DINAS PU MINTA SURAT KESEPAKATAN SEGERA DIBUATKAN

TEMBILAHAN (VOKAL) – Surat kesepakatan antar warga Dusun Sungai Simpun dan warga Dusun Kampung Baru Desa Sungai Empat Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) mengenai penetapan lokasi pembangunan jembatan diharapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, M. Nasir untuk segera diselesaikan. Menurutnya, Kalau memang surat kesepakatan ini telah dibuatkan, pekerjaan akan segera dilanjutkan.

Menurut Nasir lagi, surat kesepakatan itu tidak perlu menunggu Dinas PU yang harus membuatkan, Buat saja sendiri karena formatnyapun seperti biasa saja yang penting harus dinyatakan oleh kedua belah pihak yang berbeda pendapat dan untuk memperkuat diketahui oleh unsur muspika setempat.”Apalagi menurut pengakuan Kadesnya, Pak Camat, Kapolsek dan Danramil sudah bersedia. Jadi harus tunggu apa lagi?. Kalau sudah selesai kita akan segera lanjutkan pengerjaan karena memang sejak kemaren perbedaan pendapat antar warga inilah yang membuat pekerjaan terpaksa tertunda.“Jelas Nasir.

Seperti pembertiaan sebelumnya, menurut Kades Sungai Empat, Suyono saat ini perbedaan pendapat antara warga desanya sudah tidak ada masalah. Bahkan beberapa waktu yang lalu menurut kades, petugas dari Dinas PU, Ir. Rinaldi sudah kembali melakukan pengukuran pada lokasi yang sudah disepakati dan saat itu, Rinaldi berjanji untuk membuatkan surat pernyataan kesepakatan warga agar tidak terjadinya permasalahan kedepannya. Namun setelah ditunggu sekian lama ternyata surat kesepakatan itu belum juga dibuatkan. (fsl)




Kejaksaan Sedang Dalami Kasus Pengadaan Alkes Tahun 2010

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Polemik Alat pengadaan KesehatanRapat (Alkes) pada tahun anggaran 2010 yang lalu dengan total anggaran 1.8 milyar, dan hingga sekarang belum didistribusikan, tentunya menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Ada apa dengan proyek tersebut, makanya hingga sekarang belum juga rampung. Padahal keberadaan alat tersebut sangat penting untuk RSUD yang ada di Kabupaten Inhil, dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.

 

Berkaitan dengan adanya kejanggalan dengan proyek tersebut, pihak Kejaksaan Negeri Tembilahan mengakui bahwa kasus tersebut sedang dalam pendalaman. Kejaksaan setakat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti dalam rangka memproses kasus ini lebih jauh.

 

“Kita sedang mendalami kasus Alkes tahun anggaran 2010 lalu dengan total anggaran 1.8 milyar. Setakat ini, pihak Kejaksaan dalam pengumpulan data,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan Ferziansyah S, SH.MH, melalui Kasi Intel Muspidauan SH.MH, ketika dikonfirmasi melalui HP, Selasa, (8/11)

 

Sebelumnya sudah dilakukan rapat dengar pendapat (Hearing) Komisi IV DPRD Inhil dengan Dinas Kesehatan serta Manajemen RSUD Puri Husada Tembilahan, RS Guntung dan RS Pulau Kijang membahas tentang Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Rumah Sakit pada Tahun Anggaran 2010 senilai 1,8 Milyar yang sampai saat ini belum juga disalurkan oleh Dinas Kesehatan Inhil. Komisi IV dengan Dinas Kesehatan serta  di ruang rapat Komisi IV DPRD Inhil.

 

Intinya dewan mempertanyaan mengenai Alkes ini yang hingga sekarang belum disalurkan. Ungkapan itu dilontar dari salah seorang Anggota DPRD asal pemilihan Guntung Kecamatan Kateman, Surya Lesmana. Menurutnya, dengan belum juga tersalurkannya Alkes ini, dirinya merasa menjadi sangat terbebani.

“ Saya tidak tahan kalau nanti harus dipanggil pihak Jaksa, dipanggil Tipikor dan saya paling tidak tahan kalau harus turun ke Guntung karena terus dipertanyakan mengenai mana alkes yang sudah dijanjikan. kalau bapak katakan tidak masalah kalau alkes tersebut tidak juga dikirim, kita lihat saja nanti,” ungkap Surya dengan mata berkaca-kaca menahan luapan emosi.

Keterlambatan penyaluran pengadaan Alat Kesehatan tahun anggaran 2010 ini diduga pihak Dewan karena alat kesehatan tersebut kini keberadaannya sudah tidak jelas.

“ Yang menjadi kekhawatiran, Alat Kesehatan itu sekarang ada atau tidak? Atau memang ada tapi sudah disalurkan di tempat yang tidak sesuai dengan peruntukan. Atau alat ini kini memang ada tapi jumlahnya sudah tidak lagi mencukupi. ” Sindir Surya.

Sementara itu beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan berdalih bahwa Alkes tersebut peruntukan bukan untuk RSUD Guntung, melainkan untuk RSUD di Inhil yang membutuhkan. Sedangkan kenapa hingga sekarang belum disalurkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Diantaranya, terbatasnya daya listrik yang ada, dan terbatasnya tenaga ahli yang bisa mengoperasikan Alkes seperti rontgen.

“Pengadaan Alkes tidak menyebutkan secara tegas untuk RSUD Guntung, melainkan untuk RSUD di Inhil yang membutuhkan. Sedangkan penyalurannnya yang belum bisa dilakukan hingga sekarang, karena ada beberapa kendala yang dihadapi dilapangan,” kata Rasul Alim beberapa waktu lalu. (Nejad)




GAJI HONORER RSUD TELAT DIBAYAR. KATANYA UNTUK TAMBAHAN BIAYA KEGIATAN PORDA.

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Tenaga kesehatan honorer Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan mengeluh. Pasalnya, hingga hari ini gaji honor mereka belum juga dibayarkan. Kondisi ini menyebabkan dirinya merasa kewalahan untuk memenuhi berbagai keperluan hidup.

“Aduh bang, hari ini sudah tanggal 7 tapi gaji honor kita belum juga dibayarkan. Sudah jumlahnya nggak seberapa, eh malah dibayarnya telat lagi. Saya bingung gimana mau penuhi berbagai kebutuhan untuk hidup,” Ungkap seorang tenaga kesehatan honorer yang enggan namanya dikorankan ketika menyampikan kegundahannya kepada Vokal, Senin (7/11/2011)

Bahkan dirinya mengaku untuk mencukupi kebutuhan yang sangat mendasar, sebagai tenaga dengan gaji honorer dirinya harus pandai-pandai untuk mencari tambahan.”Kalau tak ada pemasukan lain, kita paksa cari utanngan bang. Biasanya setiap bulan tanggal 28 akhir bulan honor kita sudah dibayarkan sekarang kok sudah telat lebih satu minggu honor masih belum juga kita terima.”

Masih menurut pengakuannya, dirinya sudah menanyakan mengenai hal ini kepada atasan tempatnya bekerja. Menurut pengakuan atasan tersebut, berkas pencairan ke bagian keuangan pemkab Inhil sudah sejak kemaren di tanda-tangani Direktur RSUD, DR. Irianto. Tapi dirinya beralasan bahwa dari keterangan bagian keuangan Pemkab Inhil, dana lagi kosong karena terpakai untuk kegiatan PORDA VII Riau yang lalu.

“Entah dia bohong atau tidak, saya juga tidak tau. Tapi itulah jawaban yang saya terima” Katanya dengan suara lesu.

Terkait persoalan ini, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, Dr. Irianto tidak membantah keterlambatan ini. Namun menurutnya, hal ini mungkin karena kesibukan dibagian keuangan Pemkab Inhil.

“Benar, kita akui memang ada keterlambatan untuk pembayaran gaji tenaga honorer. Berkas pencairannya sudah sejak kemaren  saya tandatangani tapi mungkin karena memang lagi ramai menjadi penyebab pencairan tertunda,”Jawab Irianto  melalui sambungan telepon selularnya, Senin (7/11/2011)

Ketika kembali dipertanyakan Vokal, sesuai berita yang diperoleh, apakah benar memang ada ucapan dari bagian keuangan Pemkab Inhil bahwa kas daerah sedang kosong karena terpakai untuk membiayai kegiatan PORDA VII Riau yang lalu, Irianto dengan tegas membantah. Bahkan dirinya mengaku belum pernah mendengar penjelasan dari bagian keuangan seperti itu. “Memang dikeuangan beberapa hari ini lagi ramai, mungkin ini yang menjadi penyebab keterlambatan. Saya sekarang sedang di Keuangan Pemkab. Mudah-mudahan ini hari selesai dan segera kita bayarkan,” Pungkas Putra Daerah Inhil yang terkenal pendiam ini. (fsl)




BERKAH IDUL ADHA BAGI KAUM DUAFA

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan hampir diseluruh Mushola dan Masjid yang ada di Kota Tembilahan membuat masyarakat gembira. Terutama masyarakat dari golongan ekonomi menengah kebawah. Menurut pengakuan mereka. Banjirnya daging kurban ini tentu akan memberikan arti tersendiri karena tidak setiap hari mereka bisa mengkonsumsi daging.

“Alhamdulillah pak. Semalam saya juga mendapat bagian dari daging hewan korban dan hari inipun saya masih diberikan limpahan rezky dari Tuhan dengan mendapat pemberian satu kupon lagi,” Kata Masnur yang sempat ditemui  saat mengambil pemberian daging qurban di jalan batang tuaka Tembilahan, Senin (7/11/2011)

Menurut pengakuan lelaki paruh baya ini, dengan hasil yang diperolehnya sebagai penyedia jasa sebagai pendayung becak, sekedar untuk memenuhi kebutuhan beras bagi keluarga saja dirinya terpaksa harus bekerja seharian penuh.”jangankan membeli daging sendiri pak, mimpi saja saya tidak berani karena memang penghasilan saya sebagai pengemudi becak pasti tidak akan memungkinkan. Alhamdulillah, tentunya pemberian daging qurban ini akan menjadi buah tangan yang sangat berharga bagi anak-anak saya” Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ditempat berbeda, Wardah, seorang Ibu rumah tangga bertubuh kurus dengan langkah kaki lunglai turut mengakui berkah Idul Adha. Dirinya mengaku sejak beberapa hari kemaren anak-anaknya sudah menunggu-nunggu tibanya hari raya kurban ini.” Lawas dah anak-anakku kapingin mamakan daging pak ai.  Tapi mana aku kawa mamanuhi, gawian abahnya hanya maambil upah bahuma. Kawa nukar pilor tiap harigen sudah hibat. (sudah lama anak-anak saya pingin makan daging pak. Tapi mana saya mampu memenuhi, kerjaan bapaknya saja hanya mengambil upah bertani. Mampu membeli beras setiap hari saja sudah hebat. Red). ” Ujarnya dengan dialek banjar yang sangat kental.

Dirinya mengaku, kedatangan hari raya kurban ini memberikan berkah yang sangat luar biasa bagi dirinya dan seluruh keluarga.”Satiap hari raya kurban ini pang kami kawa marasakan makan daging pak ai. Alhamdulillah sampai wayahini masih banyak urang mampu di tembilahan yang ringan hati bakurban dan urang susah kaya kami jadi umpat marasai nyamannya daging. ( setiap hari raya qurban seperti inilah kami bisa makan daging pak. Alhamdulillah sampai hari ini masih banyak orang mampu di kota tembilahan yang ringan hati untuk berkorban. Jadi orang susah seperti kami bisa ikut merasakan enaknya daging. Red),” Tawanya renyai dengan gigi yang terlihat sudah banyak rontok. (fsl)




Jembatan Sungai Pinggan Amblas

SUNGAI PINGGAN (www.detikriau.wordpress.com) — Jembatan Sungai Pinggan dengan panjang sekitar 30 meter yang menghubungkan antara Sungai Piring ibu kota Kecamatan Batang Tuaka dengan Desa Sialang Jaya kondisinya memprihatinkan. Dimana bagian tengah badan jembatan amblas cukup dalam, sehingga jembatan yang mestinya melengkung keatas, ini malah sebaliknya, bagian tengah jembatan melengkung ke bawah.

Kondisi tersebut, sudah barang tentu menyulitkan warga untuk melintas jembatan tersebut, Terutama disaat pasang naik. Dimana jembatan tersebut terendan oleh air, sementara badan jalan sendiri malah tidak separah jembatan digenangi oleh air.

“Kalau sudah pasang tinggi, jembatan tersebut tidak bisa dilewati lagi. Selain karena memang motor bisa mati mendadak akibat ketinggian air, dikawatirkan, motor juga bisa masuk ke sungai akibat pinggir jembatan yang terendam,” jelas Arul warga Sialang Jaya, ketika berbincang , Ahad, (6/11).

Akibatnya disaat pasang naik masyarakat Desa Sialang menjadi terisolir. Sebab, sangat berbahaya untuk melewati jembatan Sungai Pinggan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Arul mengharapkan Pemkab Inhil untuk dapat memperbaiki jembatan tersebut. Sebab keberdaan jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat Desa Sialang Jaya. “Kita berharap Pemkab dalam hal ini Dinas terkait untuk dapat memperbaiki jembatan tersebut,” ujarnya. (Suf)




KABUPATEN INHIL POTONG 941 EKOR SAPI DAN 212 EKOR KAMBING

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) lakukan pemotongan 38 ekor sapi dan 8 ekor kambing pada pelaksanaan qurban perayaan Idul Adha 1432 H/ 2011. Bertindak langsung menyembelih hewan qurban Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Inhil H Hafitsyah, di istansi tersebut.

 

Pemotongan hewan qurban ini sudah berlangsung sejak Minggu (6/11) dan Senin (7/11) di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Menurut Ketua peringatan hari besar islam (PHBI) Inhil, H Syafrinal Hedy, total jumlah tersebut sudah termasuk seluruh satker dilingkungan Permkab Inhil.

 

“Alhamdulilah pada tahun ini kita bisa melaksanakan penyembelihan hewan qurban sebanyak 38 sapi dan 8 kambing,” kata Sayfrinasl Hedy.

 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras) Inhil, H Hafitsyah, usai melakukan pemotongan hewan qurban menyatakan pelaksanaan qurban sudah menjadi nikmat dan tradisi ditengah-tengah masyarakat. Bahkan pada tahun-tahun sebelumnya kata dia, pemotongan hewan hanya dipusatkan di tempat-tempat tertentu saja. Sehingga jumlahnya lumayan banyak.

 

“Penyembelihan hewan qurban merupakan kegiatan yang sakral dan ibadah. Makanya untuk melakukan penyembelihan memerlukan keberanian dan keiklasan kepada Allah SWT,” papar Hafitsyah, yang juga merupakan Ketua Pimpinan Daerah Muhamadiyah Inhil ini.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustraian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil H Pahrolrozy, menyebutkan daging-daging qurban nantinya akan dibagikan kepada peserta yang mengikuti qurban, serta keluarga besar Disperidag, warga sekitar dan orang-orang yang memang berhak untuk mendapatkanya.

 

“Kita telah menyiapkan 400 kupon pembagian daging qurban, dan nanti untuk panti asuhan dan kaum dhu’afa daging-daging akan diantarkan langsung,” ungkapnya.

Selain itu ia juga berharap tahun-tahun berikutnya akan melakukan kegiatan serupa dengan jumlah yang lebih dari pada saat sekarang. Sehingga apa yang dilakukan dapat dirasakan oleh orang-orang yang benar-benar memerlukan dan membutuhkanya.

 

Secara keseluruhan, Menurut laporan yang dibacakan panitia pelaksanaan hari besar islam, Helmi Rasyid yang dibacakan menjelang pelaksanaan sholat Idul Adha, Kabupaten Indragiri Hilir tahun 1432 M/2011 ini melakukan pemotongan hewan qurban sebanyak 941 ekor lembu dan 212 ekor kambing yang tersebar pada 20 Kecamatan dengan rincian, Kecamatan Tembilahan 157 ekor sapid an 19 ekor kambing ditambah dari IKABU sebanyak 12 ekor sapi, jumlah 169 ekor lembu dan 19 ekor kambing. Kemudian Kecamatan Tembilahan Hulu, 63 ekor sapi dan 8 ekor Kambing, Kecamatan Kemuning, 43 ekor sapi, Kecamatan Pelangiran, 45 ekor sapid an 16 ekor kambing, Kecamatan Enok, 55 ekor sapi dan 12 ekor kambing, Kecamatan Kempas, 50 ekor sapi dan 11 ekor kambing, Kecamatan Mandah, 33 ekor sapid an 11 ekor kambing.

 

Selanjutnya, Kecamatan Mandah, 33 ekor sapi dan 1 ekor kambing, Kecamatan Reteh, 84 ekor sapid an 7 ekor kambing, Kecamatan Keritang, 85 ekor sapi dan 11 ekor kambing, Kecamatan Tempuling, 9 ekor sapi, Kecamatan Pulau Burung, 28 ekor sapi dan 8 ekor kambing, Kecamatan Batang Tuaka, 11 ekor sapi, Kecamatan Kateman, 34 ekor sapi dan 1 ekor kambing, Kecamatan Gaung, 43 ekor sapi, Kecamatan GAS, 65 ekor sapi dan 2 ekor kambing.

 

Kecamatan Kuindra, 17 ekor sapi dan 11 ekor kambing, Kecamatan Sungai Batang, 9 ekor sapi dan 5 ekor kambing, Kecamatan Concong, 5 ekor sapi dan 3 ekor kambing, dan Kecamatan Tanah Merah 93 ekor sapi dan 14 ekor kambing. Jumlah ini belum termasuk untuk Kecamatan Teluk Belengkong yang masih belum diterima laporannya. (fsl)