TRUK ANGKUTAN PASIR UGAL-UGALAN. POLISI HARAP KERJASAMA MASYARAKAT BERIKAN LAPORAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Sikap ugal-ugalan yang dipertontonkan oknum sopir truk angkutan pasir membuat masyarakat resah. Diharapkan instansi terkait untuk segera melakukan penertiban. Dikhawatirkan kalau tindakan ini terus dibiarkan akan berakibat fatal bagi pengguna jalan lainnya.

“Memohon dengan sangat, secara pribadi saya meminta pihak-pihak terkait segera melakukan penertiban terhadap para sopir truk angkutan pasir yang sering bertindak semaunya berlalu lintas. Untung saja saya masih dilindungi Tuhan. Kalau tidak, mungkin hari ini saya tidak bisa menceritakan hal ini kepada bapak,”Ungkap Agus (40) seorang warga jalan batang tuaka Tembilahan, Kamis (17/11/2011).

Menurut penuturan Agus, siang itu dirinya beserta dua orang anaknya sedang menggunakan kendaraan roda dua untuk pulang kerumah selepas membeli beberapa keperluan di pasar jalan Yos Sudarso. Di perempatan jalan batang tuaka, karena memang posisi lampu traffic light dari arahnya sedang dalam kondisi hijau. Tanpa sedikitpun perasaan ragu, ia melintas secara perlahan.

“Demi Tuhan, sampai hari ini nyali saya masih ciut pak. Saat itu saya begitu kaget karena tiba-tiba saja melintas truk angkutan pasir dengan memacu kendaraan cukup kencang. Bahkan seorang pengguna jalan lainnya sempat berteriak karena kaget begitu menyaksikan kejadian yang hampir merengut nyawa saya dan kedua anak-anak saya. Yang lebih membuat saya tidak habis pikir, sudahlah si sopir jelas salah karena tidak mengindahkan lampu traffic light malah dengan garang dirinya memukul pintu truk kendaraannya sambil membentak.” Ceritanya kemudian dengan masih menahan rasa marah.

Kabar tentang ugal-ugalannya kendaraan truk angkutan pasir ini bukan hanya sekali ini pernah didengar detikriau. Bahkan beberapa waktu lalu, dengan mata kepala sendiri detikriau menyaksikan sebuah kendaraan truk angkutan pasir BM. 83xx GA memacu kendaraannya tanpa sedikitpun memperdulikan lampu traffic light yang saat itu sedang berwarna merah. Untungnya saat itu kondisi lalu lintas sedang sepi.

Terkait permasalahan ini, Ketua LSM Gemilang Serumpun, Indra Jaya ketika dikomfirmasi terkait beberapa laporan warga ini berharap masukan ini jangan hanya dijadikan sekedar masukan tanpa adanya tindakan nyata dari pihak-pihak terkait. Dirinya meminta agar hal ini segera diambil tindakan dan dilakukan pengawasan sebelum menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan lainnya.

“Tolong pengaduan masyarakat ini jangan dianggap angin lalu. Segera lakukan pengawasan. Kalau pengaduan datanganya dari satu orang mungkin saja itu hanya kebetulan tapi kalau datangnya sudah dari beberapa orang, ini sepertinya sudah jadi kebiasaan para sopir. Segera tertibkan dan berikan sanksi tegas kalau memang kedapatan, sebelum ada korban dipihak masyarakat nantinya,” Kata Indra mengingatkan.

Kasi lalin Dinas Perhubungan Inhil, Azwan ketika dikomfirmasi terkait permasalahan ini menyatakan bahwa untuk penertiban sopir angkutan tersebut kewenangan berada di Kepolisian.

“Berdasarkan UU no 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, kewenangan kita sudah sangat dibatasi. Melakukan penertiban itu, sesuai UU lebih tepatnya oleh bagian Lalu Lintas Kepolisian,” Jelas Azwan memberikan jawaban ketika di komfirmasikan melalui sambungan telepon selularnya, kamis (17/11/2011)

Kasad Lantas Polres inhil, Suratman, ketika dikomfirmasi terkait hal ini menyatakan pihaknya segera akan melakukan pemantauan.”Pelanggaran lalu lintas baru bisa ditindak apabila “tertangkap tangan”. Artinya, kita tidak bisa bekerja seperti misalnya bagian reskrim yang bisa melakukan pengembangan kasus. Saya sangat berterimakasih atas laporan ini. Dan tentunya kita tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya kerjasama dari masyarakat,”Ungkap Kasad Lantas memberikan komfirmasi.

Saat itu juga, dirinya berpesan apabila ada masyarakat yang melihat kejadian pelanggaran yang dilakukan sopir seperti itu segera dilaporkan dan dirinya berjanji untuk menindak. Bahkan Kasad Lantas juga mengaku sudah mendengar beberapa pengaduan dari masyarakat terkait hal ini.”saya akan segera berikan perintah personil kita untuk lebih fokus memantau terkait laporan ini.”Pungkasnya.(fsl)




ASMUNI ANCAM GUGAT PANITIA PILKADES RANTAU PANJANG

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Asmuni, calon incumbent Kades Rantau Panjang Kecamatan Enok yang merasa tidak diberlakukan adil kembali mengancam akan ajukan gugatan. Dirinya berharap pihak pemerintah dalam hal ini Bupati melalui Badan Pemberdayaan dan Pemerintahan Masyarakat Desa (BPPMD) Kabupaten Indragiri Hilir dapat berlaku arief dengan mempertimbangkan berbagai alasan penolakan dirinya akan pilkades ulang tersebut.

“Saya benarkan kalau sebelum pemilihan, panitia pilkades dan BPD mendatangi saya untuk menghadiri pemilihan ulang itu. Tapi jelas saya tidak bersedia karena kedatangan saya bisa diartikan menyetujui,”Jelas Asmuni ketika melakukan hubungan via telpon, Kamis (17/11/2011).

Menurut Asmuni, pihak panitia terkesan terlalu memaksakan kehendak dilaksanakannya pilkades ulang. Dalam beberapa kali pertemuan, dengan lantang saya menyatakan tidak setuju dilakukan pilkades ulang dengan beberapa alasan yang jelas, termasuk tidak akan bersedia kalau pemilihan tidak dilakukan secara total dengan pertimbangan keadilan. ”kalau lawan kita sebelum bertanding saja sudah unggul dua puluh persen lebih dari total suara pemilih, apa ini fair namanya. Jadi kalau panitia tetap ngotot menganggap pilkades ulang itu sah. Ya silahkan saja dan sayapun siap untuk kembali menggugat melalui jalur ketentuan secara hukum yang berlaku” Ancam Asmuni.

Sebelumnya, menurut hasil keterangan sumber di BPMPPD, pihak pemerintah menyatakan tetap akan melakukan pelantikan calon kades peraih suara terbanyak dalam pilkades ulang itu asalkan ini sanggup dipertanggungjawabkan pihak panitia pemilihan.

Terkait hal ini, Ketua Pilkades Rantau Panjang Kecamatan Enok, Yuliandra ketika dikomfirmasi www.detikriau.wordpress.com melalui sambungan telepon selularnya mengatakan bahwa mereka telah menjalankan semua proses sesuai ketentuan yang ada. Bahkan dirinya mengaku sudah mendatangi calon kades lainnya untuk menghadiri pilkades ulang tersebut.”Sudah pak, saya sendiri bersama BPD, tapi mereka tetap bertahan untuk tidak menghadiri. Jadi ya sudah resiko merekalah,”Jelas Yuliandra sambil mengatakan kalau pihak panitia siap menghadapi gugatan  secara hukum. (fsl)




Pengrajin Perahu di Desa Pungkat Kian Tercekik, Bahan Baku Makin Sulit Didapat

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Salah satu keahlian masyarakat Desa Pungkat Kecamatan Gaung yang diturunkan secara turun temurun adalah seni keahlian membuat perahu. Kerapian dan kecermatan para pembuat perahu di desa tersebut sudah sangat terkenal di Inhil, bahkan hingga keluar Inhil seperti Kabupaten tetangga.

Sayangnya belakangan ini, keahlian masyarakat tersebut terhalang dengan makin minimnya bahan baku yang tersedia. Hal itu baik disebabkan dengan makin sedikit ketersediaan bahan baku kayu akibat penebangan hutan yang dilakukan secara terus menerus, hingga upaya aparat penegak hukum yang sedang gencar-gencarnya memberantas ilog, hingga tidak menyisakan sedikitpun ruang untuk pengrajin perahu di desa tersebut.

“Permintaan perahu cukup banyak, terutama dari masyarakat Inhil. Sayangnya kendala kita yang sangat menggangu belakangan ini terletak pada makin sulitnya bahan baku,” ujar Sudirman, salah seorang warga Pungkat, belum lama ini.

Sementara itu Kades Desa Pungkat, Imran Awang ketika berbincang menjelaskan bahwa usaha membuat perahu menjadi salah satu andalan masyarakat Desa Pungkat dalam menopang ekonomi keluarga. Saat permintaan banyak dan ketersedian bahan baku mencukupi, tentunya perekonomian masyarakat juga baik.

“ Kalau dulu, lima tahun sebelumnya, berapa  banyak pun permintaan dapat dipenuhi oleh masyarakat pengrajin desa kami, karena memang saat itu untuk mendapatkan bahan baku tidak sulit.  Tetapi kalau saat ini dengan banyaknya  perusahaan-perusahaan menguasai lahan-lahan disekitarnya, ketersedian lahan untuk masyarakat  mendapatkan bahan baku itu boleh dikatakan sudah tidak ada lagi, bahkan sulit sekali. Sehingga usaha turun menurun ini menjadi melemah,” terang Kades yang dikenal murah senyum.

Dikatakan juga bahwa untuk permintaan hasil usaha pembuatan pompong  Pungkat  pada awal tahun 2011 ini, yang datang dari luar Inhil, seperti Tanjung Pinang (Kepri), Jambi dan Palembang  itu tidak sedikit. Belum lagi permintaan dari Inhil sendiri. Sehingga membuat masyarakat kebingungan untuk memenuhi permintaannya karena sulit untuk mendapatkan prsediaan bahan baku.

“ Untuk tahun 2011 ini saja, permintaan dari Tanjung Pinang (Kepri) itu untuk pompong 5 GT sebanyak 90 Unit dan pompong ukuran 6 GT sebanyak 60 unit di tambah lagi permintaan pembuatan Pok Cai (Perahu Cina) ditambah permintaan seperti dari Jambi dan Palembang serta tempat lainnya. ,” jelas Kades Pungkat.

Makanya untuk menjaga kelangsungan usaha handal dan turun menurun ini, Sejauh ini menurut Imran Awang, ia sudah melakukan langkah untuk mencari jalan keluarnya dengan meminta kepada Pemerintah untuk memberikan dan menyediakan lahan khusus kepada masyarakatnya, agar bisa mendapat bahan baku dengan mudah.

“ Karena 80 persen warga kami menggantungkan hidupnya dari usaha turun menurun tersebut, mulai dari yang kecil sampai dewasa boleh dikatakan sudah menekuni usaha yang sudah ada sejak  puluhan tahun silam ini. Makanya kita meminta kepada pemerintah, yang mana kita telah mengajukan ke Dinas Kehutanan kabupaten dan Propinsi agar bisa memberikan solusi untuk kelangsungan usaha turun menurun yang menjadi handalan masyarakat Pungkat. Saat ini masyarakat  tidak bisa lagi mendapatkan bahan baku didaerah lahan dekat desa mereka, semua  lahan disekitarnya sudah dikuasai perusahaan-perusahaan, “ akuinya. (Suf)




DUA GADIS BELIA DILARIKAN AYAH DUA ANAK DAN MANTAN NAPI

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) —  Dua orang warga jalan Gunung Daek Kelurahan Tembilahan Kota, In dan Am dilarikan sang kekasih tanpa sepengetahuan orang tua. Ironisnya, Madi (24) kekasih In (15) adalah seorang laki-laki beristri dengan 2 orang anak, sedangkan, Rian (25) kekasih Am (16) seorang mantan narapidana.

Menurut pengakuan ayah tiri In, Tony (40), anaknya In dan Madi sudah melakukan pernikahan bawah tangan. Dan persoalan inipun awalnya tidak ada masalah. “Hanya saja istri saya, Radiyah tidak merestui hubungan In dengan Ayah dua anak itu. Dan awal bulan lalu, hubungan gelap anak tiri saya ini sempat heboh di Kecamatan Tembilahan Hulu. Namun saat itu sudah selesai dan telah dibuatkan surat pengakuan Madi telah menikahi secara siri anak tiri saya dan juga perjanjian untuk tidak lagi mengganggu,” Ujar Tony sambil menceritakan bahwa surat perjanjian tidak menemui lagi dan pengakuan menikah secara siri dengan anak tirinya yang masih dibawah umur itu dibuat di sebuah kantor Polsek.

Ternyata, ditambahkan Tony, tiga hari lalu anak tirinya hilang dari rumah dan belakangan baru diketahui kabur bersama Madi.

“Saya mau bilang apa bang, mereka berdua sepertinya mabuk kepayang. Saya tau anak saya dibawah umur dan ini perbuatan salah. Tapi apa yang bisa saya perbuat. Saya sudah beberapa kali menegur mereka tapi juga tidak ditanggapi” Ungkap laki-laki pekerja serabutan ini dengan mimik wajah yang sedikitpun tidak memperlihatkan rasa bersalah dan tanpa beban.

Kisah Am dan Rian,

Rian (25) mantan napi kasus perkelahian ini baru bebas bulan oktober 2011 yang lalu dan berteman dengan saudara kandung In, Rafli. Begitu menyelesaikan masa hukumannya, Rian menumpang tinggal dirumah Rafli  dan menjalin hubungan asmara dengan seorang gadis berinisial Am (16) tetangga In. karena hubungan tidak direstui, Am melarikan diri dengan Rian yang dikabarkan juga sempat menggondol uang dan perhiasan emas milik orang tua Am.

“Rian dihukum karena kasus perkelahian. Oktober lalu dirinya baru bebas dan menumpang tinggal dirumah kami. Waktu dilembaga, ia disel di Blok Ulin Rutan Kelas II A Tembilahan,” Ungkap Rafli.

Hanya sayangnya, ketika detikriau mencoba menemui orang tua Am, menurut penuturan Tony, mereka sedang berangkat ke Jambi bersama istrinya.

“Tadi pagi kedua orang tua Am dan Istri saya Radiyah berangkat ke Jambi. Dari kabar yang diterima, In dan Am sekarang berada di sana,” Ujar Ayah tiri In ketika memberikan Komfirmasi, rabu (16/11/2011).

Ketua RT O1 Jalan Telaga Biru, Wahyu Yudistira sangat menyesalkan terjadinya peristiwa ini. Dirinya menghimbau agar warganya memberikan laporan apabila ada orang yang bukan penduduk setempat menumpang tinggal.

“yang sangat saya sayangkan, Tony tidak pernah memberitahukan kalau ada orang asing yang menumpang tinggal di kediamannya dan saya dikabarkan setelah mendapat laporan dari orang tua Am. Ini yang sangat saya sesalkan. Saat ini juga, saya kembali menghimbau dan menjadi keharusan agar siapa saja yang menumpang tinggal di keidamannya segera memberitahukan ke RT setempat.”Ujar Wahyu berpesan. (fsl)




MAKAM ERWIN DIBONGKAR.

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Jenajah Erwin (39) tahun korban dugaan pembunuhan yang ditemukan mengapung di perairan Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka, sabtu (12/11) dan telah dikebumikan dipemakaman umum jalan tanjung harapan, tembilahan, senin (14/11) , akhirnya kembali dibongkar. Pembongkaran ini atas permintaan pihak keluarga dengan maksud untuk dikebumikan sebagaimana mestinya dikampung halaman, Pariaman, Sumatra Barat.

Dari pantauan, prosesi pembongkaran makam yang mulai dilaksanakan sekira pukul 15.30 Wib dilakukan oleh enam orang dengan cukup hati-hati. Setelah seluruh tanah penimbun kembali di angkat, secara perlahan-lahan peti jenajah yang masih terlihat baru mulai diangkat. Saat itu juga bau tidak sedap yang keluar mulai menusuk hidung dan membuat beberapa orang wartawan, pihak keluarga dan petugas kepolisian terpaksa harus menutup hidung.

Saat itu, terlihat suasana haru dan suara sayup-sayup isak tangis yang keluar dari mulut seorang bocah laki-laki kecil yang tertunduk dipangkuan seorang laki-laki. Diketahui bocah kecil ini adalah anak bungsu korban, Aldo. Setelah diangkat dan peti jenajah dibersihkan selanjutnya dibungkus menggunakan plastik hitam dan selanjutnya dimasukkan ke dalam mobil ambulance yang memang sudah sejak tadi menunggu untuk membawa jenajah ke kampung halamannya.

Kapolsek Batang Tuaka, Ipda R Nababan yang ikut menghadiri prosesi pembongkaran makam jenajah Erwin mengakui saat ini pihak kepolisian sudah mengantongi nama yang diduga sebagai tersangka. “Kita telah melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang saksi dan dugaan tersangka sudah kita kantongi. Hanya saja saat ini belum bisa kita beritahukan karena penyidikan masih terus kita lakukan untuk mengumpulkan beberapa bukti pendukung.” Jelas Kapolsek saat dimintai komfirmasi oleh wartawan, Rabu (16/11/2011).




Penemuan Mayat Tanpa Identitas Terungkap.

Keluarga Korban Mengingankan Makamnya Segera Dibongkar

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Misteri mayat tanpa identitas yang ditemukan di perairan sungai luar kecamatan Batang Tuaka akhirnya terungkap. Korban yang ditenggarai tewas akibat tindakan kriminal ini diyakini bernama Aswin (39) asal Pariaman Provinsi Sumatra Barat. Keluarga korban berharap pihak kepolisian memberikan ijin untuk memindahkan jasad korban untuk dikebumikan secara layak di kampung halamannya.

 

“begitu melihat foto-foto yang diperlihatkan oleh pihak kepolisian, saya sangat yakin kalau korban adalah saudara kandung saya, Aswin. Keyakinan ini semakin diperkuat begitu melihat tato ditangan kiri korban yang bertuliskan huruf “SW”. Ungkap Indra (40) tahun yang mengaku abang kandung korban ketika menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (15/11/2011).

 

Menurut pengakuan Indra yang saat ini berdomisili di Jakarta, korban selama ini bertempat tinggal di Muara Bulian Provinsi Jambi. Sebelum lebaran Idul Adha, Ia mendapat kabar dari korban bahwa dirinya beserta anak dan istri akan pergi ke kota Tembilahan, hanya saja ketika kembali pulang ke Muara bulian hanya istri dan anak-anaknya yang kembali sedangkan korban tanpa diketahui sebabnya tetap tinggal di Tembilahan. “sejak itulah pihak keluarga sudah tidak mendapat kabar lagi dimana keberadaannya dan mulai risau” Ceritanya.

 

Ditengah kerisauan itu, Indra mendapat kabar dari salah seorang temannya yang berdomisili di Kota Rengat, Kabupaten Inhu, bahwa menurut kabar yang tertulis di sebuah media cetak di kota tembilahan ditemukan mayat tanpa identitas mengapung diperairan Desa Sungai Luar.

 

Kemudian atas kabar tersebut, Untuk mencari kepastian, Indra menghubungi pihak Polres Inhil untuk memintakan cirri-ciri fisik mayat yang ditemukan tersebut. Setelah merasa yakin, Indra langsung berangkat menuju Tembilahan.

 

Untuk itu Indra sangat berharap agar pihak Kepolisian membongkar mayat korban Mr.X yang kini sudah dimakamkan di TPU Tanjung Harapan Tembilahan, untuk selanjutnya untuk dibawa ke Pariaman Sumatra Barat, untuk dikebumikan sebagaimana mestinya.

Sementara itu Kasat Reskrim AKP Efendi melalui Kapolsek Batang Tuaka Ipda R.Nababan membenarkan sudah ada pihak yang datang mengaku kalau mayat Mr.X yang ditemukan mengapun di Sungai Luar kemarin adalah keluarganya.

“Memang benar. Indra (40) datang dari Jakarta mengaku kalau Dia adalah Abang kandung korban, dan Dia juga memohon persetujuan agar mayat Mr.X untuk dibongkar dan jasadnya dibawa untuk dimakamkan  di Parimanan” kata Ipda R.  Nababan

Dijelaskan lagi oleh R. Nababan, dengan terkuaknya identitas mayat Mr.X tersebut, selanjutnya akan dilakukan proses penyelidikan untuk mengungkap kejadian sebenarnya dan akan bekerja sama dengan Satuan Unit Reskrim Polres Indragiri Hilir.

“Yang jelas, kita akan segera bekerjasama dengan Unit Reskrim Polres Indragiri Hilir, untuk mengungkap kejadian sebenarnya yang dialami oleh korban serta menangkap siapa pelakunya” sebutnya. (fsl)