Kibijakan ‘Siluman’ Tentang Penetapan Pengisian Token Perdana di PLN ULP Tembilahan, Ini Kata Dewan dan Pemerhati Listrik

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Mengenai aturan mengenai pengisian token perdana minimal Rp 50.000 pada penyambungan baru KWh meteran di PLN ULP Tembilahan seperti sebuah kebijakan ‘Siluman’ alias tanpa dasar dan aturan yang jelas.

Kebijakan yang diambil oleh Supervisor PA dan Adm PLN ULP Tembilahan, Arthur Von Stevan tersebut diduga tanpa sepengetahuan oleh Manager PLN ULP Tembilahan, Jaswir.

Hal itu dikarenakan saat di konfirmasi Manager PLN ULP Tembilahan, Jaswir menyatakan bahwa aturan mengenai kewajiban untuk mengisi token perdana Rp 50.000 pada penyambungan baru KWh meteran tersebut tidak ada.

“Setelah saya konfirmasi kepada anggota, ternyata hal tersebut bermaksud agar pelanggan tidak mengisi token secara berulang-ulang. Maka dianjurkan untuk mengisi 50 ribu. Jadi hal tersebut hanya sebatas anjuran saja,” tuturnya kepada ARB INdonesia, Selasa (22/11/2022) melalui panggilan seluler.

IMG-20221124-WA0011
Anggota DPRD Inhil, H Edy Harianto Sindrang.

Atas munculnya sebuah kebijakan ‘siluman’ tersebut lantas menuai kritikan. Seperti yang di sampaikan Anggota DPRD Inhil, H Edy Harianto Sindrang meminta PLN ULP Tembilahan jangan sekehendak hati untuk memaksakan warga untuk mewajibkan pelanggan baru untuk membeli token perdana Rp 50.000.

“Mestinya PLN ULP Tembilahan harus melihat kondisi masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir ini. Terlebih masalah ekonomi, apalagi kita bahkan secara Nasional yang belum lama ini dilanda covid-19 yang berdampak pada perekonomian masyarakat mulai dari pelosok desa hingga ke kota,” tuturnya,

Jika Kebijakan PLN Tembilahan melakukan mewajibkan mesti token perdana harus yang Rp 50.000, menurut Politisi Senior dari Partai Golkar ini berarti PLN sendiri tidak memikirkan kondisi perekonomian masyarakat saat ini yang belum lama dilanda Corona atau covid-19.

“Maka dari itu kita juga menekankan jika hal tersebut terus berkelanjutan, maka kita menunggu surat masuk dari masyarakat untuk dapat kita memanggil pihak PLN ULP Tembilahan,” tutup H Edy.

IMG-20221123-WA0016
Pemerhati listrik, Indra Megi Putra.

Sebelumnya seorang pemerhati listrik, Indra Megi Putra juga melakukan kritikan atas kebijakan ‘siluman’ yang dibuat oleh Supervisor PA dan Adm PLN ULP Tembilahan.

Menurutnya kebijakan tersebut secara teknis tidak ada korelasinya dengan peningkatan penjualan energi listrik.

“Bukankah peningkatan penjualan tenaga listrik selalu berbanding lurus dengan pemakaian tenaga listrik oleh pelanggan, jika pemakaian energi listrik pelanggan besar maka sudah dipastikan akan mengurangi nilai pulsa token listrik besar juga,” ujarnya Indra Megi Putra saat diwawancarai awak media, Selasa (22/11/2022) di salah satu Cafe Jl Soebrantas Tembilahan.

Lanjutnya mengalogikan, sebagai contoh jika seandainya pelanggan membeli token Rp 20.000 kemudian pemakaiannya besar, maka pulsa akan cepat terkuras. Tentunya dengan sendirinya pelanggan akan membeli pulsa lagi. Nah, kalo dalam 1 bulan itu pembelian token 20 ribu sampai 15 kali transaksi.

Kemudian jika pelanggan membeli Token Rp 50.000, pelanggan hanya membeli sebanyak 6 kali, lalu dibandingkan mana yang lebih tinggi peningkatan penjualan token listrik pakai token 20 ribu atau 50 ribu.?

“Jika dilihat dari segi penjualan token jelas lebih tinggi pemakaian token 20 ribu, karena 15 kali beli dalam 1 bulan. Sedangkan token 50 ribu hanya beli 6 kali dalam 1 bulan,” tutur Megi yang juga merupakan pelanggan Listrik PLN ULP Tembilahan.

Lanjutnya menyampaikan, jadi logikanya adalah peningkatan penjualan energi listrik itu akan meningkat jika pemakaian energi listrik pelanggan besar.

“Bukan dengan pembelian atau penjualan token yang besar akan meningkatkan penjualan energi listrik. Saya rasa ada yang korslet dalam memberikan kebijakan di ULP PLN Tembilahan,” tutur Megi yang juga merupakan pelanggan Listrik PLN ULP Tembilahan.

Lebih jauh Megi mengatakan jika PLN ULP Tembilahan ingin meningkatkan penjualan energi listrik ada beberapa hal yang harus dilakukan :

1. Tingkatkan jumlah pelanggan di wilayah ULP PLN Tembilahan, data dan segera lakukan evaluasi daerah-daerah yang belum terjangkau listrik PLN baik di dusun-dusun, parit-parit dan daerah yang memang ada potensi pelanggan. Maka, segera lakukan pembangunan jaringan listrik di daerah tersebut.

2. Tingkatkan kualitas pelayanan dan keandalan jaringan distribusi listrik sampai ke pelanggan-pelanggan.

3. Selalu monitor, evaluasi dan analisa daerah-daerah yg membutuhkan dan berpotensi ada pelanggan PLN.

4. Permudah akses baik secara prosedur maupun birokrasi dalam penyambungan baru dan hal-hal lain yang berhubungan dengan peningkatan penjualan energi listrik, Dalam hal ini para Biro2 Instalatir Listrik dan atau cangkoker.

“InsyaAllah jika ke 4 hal di atas, PLN ULP Tembilahan mau melakukannya, maka saya meyakini dan optimis seluruh wilayah Inhil akan diterangi listrik PLN dan penjualan energi listrik meningkat,” tutup Megi.

Untuk diketahui, dalam pemberitaan sebelumnya bahwa Supervisor PA dan Adm PLN ULP Tembilahan, Arthur Von Stevan dalam pernyataannya informasi elektronik yang beredar menyampaikan “Dalam rangka peningkatan penjualan tenaga listrik, maka disampaikan pada bulan November sampai Desember 2022, token perdana minimal adalah Rp 50.000 per pelanggan,”.

Hingga berita ini diterbitkan Supervisor PA dan Adm PLN ULP Tembilahan, Arthur Von Stevan saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan, dikarenakan sedang dinas luar. (Arbain)




Penyambungan Baru KWH Meteran di PLN ULP Tembilahan, Pelanggan Wajib Mengisi Token Perdana 50 Ribu?

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Beredar kabar bahwa dalam permohonan penyambungan baru KWH Meteran di PLN ULP Tembilahan, kepada calon pelanggan diwajibkan membeli token perdana sebesar Rp 50.000.

Kabar tersebut beredar usai munculnya pernyataan dalam beberapa pemberitaan yang telah terbit di berbagai media, bahwa Arthur Von Stevan selaku Pejabat Supervisor Pelayanan Pelanggan (PA) dan ADM ULP Tembilahan menyampaikan pelanggan baru diharuskan untuk mengisi atau membeli Token Perdana minimal Rp. 50.000 pada permohonan penyambungan baru KWh meteran.

Pernyataan itu juga diperkuat dengan adanya informasi elektronik yang didapat awak media tentang pengisian token perdana minimal Rp. 50.000 yang diduga disampaikan oleh Arthur Von Stevan.

Informasi pemberitahuan yang disampaikannya berbunyi “dalam rangka peningkatan penjualan tenaga listrik dan mengurangi jumlah gangguan akibat tidak bisa beli token untuk pelanggan PB dan PD, maka disampaikan pada bulan November sampai Desember 2022, token perdana minimal adalah Rp 50.000 per pelanggan,”.

Sementara aturan yang mewajibkan calon pelanggan untuk membeli token perdana Rp 50.000 tersebut diketahui tidak terdapat dalam aturan wajib dalam permohonan pemasangan baru meteran pada PT. PLN (Persero).

Hanya saja pelanggan baru mengisi token perdana dengan pilihan nominal token yang ditawarkan yakni token 5.000, 20.000, 40.000, 50.000, 100.000. 200,000, 500.000 hingga tertinggi 1 Juta Rupiah.

Sementara itu Manager PLN ULP Tembilahan, Jaswir saat di konfirmasi awak media menyatakan bahwa aturan mengenai kewajiban untuk mengisi token perdana Rp 50.000 pada penyambungan baru KWh meteran tersebut tidak ada aturannya.

“Setelah saya konfirmasi kepada anggota, ternyata hal tersebut bermaksud agar pelanggan tidak mengisi token secara berulang-ulang. Maka dianjurkan untuk mengisi 50 ribu. Jadi hal tersebut hanya sebatas anjuran saja,” tuturnya kepada ARB INdonesia, Selasa (22/11/2022) melalui panggilan seluler.

Untuk keberlanjutan dalam pemberitaan mengenai kewajiban pengisian token perdana minimal Rp. 50.000, awak media akan melakukan konfirmasi langsung kepada Arthur Von Stevan selaku Pejabat Supervisor Pelayanan Pelanggan (PA) dan ADM ULP Tembilahan yang diduga mengeluarkan pernyataan mengenai kewajiban pelanggan baru harus mengisi token minimal Rp. 50.000. (Arbain)




Beri Rasa Aman Untuk Pengendara, Samapta Polres Inhil Kembali Melaksanakan Kegiatan Strong Point

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Demi menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat saat berkendara, Personil Samapta Polres Inhil kembali melaksanakan kegiatan Strong Point, Minggu (20/11/2022).

Kali ini, kegiatan pengamanan dan pengaturan lalu lintas tersebut dilaksanakan di Jalan Sudirman, bertempat di Pasar Pagi Sudirman Tembilahan.

Adapun Personil Samapta Polres Inhil yang turun melaksanakan kegiatan Strong Point yang di mulai sejak pukul 06.00 sampai 07.30 Wib tersebut adalah Bripka Hendra, Bribda Fransiscus Xaverius Sianipar dam Bribda Nanda Sabriansyah Putra.

Kasat Samapta Polres Inhil, AKP Kornel Sirait, S.H menyampaikan dengan dilaksanakannya kegiatan Strong Point ini, hasil yang diharapkan adalah terwujudnya Sitkamtibmas yang aman terkendali selama proses kegiatan Pengaturan dan Pengamanan.

Serta menciptakan Sitkamseltibcar Lantas yang Kondusif selama Kegiatan dan juga memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan aktifitas diseputaran Pasar Sudirman.

“Selama kegiatan berlangsung situasi terdapat dalam keadaan aman dan kondusif,” tutup Kasat Samapta Polres Inhil, AKP Kornel Sirait, S.H. (Arbain)




Anggota DPRD Provinsi Riau Sulaiman MZ Hadiri Kegiatan Peningkatan Pariwisata di Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau Sulaiman MZ menghadiri kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata di desa Sungai Luar, kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Inhil, Sabtu (19/11/22).

Selama pelaksanaan pelatihan tersebut terlihat antusias dari masyarakat untuk mendengarkan penyampaian dari para narasumber.

Anggota DPRD Provinsi Riau Sulaiman mengatakan sangat mendukung dan mengapreasiasi kegiatan yang telah dilaksanakan pada hari ini.

Dimana Kabupaten Inhil ini diketahui sangat banyak menyimpan pesona-pesona wisata yang perlu terekspos serta diketahui oleh wisatawan

“Dengan adanya kegiatan ini masyarakat dapat benar-benar menfaatkan kesempatannya agar wisatawan tertarik untuk datang melancong ke Inhil,” kata Sulaiman saat dikonfirmasi via whatsapp.

Lebih lanjut, Sulaiman menyebutkan desa Sungai Luar ini memiliki keunikanya sendiri untuk mendatangkan wisatawan yang dari kota-kota lain.

“Karena kita menyadari bahwa desa Sungai luar ini sudah memiliki daya tarik tersendiri dengan pesona alami pada saat mata hari terbit dan terbenam itu ada sanslet, kemudian pacu sampan paper yang selalu dilaksakan setiap tahun. Simbah lagi akan membuat lomba pacu pompong,” ungkapnya.

Untuk itu, Sulaiman Berharap masyarakat Inhil khususnya desa Sungai Luar dapat dukungan program pemerintah untuk menarik wisatawan. Dengan adanya tempat wisata di daerah itu tentunya akan meningkatkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat itu sendiri dan manfaatnya juga bisa langsung dirasakan.

“Oleh karena itu, mari dukung program pemerintah kita untuk meningkatkan pendapatan ekonomi serta melestarikan budaya dan tempat-tetapat wisata kita. Tanpa dukungan dan supord dari masyarakat program pemerintah tidak dapat terealisasikan dengan baik,” imbuhnya. ***




Polres Inhil Turutserta Padamkan Api Kebakaran di Jalan M Boya Tembilahan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Anggota Polres Inhil Jajaran Polda Riau juga ikut membantu memadamkan kebakaran di lokasi Kebakaran Jl. M. Boya Lr. Suwito Tarjo RT 003 RW 008 Tembilahan, Kabupaten Inhil.

Kebakaran terjadi pada Sabtu (19/112022) sekitar pukul 09.40 Wib menghanguskan 4 unit rumah dan 2 unit rumah lainnya mengalami rusak berat.

Sejumlah anggota Polres Inhil yang berada di lokasi kejadian, saling bahu membahu dengan Damkar dan BPBD dan instansi lainnya untuk membantu memadamkan api.

Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK melalui Kasi Humas AKP Liber Nainggolan mengatakan untuk mempercepat pemadaman api yang terjadi, anggota Polres Inhil ikut bergotong royong memadamkan api di Jalan M Boya Tembilahan.

”Sejumlah personil kita yang ada di lokasi kejadian, dengan sigap ikut bergotong royong memadamkan api ,” pungkasnya.

Identitas pemilik rumah seperti yang didata pihak Polres Inhil:

  1. DADANG, 39 tahun, Islam, Melayu, Islam, alamat Jl. M. Boya Lr. Suwito Tarjo RT 003 RW 008 Kel. Tembilahan Kota Kec. Tembilahan Kab. Inhil.
  2. SAFARUDIN, 58 tahun, Jawa, Islam, Alamat Jl. M. Boya Lr. Suwito Tarjo RT 003 RW 008 Kel. Tembilahan Kota Kec. Tembilahan Kab. Inhil.
  3. SUDARIYANTO, 47 tahun, Jawan, Islam, Alamat Lorong Suwito Tarjo, JJl. M. Boya Lr. Suwito Tarjo RT 003 RW 008 Kel. Tembilahan Kota Kec. Tembilahan Kab. Inhil
  4. LILI,52 tahun, Banjar, Islam, Alamat Lorong Suwito Tarjo, Jl. M. Boya Lr. Suwito Tarjo RT 003 RW 008 Kel. Tembilahan Kota Kec. Tembilahan Kab. Inhil.
  5. INDRA, 26 gahun, Jawa, Islam, Alamat Lorong Suwito Tarjo, Jl. M. Boya Lr. Suwito Tarjo RT 003 RW 008 Kel. Tembilahan Kota Kec. Tembilahan Kab. Inhil (rusak berat).
    6.MISDI, 42 tahun, Islam, Jawa, Alamat Jl. M. Boya Lr. Suwito Tarjo RT 003 RW 008 Kel. Tembilahan Kota Kec. Tembilahan Kab. Inhil (rusak berat).

Ia mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga yang melihat percikan api di salah satu rumah yang terbakar.

“Setelah melihat api dari meteran listrik, Ia berteriak untuk memberitahu kepada pemilik rumah untuk segera menyelamatkan diri dari api yang mulai membesar,” ujarnya.

Saksi tersebut juga mematikan meteran listrik rumahnya dan menuju ke dapur untuk mencabut selang kompor gas.

“Sementara warga lainnya langsung memadamkan api dengan alat seadaanya. Sekitar 15 menit kemudian tim pemadam kebakaran yang terdiri dari dari 1 (satu) unit mesin pemadam api Padupai, 2 (dua) unit mesin pemadam PSMTI serta 2 (dua) unit mobil damkar Inhil tiba dilokasi dan langsung memadamkan api bersama masyarakat sekitar,” paparnya.

Sekitar pukul 11.00, api berhasil dipadamkan selanjutnya dilakukan pendinginan agar tidak menimbulkan titik api yang baru. “Penyebab kebakaran diperkirakan akibat adanya korsleting listrik,” terang Kasi Humas AKP Nainggolan.

Tidak ada korban Jiwa pada peristiwa kebakaran tersebut. “Sementara kerugian materil diperkirakan sekitar Rp. 850 juta. Saat ini kasus ditangani oleh Sat Reskrim Polres Inhil untuk penyelidikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Dari penyelidikan Reskrim Polres Inhil sendiri sejauh ini belum menemukan adanya unsur kealpaan dalam kejadian ini. “Karena dari saksi yang temui dilapangan, dia melihat keluar asap dari meteran listrik salah satu rumah yang terbakar,” tukasnya. ***




Buka Turnamen Sepak Bola Teluk Sungka Cup Tahun 2022, Ferryandi: Mari Junjung Tinggi Sportifitas

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Setelah sukses membuka turnamen sepakbola di Desa Belantaraya dan Kelurahan Pulau Kijang pada beberapa waktu yang lalu, Ketua DPRD Inhil Dr H Ferryandi, ST, MT, MM kembali membuka secara resmi Turnamen Sepak Bola di Desa Teluk Sungka, Kecamatan Gaung Anak Serka, Kamis (17/11/2022) yang lalu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Inhil Aditiya Prahara, SE, PK Golkar Kecamatan Gas, Emsani, pihak Polsek Gas, pihak Danramil 05/Gas, dan dari Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Budaya atau Disparporabud Inhil, serta seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Gas dan para tamu undangan masyarakat pecinta sepakbola Kecamatan Gas.

Kepala Desa Teluk Sungka yang juga merupakan ketua panitia Teluk Sungka CUP 2022 Mulheriyanto sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat dan khususnya para panitia yang telah bekerja keras sehingga turnamen sepak bola ini dapat dimulai sebagai mana yang diharapkan.

“Alhamdulillah, terimakasih juga kepada Ketua DPRD Inhil bapak H Ferryandi. Berkat dorongan dan inisiatif dari beliau lah turnamen ini dapat terlaksana,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Inhil Ferryandi dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan apresiasi serta penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara atas terselenggaranya turnamen sepak bola tersebut.

“Turnamen sepak bola ini dapat menjadi sarana pembinaan dan pengembangan pemain muda lokal dan menjadi ajang pemersatu masyarakat,” ungkapnya.

Ferryandi berpesan kepada panitia dan seluruh pemain untuk menjunjung tinggi sportivitas karena apa yang diharapkan dari turnamen ini bisa terwujud kalau semua berjalan dengan lancar.

“Kita semua berharap dengan olahraga ini dapat meningkarkan rasa persaudaraan, persatuan kita. Maka dari itu saya mengajak kepada seluruh tim yang bertanding untuk dapat menjunjung tinggi sportivitas. Kepada panitia saya berpesan coret saja jika ada tim yang memulai perkelahian. Kalau perlu coret keduanya. Jangan sampai ada keributan,” tegasnya.

“Terkadang baru kenak tekel langsung mau mengajak berkelahi, ya kalau tak mau kenak tekel jangan main bola,” sambungya kembali.

Tidak hanya itu, Ketua DPRD Inhil ini juga berharap dengan adanya turnamen ini akan lahirnya pemain bertalenta, karena pemain bertalenta tidak akan datang secara tiba-tiba, namun dibutuhkan perencanaan yang sistematis, terarah, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

“Selamat bertanding kepada 48 Club yang mengikuti kejuaraan ini, dengan adanya turnamen ini bukan hanya atlit sepak bola yang terus bermunculan dengan adanya turnamen ini, tetapi juga perekonomian masyarakat ikut berkembang, hal ini dibuktikan dengan banyaknya warung dadakan yang muncul di sekitar lapangan dengan menyajikan berbagai macam kuliner,” imbuhnya (*)