DKP INHIL, SERAHKAN BANTUAN ALAT TANGKAP PERIKANAN KEPADA 87 NELAYAN DESA SUNGAI BELA

Sungai Bela (www.detikriau.wordpress.com) – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Indragiri Hilir, H. Saripek diwakili Kepala Seksi Pengendalian Sumber Daya Pesisir, Sahir, Bertempat di Kantor Kepala Desa Sungai Bela, Ahad (23/10/2011) menyerahkan paket bantuan Pengembangan dan Peningkatan Produksi Sarana Perikanan Tahun Anggaran 2011 kepada 87 orang nelayan Desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra. Dalam kata sambutannya, Sahir menyatakan secara volume paket bantuan yang diserahkan kali ini terbilang yang terbanyak.


“Dari sekian kali saya menyerahkan bantuan kepada masyarakat, kali ini secara volume jumlah penerima terbilang yang terbesar. Biasanya untuk satu Desa paling banyak berjumlah belasan orang. Hari ini, kita menyerahkan paket bantuan kepada 87 orang penerima dari nelayan Desa Sungai Bela,” Ungkap Sahir diiringi tepuk tangan warga nelayan dengan wajah berbinar penuh rasa suka.
Dijelaskan Sahir menyampaikan pesan dari Kadis DKP Inhil dalam lanjutan sambutannya, pendanaan bantuan ini bersumber dari APBD Inhil melalui dana aspirasi anggota DPRD Inhil asal Daerah Pemilihan tiga, Herwanissitas. Menurutnya lagi, DKP Inhil cukup berbangga hati karena Herwanissitas ikut turun bersama dalam penyerahan bantuan kali ini.
“Kesedian beliau (herwanissitas. Red) mendampingi DKP
menyerahkan bantuan ini, jelas menunjukkan komitmen dan kepedulian beliau dengan kemajuan daerahnya.” Ungkap Sahir sambil meneruskan dengan beberapa wejangan agar masyarakat juga memperhatikan pelestarian lingkungan terutama pelestarian kawasan hutan mangrove karena menurutnya, kawasan hutan mangrove ini menjadi habitat ikan untuk berkembang biak.


Dalam kesempatan itu, Sahir juga menyampaikan pesan dari Kadis DKP Inhil agar bantuan ini dapat dipergunakan untuk keperluan sendiri dengan pengertian tidak diperjualbelikan atau dipindahtangankan kepada pihak lain.”tolong ini untuk diperhatikan karena sebelum menerima bantuan ini, bapak-bapak diharuskan untuk menandatangani surat pernyataan mengenai keharusan itu dan ini memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan memiliki sanksi pidana bagi yang tidak mematuhi,” Ujar Sahir menyampaikan peringatan.
Kepala Desa Sungai Bela, Hasanudin, SH dalam penyampaian kata sambutannya, mewakili masyarakat Desa Sungai Bela mengucapkan terimakasih atas Komitmen seorang wakil mereka di DPRD Inhil (Herwanissitas. Red) dengan perbuatan nyatanya untuk peningkatan ekonomi masyarakat daerah asalnya. Dirinya juga berharap agar apa yang telah diperbuat oleh Herwanissitas ini menjadi contoh bagi 5 orang wakil daerah pemilihan mereka lainnya yang kini duduk di gedung DPRD Inhil.
“Kita memiliki 6 orang Wakil dari Dapil 3 yang kini duduk di Gedung DPRD Inhil. Mereka-meraka itu juga jelas memiliki tanggungjawab yang sama untuk memperhatikan aspirasi dari masyarakat daerah pemilihnya. Semoga apa yang telah diperbuat saudara kita Herwanissitas hari ini dapat dijadikan contoh bagi 5 wakil kita lainnya untuk berbuat yang sama,”Harap Hasanuddin.
Dalam kesempatan ini, Hasanudin juga berpesan agar warganya yang menerima bantuan kali ini dapat bersyukur dan mempergunakannya dengan baik. Dirinya berharap, dengan adanya tambahan peralatan yang diperbantukan kali ini, hasil yang diperoleh sebahagian kiranya dapat disisihkan bagi membiayai pendidikan anak-anak mereka.
“Mudah-mudahan dengan adanya tambahan peralatan ini, kelebihan sebahagian rezky yang kita terima nantinya kiranya dapat disisihkan untuk pendidikan anak-anak kita karena kemajuan daerah kita kedepannya sangat ditentukan oleh apa yang kita perbuat hari ini dalam membangun generasi penerus.” Pesan Sang Kades.

Paket bantuan yang diserahkan kali diperuntukkan bagi 50 orang nelayan rawai, 20 orang nelayan jaring tambat, 17 orang nelayan jaring 2 inc dan 1 unit kendaraan air kecil bermesin diesel (pompong. Red). Disamping bantuan tersebut, melalui Herwanissitas, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Desa sungai bela dalam tahun anggaran ini juga memperoleh bantuan tambahan 1 unit ruang kelas SD dan 1 unit bantuan perpustakaan. (fsl)




HARGA ANJLOK, PETANI KELAPA INHIL DIAMBANG KEHANCURAN.

Diharapkan tindakan riil dari Pemkab Inhil untuk mencarikan solusi terbaik

Tembilahan (www.detikriau.wordpress.com) – Anjloknya harga penjualan kopra membuat petani kelapa semakin sengsara. Sebagai daerah penghasil kopra terbesar di Indonesia dan sebahagian besar dari jumlah penduduknya menggantungkan hidup pada komoditi perkebunan ini, tentu anjloknya harga kopra ini akan berdampak sangat siknifikan pada sektor perekonomian masyarakat Inhil secara keseluruhan. Dengan kondisi seperti ini, diharapkan adanya perhatian serius dari pihak terkait untuk mencarikan solusi terbaik.

“Belakangan ini kita semakin bingung pak. satu-satunya sumber penghasilan ekonomi keluarga secara turun temurun dari perkebunan kelapa ini tampaknya semakin hari semakin tidak bisa diharapkan. Hasil yang diperoleh, jangankan untuk ditabung, sekedar untuk biaya perawatan kebun dan sekedar mengganjal perut anggota keluarga bisa dibilang pas-pasan.” Jelas Amir, warga seberang Tembilahan,  saat bertemu detikriau di Tembilahan, Kamis (20/10/2011).

Menurut penuturan ayah tiga orang putri ini,  agar hasil yang didapat dari perkebunaan kelapa cukup untuk menafkahi angggota keluarganya, dirinya terpaksa mengabaikan biaya perawatan untuk kebun.”mau dibilang apa lagi pak. biasanya dulu saya melakukan perawatan dengan pemupukan secara rutin tapi kini ya seadanya saja, paling-paling kita hanya menaburkan garam ditambah sedikit terusi tapi konsekwesinya ya hasil panen yang didapat jelas juga menurun.” Jelas Amir dengan bimbang.

Petani Kelapa Lainnya, Udik (45) juga membenarkan hal ini. dirinya berharap agar pihak-pihak terkait khususnya pemerintah kabupaten Inhil dapat mencarikan solusi terbaik untuk membantu petani menghadapi situsasi seperti saat ini. “maunya ya janganlah pemerintah terus membangun berbagai fasilitas fisik yang tebilang memerlukan biaya sangat besar. tolonglah buatkan untuk masyarakat semcam program apapun itu untuk mengatasi berbagai persoalan yang kini tengah mengancam sektor perkebun karena memang disektor ini sebahagian besar masyarakat Inhil menggantungkan hidup.” Pinta Udik dengan penuh asa.

Memang, beberapa tahun belakangan ini sektor perkebunan khususnya perkebunan kelapa dalam semakin terpuruk dengan berbagai permasalahan. seperti rusaknya sistim trio tata air yang menyebabkan ribuan hektar sektor perkebunan ini terancam musnah  ditambah lagi kepastian harga jual yang terbilang tidak pernah berpihak kepada petani.

Pemerintah daerah dalam setiap kesempatan selalu mengembar-gemborkan sektor perkebun ini sebagai andalan hidup terbesar masyarakat Inhil bahkan dengan lantang berani menyebutkan bahwa perkebunan kelapa inhil adalah perkebunan terbesar di Indonesia. Namun, dalam kondisi riil, apa yang sudah diperbuat oleh pemerintah kabupaten untuk mempertahankan eksistensi sektor kebanggan ini?. (faisal)

 

 

 

 

 

 

 

 

 




JUMLAH PEROLEHAN MEDALI Rabu, 19/10/2011 Pukul 23.30 (Sumber. Media Centre)

www.detikriau.wordpress.com — Kabupaten Inhil, 41 emas, 27 perak dan 32 perunggu, Kabupaten Bengkalis, 35 emas, 28 perak dan 34 perunggu, Kabupaten Siak, 20 emas, 30 perak dan 37 perunggu, Kota Pekanbaru, 19 emas, 26 perak dan 39 perunggu, Kota Dumai, 11 emas, 12 perak dan 21 perunggu, Kabupaten Rohul, 9 emas, 2 perak dan 18 perunggu, Kabupaten Kuansing, 8 emas, 12 perak dan 14 perunggu, Kabupaten Inhu, 8 emas, 6 perak dan 18 perunggu.

 

Kabupaten Kampar, 7 emas, 8 perak dan 18 perunggu, Kabupaten Kepulauan Meranti, 7 emas, 6 perak dan 18 perunggu, Kabupaten Pelalawan, 4 emas, 11 perak dan 24 perunggu, Kabupaten Rohil, 1 perak.

 

 




RAPAT PERSIAPAN PENUTUPAN PORDA VII RIAU

Tembilahan (www.detikriau.wordpress.com)Rabu, 19 Oktober 2011 bertempat di Sekretariat KONI Kab.Inhil Jl.Pendidikan Tembilahan, Sekda Kab.Inhil memimpin rapat persiapan penutupan  PORDA VII Riau yang rencananya akan dilaksanakan pada tgl 23  Oktober 2011.

Pada kesempatan tsb  Sekda yang juga bertindak sebagai Ketua Harian Koni sekaligus Ketua Harian pelaksannaan PORDA VII Riau memberikan Bonus secara simbolis kepada tim Cabor Kempo Kab.Inhil yg telah mengakhiri pertandingan dengan perolehan medali. 3 emas, 5 perak dan satu perunggu.(wai/humas pemkab inhil)




INHIL TURUN KE PERINGKAT DUA PEROLEHAN MEDALI

Tembilahan (www.detikriau.wordpress.com) – Setelah sehari sebelumnya Inhil sempat memimpin perolehan medali, Berdasarkan data hari ini, Rabu (19/10/2011)  jam 18.00 Wib, posisi puncak berhasil direbut Kabupaten Bengkalis dengan perbedaan tipis 1 medali emas.

Secara keseluruhan, diperingkat pertama, Kabupaten Bengkalis mendulang, 34 emas, 25 perak dan 30 perunggu. Sementara di peringkat kedua, tuan rumah Inhil berhasil memperoleh 33 emas, 25 perak dan 28 perunggu. Peringkat ke tiga ditempati oleh Kabupaten Siak dengan perolehan 19 emas, 27 perak dan 36 perunggu.

Kotamadya PEkanbaru yang sempat memasang target untuk merebut juara umum dalam Porda VII Riau kali ini terpuruk di peringkat empat dengan perolehan 18 emas, 24 perak dan 37 perunggu. Disusul secara berturut-turut oleh Kota Dumai dengan 9 emas, 10 perak dan 21 perunggu. Kabupaten Rohul dengan 9 emas, 1 perak dan 15 perunggu. Kabupaten Kuansing, dengan 8 emas, 12 perak dan 14 perunggu.

Diposisi berikutnya, diduduki oleh Kabupaten Kampar dengan perolehan 7 emas, 8 perak dan 14 perunggu. Kabupaten Meranti 7 emas, 6 perak dan 8 perunggu. Selanjutnya pada posisi 10 diduduki oleh Kabupaten Inhu dengan perolehan 6 medali emas, 4 perak dan 16 perunggu.

Dua posisi terendah diduduki oleh Kabupaten Pelalawan dengan perolehan medali 4 emas, 11 perak dan 21 perunggu dan dijuru kunci diduduki oleh Kabupaten Rohil dengan perolehan 1 medali perak.

Total perolehan medali yang sudah berhasil diperebutkan adalah , emas sebanyak 154 medali, perak 154 medali dan perunggu 240medali. (fsl)




Polemik Perbedaan Nama Telah di Singkronisasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) — Bertempat di aula utama gedung DPRD, rabu (19/10) digelar rapat Paripurna Pengesahan Perubahan Nama Calon Kabupaten Indragiri Selatan Serta Pencabutan SK DPRD Kabupaten Indragiri Hilir No:26 Tahun 2008. Rapat paripurna dipimpin oleh ktua DPRD Inhil H. Raus Walid dan dihadiri oleh  bupati Kabupaten Inhil yang diwakili oleh Sekretaris Daerah H. Alimuddin RM.

 

Sebelum rapat paripurna dilaksanakan, serombongan mahasiswa dari Himpunan Pemuda, Pelajar, Mahasiswa Indragiri Selatan (HPPM Insel). Mahasiswa tersebut menyampaikan orasinya didepan gedung DPRD guna meminta kepada DPRD untuk merespon keinginan dari masyarakat bagian selatan kabupaten Inhil yang ingin agar proses pemekaran ini segera dilaksanakan.

 

“Kita meminta kepada DPRD untuk merespon keinginan masyarakat agar proses pemekaran ini disegerakan, hal-hal yang menjadi kendala seperti perbedaan nama antara rekomendasi DPRD dan Bupati agar segera disingkronkan dalam rapat paripurna hari ini,” kata Ali Tamrin, koordinator mahasiswa.

 

Dalam sambutannya, Raus Walid mengatakan bahwa DPRD sangat merespon aspirasi masyarakat yang ingin daerah mereka dimekarkan dari kabupaten Inhil. “Kabupaten Inhil saat ini merupakan kabupaten yang terluas di provinsi Riau. Aspirasi masyarakat sudah direspon oleh DPRD terbukti dengan adanya SK DPRD No: 26 tahun 2008,” katanya.

 

Jika memang pemekaran merupakan solusi terbaik guna menyelesaikan tuntutan dari masyarakat bagian selatan Kabupaten Inhil selama ini maka DPRD maka hal itu yang harus dilakukan. Raus juga mengatakan bahwa hari ini merupakan penyelesaian dari kajian yang dilakukan komisi I DPRD dalam membahas singkronisasi nama antara rekomendasi DPRD dan Bupati.

 

“Hari ini kita akan mendengarkan hasil laporan kajian yang dilakukan oleh komisi I tentang upaya mengsinkronisasikan perbedaan nama dari rekomendasi DPRD dan Bupati dengan tujuan agar proses pemekaran ini terlaksana. Saya mengharapkan agar seluruh anggota DPRD yang hadir untuk mendengarkan dan menyimak apa yang disampaikan oleh komisi I nanti agar bisa memberikan keputusan yang tepat,” katanya.

 

Yusuf Said, juru bicara komisi I dalam laporannya menyampaikan bahwa dari hasil kajian komisi I setelah sebelumnya melakukan perefikasi kelapangan mengatakan bahwa masyarakat tidak mempersoalkan nama bagi kabupaten mereka yang terpenting bagi mereka proses pemekaran ini segera direalisasikan.

 

“Masyarakat tidak mempersoalkan perihal nama dengan catatan proses pemekaran segera terealisasikan dan setelah dilakukan singkronisasi nama agar proses pemekaran segera digesa. Menurut komisi I perubahan nama Indragiri Hilir Selatan menjadi Indragiri Selatan sudah sesuai dengan aspirasi masyarakat dan tidak melanggar peraturan,” katanya.

 

Setelah penyampaian laporan dari Raus Walid meminta kepada seluruh anggota DPRD yang hadir untuk menyatakan pendapatnya. Seluruh anggota DPRD yang hadir menyetujui perubahan nama tersebut. “Dengan demikian maka perubahan nama dari Indragiri Hilir selatan menjadi Indragiri resmi kita ubah,” kata Raus Walid.

 

Bupati Indragir Hilir yang diwakili oleh Sekda H. Alimuddin mengatakan terimakasih kepada DPRD karena telah menyelasaikan persoalan perbedaan nama untuk calon Kabupaten Indragiri Selatan. “Kita berterimakasih kepada DPRD atas kinerja yang dilakukan dalam menyelesaikan polemik pemekaran bagian selatan dari Kabupaten Inhil perihal perbedaan nama tersebut. Dengan sinkronisasi yang dilakukan hari ini dapat mempercepat proses pemekaran bagian selatan dari kabupaten Inhil atau dapat kita sebut dengan Indragiri Selatan (Insel),” katanya.(wwn)