BERKAH IDUL ADHA BAGI KAUM DUAFA

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan hampir diseluruh Mushola dan Masjid yang ada di Kota Tembilahan membuat masyarakat gembira. Terutama masyarakat dari golongan ekonomi menengah kebawah. Menurut pengakuan mereka. Banjirnya daging kurban ini tentu akan memberikan arti tersendiri karena tidak setiap hari mereka bisa mengkonsumsi daging.

“Alhamdulillah pak. Semalam saya juga mendapat bagian dari daging hewan korban dan hari inipun saya masih diberikan limpahan rezky dari Tuhan dengan mendapat pemberian satu kupon lagi,” Kata Masnur yang sempat ditemui  saat mengambil pemberian daging qurban di jalan batang tuaka Tembilahan, Senin (7/11/2011)

Menurut pengakuan lelaki paruh baya ini, dengan hasil yang diperolehnya sebagai penyedia jasa sebagai pendayung becak, sekedar untuk memenuhi kebutuhan beras bagi keluarga saja dirinya terpaksa harus bekerja seharian penuh.”jangankan membeli daging sendiri pak, mimpi saja saya tidak berani karena memang penghasilan saya sebagai pengemudi becak pasti tidak akan memungkinkan. Alhamdulillah, tentunya pemberian daging qurban ini akan menjadi buah tangan yang sangat berharga bagi anak-anak saya” Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ditempat berbeda, Wardah, seorang Ibu rumah tangga bertubuh kurus dengan langkah kaki lunglai turut mengakui berkah Idul Adha. Dirinya mengaku sejak beberapa hari kemaren anak-anaknya sudah menunggu-nunggu tibanya hari raya kurban ini.” Lawas dah anak-anakku kapingin mamakan daging pak ai.  Tapi mana aku kawa mamanuhi, gawian abahnya hanya maambil upah bahuma. Kawa nukar pilor tiap harigen sudah hibat. (sudah lama anak-anak saya pingin makan daging pak. Tapi mana saya mampu memenuhi, kerjaan bapaknya saja hanya mengambil upah bertani. Mampu membeli beras setiap hari saja sudah hebat. Red). ” Ujarnya dengan dialek banjar yang sangat kental.

Dirinya mengaku, kedatangan hari raya kurban ini memberikan berkah yang sangat luar biasa bagi dirinya dan seluruh keluarga.”Satiap hari raya kurban ini pang kami kawa marasakan makan daging pak ai. Alhamdulillah sampai wayahini masih banyak urang mampu di tembilahan yang ringan hati bakurban dan urang susah kaya kami jadi umpat marasai nyamannya daging. ( setiap hari raya qurban seperti inilah kami bisa makan daging pak. Alhamdulillah sampai hari ini masih banyak orang mampu di kota tembilahan yang ringan hati untuk berkorban. Jadi orang susah seperti kami bisa ikut merasakan enaknya daging. Red),” Tawanya renyai dengan gigi yang terlihat sudah banyak rontok. (fsl)




Jembatan Sungai Pinggan Amblas

SUNGAI PINGGAN (www.detikriau.wordpress.com) — Jembatan Sungai Pinggan dengan panjang sekitar 30 meter yang menghubungkan antara Sungai Piring ibu kota Kecamatan Batang Tuaka dengan Desa Sialang Jaya kondisinya memprihatinkan. Dimana bagian tengah badan jembatan amblas cukup dalam, sehingga jembatan yang mestinya melengkung keatas, ini malah sebaliknya, bagian tengah jembatan melengkung ke bawah.

Kondisi tersebut, sudah barang tentu menyulitkan warga untuk melintas jembatan tersebut, Terutama disaat pasang naik. Dimana jembatan tersebut terendan oleh air, sementara badan jalan sendiri malah tidak separah jembatan digenangi oleh air.

“Kalau sudah pasang tinggi, jembatan tersebut tidak bisa dilewati lagi. Selain karena memang motor bisa mati mendadak akibat ketinggian air, dikawatirkan, motor juga bisa masuk ke sungai akibat pinggir jembatan yang terendam,” jelas Arul warga Sialang Jaya, ketika berbincang , Ahad, (6/11).

Akibatnya disaat pasang naik masyarakat Desa Sialang menjadi terisolir. Sebab, sangat berbahaya untuk melewati jembatan Sungai Pinggan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Arul mengharapkan Pemkab Inhil untuk dapat memperbaiki jembatan tersebut. Sebab keberdaan jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat Desa Sialang Jaya. “Kita berharap Pemkab dalam hal ini Dinas terkait untuk dapat memperbaiki jembatan tersebut,” ujarnya. (Suf)




KABUPATEN INHIL POTONG 941 EKOR SAPI DAN 212 EKOR KAMBING

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) lakukan pemotongan 38 ekor sapi dan 8 ekor kambing pada pelaksanaan qurban perayaan Idul Adha 1432 H/ 2011. Bertindak langsung menyembelih hewan qurban Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Inhil H Hafitsyah, di istansi tersebut.

 

Pemotongan hewan qurban ini sudah berlangsung sejak Minggu (6/11) dan Senin (7/11) di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Menurut Ketua peringatan hari besar islam (PHBI) Inhil, H Syafrinal Hedy, total jumlah tersebut sudah termasuk seluruh satker dilingkungan Permkab Inhil.

 

“Alhamdulilah pada tahun ini kita bisa melaksanakan penyembelihan hewan qurban sebanyak 38 sapi dan 8 kambing,” kata Sayfrinasl Hedy.

 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras) Inhil, H Hafitsyah, usai melakukan pemotongan hewan qurban menyatakan pelaksanaan qurban sudah menjadi nikmat dan tradisi ditengah-tengah masyarakat. Bahkan pada tahun-tahun sebelumnya kata dia, pemotongan hewan hanya dipusatkan di tempat-tempat tertentu saja. Sehingga jumlahnya lumayan banyak.

 

“Penyembelihan hewan qurban merupakan kegiatan yang sakral dan ibadah. Makanya untuk melakukan penyembelihan memerlukan keberanian dan keiklasan kepada Allah SWT,” papar Hafitsyah, yang juga merupakan Ketua Pimpinan Daerah Muhamadiyah Inhil ini.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustraian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil H Pahrolrozy, menyebutkan daging-daging qurban nantinya akan dibagikan kepada peserta yang mengikuti qurban, serta keluarga besar Disperidag, warga sekitar dan orang-orang yang memang berhak untuk mendapatkanya.

 

“Kita telah menyiapkan 400 kupon pembagian daging qurban, dan nanti untuk panti asuhan dan kaum dhu’afa daging-daging akan diantarkan langsung,” ungkapnya.

Selain itu ia juga berharap tahun-tahun berikutnya akan melakukan kegiatan serupa dengan jumlah yang lebih dari pada saat sekarang. Sehingga apa yang dilakukan dapat dirasakan oleh orang-orang yang benar-benar memerlukan dan membutuhkanya.

 

Secara keseluruhan, Menurut laporan yang dibacakan panitia pelaksanaan hari besar islam, Helmi Rasyid yang dibacakan menjelang pelaksanaan sholat Idul Adha, Kabupaten Indragiri Hilir tahun 1432 M/2011 ini melakukan pemotongan hewan qurban sebanyak 941 ekor lembu dan 212 ekor kambing yang tersebar pada 20 Kecamatan dengan rincian, Kecamatan Tembilahan 157 ekor sapid an 19 ekor kambing ditambah dari IKABU sebanyak 12 ekor sapi, jumlah 169 ekor lembu dan 19 ekor kambing. Kemudian Kecamatan Tembilahan Hulu, 63 ekor sapi dan 8 ekor Kambing, Kecamatan Kemuning, 43 ekor sapi, Kecamatan Pelangiran, 45 ekor sapid an 16 ekor kambing, Kecamatan Enok, 55 ekor sapi dan 12 ekor kambing, Kecamatan Kempas, 50 ekor sapi dan 11 ekor kambing, Kecamatan Mandah, 33 ekor sapid an 11 ekor kambing.

 

Selanjutnya, Kecamatan Mandah, 33 ekor sapi dan 1 ekor kambing, Kecamatan Reteh, 84 ekor sapid an 7 ekor kambing, Kecamatan Keritang, 85 ekor sapi dan 11 ekor kambing, Kecamatan Tempuling, 9 ekor sapi, Kecamatan Pulau Burung, 28 ekor sapi dan 8 ekor kambing, Kecamatan Batang Tuaka, 11 ekor sapi, Kecamatan Kateman, 34 ekor sapi dan 1 ekor kambing, Kecamatan Gaung, 43 ekor sapi, Kecamatan GAS, 65 ekor sapi dan 2 ekor kambing.

 

Kecamatan Kuindra, 17 ekor sapi dan 11 ekor kambing, Kecamatan Sungai Batang, 9 ekor sapi dan 5 ekor kambing, Kecamatan Concong, 5 ekor sapi dan 3 ekor kambing, dan Kecamatan Tanah Merah 93 ekor sapi dan 14 ekor kambing. Jumlah ini belum termasuk untuk Kecamatan Teluk Belengkong yang masih belum diterima laporannya. (fsl)




JADIKAN NILAI KEISLAMAN UNTUK RAIH VISI KAB.INHIL 2020

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo meminta kepada seluruh masyarakat Inhil untuk lebih mempertebal rasa keimanan kepada Tuhan yang maha Esa. Dengan dasar iman, diharapkan akan dapat dijadikan motifasi guna mencapai Visi Kabupaten Indragiri Hilir Berjaya dan Gemilang 2020.

Pernyaan ini disampaikan Wabub dalam kata sambutannya sesaat menjelang dilaksanakannya sholat idul Adha 1432 H di Lapangan Upacara Jalan Gadjah Mada, Tembilahan. Ahad (6/11/2011).

“Bersempena dengan pelaksanaan Idul Adha ini saya berharap kepada seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat untuk lebih mampu meningkatkan nilai ibadah kepada Tuhan yang maha esa dan yang lebih teramat penting tentunya pelaksanaan ibadah ini harus mampu diimplementasikan dalam kehidupan keseharian.” Kata Wabub

Pengimplemetasian dari nilai ibadah itu sendiri, tambah Wabub,  tentunya akan mampu menghindarkan kita dari perbuatan-perbuatan maksiat dan bertentangan dengan ajaran Allah. Hari ini, marilah kita bersama-sama untuk dapat lebih meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai islam yang pada akhirnya akan lebih mempertebal rasa keimanan kepada Tuham Yang Maha Esa. Dengan nilai keimanan ini diharapkan dapat dijadikan motifasi untuk mencapai Visi Kab. Inhil Berjaya dan Gemilang 2020.

Pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Adha 1432 H di lapangan upacara jalan gajah mada ini juga tampak dihadiri Sekretris Daerah Kab. Inhil, H. Alimuddin RM, pejabat dilingkungan pemerintahan Kabupaten Indragiri Hilir dan ratusan masyarakat Kota Tembilahan.

Dalam perayaan hari raya Idul Adha 1432 H ini, dari 20 Kecamatan yang ada dikabupaten Inhil dilaksanakan pemotongan hewan korban sebanyak 929 Ekor sapi dan 212 ekor kambing. Ditambah dari hewan ternak yang dikurbankan oleh IKABU sebanyak 12 ekor sapi. Total hewan ternak yang dikorbankan sebanyak 941 ekor sapi dan 212 ekor kambing. (fsl)




AMBRUKNYA JEMBATAN DESA PINTASAN PERLU DISIKAPI SEGERA

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Anggota DPRD Inhil, H.Bakri H Anwar meminta kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) untuk segera mengambil tindakan menyikapi persoalan ambruknya bangunan jembatan  di Desa Pintasan Kecamatan Gaung.

 

“Kita sangat berharap agar pihak Pemkab Inhil untuk segera mencarikan solusi secepatnya untuk mengatasi permasalahan ambruknya bangunan jembatan ini.”Kata H.Bakri ketika dimintai tanggapan baru-baru ini di Tembilahan.

 

Sungai Desa Pintasan, merupakan sungai strategis yang dilalui warga dari berbagai daerah, baik dari desa Belanta raya, Simpang Gaung dan desa-desa lainya di kecamatan Gaung menuju sungai Gaung Anak Serka (GAS).

 

Menurut warga sekitar, bangunan jembatan yang sudah dibangun sejak tahun 2002 melalui dana APBD tersebut sebelum ambruk (jum’at 4/11/2011. Red) memang sudah mengalami kerusakan di dua tiang penyangga jembatan. Bahkan beberapa kali kata mereka, kerusakan itu disampaikan dalam rapat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat desa dan kecamatan namun kenyataanya jembatan itu tetap saja tidak dimasukan dalam penganggaran untuk dilakukan perbaikan.

 

Selain dari itu, akibat ambruknya jembatan tersebut, sekitar 57 kepala keluarga (KK) dari dua dusun terpaksa harus menempuh ibu desa Pintasan dengan menggunakan sampan. Demikian juga dengan anak-anak yang sekolah. “ Karennya kita minta tindakan cepat dari Pemkab sebelum terjadinya korban jiwa pada anak-anak yang berangkat sekolah dengan menggunakan perahu dayung,”sebut H Bakri,

 

Sementara itu Kepala Dinas PU Inhil, HM Nasir, saat dihubungi  berjanji untuk segera mencarikan solusi secepatnya terutama dalam mengusulkan penganggaran pembangunan jembatan. “ Inikan namanya bencana. Tetapi kita tetap mencarikan jalan keluar secepatnya” jawab Nasir. Ahad (6/11/2011). (fsl)




PENGUMUMAN HASIL PENILAIAN PAWAI TAKBIRAN IDUL ADHA

(www.detikriau.wordpress.com)

Kategori Masjid dan Mushola:

Pemenang Pertama Masjid At-Taqwa, Kampung Jawa Tembilahan, Pemenang Kedua, Masjid Miftahul Huda Jalan M. Yamin Tembilahan Dan Pemenang ke tiga Masjid Miftahul Jannah jalan Subrantas Tembilahan.

Kategori Pelajar setingkat SLTP:

Juara Pertama SMPN 1 Tembilahan Hulu, Juara Kedua SMPN1 Indra Praja dan juara ketiga Madrasyah Tsanawaiyah Negeri (MTsN 094) Tembilahan.

Kategori pelajar setinkat SLTA:

Juara pertama, Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) Tembilahan, juara kedua SMA PGRI Tembilahan, juara ketiga, SMAN 1 Tembilahan Hulu.