Jadi Percontohan! Desa se-Kecamatan Pulau Burung Sepakat Tuntaskan Pembuatan Tapal Batas

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Upaya penataan administrasi pemerintahan desa di Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, patut diapresiasi. Seluruh proses kesepakatan tapal batas desa yang berbatasan dengan Kecamatan Kateman dan Kecamatan Belengkong telah rampung dan disepakati bersama dalam rapat yang digelar di Kantor Camat Pulau Burung.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Pulau burung, Tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Indra Surya, SE, bersama anggota, Camat Kateman bersama dua kepala desa yang berbatasan, Camat Belengkong beserta lima kepala desa yang bersepadan, serta seluruh kepala desa se Kecamatan Pulau Burung.

Dalam kesempatan tersebut, Indra Surya menyampaikan apresiasi atas komitmen dan keseriusan para kepala desa dalam menyelesaikan persoalan batas wilayah yang selama ini menjadi salah satu aspek penting dalam tata kelola pemerintahan desa.

“Saya sangat mengapresiasi upaya dan kerja keras seluruh kepala desa atas keseriusan mereka dalam menyelesaikan kesepakatan tapal batas desa. Ini merupakan langkah penting untuk mewujudkan tertib administrasi pemerintahan serta menjadi dasar yang jelas dalam perencanaan dan arah pembangunan di masing-masing wilayah desa,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Pulau Burung Rajali. SE, menyebut keberhasilan tersebut sebagai prestasi besar yang patut dibanggakan oleh seluruh masyarakat dan pemerintah kecamatan.

“Alhamdulillah, hari ini kami mengadakan rapat kesepakatan tapal batas antar desa dan antar kecamatan. Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan. Untuk Kabupaten Indragiri Hilir, kami menjadi satu-satunya kecamatan yang telah menyelesaikan kesepakatan tapal batas desa sekaligus membuat peta desa hingga peta poligon. Ini pencapaian yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Ia berharap keberhasilan Kecamatan Pulau Burung dapat menjadi contoh bagi kecamatan lain dalam menyelesaikan persoalan batas wilayah secara musyawarah dan penuh kesepakatan.

“Saya berharap apa yang telah kami lakukan dapat menjadi contoh bagi kecamatan lain. Terima kasih kepada Tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa Kabupaten Indragiri Hilir serta PPWI Inhil yang telah memberikan dukungan dan pendampingan hingga seluruh tahapan dapat diselesaikan dengan baik,” tambahnya.

Dengan rampungnya kesepakatan tapal batas desa dan tersusunnya peta wilayah yang jelas, Tim kabupaten akan menindaklanjuti kesepakatan ini ke Tim Pusat.

Kecamatan Pulau Burung kini memiliki landasan administrasi yang kuat untuk mendukung pembangunan, pelayanan masyarakat, serta meminimalisir potensi sengketa batas wilayah di masa mendatang. *




PT. Agrinas Palma Nusantara Mitra KSO PT. Citra Mutiara Bumi Riau Gelar Penyembelihan Hewan Qurban

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Dalam semangat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, PT. Agrinas Palma Nusantara Mitra KSO PT. Citra Mutiara Bumi Riau melaksanakan penyembelihan hewan qurban berupa dua ekor sapi di Perumahan Karyawan perusahaan, Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan tersebut melibatkan karyawan perusahaan bersama masyarakat sekitar. Selain sebagai bentuk ibadah, momentum kurban juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat hubungan sosial antara perusahaan dengan warga di sekitar wilayah operasional.

Direktur PT. Citra Mutiara Bumi Riau, M. Riki Eka Saputra, mengatakan bahwa kegiatan kurban ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus komitmen perusahaan untuk terus hadir dan berbagi bersama masyarakat.

“Momentum Iduladha mengajarkan kita tentang keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan. Melalui kegiatan kurban ini, kami berharap hubungan baik antara perusahaan, karyawan, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan harmonis,” ujar M. Riki Eka Saputra.

Ia juga menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan sosial dan kemasyarakatan di lingkungan sekitar perusahaan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Suasana gotong royong tampak terlihat sejak pagi hari, mulai dari proses penyembelihan hingga pembagian daging qurban kepada masyarakat dan para penerima manfaat.

Warga sekitar menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya.

Melalui kegiatan qurban ini, PT. Agrinas Palma Nusantara Mitra KSO PT. Citra Mutiara Bumi Riau menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada operasional perusahaan, tetapi juga aktif membangun hubungan sosial yang harmonis dengan masyarakat sekitar.




Wujud Kebersamaan, PT Agrinas Palma Nusantara KSO PT. Tiga Raja Mas Laksanakan Qurban 2 Ekor Sapi

INHIL – Dalam semangat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, PT. Agrinas Palma Nusantara KSO PT. Tiga Raja Mas melaksanakan kegiatan qurban dengan menyembelih 2 ekor sapi di wilayah Divisi II, Rabu (27/5/2026).

Kegiatan qurban tersebut berlangsung penuh kebersamaan dengan melibatkan karyawan perusahaan serta masyarakat sekitar. Proses penyembelihan hingga pembagian daging qurban dilakukan secara gotong royong dan tertib.

Terlihat dalam kegiatan tersebut para pekerja dan warga bersama-sama membantu proses pemotongan, pencacahan hingga pengemasan daging qurban untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Komisaris Utama PT. Tiga Raja Mas, H.M Ali, mengatakan bahwa kegiatan qurban ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat dan para pekerja di lingkungan perusahaan.

“Momentum Idul Adha ini bukan hanya tentang ibadah qurban, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat. Semoga apa yang diberikan menjadi berkah dan bermanfaat bagi semua,” ujar H.M Ali.

Ia juga berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.

Pembagian daging qurban dilakukan secara merata kepada warga sekitar dan para pekerja, sehingga manfaat qurban dapat dirasakan bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.




Benturan Kepentingan di Lahan Eks PT Agroraya Gematrans, Desa Lubuk Besar

Namun, langkah tersebut ditolak keras oleh Kepala Desa Lubuk Besar, Tri Aprianto, yang menilai pengelolaan itu tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Penolakan makin tajam ketika rencana pemetaan dan pemasangan patok oleh PT Agrinas bersama mitra KSO-nya, PT Berkah Langgeng Alam Purnama, harus dibatalkan setelah warga memblokir akses masuk, Senin (18/5/2026).

– Lahan ribuan hektar milik PT AG sejak awal hanya berstatus izin lokasi berdasarkan SK No:19/11/59-65.ZF.ZL/X.97 tanggal 4 Oktober 1997.

– Tidak pernah ditindaklanjuti dengan penerbitan Izin Usaha Perkebunan (IUP) maupun Hak Guna Usaha (HGU).

– Diduga, PT AG tidak pernah melakukan pembukaan lahan maupun penanaman. Akibatnya, lahan tersebut sejak lama digarap masyarakat sebagai kebun sawit.

Seiring waktu, lahan eks PT AG di beberapa desa dinyatakan masuk kawasan sitaan Satgas PKH. Pengelolaan kemudian diserahkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara berdasarkan:

1. Perpres RI Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan.
2. Surat Menteri BUMN Nomor S-677/MBU/DHK/12/2024 tentang penugasan pengawasan barang bukti/sitaan negara kepada PT Agrinas.
3. Berita Acara Penyerahan Kawasan Hutan Nomor BA-2 MBU/03/2025 dari Menteri BUMN kepada Dirut PT Agrinas.

Benturan Kepentingan

Pihak Agrinas menilai langkah mereka sesuai mandat pemerintah. Didi, Manager Regional Head 3 PT Agrinas Palma Nusantara, menyayangkan sikap Kepala Desa Lubuk Besar yang dianggap menghalangi program pemerintah. Ia menegaskan bahwa Agrinas hanya menertibkan penguasaan lahan berskala besar tanpa izin, bukan lahan milik masyarakat kecil.

“Saya tidak habis mengerti dengan sikap Kepala Desa Lubuk Besar yang tidak mendukung program pemerintah. Padahal sudah saya sampaikan dengan jelas bahwa Agrinas tidak mengusik lahan milik masyarakat, yang akan ditertibkan adalah pengusaha atau oligarki yang menguasai lahan luas tanpa izin dan tanpa memberikan plasma kepada masyarakat setempat,” ujarnya, Senin (18/5/2026) dikutip dari meynewsreport.com.

Namun, Kades Lubuk Besar Tri Aprianto menjelaskan bahwa Pemerintah Desa sangat menghormati hukum negara. Namun, ia mengatakan Satgas PKH melakukan penyitaan dan melimpahkan ke Agrinas itu suatu kekeliruan.

“Apa yang mau disita negara dari PT Agroraya? Wong mereka tidak punya HGU kok. Fisik kebun yang ada di lapangan hari ini adalah hasil keringat masyarakat yang menanam dari nol, bukan aset PT Agroraya. Jadi tidak ada hak sejengkal pun bagi PT Agrinas atau KSO-nya untuk menyita, mematok, apalagi berniat memanen kebun-kebun tersebut,” serunya,” tutur Tri, Selasa (19/5) dilansir dari Indragirione.com.

Seruan Transparansi

Ketua DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Inhil, Rosmely, menekankan pentingnya keterbukaan data kepemilikan lahan agar polemik tidak berkembang menjadi konflik horizontal.

“Kalau memang yang dibela adalah masyarakat kecil, maka buka saja data penguasaan lahannya secara transparan. Publik berhak tahu siapa pemilik sebenarnya,” tegasnya.

Rosmely mengingatkan, konflik agraria rawan dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan bisnis. Ia mendesak DPRD, BPN, aparat penegak hukum, hingga Inspektorat melakukan verifikasi terbuka terhadap seluruh dokumen penguasaan lahan. (Arbain)




Gelar Mimbar Bebas, PC PMII Inhil Suarakan Berbagai Tuntutan

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Indragiri Hilir menggelar Aksi Mimbar Bebas pada Minggu (18/5/2026), sebagai wujud kepedulian nyata terhadap berbagai persoalan sosial, pendidikan, infrastruktur, dan penegakan hukum yang kian mendesak untuk segera ditangani pemerintah daerah.

Aksi ini menjadi panggung moral mahasiswa untuk menyuarakan keresahan masyarakat yang selama ini dianggap luput dari perhatian serius. Mulai dari maraknya parkir liar, ketimpangan pendidikan, eksploitasi anak di bawah umur sebagai badut dan pengamen jalanan, jalan rusak di berbagai titik, hingga tempat hiburan malam yang diduga beroperasi tanpa mematuhi regulasi.

“Mahasiswa hadir sebagai penyambung lidah rakyat. Kami membawa tuntutan yang lahir dari realitas sosial masyarakat Indragiri Hilir,” tegas PC PMII dalam pernyataannya.

Poin-Poin Tuntutan PC PMII Indragiri Hilir:

1. Tertibkan Parkir Liar
– Evaluasi menyeluruh pengelolaan parkir oleh DPRD dan Pemda.
– Penindakan tegas terhadap juru parkir ilegal.
– Transparansi retribusi demi mencegah kebocoran PAD dan pungli.

2. Cabut Izin Tempat Hiburan Malam Bermasalah
– Audit total legalitas usaha hiburan malam.
– Penutupan permanen bagi yang melanggar perda dan merusak ketertiban sosial.
– DPRD diminta serius menjalankan fungsi pengawasan.

3. Selamatkan Anak dari Eksploitasi Jalanan
– Razia humanis terhadap eksploitasi anak sebagai badut dan pengamen.
– Solusi pendidikan dan perlindungan sosial bagi keluarga miskin.
– Jaminan hak pendidikan layak bagi setiap anak.

4. Prioritaskan Pendidikan dan Generasi Muda
– Akses pendidikan merata dan berkualitas.
– Program nyata untuk menekan angka putus sekolah.

5. DPRD Harus Berpihak pada Rakyat
– Tidak menutup mata terhadap persoalan sosial.
– Hadir sebagai representasi masyarakat, bukan sekadar penonton.

Ketua PC PMII Indragiri Hilir, Zulfikar, menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar kritik, melainkan panggilan perubahan.

“Hari ini kami berdiri membawa suara rakyat. Pemerintah jangan hanya hadir dalam seremoni, tetapi absen dalam menyelesaikan persoalan nyata. Parkir liar harus ditertibkan, pendidikan harus merata, anak-anak harus diselamatkan dari jalanan, jalan rusak harus diperbaiki, dan hiburan malam yang melanggar aturan harus ditindak tegas. PMII akan terus menjadi garda terdepan dalam mengawal keadilan sosial dan kepentingan rakyat,” ujarnya lantang.

Aksi Mimbar Bebas ini ditutup dengan pekikan semangat:
“PMII Bergerak, Rakyat Berdaulat!”
“Mimbar Bebas adalah Suara Perubahan!”

PC PMII Indragiri Hilir menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan daerah agar pemerintah benar-benar hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar penonton atas persoalan rakyat. (arb)




Dukung Keberlangsungan Ekonomi, Sambu Group Pastikan Penyerapan Hasil Panen Kelapa Terus Berlanjut

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Melimpahnya panen kelapa yang sedang berlangsung di Kabupaten Indragiri Hilir, Sambu Group menegaskan komitmennya untuk terus menyerap hasil panen petani sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan ekonomi masyarakat serta ekosistem kelapa nasional.

Lonjakan produksi kelapa saat ini menyebabkan peningkatan volume pengiriman ke pabrik, bahkan antrean kapal pengangkut kelapa dari berbagai wilayah datang secara bersamaan.

Menyikapi kondisi tersebut, Sambu Group melakukan pengaturan dan penjadwalan penerimaan bahan baku agar proses bongkar muat berjalan lebih tertib, aman, dan lancar.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh operasional tetap optimal sehingga penyerapan kelapa berlangsung berkelanjutan. Dengan demikian, pelayanan dapat berjalan lebih merata dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani kelapa.

Manajemen Sambu Group menyampaikan apresiasi atas pengertian dan kerja sama seluruh petani serta mitra usaha.

“Mari terus tumbuh bersama untuk ekosistem kelapa yang lebih kuat dan berkelanjutan,” demikian pernyataan resmi perusahaan melalui akun Facebook @SambuGrub, Minggu (17/5/2026). Arbain