SEKDA LEPAS JCH DARI KORPRI

arbindonesia.com, Tembilahan) – Kamis,(29/9/2011) bertempat di Aula Kantor Bupati Inhil dilaksanakan acara pelepasan Jamaah Calon Haji (JCH) tahun 2011 yang berasal dari anggoa KORPRI Kabupaten Indragiri Hilir. Acara pelepasan dilaksanakan oleh Bupati Inhil  yang diwakili  Sekdakab Inhil, H. Alimuddin RM.

Dalam kata sambutannya, Sekda berpesan kepada JCH yang berasal dari KORPRI, agar terus menjaga kesehatan hingga nantinya dapat menjalankan semua rangkaian ibadah haji  dengan sempurna.”Kesempatan untuk menunaikan Ibadah Haji adalah kesempatan yang patut sangat disyukuri jadi upayakanlah semampu mungkin untuk menunaikan semua rangkaian haji dengan sesempurna mungkin. Saya juga sangat berharap agar kita dapat selalu menjaga nama baik KORPRI, saling tolong menolong dan setibanya di tanah suci nantinya agar menyempatkan diri untuk memanjatkan do’a kepada Tuhan yang Maha Esa agar Kab. Inhil selalu dalam keadaan aman, damai dan sejahtera,” Ungkap Sekda memberi wejangan.

Tahun haji kali ini, JCH yang berasal dari KORPRI sejumlah 46 orang, 17 orang laki-laki dan 29 orang wanita. Dalam rangkaian acara pelepasan ini juga dilaksanakan acara penepukan tepung tawar kepada JCH, Tausyiah tentang Haji serta diakhiri dengan pemberian bingkisan. (wai/Humas Pemkab Inhil)




CAMAT SEBUT CUKUP KOOPERATIF DENGAN RENCANA AKSI DEMO.

Dirinya Mengaku Tidak Mengetahui Batalnya Aksi Ini Dikarenakan Ancaman Bunuh

arbindonesia.com (Tembilahan) – Camat Kateman, Yuliargo menyebutkan bahwa pihak Kecamatan sudah cukup kooperatif dalam menyikapi masalah rencana aksi demo yang akan dilakukan kelompok AM2PR. Dirinya dengan tegas membantah mengetahui alasan pemabatalan aksi unjuk rasa ini dikarenakan adanya ancaman akan dibunuh.

“Saya sama sekali tidak mengetahui kalau memang ada ancaman seperti itu. Pihak Kecamatan tidak pernah menghalang-halangi apalagi sampai berinisiatif melakukan intimidasi. Dalam pertemuan malam sebelum aksi demo, kita sudah bersedia untuk melakukan dialog, namun pada esok harinya, mahasiswa kembali berobah pikiran dan tetap bersikeras untuk melakukan aksi demo,” Jelas Camat ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, Kamis (29/9/2011).

“Dari informasi sumber kita, justru masyarakat setempat yang tidak menginginkan urusan kampung mereka dicampuri oleh pihak-pihak luar. Lagipula seperti penuturan saya sebelumnya, mahasiswa tersebut bukan penduduk setempat. Kalau disebutkan adanya perubahan sikap “byg” setelah dilakukan pertemuan dengan saya apalagi disertai dengan lontaran kalimat ancaman, saya bantah dugaan ini.” Papar Camat.

Sekedar untuk mengingatkan, sedianya, aksi demontrasi ini akan digelar pada rabu (27/9/2011) yang lalu, aksi ini lakukan karena adanya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di daerah Kateman dan sekitarnya dalam beberapa bulan belakangan. Kelompok AM2PR menduga ada permainan kelompok tertentu yang menyebabkan terjadinya hal ini. (fsl)




DEMONTRASI BATAL KARENA ANCAMAN AKAN DIBUNUH, MAHASISWA LAPOR KE POLISI

arbindonesia.com (Tembilahan) – Batalnya rencana unjuk rasa yang diprakarsai oleh sekelompok massa yang menamai diri Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Rakyat (AM2PR), rabu (27/9/2011) yang lalu terkait masalah kelangkaan BBM di Kecamatan Kateman tampaknya bakal berbuntut panjang. Mahasiswa mengakui, pembatalan ini dikarenakan adanya intimidasi dalam bentuk ancaman akan dibunuh. Guna mencari perlindungan hukum. Mahasiswa melaporkan pengancaman ini kepada pihak kepolisian.

“Benar kita terpaksa tidak melanjutkan aksi unjuk rasa karena diintimidasi dalam bentuk ancaman akan dibunuh. Ancaman ini disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat berinisal “Byg”. Untuk menghindari terjadinya sesuatu hal yang tidak diingini. Kami terpaksa mengambil tindakan mundur,’ ungkap Supriyadi, koordinator lapangan demonstran saat ditemui wartawan di depan Mapolres Inhil sesaat sebelum membuatkan laporan, Kamis (29/9/2011).

Tindakan ancaman oleh “Byg” ini juga sempat membuat heran kelompok mahasiswa karena pada malam sebelum direncanakan turun melakukan aksi, “Byg” orang yang paling antusias memberikan dukungan.

“Pertemuan selasa malam (26/9/2011) sekira pukul 20.00 Wib s/d pukul 23.00 Wib, Byg termasuk orang yang paling lantang memberikan dukungan dilaksanakannya aksi ini. Namun pagi harinya, kita malah diminta untuk tidak meneruskan aksi tanpa alasan yang jelas dan malah mengancam akan membunuh apabila kita tetap bersikeras.” Katanya.

Menurut keterangan sumber yang tidak bersedia menyebutkan namanya, perubahan kelantangan “Byg” ini setelah dirinya dihubungi oleh CAmat Kuindra, Yuliargo.

Saat berita ini dinaikan, sekelompok mahasiswa masih membuatkan Berita Acara Pemeriksaan di Mapolres Inhil. (fsl).




HIGH WAY TEMPULING MANDAH, KOYAK NURANI RAKYAT

(arbindonesia.com) – Apapun yang namanya program pembangunan, khususnya yang didanai melalui uang rakyat, tujuan akhirnya harus memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Namun tampaknya keharusan ini tidak berlaku di Kabupaten Indragiri Hilir. 1 dari 3 paket proyek “wah” multiyears, High Way Bandara Tempuling – Mandah senilai ratusan milyar rupiah justru pada awal pelaksanaannya saja sudah menimbulkan kesengsaraan rakyat.

Kisah memilukan ini diperoleh detikriau.wordpress.com secara langsung dari seorang sumber yang meminta untuk sementara namanya tidak dipublikasikan, Rabu (28/9/2011). Menurut penuturannya, sampai saat ini, khususnya dalam hal pembebasan lahan terkait pelaksanaan proyek high way tersebut, pengorbanan harta benda milik masyarakat sama sekali tidak ada kejelasan ganti ruginya. Ironisnya, bahkan istri seorang warga sempat jatuh pingsan saat dengan garangnya operator kendaraan baja meratakan satu-satunya kebun sandaran hidup mereka.

“saat ini banyak masyarakat menjerit bang. Tapi mereka tidak tau kemana harus mengadu. Setiap kali mereka mempertanyakan dan mencoba mencari kejelasan alasan dikorbankannya harta benda mereka, perangkat desa terkesan menghalang-halangi.”Jelas sumber sambil memperlihatkan beberapa nama-nama warga dan asset mereka yang dengan paksa dikorban untuk kelancaran pembangunan proyek yang ditenggarai diluncurkan hanya atas dasar kepentingan kelompok.

Dari data yang diperlihatkan dan dijelaskan oleh sumber, terlampir nama seorang wanita yang sudah berstatus janda, Nur Asiyah. Menurutnya, tempat bernaung satu-satunya warga parit 1 desa Sialang panjang ini terpaksa harus dibongkar karena terkena ruas jalan. Kini, dengan bantuan putranya, dirinya telah kembali membangun pondok walaupun hanya seadanya untuk sekedar tempat melepas lelah dihari tuanya.

Data berikutnya terlampir  atas nama Yahya, warga parit 2 desa sialang panjang. Setelah tiga baris kebun sandaran hidupnya rata dengan tanah, kini rumah tinggalnyapun katanya terkena jalur jalan tersebut. Namun, karena rumah ini satu-satunya harta benda yang masih dimilikinya, Yahya bersikeras untuk mempertahankan. Yang lebih memilukan, saat eksekusi 3 baris lahan kebunan kelapa milik mereka, sang istri sempat jatuh pingsan karena tak kuasa menahan air mata.

“Saya sangat berharap agar pihak-pihak terkait untuk turun langsung kelapangan melihat apa yang kini terjadinya kepada masyarakat. Jangan hanya turun kepada aparatur desa tapi langsung pertanyakan kepada masyarakat,” Ungkap sumber.

Terkait permasalahan ini, Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edy Gunawan yang dikomfirmasi melalui sambungan telepun selularnya menunjukkan nada suara kecewa. Menurutnya, persoalan sospol seperti ini sudah semestinya sebelum pelaksanaan, seluruhnya sudah terselesaikan dengan jelas.

“Kita merasa sangat kecewa kalau memang kondisinya benar seperti ini. Seharusnya aparatur desa yang proaktif utuk memberikan laporan karena walaupun sudah beberapa kali mendengar perihal ini, sampai saat sekarang kita belum menerima laporan secara resmi. Kalu nanti ada, kita akan segera panggil pihak-pihak terkait untuk mempertanyakan hal ini” Ungkap Asun panggilan akrab politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini memberikan komfirmasi.

Menurut Asun, sudah menjadi keharusan, kalau memang terpaksa mengorbakan asset milik masyarakat tentu ada nilai penggantinya karena pembayarannya juga akan dianggarkan melalui pemerintah daerah. (fsl)




INHIL TERBANGKAN JCH DALAM DUA KLOTER

arbindonesia.com (Tembilahan) – Musim haji 2011, Kabupaten Inhil akan berangkatkan sebanyak 822 Jamaah Calon Haji (JCH). Keberangkatan akan dibagi dalam 2 kloter. yakni, kloter 7 dan 11.

“Kloter 7 akan kita berangkatkan dalam dua kali pemberangkatan. Pemberangkatan pertama pada tanggal 6 oktober mendatang, dengan JCH sebanyak 90 orang menuju embarkasi Batam menggunakan pesawat Sky Aviation. Kemudian sisanya yaitu sebanyak 355 JCH akan diberangkatkan pada tanggal 7 oktobernya. Selanjutnya, kloter 11 dengan 377 JCH akan kita berangkatkan menuju embarkasi Batam pada tanggal 11 oktober. Kloter 11 ini merupakan kloter gabungan dengan Kabupaten Kampar. ” Jelas Kemendag Inhil, Drs H.Azhari Syukur.MA menjawab komfirmasi wartawan, Rabu (28/9/2011).

Menurut penjelasan Azhari, sebagai tenaga pendamping, Kemendag Inhil juga akan mengikut sertakan 2 orang yang nantinya akan bertugas sebagai pembimbing ibadah dan sekaligus pengurus kloter/jamaah.

Secara rinci, Azhari menguraikan, untuk kloter 7 yang akan diberangkatkan pada tanggal 6 oktober, acara pelepasan akan dilaksanakan pada tanggal 5 oktober bertempat di Masjid Al-Huda Tembilahan. Demikian pula untuk CJH lainnya termasuk kloter 11, acara pelepasan akan dilakukan 1 hari sebelum keberangkatan juga pada tempat yang sama (al-Huda. Red).

“Untuk tahun haji ini, JCH terbanyak dari seluruh kecamatan di kab. Inhil adalah JCH asal Tembilahan yakni sebanyak 153 JCH dengan wanita sebanyak 90 JCH dan pria 63 JCH. Kemudian yang paling sedikit yakni yang berasal dari Kecamatan Teluk Belengkong dengan 3 JCH yakni, Pria 2 JCH dan Wanita 1 JCH”Papar Azhari.

Dalam kesempatan ini, Azhari juga menyampaikan bahwa untuk kloter 7, JCH termuda berasal dari Kecamatan Tembilahan Hulu, yakni Amirulah Hakim Bin Saini (19) yang tergabung dalam rombongan 3 regu 12 dan JCH tertua berasal dari Kecamatan Tembilahan yakni, Jamilah Binti A. Kahar (90) yang tergabung dalam rombongan 3 regu 11.

Sedangkan, untuk kloter 11, JCH termuda berasal dari Kecamatan Gaung, yakni, Syahruzi Bin M. Yusuf (21) yang tergabung dalam rombongan 8 regu 30 dan JCH tertua adalah Masri Bin Achmad.H juga berasal dari Kecamatan Gaung yang tergabung dalam rombongan 8 dan regu 29.

Masih menurut penuturan Azhari, dari tingkat pendidikan, tercatat JCH berpendidikan S2 tercatat sebanyak 3 orang, S1 sebanyak 31 orang, D3 sebanyak 18 orang kemudian disusul JCH berpendidikan SMA/MA sebanyak 69 orang, SMP sebanyak 52 dan yang paling terbanyak adalah JCH berpendidikan SD/MI yakni sebanyak 648 orang.

“Awalnya, seluruh JCH kita berjumlah 823 orang namun 1 orang batal berangkat dikarenakan sakit. Untuk penyerahan Koper kita laksankan mulai pada tanggal 1 oktober mendatang. Namun hari ini, JCH asal Kecamatan reteh dan Sungai batang koper mereka sudah kita terima,”. Pungkas Kemedang. (fsl)




DINSOS INHIL BERIKAN BANTUAN PADA ABD YASIR

Sempat Heboh Bantuan Diselewengkan Kadus

arbindonesia.com, (Tembilahan) – Untuk menunjukkan rasa keperdulian pada Nasib Abd Yasir, Akhir Pekan lalu, Dinsos Inhil menyalurkan bantuan. Meskipun tidak terbilang seberapa, diharapkan bantuan ini dapat sedikit membantu.

“Benar. Akhir pekan lalu kita sudah memberikan bantuan kepada Abd. Yasir dan penyerahan diberikan melalui Kepala Dusunnya. Saat ini sebenarnya kita memang tidak memiliki lagi anggaran untuk kegiatan seperti itu, namun dengan berbagai usaha, Alhamdulillah kita bisa menyerahkan bantuan ini. Mudah-mudahan ini dapat sedikit meringankan Mbah Yasir untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, “Jelas Kadinsos Inhil, menyambung komfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, Senin (26/9/2011)

Dari informasi lapangan yang diperoleh detikriau.wordpress.com, barang bantuan yang diterima Mbah Yasir hanya berupa Uang Rp. 50 Ribu, Selimut 1 Helai, Baju 1 Helai, panci 1 buah dan roti kering 2 bungkus. Berdasarkan informasi seorang sumber, barang bantuan tersebut tidak seluruhnya diserahkan pada Abd Yasir. sebahagian ditahan di rumah Kadus.

Ketika informasi ini coba dipertanyakan, Rasyid cukup terkejut. Ia menyarankan untuk kepastian jumlah barangnya, sebaiknya mempertanyakan secara langsung pada staffnya, Suhaimi, karena ia yang langsung menyerahkan bantuan tersebut. “Coba temui ya karena pasti ada bukti serahterima barangnya,”Jawab Rasyid yang mengaku saat itu sedang berada di luar kota.

Kadus sialang, Karsum ketika dikomfirmasi terkait adanya isu miring ini, tidak membantah. Menurutnya, demi kemanan sebahagian barang bantuan tersebut masih ia simpan.

“Ini juga atas saran orang Dinsos pak. Semua hanya demi keamanan dengan pertimbangan kondisi fisik mbah yasir. Kalau kita serahkan semua, kita takut ia tidak bisa menjaganya apalagi memang anak-anak sering keluar masuk ke tempat kediaman mbah Yasir tersebut,” Terang Karsum memberikan komfirmasi. (fsl)