Dukung Porda, Kadis PU Himbau Warga Tembilahan Jaga Kebersihan

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Kebersihan kota Tembilahan, tentunya harus makin ditingkatkan saat Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke VII yang berlangsung pada 15-23 Oktober. Hal itu tidak terlepas untuk memberikan kesan positif terhadap tamu-tamu dari luar Inhil yang hadir dan mengikuti kegiatan Porda yang berlangsung hampir sepekan mendatang.

Untuk menjaga kebersihan kota Tembilahan tersebut, peran serta masyarakat tentunya yang paling utama. Sebab betapapun keras kerjanya Dinas PU, Kebersihan dan Pertamanan, tentu tidak akan membuahkan hasil maksimal, kalau memang masyarakat kota Tembilahan tidak mendukung upaya tersebut.

“Kebersihan kota Tembilahan, sangat bergantung dengan perilaku masyarakatnya. Betapun upaya keras kita dalam menjaga kebersihan, kalau masyarakat kurang mendukung, tentu tidak membuahkan hasil maksimal,”kata Kadis PU, , Selasa, (4/10).

Untuk itu menurut Nasir, ia mengajak masyarakat terutama di warga yang bermukim dilokasi pasar untuk selalu menjaga kebersihan dengan membuang sampah, apalagi sampah rumah tangga, di tempat sampah yang sudah disediakan. Kemaslah dengan rapi sampah yang ada, baru nanti dibuang, agar tidak berserakan di tempat sampah. Sebab, kalau berserakan, tentu menyulitkan para pekerja dalam membersihkannya.

Masih menurut Nasir lagi, selama ini warga sudah cukup mengerti akan hal ini. Yang masih agak sulit, adalah warga yang tinggal didekat lokasi pasar. Makanya sekali lagi, ia mengajak segenap lapisan masyarakat untuk memperhatikan persoalan ini. Upaya ini tidak lain dalam rangka, memberikan kesan positif kepada tamu yang hadir.

Ketika disinggung, apakah pihak PU tidak akan menambah jadwal pengambilan sampah dalam rangka peningkatan kebersihan, kata Nasir, “Tidak perlu. Sejauh ini apa yang dilakukan pihaknya sudah maksimal, tinggal lagi kesadaran dan pengertian msyarakat untuk menjaga kebersihan,” imbuhnya. (Nejad)




DIRUT PLN TINJAU LOKASI PLTU PARIT 21 TEMBILAHAN

 Minta Agar Pembangunan Segera di Gesa

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dilokasi Parit 21 Tembilahan tampaknya bakal berjalan mulus. Setelah melakukan tinjauan secara langsung, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Dahlan Iskan memberikan penilaian positif.

“Lokasi yang direncanakan ini menurut penilaian saya sangat layak untuk didirikan sebuah PLTU. Disamping lokasinya yang berdekatan dengan aliran sungai untuk mempermudah tranportasi batubara dan berbagai keperluan lainnya, guna menggerakkan turbin boiler pada operasionalnya, juga sangat membutuhkan banyak air.” Ungkap Dirut PT PLN, Dahlan Iskan didampingi Sekdakab Inhil, H. Alimuddin RM serta beberapa pejabat teras Kabupaten Inhil lainnya kepada wartawan dilokasi rencana pembangunan PLTU berkapasitas 2×7 MW tersebut.

Hanya saja, menurut Dahlan Iskan, karena kondisi lahannya dataran rendah dan tekstur lahan gambut, diperlukan pengerjaan ekstra dengan melakukan peninggian lahan sekitar 6 meter dengan kegiatan penimbunan.

“Lokasi ini harus dilakukan pengurukan (penimbunan. Red) untuk melakukan antisipasi terendam banjir. Tentunya kita tidak ingin setelah 25 tahun kedepan pabaila hal tersebut tidak dialakukan lokasi PLTU ini akan tenggelam,” Tegasnya.

Dari luasan areal 9 Hektar ini, untuk tahap awal hanya dilakukan penimbunan pada areal seluas 2 Hektar. “Kita meminta kontraktor untuk segera menggesa pembangunan PLTU ini sehingga nantinya dapat segera dioperasionalkan dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Inhil tentunya ditambah dengan pasokan listrik dari Lirik, Kabupaten Inhu,” Harapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, Alimuddin RM berharap banyak dengan kedatangan langsung Dirut PLN ini akan membawa pengaruh untuk menggesa pembangunan PLTU tersebut.

“Kita harapkan pihak kontraktor dapat menyelesaikan proyek PLTU ini sesuai waktunya, sehingga dapat segera menambah ketersediaan pasokan listrik untuk Inhil,” Sebut Alimuddin. (drc)




AKTIFIS INHIL: PELAKSANAAN HIGHWAY HARUS DITINJAU ULANG

Tuding Perencanaan Asal jadi

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Pernyataan tegas Kadis PU Inhil, M.Nasir tentang memang  tidak dianggarkannya  dana pengganti untuk asset masyarakat yang terkena pembangunan ruas jalan HighWay Bandara Tempuling – Mandah menuai kecaman aktifis peduli masyarakat. Bahkan, kalimat meminta pengertian masyarakat untuk merelakan harta bendanya dituding sebagai ucapan asal ngomong.

“Kalau memang seperti ini nyatanya, dengan tegas kita menilai perencanaan proyek ratusan milyar ini asal jadi. Bagaimana Perda mengenai proyek ini bisa seenaknya disahkan sebelum diketahui secara pasti beres tidaknya permasalahan sospol dilapangan?. Ini kembali menjadi bukti nyata kalau oknum anggota Dewan kita masih banyak yang tidak berpihak kepada masyarakat” Ungkap Yon dengan suara lantang.

Bahkan menurut Yon lagi, pernyataan Nasir yang menghimbau agar masyarakat merelakan harta benda mereka demi kelancaran proyek, dinilai tidak lebih dari kalimat asal ngomong. Dirinya mempertanyakan bagaimana kalau asset itu merupakan harta benda satu-satunya yang dimiliki masyarakat?

“Kalau memang Negara ini akan bangkrut seandainya proyek ini tidak terlaksana, saya pikir memang sudah menjadi keharusan kalau masyarakat walau tergolong dari kaum miskin sekalipun untuk merelakan harta bendanya. Tapi proyek ini menurut Yon hanya proyek “sok-sok-an” dan diluncurkan dengan tidak mempertimbangkan kemampuan daerah. Jadi jangan menambah penderitaan masyarakat untuk merelakan harta benda mereka.”

Yon meminta agar siapapun yang memiliki pikiran seperti ini untuk membalikkan kalau apa yang dialami masyarakat  yang katanya hanya segelintir itu adalah diri pribadi, orang tua atau keluarga sendiri dan harta benda yang akan direlakan itu adalah asset satu-satunya yang diperoleh dari hasil kerja seumur hidup.

“apa tidak kita bilang ini proyek tidak berprikemanusiaan. Untuk apa itu anggarkan uang rakyat ratusan milyar kalau masih juga menuntut pengertian dan kerelaan masyarakat?. Saya sangat berharap agar pembangunan ini untuk sementara dihentikan dulu dan ditinjau kembali untuk menghindari semakin banyaknya penderitaan masyarakat.” Pinta Yon dengan tegas.

Menurut Yon, hari ini, Selasa (4/10/2011), dirinya bersama kawan-kawan dari Masyarakat Peduli Tembilahan (MPT) telah memasukkan surat secara resmi kepada Ketua DPRD Inhil c/q  Komisi I dan III, untuk mengadukan permasalahan ini. Sebagai lampiran, mereka telah menyertakan daftar nama 20 orang warga Desa Sialang Panjang Kecamatan Tembilahan Hulu yang berkeberatan harta benda mereka dikorbankan.

“Jadi saya kembali ingin bertanya, sejauhmana sosialisasi telah dilakukan sebelum pengesahan Perda proyek “wah” ini kalau nyatanya masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui hal itu. Hari ini juga, saya kembali menerima pengaduan dari beberapa warga Desa-desa lain yang asset mereka juga terkena proyek ini. Nanti kita buktikan yang kata Kadis PU itu “jumlah masyarakat yang berkeberatan hanya segelintir.” Pungkas Yon.(fsl)




HIGHWAY TEMPULING MANDAH MEMANG TIDAK ADA DANA PENGGANTI.

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Kadis PU Kabupaten Indragiri Hilir Ir HM Nasir, mengungkapkan bahwa didalam pembahasan proyek jalan highway Tempuling –  Mandah antara eksekutif dan legislatif memang tidak menganggarkan dana ganti rugi lahan perkebunan yang terkena pembangunan ruas jalan tersebut. Makanya pihaknya, jauh-jauh hari sudah meminta kepada pihak-pihak terkait seperti Kepala Desa dan Camat, untuk mensosialisasikan ini kemasyarakat dan meminta kerelaan masyarakat atas lahan mereka yang terkena.

Ungkapan itu disampaikanya, kepada wartawan ketika disinggung terkait adanya tuntutanan masyarakat yang meminta ganti rugi lahan perkebunan mereka yang terkena proyek tersebut, bahkan sudah ada warga yang melaporkan ke DPRD Inhil terkait persoalan ini.

“Saya tegaskan memang tidak ada dianggarkan untuk ganti rugi atas lahan perkebunan warga yang terkena. Jauh-jauh hari persoalan ini sudah kita sampaikan  untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diiinginkan dibelakang hari,” kata Nasir, Selasa, (4/10/2011).

Masih menurut yang bersangkutan, pada saat disampaikan, warga sudah setuju. Bahkan banyak dari mereka yang merelakan tanah mereka dilewati ruas jalan dalam rangka mendukung proyek tersebut. “Pernyataan persetujuan tersebut sudah mereka tandatangani dan dipegang oleh pihak desa. Selain itu kita memang sudah meminimalisir lahan warga yang mungkin mereka tidak setuju,” ujarnya.

Terkait dengan adanya pengaduan warga ke DPRD Inhil menyangkut persoalan ini, Kadis PU meminta dewan untuk memberikan penjelasan seseuai dengan fakta yang ada. Sebab dalam pembahasan yang lalu, persoalan ini sudah diketahui oleh pihak dewan, dan tidak diputuskan oleh eksekutif sendiri.

“Ketika proyek ini sudah diperdakan, tentunya menjadi tanggungjawab kita bersama. Makanya kita meminta kepada Dewan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait adanya tuntututan segelintir warga atas lahan mereka yang terkena jalan highway tersebut,” katanya.(suf)




Puluhan Baleho Kedaluarsa Ditertiban Sat Pol PP

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Puluhan baleho yang sudah dianggap kedaluarsa dan masih terpasang di sepanjang Kota Tembilahan, ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (4/10/2011)

Kepada wartawan Kakansatpol Pamong Praja Kab Inhil, Martha Haryadi melalui Kasi Penindakan, Hadi Rahman menjelaskan tujuan dilakukan penertiban untuk menindaklanjuti Perda No 17 tahun 2010 tentang pajak dan reklame serta menyambut pelaksanan PORDA VII yang akan digelar Kabupaten Inhil.

“Tujuan dilakukan penertiban,  selain untuk menindak lanjuti Perda no.17 tahun 2010, juga untuk menertibkan seluruh baleho yang terpasang selain bernuansa PORDA VII yang sebentar lagi akan digelar di Kabupaten Inhil” tegas Hadi Rahman

Untuk penertiban baleho, diperkirakan baru akan selesai selama 3 hari mengingat sampai saat ini masih banyak baleho kedaluarsa, serta sejumlah baleho yang tidak membayar pajak namun  masih terpasang.

“Meskipun kita sudah mengerahkan sedikitnya 40 personil Sat Pol PP untuk melakukan penertiban namun kita masih butuh waktu sekitar 3 hari mengingat banyaknya baleho yang terpasang” Sebut Hardi Rahman

Lebih dari itu menurutnya, sesuai dengan intruksi dari atasan, dalam rangka untuk menyambut pelaksanaan PORDA VII di Inhil, makanya kita berusaha untuk baleho yang terpasang hanya yang bernuansa PORDA sebagai bentuk turut menyambut dan demi suksesnya event kegiatan Olah Raga se Riau tersebut.

Bahkan pada  penertiban hari pertama yang sudah dilaksanakan oleh petugas, sedikitnya terdapat  puluhan baleho yang sudah diturunkan dan kini sudah diamankan di Kantor Sat Pol PP.

“Yang jelas sudah ada puluhan baleho yang kita turunkan, selain sudah kedaluarsa juga ada sebagian baleho yang tidak memenuhi kwajibannya untuk membayar pajak reklame” sebut Hadi Rahman. (Nejad)




Pengurus Mabigus dan Pembina Gudep 15.003 – 15.004 Dilantik

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Pengurus Majelis Pembina Gugus (Mabigus) dan Pembina Gugus Depan (Gudep)15.003-15.004  Gerakan Pramuka Sekolah Tinggi Agama Islam Auliaurrasyidin, Selasa (4/10/11) dilantik. Pelantikan Pengurus dilakukan di Kampus STAI Auliaurrasyidin, Parit 6, Tembilahan Hulu.

Dalam acara pelantikan ini, selain dihadiri para pengurus yang akan dilantik, juga dihadiri unsur Kwartir Cabang (Kwarcab), Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) tembilahan Hulu dan civitas akademika STAI Auliaurrasyidin.

Wakil Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Inhil, Drs H Tantawi Jauhari dalam sambutannya menyatakan bahwa telah lima tahun revitalisasi Gerakan Pramuka dicanangkan. “ Dipertegas dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Pramuka, maka kedudukan dan peranan Gerakan Pramuka makin bertambah kokoh,” sebutnya.

Sebagai  upaya terlaksananya berbagai kegiatan yang dimiliki Gerakan Pramuka, lanjut Tantawi, tentunya diperlukan dukungan yang kuat dari berbagai pihak.  “Inti pokok dari revitalisasi Gerakan Pramuka ialah mengaktifkan kembali keberadaan Gugus Depan (Gudep). Karenanya dukungan dari orang tua, masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan guna mewujudkan Indragiri hilir sebagai Kabupaten Pramuka,” tegasnya.

Adapun mereka yang dilantik tersebut diantaranya ialah Drs Nasiban, M.Pd.I (Ketua Mabigus 15.003-15.004), Drs HM Ilyas, MA (Sekretaris Mabigus 15.003-15.004), Ir H Syahruddin, MM (Pembina Gudep), Hidayat Hamid, S.Pd.I (Pembina Satuan Putra dan Hasnawati, S.Pd.I (Pembina Satuan Putri).

Menurut Drs Nasiban, M.Pd.I, keberadaan Gerakan Pramuka sangat mendapatkan dukungan dari segenap civitas akademika STAI Auliaurrasyidin.

“Kita sangat mendukung keberadaan Gerakan Pramuka di STAI Auliaurrasyidin, karena keberadaannya sangat membantu membina mental dan fisik mahasiswa kearah yang lebih baik,” imbuhnya.

Dia menambahkan, berbagai kegiatan dan ajaran dalam Gerakan Pramuka sangat membantu anggotanya saat terjun langsung ke tengah masyarakat. Ia bertekad mengembalikan kejayaan Gerakan Pramuka di STAI Auliaurasyidin. (Nejad)