarikan diri ke kamp yang berada di dekat perbatasan Turki.

Juru Bicara White Helmets, Ahmed Sheikho, menyampaikan kepada Aljazeera sembilan orang tewas di kota Tal Mannis, enam orang tewas di Bidama, dan lima lainnya tewas di Maasaran. Satu warga tewas di Al-Kanayes, sementara satu orang lainnya tewas di Maar Shamshah.





Di antara para korban tewas di Bidama, empat merupakan istri relawan White Helmets dan tiga anakanya.

Pasar di pinggir kota Maasaran juga dibom, menurut Sheikho, dan puluhan orang terluka di wilayah tersebut selama serangan dan operasi penyelamatan berlangsung sampai Selasa malam.

Video yang diunggah di media sosial dan dikonfirmasi oleh penduduk menggambarkan tim gawat darurat mengangkat jenazah yang hangus terbakar di bawah reruntuhan di jalan-jalan Maasaran saat ambulans berdatangan.

Pengeboman mulai pada pukul 07.00 waktu setempat, kata relawan White Helmets lainnya di Distrik Maaret al-Numaan, Abbadeh Zakrah kepada Aljazeera.

“Suara ledakan bom tak berhenti sepanjang hari. Pengebom menargetkan warga sipil yang melarikan diri dari kota-kota dan desa-desa dekat jalan raya utama,” jelasnya, dilansir dari Aljazeera, Rabu (18/12).

“Ini adalah pemboman yang ganas dan sistematis untuk memaksa orang keluar dari wilayah utara,” kata Zakrah.





Serangan Masih Berlangsung

Pada bulan April, pasukan pemerintah Suriah dan sekutu mereka meluncurkan serangan darat dan udara di Suriah barat laut, wilayah yang dikuasai pemberontak terakhir di negara itu. Lebih dari 1.000 warga sipil tewas, menurut PBB, sementara ratusan ribu lainnya telah mengungsi sejak eskalasi dimulai.

White Helmets menyampaikan, pemerintah Suriah dan pasukan Rusia menyerang dua kamp IDP pada Senin. Pasukan Suriah yang melakukan serangan baru-baru ini merebut daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di Provinsi Hama, serta kota Khan Sheikhoun di Idlib.

Mereka sekarang tampaknya bergerak ke utara, menuju Maaret Al Numan, di jalan raya M5 yang menghubungkan Damaskus dengan Aleppo.

Pemerintah Suriah telah berjuang untuk mengendalikan jalan raya strategis, sebuah langkah yang akan memungkinkannya untuk menghubungkan kota-kota di bawah kendalinya dan meningkatkan perdagangan.

Wilayah ini adalah rumah bagi hampir 3 juta orang, sekitar setengah dari mereka dipindahkan ke sana dalam kelompok besar dari beberapa wilayah lain Suriah yang direbut kembali oleh pasukan pro-pemerintah.





Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/dunia/serangan-udara-rusia-di-idlib-suriah-tewaskan-22-warga-sipil-termasuk-anak-anak.html




Gulung Samsung dan Apple, Xiaomi Kuasai Pasar Wearable Dunia

Mi Fans. FOTO/ Ist





ARB INdonesia, BEIJING – Pada Kuartal II 2019, Apple dilaporkan mendominasi industri wearable dunia, melalui perangkat AirPods miliknya. Namun, dalam laporan terbaru dari biro riset Canalys, mengungkapkan adanya perubahan di Kuartal III tahun ini.

Pada Kuartal III 2019, pengapalan (Shipments) wearable yang mencakup jam tangan pintar dan gelang pintar, mengalami pertumbuhan hingga 65% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari total pertumbuhan itu, Xiaomi menduduki posisi pertama karena mendapat lonjakan besar hingga 74,4% year on year. Perusahaan asal China itu telah mengapalkan 12,2 juta unit wearable dengan market share sebesar 27%.





Kenaikan ini ditopang karena pasar domestik yang kuat dan ekspansi yang agresif di mancanegara.

Di bawah Xiaomi ada Apple yang telah mengumpulkan pasar dunia sebesar 15%. Apple Watch Series 5 berkontribusi sebanyak 60% dari pencapaian itu.

Di posisi ketiga ada Huawei dengan 13% pasarnya. Perusahaan juga menunjukkan 243% pertumbuhan pada penjualan di China. Kemudian Fitbit diposisi keempat dengan memiliki 8% pasar. Fitbit menjadi satu-satunya perusahaan yang tidak menunjukkan banyak pertumbuhan dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, berada di posisi kelima dengan pengumpulan 6% pasar dunia. Angka itu berkat penjualan Samsung Fit tracker yang meningkat di Asia. Kemudian sisa pasar lainnya diambil oleh merek-merek lainnya.

Foto: Pada Kuartal III 2019, pengapalan (Shipments) wearable yang mencakup jam tangan pintar dan gelang pintar, mengalami pertumbuhan hingga 65% dibandingkan tahun sebelumnya.





Sumber Sindonews.com
https://autotekno.sindonews.com/read/1470922/122/gulung-samsung-dan-apple-xiaomi-kuasai-pasar-wearable-dunia-1576425987




Bintang Kejora Dikibarkan Serentak di Banyak Negara, ‘Papua Mau Merdeka’

Foto : Bendera Bintang Kejora berkibar di Gedung Balai Kota Leichhardt, Sydney, Jumat (29/11/2019). (AWPA)





ARB INdonesia, JAKARTA – Aktivis Organisasi Papua Merdeka dan simpatisannya di sejumlah negara menggelar aksi mengibarkan bendera Bintang Kejora. Hal itu untuk memperingati hari deklarasi manifesto politik bangsa West Papua 1 Desember.

Berbagai kegiatan itu disatukan lewat tagar #GlobalFlagRaising di media sosial, demikian seperti dikutip dari ABC Indonesia, Selasa (3/12/2019).

Bendera Bintang Kejora pertama kali dikibarkan di tanah Papua pada 1 Desember 1961—jauh sebelum wilayah bekas jajahan Belanda ini dimasukkan ke dalam wilayah NKRI melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969 yang diadopsi menjadi Resolusi PBB Nomor 2509.





Sejak itu, Pemerintah RI melarang pengibaran bendera yang oleh pejuang OPM telah dijadikan simbol perlawanan mereka.

Warga di Warrnambool, salah satu kota di Australia misalnya, sudah sejak 10 tahun terakhir selalu ikut merayakan 1 Desember sebagai hari kemerdekaan Papua.

Sudah sejak 10 tahun terakhir warga di Kota Warrnambool Australia selalu mengibarkan Bintang Kejora sebagai dukungan bagi kemerdekaan Papua. [ABC]

Bahkan di kota pedalaman itu, sejumlah warga membentuk organisasi Australian West Papua Association south-western Victoria.

Hari Minggu (1/12/2019) akhir pekan lalu, organisasi ini menggelar pengibaran Bintang Kejora di Civic Green Warrnambool dihadiri sekitar 20 orang.

Menurut jubir John Gratton Wilson, kegiatan tersebut untuk menunjukkan dukungan bagi perjuangan rakyat Papua, sekaligus perlawanan atas pelarangan Bintang Kejora oleh Pemerintah RI.

“Saya pribadi menyaksikan sendiri bagaimana orang Indonesia memperlakukan penduduk lokal (Papua),” kata Wilson seperti dikutip media setempat The Standard.

“Mereka menganggap orang Papua sebagai sub-human. Tapi kita tahu siapa sebenarnya yang sub-human dari cara mereka memperlakukan orang lain,” ujarnya.

Aksi pendukung Papua Merdeka menuntut referendum di Federation Square, Melbourne, pada 15 September 2019. [ABC]

“Salah kalau kita mengabaikan para pelanggar HAM ini di depan mata kita. PBB perlu mengakui kekeliruannya sendiri dari tahun 1960an dan berikan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua dari penjajah brutal,” kata Wilson lagi.

“Papua akan mendapatkan kemerdekaannya, hanya masalah waktu saja,” katanya.

Selain di Warrnambool, pengibaran Bintang Kejora juga dilakukan aktivis pendukung Papua merdeka di gedung Pemkot Leichardt di Sydney.





Kota lainnya di Australia juga menjadi tempat aktivitas para pendukung Papua merdeka, terutama di Melbourne, yang menjadi basis tokoh gerakan ini, Jacob Rumbiak.

Pada pertengahan September lalu misalnya, ratusan massa pendukung gerakan ini melakukan aksi long march dari titik berkumpul di depan perpustakaan State Library di pusat kota, menuju ke alun-alun Federation Square.

Saat itu, yel-yel “Papua Merdeka” menggema di sepanjang jalan Swanston Street yang merupakan jantung Kota Melbourne. Setiapkali orator meneriakkan “Papua”, massa menyahut dengan kata “Merdeka”.

Dukungan sejumlah warga Selandia Baru terhadap kemerdekaan Papua juga ditunjukkan pada hari Minggu (1/12/2019). [ABC]

Menurut catatan ABC, sudah 20 tahun terakhir Jacob Rumbiak berdiam di Australia, sejak melarikan diri dari Indonesia pada masa referendum Timor Timur tahun 1999.

Saat itu, mantan dosen Universitas Cendrawasih ini menjadi voluntir pemantau PBB di Timtim, dan berhasil ikut naik pesawat ke Australia. Dia mendapatkan status warga negara Australia sejak 2006.

Dalam beberapa kesempatan, biasanya di sekitar waktu peringatan HUT Proklamasi RI, terjadi aksi gerakan Papua merdeka di Melbourne.

Sementara itu pada hari Minggu (1/12/2019) kemarin, aksi dukungan juga ditunjukkan West Papua Action Aotearoa hkoi di ibukota Selandia Baru, Wellington.

Warga di Fiji juga turut mengibarkan Bintang Kejora pada hari Minggu (1/12/2019). [ABC]

Para aktivis datang dari berbagai kota seperti Dunedin, Christchurch dan Auckland, untuk memprotes pelanggaran HAM dan mendukung kemerdekaan Papua dari Indonesia.

Menurut salah satu pelaksana kegiatan ini Jeremy Simons, meskipun kebanyakan warga Selandia Baru tak tahu mengenai perjuangan rakyat Papua, namun kalau diberitahu umumnya mereka mendukung.

Sejumlah aktivis organisasi ini, katanya, mendapatkan ancaman online karena menunjukkan dukungan mereka bagi perjuangan rakyat Papua.

“Tentu saja kami prihatin, karena selama bertahun-tahun belum pernah ada aktivis Kiwi yang mendapat ancaman,” kata Simons seperti dikutip media RNZ, Minggu (1/12/2019).

Dia menyebutkan bahwa warga Papua yang berada di Selandia Baru juga mendukung aksi ini, namun tak berani muncul karena khawatir dengan keselamatan keluarga mereka di Papua.





Aksi pengibaran Bintang Kejora kemarin terpantau terjadi di Fiji. Selain itu, juga beberapa kota di Inggris, Belgia, dan Swedia.

Sementara untuk di Papua sendiri, aktivis HAM yang Veronica Koman yang kini berdiam di Australia mengunggah di akun medsosnya sejumlah rekaman yang menunjukkan adanya kegiatan terkait Bintang Kejora.

Di salah satu gereja di Jayapura misalnya, sejumlah mahasiswa berpakaian adat Papau yang membawa bendera Bintang Kejora tampak ikut mendapat roti sakramen dari Pastor yang memimpin kebaktian di gereja tersebut.

Paling tidak ada tiga orang mahasiswa yang tampak dalam video yang dibagikan melalui akun Twitter Veronica Koman.

Namun, beberapa komentar terhadap video ini mempertanyakan mengapa mereka yang telah menerima hosti di barisan sebelah kanan, justru berbelok ke sebelah kiri.

Menurut keterangan Veronica dari unggahan lainnya, ada empat mahasiswa Papua berinisial MY, DT, PH, dan ED yang mengenakan pakaian adat yang ditangkap di dalam gereja itu karena membawa bendera Bintang Kejora.





Selain di Jayapura, Veronica juga membagikan adanya aktivitas warga memperingati hari kemerdekaan Papua 1 Desember di berbagai tempat seperti yang terjadi di Painai dan dihadiri puluhan warga.

Menurut laporan kantor berita Antara, sedikitnya 34 orang telah ditangkap pada hari Sabtu (30/11/2019) dengan tuduhan merencanakan kegiatan memperingati kemerdekaan Papua.

Kepolisian RI dilaporkan menurunkan sekitar 1.300 aparat untuk mengantisipasi kejadian sekitar peringatan 1 Desember ini.

Polisi menyatakan telah sepakat dengan Pemerintah setempat di Papua untuk melarang setiap aktivitas untuk memperingati 1 Desember tersebut.

Namun, peringatan justru terjadi di sejumlah kota di berbagai negara seperti terekam dalam foto-foto berikut ini.

1. Swedia

Bintang Kejora dikibarkan warga di tengah musim dingin di Swedia, Minggu (1/12/2019). [ABC]

2. Inggris

Sejumlah aktivis di Brighton UK mendukung kemerdekaan Papua, Minggu (1/12/2019). [ABC]

3. Skotlandia

Di ibukota Skotlandia, Edinburgh, sejumlah aktivis juga menunjukkan dukungan bagi kemerdekaan Papua, Minggu (1/12/2019). [ABC]

4. Republik Katalan di Belgia

Bintang Kejora dikibarkan di kantor perwakilan Republik Katalan di Belgia, Minggu (1/12/2019). [Twitter: @FreeWestPapua]





Sumber : riaumandiri.co /www.abc.net.au/Suara /
https://www.riaumandiri.id/read/detail/77924/bintang-kejora-dikibarkan-serentak-di-banyak-negara-papua-mau-merdeka




Lionel Messi Selamatkan Argentina dari Kekalahan

Lionel Messi cetak gol penyama kedudukan pada pertandingan Argentina vs Uruguay, Selasa (19/11). (BBC)

ARB INdonesia, OLAHRAGA – Lionel Messi menyelamatkan Argentina dari kekalahan saat melawan Uruguay, Selasa (19/11) dini hari WIB.

Gol yang diciptakan di menit ke-90+2 lewat titik penalti mengubah kedudukan menjadi imbang 2-2.

Pada pertandingan tersebut, Edinson Cavani membuka keunggulan Uruguay berkat gol yang dicetak di menit ke-34.

Keunggulan 0-1 bertahan hingga babak pertama berakhir. Di babak kedua, Argentina menyamakan kedudukan.

Gol penyama kedudukan dicetak oleh Sergio Aguero di menit ke-63. Lima menit kemudian, Luis Suarez membawa timnya unggul menjadi 1-2.

Harapan Uruguay untuk memenangkan pertandingan persahabatan ini pun buyar setelah di penghujung pertandingan Messi sukses mencetak gol lewat tendangan penalti.

Pertandingan Argentina vs Uruguay pun berakhir dengan skor imbang 2-2.

Sumber Pojoksatu.id

  • https://pojoksatu.id/bola/bola-internasional/2019/11/19/lionel-messi-selamatkan-argentina-dari-kekalahan/